Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
SURAT DARI BIMO


__ADS_3

Beberapa menit aku dan Doni saling bertatapan .


wajah yang sangat manis di pandang , sayang sekali dia lebih muda dari ku .


Ran...Doni melambaikan tangannya , sambil tersenyum melihat ku .


Oh...iya...itu...tadi...aaku...aku.....ia...aku di dorong Mita sehingga terjatuh di sini , benar-benar gugup sehingga salah tingkah di buatnya .


jangan baper Rania...ingat umur...


Rania...di sini tidak ada Mita...kamu sepertinya gugup melihat ku , jangan gugup ...? kan sebentar lagi kita mau nikah .


kita tidak perlu acara pertunangan lagi ...acaranya langsung ke pernikahan aja ...


sepertinya Doni tidak percaya dengan ku , dia malah mengalihkan pembicaraan untuk menggoda ku .


aku tidak berbohong Doni...tadi aku dan Mita bertengkar di tempat ini , kamu harus percaya dengan ku .


Sepertinya Kamu kecapean Rania ...kita pulang sekarang kamu harus istirahat .


Doni menarik tangan ku dan membawa ku pulang .


(Di perjalanan )


Ran...sebentar aku mau beli sesuatu ...


ia silahkan...aku menunggu doni di dipinggir jalan sambil mendengar alunan musik yang begitu indah , yang di mainkan para pemuda ABG di pinggir jalan .


setelah beberapa menit Doni menghampiri ku


Ok...Rania kita lanjutkan perjalanan pulang , Doni mengejutkan ku dari lamunan yang begitu menyenangkan .


Perjalanan dari tempat Doni berbelanja memang tidak begitu jauh dari rumah , hanya beberapa menit aku dan doni telah sampai di rumah .


Bu......arza berlari menghampiri ku dia menarik tangan ku dan membawa ku ke kamarnya .


Arza...ada apa nak...?


Seperti ada sesuatu yang ingin arza ceritakan .


Ini Bu...arza dapat surat , suratnya untuk ibu


arza memberikan selembar surat kepada ku .


Surat dari siapa ...? aku semakin penasaran karena di amplop suratnya tidak di tuliskan nama pengirimnya .


Buka saja Bu...nanti ibu juga tau ...arza menjawab pertanyaan ku setelah itu dia pergi meninggalkan ku sendirian .


Aku membuka surat itu dan membacanya secara perlahan .


(Rania...terima kasih karena pernah hadir dalam hidup ku .


aku tau takdir ku bukan bersama mu , namun hati ini tidak bisa di bohongi .


aku sudah berusaha melupakan mu sebisa ku , semakin aku melupakan mu tapi rindu ini terus datang menghampiri ku .


maaf karena telah lancang ...) .


Aneh ia ...masih ada yang ngrim surat di jaman sekarang ini , apalagi surat ini tidak ada nama pengirimnya .

__ADS_1


Apa mungkin Bimo yang mengirim surat ini .


Aku rasa Arza pasti tau surat ini dari siapa .


Arza...arza...aku mencari arza di sekeliling rumah .


Rania...kamu mencari arza , ibu mendengar teriakan ku memanggil arza .


Ibu yang sibuk membersihkan halaman rumah seketika itu datang menghampiri ku .


Ia Bu...Aku mencari arza , apa ibu tau Arza di mana ?


Arza biasanya main di rumah tetangga sebelah , memangnya ada apa ? ibu mulai cemas.


Tidak ada apa-apa Bu , aku hanya....( oh tidak , lebih baik aku tidak memberitahukan kepada ibu tentang surat ini , jika ibu tau ...pasti ibu akan memarahi ku ) .


Hanya apa Rania...kamu menyembunyikan sesuatu dari ibu...?


pirasat seorang ibu sangat kuat , ibu tau kalau aku menyembunyikan sesuatu darinya .


tidak ada yang aku sembunyikan dari ibu...


Aku hanya ingin bertanya tentang tugas sekolahnya arza Bu , takutnya arza lupa mengerjakannya .


oh...gitu , jawab ibu singkat


syukurlah ibu percaya dengan ku , Tanpa berpikir lama aku pergi mencari Arza .


