
Beberapa menit aku dan Doni saling bertatapan .
wajah yang sangat manis di pandang , sayang sekali dia lebih muda dari ku .
Ran...Doni melambaikan tangannya , sambil tersenyum melihat ku .
Oh...iya...itu...tadi...aaku...aku.....ia...aku di dorong Mita sehingga terjatuh di sini , benar-benar gugup sehingga salah tingkah di buatnya .
jangan baper Rania...ingat umur...
Rania...di sini tidak ada Mita...kamu sepertinya gugup melihat ku , jangan gugup ...? kan sebentar lagi kita mau nikah .
kita tidak perlu acara pertunangan lagi ...acaranya langsung ke pernikahan aja ...
sepertinya Doni tidak percaya dengan ku , dia malah mengalihkan pembicaraan untuk menggoda ku .
aku tidak berbohong Doni...tadi aku dan Mita bertengkar di tempat ini , kamu harus percaya dengan ku .
Sepertinya Kamu kecapean Rania ...kita pulang sekarang kamu harus istirahat .
Doni menarik tangan ku dan membawa ku pulang .
(Di perjalanan )
Ran...sebentar aku mau beli sesuatu ...
ia silahkan...aku menunggu doni di dipinggir jalan sambil mendengar alunan musik yang begitu indah , yang di mainkan para pemuda ABG di pinggir jalan .
setelah beberapa menit Doni menghampiri ku
Ok...Rania kita lanjutkan perjalanan pulang , Doni mengejutkan ku dari lamunan yang begitu menyenangkan .
Perjalanan dari tempat Doni berbelanja memang tidak begitu jauh dari rumah , hanya beberapa menit aku dan doni telah sampai di rumah .
Bu......arza berlari menghampiri ku dia menarik tangan ku dan membawa ku ke kamarnya .
Arza...ada apa nak...?
Seperti ada sesuatu yang ingin arza ceritakan .
Ini Bu...arza dapat surat , suratnya untuk ibu
arza memberikan selembar surat kepada ku .
Surat dari siapa ...? aku semakin penasaran karena di amplop suratnya tidak di tuliskan nama pengirimnya .
Buka saja Bu...nanti ibu juga tau ...arza menjawab pertanyaan ku setelah itu dia pergi meninggalkan ku sendirian .
Aku membuka surat itu dan membacanya secara perlahan .
(Rania...terima kasih karena pernah hadir dalam hidup ku .
aku tau takdir ku bukan bersama mu , namun hati ini tidak bisa di bohongi .
aku sudah berusaha melupakan mu sebisa ku , semakin aku melupakan mu tapi rindu ini terus datang menghampiri ku .
maaf karena telah lancang ...) .
Aneh ia ...masih ada yang ngrim surat di jaman sekarang ini , apalagi surat ini tidak ada nama pengirimnya .
__ADS_1
Apa mungkin Bimo yang mengirim surat ini .
Aku rasa Arza pasti tau surat ini dari siapa .
Arza...arza...aku mencari arza di sekeliling rumah .
Rania...kamu mencari arza , ibu mendengar teriakan ku memanggil arza .
Ibu yang sibuk membersihkan halaman rumah seketika itu datang menghampiri ku .
Ia Bu...Aku mencari arza , apa ibu tau Arza di mana ?
Arza biasanya main di rumah tetangga sebelah , memangnya ada apa ? ibu mulai cemas.
Tidak ada apa-apa Bu , aku hanya....( oh tidak , lebih baik aku tidak memberitahukan kepada ibu tentang surat ini , jika ibu tau ...pasti ibu akan memarahi ku ) .
Hanya apa Rania...kamu menyembunyikan sesuatu dari ibu...?
pirasat seorang ibu sangat kuat , ibu tau kalau aku menyembunyikan sesuatu darinya .
tidak ada yang aku sembunyikan dari ibu...
Aku hanya ingin bertanya tentang tugas sekolahnya arza Bu , takutnya arza lupa mengerjakannya .
oh...gitu , jawab ibu singkat
syukurlah ibu percaya dengan ku , Tanpa berpikir lama aku pergi mencari Arza .
