Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MENYIMPAN KEBOHONGAN


__ADS_3

Waktu terus berlalu , Aku masih menunggu kapan waktunya aku bisa berkenalan dengan kedua orang tua Tania .


Setiap kali aku menanyakan hal itu tania selalu berasalan bahwa kedua orang tuanya sangat sibuk dengan urusan mereka .


Ingin rasanya aku menanyakan langsung ke Bimo suami ku , tapi aku takut Bimo beranggapan kalau aku tidak menyukai keberadaan Tania di rumah ini .


" Rania ibu perhatikan kamu sepertinya memikirkan sesuatu akhir-akhir ini , apa kamu lagi ada masalah sama nak Bimo .


" Tidak Bu , aku tidak memikirkan apa pun .


Aku mendekati ibu dan tidak ingin bercerita kalau aku saat ini mencurigai Tania .


" Kalau kamu ada masalah kamu cerita ke ibu ya nak , jangan kamu pendam sendiri .


" ya Bu , aku pasti cerita kalau aku ada masalah .


oh ya bagai mana perasaan ibu semenjak tinggal di sini ' apa ibu merasa nyaman .


" Selagi bisa berkumpul dengan kamu dan juga Arza , di mana pun ibu pasti bahagia nak .


Aku memeluk ibu ku penuh kehangatan rasanya aku sangat bahagia , bisa bersama orang-orang yang menyayangi ku .


" Bagai mana dengan ayah .


" Ayah mu biasa , semenjak di sini tiap hari nongkrongnya di taman belakang .


Aku tertawa mendengar cerita ibu tentang ayah ku .


" Bu aku ke kemar sebentar ya mau lihat si Bimo .


Aku meninggalkan ibu di ruang tamu , dan segera menemui Bimo .


" kring ,kring , kring ...


handphone Bimo berbunyi , satu panggilan tak terjawab .


Aku mendekati dan melihat nama panggilan masuk ternyata panggilan tersebut dari Tania.


Ada perlu apa Tania menelfon suami ku , aku semakin penasaran dan mendekati handphone yang berbunyi itu .


" Rania ...


Ada apa ...?


Bimo terbangun dari tidurnya .


" Itu handphone kamu ada yang telfon .

__ADS_1


" Oh


Bimo segera mengambil handphonenya dan melihat ada beberapa panggilan tak terjawab .


" Dari siapa ?


Aku sengaja bertanya dan berpura -pura tidak mengetahui kalau yang menelfon adalah Tania .


" Bukan siapa-siapa .


Jawaban itu membuat ku sakit hati , mengapa harus membohongi ku .


jelas-jelas itu telfon dari Tania , Aku sungguh tidak menyangka kalau Bimo tega membohongi ku .


" oh gitu ...


Aku mau ke dapur , selamat beristirahat .


dengan rasa kecewa aku meninggalkan Bimo yang masih terbaring di tempat tidur .


" Rania ...


Baru saja aku melangkah ibu dan ayah memanggil ku .


" lihat ini ,,,


Kamu beruntung sekali bisa mendapatkan suami sebaik Bimo , ini hadiah dari nak Bimo bagus kan Tania .


"


" Ini hadiah dari Bimo .


" Ia Rania , tadi ada kurir yang mengantar paket ke rumah ini katanya untuk ibu dan ayah Dari nak Bimo .


" Coba aku lihat sebentar , takutnya salah alamat Bu .


satau ku Bimo tidak pernah pesan barang atau apa pun .


Tapi ini tertulis nama Bimo dan alamat rumah ini .


Bimo selalu saja membuat kedua orang tua ku tersenyum bahagia , sehingga aku jadi serba salah jika ada sesuatu yang mengganjal di pikiran ku .


Sejauh ini Bimo tidak pernah cerita kalau dia memesan barang untuk ibu dan ayah .


Aku kembali ke kamar untuk menanyakan langsung ke Bimo .


baru saja aku membuka pintu handphone milik Bimo berdering kembali .

__ADS_1


" Telfon dari siapa ...?


kenapa ng di angkat .


" Tidak terlalu penting , biar kan saja .


Untuk apa Bimo membohongi ku , aku belum buta dan masih bisa melihat dengan jelas .


" Oh ya barang pesanan kamu sudah tiba .


" itu barang untuk ibu dan ayah .


mendengar jawaban yang begitu singkat seakan ia bisa membohongi ku dengan menyogok kedua orang tua ku .


" Oh ia Rania , nanti malam aku ada kerjaan mungkin pulangnya agak larut malam ' kamu ng apa-apa kan .


" ya aku ng pa-pa


Aku memaksa untuk senyum , meski ingin sekali aku lontarkan beribu pertanyaan .


Meski pun demikian aku sebagai seorang istri tetap menjalankan tugas ku mengerjakan semua pekerjaan yang harus aku kerjakan .


sore itu menjelang malam Tania belum juga pulang ' tak biasanya Tania tidak memberi kabar .


Biasanya jika ada tugas tambahan atau keperluan lain Tania selalu meminta izin pada ku .


" Bu , sebelum berangkat kuliah apa Tania ada izin ke ibu untuk tidak pulang atau ada urusan di luar .


" Seingat ibu sih tidak ada Rania ...


ibu lihat Tania terburu- buru gitu pas mau berangkat kuliah .


" Ia Bu , aku cuma khawatir udah jam segini Tania belum pulang .


Apa Tania merasa kalau aku mulai mencurigainya dan diam-diam pergi meninggalkan rumah ini .


" Rania kamu kenapa ?


Seperti memikirkan sesuatu .


Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum , sebaiknya aku selidiki dulu dari pada menuduh tanpa bukti .


Ya Tuhan jika rumah tangga ku ini kembali bermasalah seperti dulu , banyak orang di luar sana yang menuduh ku perempuan yang tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangga dan menganggap akulah yang bersalah atas semua ini .


Aku berharap rumah tangga ini masih bisa di pertahankan , aku tidak mau terulang lagi masalah besar yang menimpa keluarga ku .


Meski harta warisan yang di titipkan Alm Bg Arda untuk anaknya Arza masih mencukupi kebutuhan kami , namun aku sebagai ibunya tidak berhak menguras harta tersebut hanya untuk keperluan pribadi ku .

__ADS_1


Jika Rumah tangga ku bermasalah kasihan ibu dan ayah ku , kehidupan mereka tergantung pada ku saat ini .


Pernikahan ku dan Bimo baru berjalan satu bulan jika ada masalah kecil aku tidak ingin ada yang tau selain aku dan Bimo .


__ADS_2