Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MEMINTA BANTUAN DIANRI ARDANI


__ADS_3

Dua Minggu berlalu...


Aku sudah tidak sabar menunggu kabar selanjutnya , semoga di permudah segala urusannya .


Sepertinya aku harus menemui Bimo untuk menanyakan pembicaraan kami kemarin , namun tempat tinggal Bimo sangat jauh ...


kalau aku telfon rasa malu....


Tak lama kemudian ...


aku melihat dari kejauhan itu seperti Bimo yang sedang mengendarai sepeda motor .


hai Bim...


Hai...


nungguin saya ia ?Bimo menjawab sambil tersenyum .


Ia nungguin kamu...


aku pikir kamu sibuk hari ini , rencananya tadi aku ingin ke rumah mu .


He.he.he ..


Aku kan sudah janji mau membantu mu rania ... yang jelas aku pasti datang menemui mu .


terima kasih Bim ...kamu mau membantu ku , dulu aku tidak tahu harus berbuat apa dan sekarang pikiran ku sudah terbuka itu berkat kamu bim .


sama-sama Rania...aku senang kini kamu kembali seperti Rania yang aku kenal dulu , aku berharap masalah mu cepat berakhir .


Amin...


oh ia Bim...rencana selanjutnya gimana?...


apa kamu sudah bertemu Mita...,


Itu dia RAN...


Mita terlalu egois , dia tetap mempertahankan hak arza tersebut .


bahkan Mita sama sekali tidak takut dengan ancaman ku , padahal bukti-bukti yang aku kumpulkan itu sangat jelas .


Jadi kita harus bagai mana Bim...apa yang harus kita lakukan .


tenang dulu kita jangan terburu-buru , aku yakin Mita juga merasa takut namun Mita menutupi itu semua di depan ku .


Satu lagi Rania...kamu harus berhati-hati , Mita sangat licik dia berbuat apa saja .


Kamu benar Bim...sepertinya sangat sulit untuk menghadapi orang seperti Mita .


cuma ada satu cara , kita harus menemui adiknya Arda ' aku yakin adik perempuannya Arda pasti tahu tentang wasiat harta warisan yang di titipkan untuk arza .


Adik perempuan bang Arda itu Dianri Ardani ...


bagai mana mungkin kita bisa bertemu Dianri , kita tidak tahu dia tinggal di mana .


Itu gampang , aku bisa mencari tahu keberadaannya ...


yang aku tahu Dianri sudah menikah dan mempunyai seorang anak dan aku yakin Dianri pasti marah jika mengetahui semua tentang mita .

__ADS_1


Aku berharap semoga Dianri bisa membantu kita , meski dia tidak suka dengan ku namun aku yakin Dianri pasti menyayangi arza keponakannya .


sebentar RAN...aku akan menghubungi teman ku yang dulu pernah dekat dengan Dianri mana tahu dia masih menyimpan nomor telfonnya Dianri .


Beberapa menit kemudian ...


RAN ...kita bisa menghubungi Dianri , aku sudah mendapatkan nomor telfonnya .


tapi...kamu mau kan berbicara dengan Dianri .


tapi Bim...kalau Dianri marah dan tidak mau berbicara dengan ku .


kita coba dulu RAN...jangan menyerah seperti itu , Bimo memberikan handphone nya .


halo ....assalamualaikum...


bisa bicara dengan Dianri...dengan suara sedikit pelan aku memberanikan diri .


waalaikum salam...


dengan siapa dan ada perlu apa ?


Dianri menjawab salam ku dan bertanya .


Aku Rania...aku ingin berbicara dengan mu ...


apa kamu ada waktu sebentar saja .


hallo...hallo...


tidak ada jawaban namun telfonnya belum terputus ...


Maaf Dianri apa aku mengganggu mu ? jika kamu tidak ada waktu lain kali saja kita sambung lagi .


tidak kak...aku hanya sedih sudah lama aku ingin bertemu dengan kak Rania , tapi aku tidak tahu harus bertemu kakak di mana .


gimana kabarnya kak dan di mana arza sekarang?


alham dulillah sehat , arza sekarang sudah bersama kami di sini


kamu sendiri gimana kabarnya ...?