Arza...Arza....Aku memanggil arza , sambil melihat kiri dan kanan takutnya anak itu bermain di pinggir jalan .
Ia Bu....arza menjawab panggilan ku sambil berlari keluar dari rumah temannya itu .
memangnya kenapa Bu... kan baru sebentar mainnya ...
wajah arza mulai cemberut , dia masih ingin bermain bersama temannya .
Ibu mau bicara dengan mu ,,,sebentar saja...
nanti kalau udah selesai kamu bisa main ke sini lagi , tapi ingat mainnya jangan di pinggir jalan .
Baik Bu....arza mengacungkan dua jarinya sambil tersenyum.
Arza...tolong jujur sama ibu , surat yang arza kasi ke ibu...itu surat dari siapa...?
memangnya di surat itu tidak ada namanya ia Bu...? arza malah balik bertanya .
ia tidak ada namanya , makanya ibu bingung itu surat dari siapa .
mudah-mudahan Arza bisa berkata jujur .
itu Bu...surat itu...dari ayah Bimo...dia yang memberikan surat itu ...?
wajah arza berubah ketika menyebut nama Bimo .
ternyata benar surat itu dari Bimo...
sebaiknya surat itu aku simpan saja , nanti jika ayah atau ibu tau mereka pasti memarahi ku abis-abisan.
Aku berlari menuju kamarnya Arza , tapi sayang sekali surat itu tidak aku temukan .
__ADS_1
seingat ku tadi surat itu masih di atas tempat tidurnya arza , tapi siapa yang mengambil surat itu .
jangan-jangan ibu yang mengambilnya , tapi ibu kan masih di luar ...
( aku mulai mencari di setiap sudut kamar ).
Tok...tok...tok tiba - tiba ada yang mengetuk pintu ,
aku membuka pintu kamar ternyata Doni .
ia ada apa Don...
Kamu mencari sesuatu Rania...apa ini yang kamu cari .
Doni melempar selembar surat tepat di wajah ku .
aku hanya diam , memang benar surat ini yang aku cari .
aku sangat yakin Doni pasti sudah membaca isi suratnya .
Rania...kamu anggap apa hubungan kita ini , saat ini kamu masih menerima surat dari orang lain.
Aku sudah tidak tahan melihat kamu seperti ini Rania...
besok aku akan menemui ayah ku , untuk mencari jalan keluar masalah ini .
jika kamu merasa keberatan , berilah alasan kepada ayah ku agar pernikahan kita tidak terjadi .
aku tidak mau Rania...kamu menikah dengan ku karena terpaksa , apa lagi setelah menikah nanti kamu masih berhubungan dengan laki-laki lain.
Aku ingin bertanya dengan mu ...surat ini dari siapa dan mengapa surat ini tidak ada nama pengirimnya .
(Bimo merampas kembali surat itu dari tangan ku) .
Surat ini sebagai bukti bahwa kamu masih berhubungan dengan laki-laki lain .
jawab Rania...! surat ini dari siapa !
Surat itu....itu.....dari .....
aku gemetaran , baru kali ini aku melihat Doni seperti harimau yang mau menerkam mangsanya .
Surat itu dari Bimo ,,,tapi aku sendiri tidak tahu untuk apa Bimo mengirim surat itu .
sebenarnya aku tidak memberi tahukan kalau surat itu dari Bimo , ini akan ada masalah besar lagi .
aku sudah menduga Rania...
Bimo bersujud di hadapan ku setelah ia memarahi ku .
aku mohon Rania...mohon...tolong kamu hargai ayah ku yang telah menjodohkan kita .
Aku tahu selama ini kamu tidak menginginkan perjodohan ini , tapi setidaknya kita hargai keinginan kedua orang tua kita .
Bim...aku sudah berusaha untuk menerima keputusan mereka , aku juga tidak menyangka kalau Bimo mengirim surat untuk ku .
berhentilah menyalahkan ku dari setiap masalah , aku manusia yang punya hati ' aku tau cara menghargai orang lain .
Aku merasa kesal setelah Doni membentak ku tadi , aku berlari ke luar rumah ingin menenangkan pikiran ku .
__ADS_1