
Waktu terus berlalu , Aku masih menunggu kapan waktunya aku bisa berkenalan dengan kedua orang tua Tania .
Setiap kali aku menanyakan hal itu tania selalu berasalan bahwa kedua orang tuanya sangat sibuk dengan urusan mereka .
Ingin rasanya aku menanyakan langsung ke Bimo suami ku , tapi aku takut Bimo beranggapan kalau aku tidak menyukai keberadaan Tania di rumah ini .
" Rania ibu perhatikan kamu sepertinya memikirkan sesuatu akhir-akhir ini , apa kamu lagi ada masalah sama nak Bimo .
" Tidak Bu , aku tidak memikirkan apa pun .
Aku mendekati ibu dan tidak ingin bercerita kalau aku saat ini mencurigai Tania .
" Kalau kamu ada masalah kamu cerita ke ibu ya nak , jangan kamu pendam sendiri .
" ya Bu , aku pasti cerita kalau aku ada masalah .
oh ya bagai mana perasaan ibu semenjak tinggal di sini ' apa ibu merasa nyaman .
" Selagi bisa berkumpul dengan kamu dan juga Arza , di mana pun ibu pasti bahagia nak .
Aku memeluk ibu ku penuh kehangatan rasanya aku sangat bahagia , bisa bersama orang-orang yang menyayangi ku .
" Bagai mana dengan ayah .
" Ayah mu biasa , semenjak di sini tiap hari nongkrongnya di taman belakang .
Aku tertawa mendengar cerita ibu tentang ayah ku .
" Bu aku ke kemar sebentar ya mau lihat si Bimo .
Aku meninggalkan ibu di ruang tamu , dan segera menemui Bimo .
" kring ,kring , kring ...
handphone Bimo berbunyi , satu panggilan tak terjawab .
Aku mendekati dan melihat nama panggilan masuk ternyata panggilan tersebut dari Tania.
Ada perlu apa Tania menelfon suami ku , aku semakin penasaran dan mendekati handphone yang berbunyi itu .
" Rania ...
Ada apa ...?
Bimo terbangun dari tidurnya .
" Itu handphone kamu ada yang telfon .
__ADS_1
" Oh
Bimo segera mengambil handphonenya dan melihat ada beberapa panggilan tak terjawab .
" Dari siapa ?
Aku sengaja bertanya dan berpura -pura tidak mengetahui kalau yang menelfon adalah Tania .
" Bukan siapa-siapa .
Jawaban itu membuat ku sakit hati , mengapa harus membohongi ku .
jelas-jelas itu telfon dari Tania , Aku sungguh tidak menyangka kalau Bimo tega membohongi ku .
" oh gitu ...
Aku mau ke dapur , selamat beristirahat .
dengan rasa kecewa aku meninggalkan Bimo yang masih terbaring di tempat tidur .
" Rania ...
Baru saja aku melangkah ibu dan ayah memanggil ku .
" lihat ini ,,,
Kamu beruntung sekali bisa mendapatkan suami sebaik Bimo , ini hadiah dari nak Bimo bagus kan Tania .
"
" Ini hadiah dari Bimo .
" Ia Rania , tadi ada kurir yang mengantar paket ke rumah ini katanya untuk ibu dan ayah Dari nak Bimo .
" Coba aku lihat sebentar , takutnya salah alamat Bu .
satau ku Bimo tidak pernah pesan barang atau apa pun .
Tapi ini tertulis nama Bimo dan alamat rumah ini .
Bimo selalu saja membuat kedua orang tua ku tersenyum bahagia , sehingga aku jadi serba salah jika ada sesuatu yang mengganjal di pikiran ku .
Sejauh ini Bimo tidak pernah cerita kalau dia memesan barang untuk ibu dan ayah .
Aku kembali ke kamar untuk menanyakan langsung ke Bimo .
baru saja aku membuka pintu handphone milik Bimo berdering kembali .
__ADS_1
" Telfon dari siapa ...?
kenapa ng di angkat .
" Tidak terlalu penting , biar kan saja .
Untuk apa Bimo membohongi ku , aku belum buta dan masih bisa melihat dengan jelas .
" Oh ya barang pesanan kamu sudah tiba .
" itu barang untuk ibu dan ayah .
mendengar jawaban yang begitu singkat seakan ia bisa membohongi ku dengan menyogok kedua orang tua ku .
" Oh ia Rania , nanti malam aku ada kerjaan mungkin pulangnya agak larut malam ' kamu ng apa-apa kan .
" ya aku ng pa-pa
Aku memaksa untuk senyum , meski ingin sekali aku lontarkan beribu pertanyaan .
Meski pun demikian aku sebagai seorang istri tetap menjalankan tugas ku mengerjakan semua pekerjaan yang harus aku kerjakan .
sore itu menjelang malam Tania belum juga pulang ' tak biasanya Tania tidak memberi kabar .
Biasanya jika ada tugas tambahan atau keperluan lain Tania selalu meminta izin pada ku .
" Bu , sebelum berangkat kuliah apa Tania ada izin ke ibu untuk tidak pulang atau ada urusan di luar .
" Seingat ibu sih tidak ada Rania ...
ibu lihat Tania terburu- buru gitu pas mau berangkat kuliah .
" Ia Bu , aku cuma khawatir udah jam segini Tania belum pulang .
Apa Tania merasa kalau aku mulai mencurigainya dan diam-diam pergi meninggalkan rumah ini .
" Rania kamu kenapa ?
Seperti memikirkan sesuatu .
Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum , sebaiknya aku selidiki dulu dari pada menuduh tanpa bukti .
Ya Tuhan jika rumah tangga ku ini kembali bermasalah seperti dulu , banyak orang di luar sana yang menuduh ku perempuan yang tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangga dan menganggap akulah yang bersalah atas semua ini .
Aku berharap rumah tangga ini masih bisa di pertahankan , aku tidak mau terulang lagi masalah besar yang menimpa keluarga ku .
Meski harta warisan yang di titipkan Alm Bg Arda untuk anaknya Arza masih mencukupi kebutuhan kami , namun aku sebagai ibunya tidak berhak menguras harta tersebut hanya untuk keperluan pribadi ku .
__ADS_1
Jika Rumah tangga ku bermasalah kasihan ibu dan ayah ku , kehidupan mereka tergantung pada ku saat ini .
Pernikahan ku dan Bimo baru berjalan satu bulan jika ada masalah kecil aku tidak ingin ada yang tau selain aku dan Bimo .