
Malam itu mata ku Tidak bisa terpejam , seperti beberapa malam berikutnya aku merasakan ada sesuatu yang akan terjadi di luar sana .
Meski pun hati terus gelisah namun aku tiba-tiba teringat bahwa aku menyelidiki siapa Tania sebenarnya .
Aku menuju kamar Tania dan mencari sesuatu yang mungkin bisa jadi petunjuk untuk ku , hampir saja aku putus asa karena tidak menemukan apa-apa .
Tapi setelah lama aku berfikir , aku pun teringat ada suatu tempat yang ingin ku cari yaitu di bawah tempat tidur Tania , biasanya seseorang bisa saja menyembunyikan sesuatu rahasia di tempat yang paling aman menurut mereka ' sebab aku saja sering seperti itu .
Akhirnya aku menemukan sesuatu sebuah amplop merah yang tersimpan rapi , perlahan dengan perasaan gugup aku membuka amplop itu dan ternyata isinya sebuah foto .
Awalnya aku mengira itu foto pacarnya Tania yang ia sembunyikan selama ini dari ku dan juga Bimo , namun ternyata setelah aku perhatikan baik-baik foto tersebut ternyata foto suami ku Bimo .
Darah ku mengalir deras , jantung ku berdetak kencang .
mengapa Tania menyimpan foto Bimo , bukankah Bimo itu saudara Tania sendiri .
Sebenarnya Ada niat apa Tania masuk ke rumah ini ' atau jangan-jangan Tania berniat menghancurkan rumah tangga ku .
" Sabar Tania , sabar ...
Aku tidak boleh gegabah , aku harus menyelidikinya sampai tuntas .
jangan hanya gara-gara foto ini hubungan ku dengan Bimo berantakan .
Apa kata-kata orang di luar sana , jika aku harus menjadi janda untuk yang kedua kalinya .
Setalah lama berfikir akhirnya aku memutuskan untuk mengembalikan foto yang aku temui di bawah tempat tidur Tania , agar Tania tidak mencurigai ku bahwa aku sedang menyelidikinya .
Dari awal aku sudah curiga terhadap Tania , aku punya firasat bahwa Tania berniat buruk terhadap keluarga ini.
Sebaiknya Aku tidak boleh berlama-lama di kamar ini , takutnya Tania keburu pulang dan melihat masih ada di sini .
Baru saja aku ingin keluar namun Tania sudah muncul di hadapan ku .
" Mbak Rania ngapain di sini ...?
" Ya itu tadi mbak , mau pinjam charger kamu tapi ng ketemu .
" charger , bukannya handphone kita beda ya mbak .
__ADS_1
Aku sangat bodoh sehingga tidak bisa membuat alasan lain , selama ini kan tania tau kalau aku menggunakan handphone yang berbeda dengannya .
" oh ia mbak lupa , ya udah kamu pasti capek .
Mbak buatin teh anget atau apa gitu .
Semoga saja Tania tidak menanyakan apa-apa setelah aku mengalihkan pembicaraan .
" Tidak perlu mbak , aku cuma mau istirahat aja .
" ya baik lah ...
Tatapan Tania memang berbeda sudah pasti Tania mencurigai ku .
ya Tuhan mengapa hidup ku penuh dengan cobaan yang bertubi-tubi , aku harus bisa merahasiakan ini semua jangan sampai Arza ibu dan ayah tahu masalah ini .
Baru saja aku ingin hidup lebih tenang , tapi di dalam ketenangan dan kebahagian ini ternyata mulai tumbuh duri-duri baru yang siap menancap jemari kaki ku jika aku salah memilih langkah baik maju ataupun mundur .
Namun aku teringat pesan ayah , bahwa kita tidak boleh pasrah dan diam dalam keadaan terdesak ' Ada saatnya kita untuk melawan dan mengembalikan semangat kita .
Saat ini yang perlu ku selidiki lagi yaitu suami ku , apa suami ku juga menyimpan foto Tania yang dianggap sebagai adiknya itu .
Sebelum penyelidikan ku berhasil , aku harus siapkan mental ku untuk menerima kenyataan .
Suntuk sekali pikiran ku malam itu , tidak ada tempat ku untuk bercerita dan mengadu .
pahitnya hidupnya hanya bisa ku telan sendiri .
ingin sekali aku menceritakan kegelisahan kepada ibu , tapi aku takut ' takut merusak ketenangan dan kebahagian yang ibu rasakan sekarang .
Mereka bertiga penyemangat ku , aku tak ingin mereka menangis aku tak ingin mereka terluka .
Biarlah luka ini ku rasakan sendiri .
Ku langkahkan kaki perlahan memperhatikan mereka yang tertidur nyenyak terbaring di atas kasur mewah yang empuk yang dulu tidak pernah mereka rasakan .
Tak ingin rasanya aku kembalikan mereka ke masa lalu yang suram , meski aku harus berdiri walau dalam keadaan terluka .
Ternyata kemewahan tidak menjamin kebahagian , kebahagian harus di pertahankan dengan air mata .
__ADS_1
Aku sayang ibu ku , aku sayang ayah ku dan aku sayang anak ku .
mereka kekuatan ku aku tak ingin mereka rapuh aku tak ingin mereka kecewa .
Tak terasa air mata ku mengalir ketika aku memperhatikan mereka.
Ayah ibu dan juga anak ku tetaplah berdiri di belakang ku , biar aku saja yang melangkah menghadapi duri-duri yang semakin tajam .
Semoga aku tetap kuat dan selalu sabar .
Aku sudah lelah dan memutuskan untuk beristirahat untuk memulihkan tenaga dan semangat ku , namun tiba-tiba terdengar suara ibu memanggil ku .
" Rania , aku kok belum tidur nak .
" iya Bu , ini aku mau kemar .
" Kamu ngapain berdiri di sini sendirian .
Sepertinya ibu sudah lama memperhatikan ku .
" Aku tidak bisa tidur , aku ke sini melihat ibu ternyata ibu sudah tidur .
" Akhir-akhir ini ibu perhatikan kamu hampir tiap malam tidak bisa tidur , memangnya ada apa nak ?
Ibu membelai rambut ku , aku melihat raut wajah ibu yang cemas memikirkan aku .
Aku tidak boleh seperti ini kasihan ibu .
" Aku baik-baik aja Bu ...?
ini udah larut malam , ibu istirahat ya aku juga mau istirahat di kamar .
" Rania , jika kamu perlu apa-apa panggil saja ibu .
Aku kembali ke kamar ku agar ibu bisa kembali beristirahat ' meski niat ku ingin sekali menceritakan apa yang aku rasakan .
tapi aku tidak ingin mengganggu pikirannya sehingga terganggu kesehatannya .
Aku rasa aku bisa karena sudah terbiasa , sebab dulu aku lebih menderita .
__ADS_1