Aku sehat kak...oh ia apa yang mau kakak bicarakan ?


tapi sebelumnya saya minta maaf Dianri , aku hanya ingin bertanya ? apa dulu bang Arda sempat meninggalkan pesan untuk arza sebelum bang Arda meninggal .


Ada kak ...apa kak Mita tidak ada menyampaikan wasiat yang bang Arda minta dulu ?


Tidak...Di...Mita tidak ada menyampaikan apa-apa !


tega sekali Mita , bang Arda sempat menitipkan beberapa surat wasiat pemindahan harta warisan untuk anaknya arza .


itu dia Dianri...


itu yang ingin aku tanyakan , karena aku butuh penjelasan dari kamu Dianri ...


cuma kamu yang bisa membatu arza untu mengambil haknya ...


baik kak aku akan membantu mu , aku tahu kak ... dulu aku banyak menutupi kesalahan bang Arda .

__ADS_1


aku benar-benar menyesal ...


sudahlah Dianri aku sudah melupakan kejadian itu , yang aku harapkan sekarang kamu bisa membantu arza aku mohon di....


aku akan membantu kak Rania...tenanglah aku akan mencari surat-surat wasiat yang di titipkan bang Arda dulu .


terima kasih Dianri kamu mau membantu ku dan arza .


ini sudah kewajiban ku kak...apa pun caranya arza berhak mendapatkan apa yang menjadi haknya , kak Mita tidak boleh menguasai harta itu sendiri karena harta itu milik arza .


Baiklah Di...mungkin itu saja yang ingin aku tanyakan maaf sudah mengganggu mu , lain kali kita sambung lagi .


ia kak jika perlu apa-apa kakak bisa menghubungi ku jangan sungkan - sungkan .


Aku pun menutup telpon ...hati ku sedikit lebih tenang .


bagai mana RAN...Dianri mau kan membantu mu , Bimo melanjutkan pembicaraan kami berdua tadi .


ia Bim...Dianri mau membantu ku , aku sangat senang sekali ...


syukurlah Rania...mudahan - mudahan Mita tidak bisa mengelak lagi dan tidak bisa besar kepala lagi .


aku berharap Mita merasa malu atas perbuatannya , karena selama ini Mita menganggap semua yang ia miliki sekarang ini adalah hak nya .


benar-benar tidak tahu malu , hidup mewah bukan dari harta sendiri tapi menyembunyikan harta orang lain .


jadi sekarang apa kamu berani bertemu Mita , untuk meminta penjelasan yang sebenarnya .


RAN...kamu harus bertindak tegas apalagi sekarang bukti-bukti kesalahan Mita akan terungkap .


ia berani ...tapi aku tidak boleh terburu-buru , kamu tahukan Mita sekarang bekerja sama dengan pak Dedi .


kalau aku gegabah ini bisa bahaya Bim...


Ia benar ...tapi permasalahan ini antara kamu dan Mita sedangkan pak Dedi tidak ada urusan dengan mu .


aku paham betul sifat pak Dedi Bim...dia sangat marah dengan ku , aku yakin pak Dedi akan melakukan berbagai cara untuk membantu Mita .


Begini saja urusan pak Dedi biar aku yang urus , biar aku yang berhadapan dengan pak Dedi .


jadi kamu sekarang sudah berani menantang pak Dedi ...aku mulai mengejek Bimo ,sehingga suasana yang begitu tegang tadi menjadi canda dan tawa .


RAN...kalau boleh aku tahu berapa hutang ayah mu


maaf jika aku terlalu lancang untuk ikut campur urusan keluarga mu.


tidak apa-apa Bim ...jumlahnya sangat besar sudah pasti kami tidak bisa membayarnya , jumlahnya sekitar lima ratus juta .


apa RAN...lima ratus juta , gila...benar-benar keterlaluan pak Dedi .


tapi Bim...kalau di hitung dari pertama kami tinggal bersama pak Dedi mungkin jumlahnya lebih dari itu


RAN...dulu orang tua mu bekerja mengurus semua kebun milik pak Dedi apa tidak ada hitung-hitungan sama sekali.


menurut penjelasan pak Dedi kemarin , semua sudah di potong dengan hasil kerjanya ayah .


namun jumlah tersebut belum bisa menutupi semua hutang-hutang kami .


Kasihan sekali ...aku sungguh kasihan melihat ayah mu , semoga dia baik-baik saja .

__ADS_1


__ADS_2