
Bisa kah Aku menahan rasa cemburu ini , Aku tidak pernah merasa cemburu seperti ini .
Apakah ini tandanya aku benar-benar sudah mencintai Bimo .
" Ibu ...
Aku belum makan siang.
Arza, datang menghampiri aku dan Tania sambil memegang piring sebuah piring kosong .
" Eh Arza udah pulang , ini Tante Tania siapin makan siangnya buat Arza .
Tania mengambil sebuah piring yang di bawa Arza .
" Makan yang banyak ya ...
semoga Arza suka sama masakan Tante Tania .
" Makasih Tante .
Tak biasanya Arza bersikap cuek dengan orang yang baru ia kenal , biasanya Arza selalu ramah dengan siapa pun .
" Tania ,,,
mbak tinggal sebentar ya , mbak titip Arza .
Aku sengaja meninggalkan Arza bersama tania karena aku ingin melihat bagai mana Tania memperlakukan Arza .
Tidak ada tanda-tanda mencurigakan semua baik-baik saja .
" Rania ...
kamu ngapain .
" Ibu , bikin kaget saja .
Aku lagi cari sesuatu tadi seingatnya di sini tapi ng ada .
Aku terpaksa membuat alasan agar ibu tidak curiga .
Alhamdulillah semua kecurigaan selama ini salah .
__ADS_1
*Beberapa jam kemudian*
Bimo pulang ke rumah aku pun berlari ingin membuka pintu , tapi sayang pintu sudah terbuka dan Bimo masih berdiri diluar kelihatannya sedang berbicara dengan seseorang .
Perlahan aku mendekati mereka dan ternyata yang membuka pintu adalah Tania .
Kelihatannya mereka sangat akrap , sibuk bercerita dan bercanda .
" Bimo ...?
candaan mereka terhenti ketika berdiri tepat di hadapan mereka berdua .
" Rania , maaf aku telat pulangnya .
" ya tidak apa-apa Bim namanya juga kerja .
Bimo mengajak ku masuk ke rumah ketika itu aku melihat mereka tidak berbicara sedikit pun .
" kenapa tiba-tiba diam ...
" Maksud mu , diam bagai mana .
Aku bingung apa yang ingin aku katakan namun pertanyaan itu sudah terlanjur aku lontarkan .
Aku tidak tahu harus mengulangi pertanyaan ku atau tidak .
" Aku lihat ...
kamu dan Tania sedang berbicara sesuatu ,tapi ketika aku datang kalian berdua tiba-tiba diam dan tidak melanjutkan pembicaraan .
Bimo menarik nafas panjang sambil menggenggam erat kedua tangan ku .
" Rania Aku sudah menganggap Tania seperti adik ku sendiri , jadi aku dan Tania hanya berbicara masalah pekerjaan .
Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanyakan langsung ke Tania .
" Aku percaya Bim .
tapi aku mohon jangan sembunyikan apa pun dari ku .
" tentu saja tidak , percayalah ...
__ADS_1
" Semoga apa yang kamu katakan itu tidak pernah berubah karena aku takut tersakiti untuk kesekian kalinya .
" Kamu harus percaya Rania tidak ada rahasia yang aku sembunyikan .
Aku mengangguk pelan , aku juga berharap seperti itu agar tidak terjadi ke salah pahaman .
" Kamu tunggu aku di meja makan , aku mau mandi sebentar.
Aku pun pergi menuju meja makan untuk menunggu Bimo .
" Mbak Aku boleh duduk di sini .
Tania datang dan duduk disebelah kiri ku.
" ya boleh .
" Apa mbak Rania merasa tidak nyaman jika aku tinggal di sini .
Aku terkejut mendengar pertanyaan Tania , dari mana dia tahu kalau aku menyimpan rasa cemburu dan merasa tidak nyaman ketika Tania masuk ke rumah ini .
" oh tentu tidak Tania , kenapa bertanya seperti itu .
" Aku hanya takut mbak Tania merasa tidak nyaman .
" Itu hanya perasaan mu saja Tania .
jika kamu tidak keberatan mbak ingin sekali bertemu dengan kedua orang tua kamu , supaya keluarga kita lebih dekat .
Aku merasa ini caranya agar aku bisa mengetahui siapa Tania sebenarnya dan siapa keluarganya.
" Ya nanti aku coba telfon mama sama papa mana tau mereka ada waktu untuk ke sini .
tapi aku ng bisa janji ya kak ...?
" Ya Tania , jika ada waktu saja .
Aku memperhatikan dari segi penampilan , tidak mungkin Tania berasal dari keluarga yang tidak mampu .
meski aku berasal dari desa tapi aku bisa mengenal barang mewah dan berkelas .
Tapi jika Tania anak orang kaya kenapa meski cari kerja tambahan untuk biaya kuliahnya.
__ADS_1
Bimo juga tidak pernah cerita , bagai mana keluarganya Tania .
sebaiknya aku sendiri yang mencari tahu , bagai mana kehidupan Tania yang sebenarnya .