Arza...Arza....Aku memanggil arza , sambil melihat kiri dan kanan takutnya anak itu bermain di pinggir jalan .


Ia Bu....arza menjawab panggilan ku sambil berlari keluar dari rumah temannya itu .


memangnya kenapa Bu... kan baru sebentar mainnya ...


wajah arza mulai cemberut , dia masih ingin bermain bersama temannya .


Ibu mau bicara dengan mu ,,,sebentar saja...


nanti kalau udah selesai kamu bisa main ke sini lagi , tapi ingat mainnya jangan di pinggir jalan .


Baik Bu....arza mengacungkan dua jarinya sambil tersenyum.


Arza...tolong jujur sama ibu , surat yang arza kasi ke ibu...itu surat dari siapa...?


memangnya di surat itu tidak ada namanya ia Bu...? arza malah balik bertanya .


ia tidak ada namanya , makanya ibu bingung itu surat dari siapa .


mudah-mudahan Arza bisa berkata jujur .


itu Bu...surat itu...dari ayah Bimo...dia yang memberikan surat itu ...?


wajah arza berubah ketika menyebut nama Bimo .


ternyata benar surat itu dari Bimo...


sebaiknya surat itu aku simpan saja , nanti jika ayah atau ibu tau mereka pasti memarahi ku abis-abisan.


Aku berlari menuju kamarnya Arza , tapi sayang sekali surat itu tidak aku temukan .

__ADS_1


seingat ku tadi surat itu masih di atas tempat tidurnya arza , tapi siapa yang mengambil surat itu .


jangan-jangan ibu yang mengambilnya , tapi ibu kan masih di luar ...


( aku mulai mencari di setiap sudut kamar ).


Tok...tok...tok tiba - tiba ada yang mengetuk pintu ,


aku membuka pintu kamar ternyata Doni .


ia ada apa Don...


Kamu mencari sesuatu Rania...apa ini yang kamu cari .


Doni melempar selembar surat tepat di wajah ku .


aku hanya diam , memang benar surat ini yang aku cari .


aku sangat yakin Doni pasti sudah membaca isi suratnya .


Rania...kamu anggap apa hubungan kita ini , saat ini kamu masih menerima surat dari orang lain.


Aku sudah tidak tahan melihat kamu seperti ini Rania...


besok aku akan menemui ayah ku , untuk mencari jalan keluar masalah ini .


jika kamu merasa keberatan , berilah alasan kepada ayah ku agar pernikahan kita tidak terjadi .


aku tidak mau Rania...kamu menikah dengan ku karena terpaksa , apa lagi setelah menikah nanti kamu masih berhubungan dengan laki-laki lain.


Aku ingin bertanya dengan mu ...surat ini dari siapa dan mengapa surat ini tidak ada nama pengirimnya .


(Bimo merampas kembali surat itu dari tangan ku) .


Surat ini sebagai bukti bahwa kamu masih berhubungan dengan laki-laki lain .


jawab Rania...! surat ini dari siapa !


Surat itu....itu.....dari .....


aku gemetaran , baru kali ini aku melihat Doni seperti harimau yang mau menerkam mangsanya .


Surat itu dari Bimo ,,,tapi aku sendiri tidak tahu untuk apa Bimo mengirim surat itu .


sebenarnya aku tidak memberi tahukan kalau surat itu dari Bimo , ini akan ada masalah besar lagi .


aku sudah menduga Rania...


Bimo bersujud di hadapan ku setelah ia memarahi ku .


aku mohon Rania...mohon...tolong kamu hargai ayah ku yang telah menjodohkan kita .


Aku tahu selama ini kamu tidak menginginkan perjodohan ini , tapi setidaknya kita hargai keinginan kedua orang tua kita .


Bim...aku sudah berusaha untuk menerima keputusan mereka , aku juga tidak menyangka kalau Bimo mengirim surat untuk ku .


berhentilah menyalahkan ku dari setiap masalah , aku manusia yang punya hati ' aku tau cara menghargai orang lain .


Aku merasa kesal setelah Doni membentak ku tadi , aku berlari ke luar rumah ingin menenangkan pikiran ku .

__ADS_1


__ADS_2