Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
PERNIKAHAN RANIA DAN BIMO


__ADS_3

Dua hari pertunangan acara pesta pun di laksanakan .


aku mempersiapkan diri untuk acara yang akan dilaksanakan dalam waktu begitu singkat .


" rania...


kamu sudah siap nak ...


tiba-tiba ibu memanggil ku , menanyakan apakah aku sudah mempersiapkan diri .


" Sudah Bu ...,


aku menjawab dengan dengan suara sedikit tertahan .


di sini aku mengingat kembali kisah lama yang tidak pernah aku ingat selama bertahun-tahun .


dada ku terasa sesak seakan hendak menangis , aku pernah di posisi ini ' mengharapkan kebahagian seutuhnya namun semuanya berakhir luka .


Jujur saja sebenarnya aku takut mengulanginya lagi , takut untuk kecewa yang ke dua kalinya .


aku mencoba untuk tenang dan menarik nafas panjang dan berdiri serta melangkah untuk menemui tamu-tamu yang sudah hadir di acara kami .


" ibu....


anak ku arza memeluk erat tubuh ku , ketika itu air mata ku sedikit demi sedikit mengalir .


" maaf kan ibu nak ...


Ibu belum bisa menjadi ibu yang baik untuk mu


tapi ibu akan berusaha , selalu ada untuk mu sampai kapan pun .

__ADS_1


jadilah anak yang baik , anak yang sangat ibu banggakan .


" baik Bu ...


arza janji , Azra senang ibu dan ayah Bimo bisa menikah .


Arza merasakan kebahagian meski belum mengenal dunia begitu jauh .


Aku pun berusaha terlihat senang di hadapan arza dan mencoba untuk terlihat begitu bahagia meski hati ku ada sedikit keraguan .


" ibu aku boleh bersama ibu kan ...


arza meminta untuk terus bersama ku hari itu .


" tentu saja boleh nak ...


Semua sudah berkumpul , acara segera di mulai


sudah dua kali pernikahan dalam hidup ku .


tapi diri ku terasa tak berharga dan tak di hargai , tapu ini sudah takdir ku .


apa pun itu aku akan menerima pahit atau manisnya nanti .


Setelah para saksi mengucapkan sah aku baru menyadari ternyata acara sudah di mulai .


aku kalut dan tak tau harus bicara apa hanya menunduk diam .


tak terdengar ditelinga ku saat ijab kabul , entah kemana arah pikiran ku .


" Rania ....

__ADS_1


kamu kenapa ...?


kamu sakit ....


Bimo bertanya pada ku , ia melihat tingkah aneh ku yang tak biasa ku lakukan di hadapannya .


" Oh tidak bim...


aku cuma tidak menyangka akhirnya kita menikah juga .


" Ia Rania...


Aku punya kejutan khusus buat mu , setelah ini aku akan mengajak mu ke suatu tempat .


Rania bingung tempat apa yang di maksud Bimo .


" ayo Rania ...


mobil sudah menunggu di depan, para tamu dan keluarga juga ikut bersama kita , aku sudah menyewa beberapa mobil untuk berangkat ke sana .


" beberapa mobil...?


rania terkejut mendengar apa yang di katakan Bimo , menyewa beberapa mobil itu bukanlah sedikit uang di keluarkan dari mana Bimo mendapatkan semua itu , di situlah kecurigaan Rania terhadap Bimo .


" ya Rania ...


nanti setelah pesta selesai ...


aku akan menceritakan semuanya , dan sekarang ikutlah bersama ku ajak Azra dan juga keluarga mu .


aku hanya bisa mengangguk setuju , entah kejutan apa yang di berikan Bimo untuk ku berserta keluarga dan tamu undangan nantinya .

__ADS_1


seperti ada hal yang istimewa aku sendiri sama sekali tidak mengetahuinya sebab Bimo tidak pernah menceritakan apa pun pada ku .


Aku berdiri mengikuti Bimo dari belakang bersama arza dan juga keluarga ku , mereka semua tampak begitu sangat bahagia .


__ADS_2