Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
MENGAWASI TANIA


__ADS_3

Siang itu Tania masih mengurung dirinya di kamar sendirian , sementara aku dan Bimo hanya mengawasinya dari luar .


" Bim , Aku rasa Tania butuh istirahat dan menenangkan pikirannya .


" Aku pikir juga begitu ,


oh ya aku ada kerjaan lagi di luar kota , kamu jaga diri baik-baik dan jaga kesehatan .


Seperti biasanya setiap ingin berangkat kerja Bimo selalu meninggalkan uang saku yang jumlahnya lumayan besar , meskipun demikian uang tersebut aku gunakan seperlunya saja dan sisanya aku simpan buat tabungan kami nanti .


" Jika kamu ada keperluan kamu bisa gunakan uang itu , karena kalau kamu di rumah terus aku yakin kamu pasti suntuk .


" Baik Bim , kamu juga jaga kesehatan ya .


 Aku mengantar Bimo sampai ke depan pintu rumah , sedangkan Tania belum juga keluar dari kamarnya .


" Rania bagai ana keadaan Tania ...


" tania baik-baik aja Bu , cuma lagi ng enak badan aja .


Aku tidak boleh cerita ke ibu kalau Tania tadi malam dalam keadaan mabok , sebab ibu paling membenci siapa pun yang menggunakan minuman beralkohol seperti itu .


" Bu aku ke kamar Tania sebentar ya ,,,


Aku pergi ke kamar Tania untuk melihat keadaannya .


" Tania ...


gimana keadaan kamu , ini mbak buatin bubur buat kamu .


masih anget ' barangkali kamu lapar .

__ADS_1


" Makasih mbak , tapi aku belum lapar .


oh ya mbak kak Bimo mana ?


" Bimo ada urusan di luar kota ,


" Mendadak ...!


" Ia mendadak gitu katanya , mbak juga Ng ngerti .


Raut wajah Tania tiba-tiba berubah mendengar Bimo pergi ke luar kota .


" Memangnya kamu ada perlu apa , bilang aja ke mbak .


" Tidak mbak , aku cuma nanya aja .


Aku heran melihat Tania gelisah apa yang di pikirkan Tania .


" kenapa ng di tunda besok aja Tan , mbak ng mau kamu mengulangi hal bodoh itu lagi .


apa lagi Bimo udah pesan ke mbak untuk jagain kamu .


" Aku janji mbak ng bakalan ngapa-ngapain .


" Tania Tan .


"Mbak aku mohon kali ini Aja .


Aku tidak bisa berbuat apa-apa Tania betul-betul memaksakan kehendaknya .


" gini aja , mbak minta Bg Danu untuk nganterin kamu.

__ADS_1


" Makasih mbak , aku bisa naik ojek atau naik taksi kok .


Tania menolak tawaran , sepertinya Tania tidak mau di kawal .


mungkin Tania merasa malu jika ada yang menjaga dirinya seperti anak kecil .


" Tania mbak mohon sekali , tolong secepatnya kamu pulang ke rumah ' jangan buat mbak khawatir .


soalnya Bimo pesan sama mbak untuk jagain kamu .


" Mbak tenang aja ya , aku ng lama kok .


Selesai tugas aku segera pulang salam buat Arza ya mbak soalnya hari ini aku ng lihat dia.


" iya nanti mbak sampai kan salam kamu .


Tani pamit dengan alasan mengerjakan tugas , yang aku khawatirkan Tania bertemu lagi dengan teman-teman yang mempengaruhinya .


Dari pada aku gelisah lebih baik aku menelfon Bimo .


" Halo Bim , kamu sibuk Ng .


" kebetulan belum Ran , ada apa ...


Aku menceritakan semuanya ke Bimo , agar Bimo tahu kalau aku sebenarnya sudah melarang Tania untuk keluar rumah namun Tania tetap nekat .


untung saja Bimo bersikap tegas untuk memberikan tugas kepada Bg Danu agar mengawasi Tania dari jarak jauh , karena Tania seorang perempuan Bimo khawatir takut ada orang yang menyakiti Tania .


Aku bisa menarik nafas panjang , karena tidak perlu lagi memikirkan Tania yang tidak tahu arah tujuannya .


Meski seandainya Tania berbohong setidaknya ada orang yang mengawasi gerak geriknya .

__ADS_1


__ADS_2