Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
PUKULAN KERAS DI KEPALA BIMO


__ADS_3

Aku berlari sekuat tenaga ku , tanpa memikirkan Bimo .


saat aku telah tiba di rumah , ibu langsung berdiri melihat ku yang sangat ketakutan .


Rania...? ada apa nak , siapa yang mengejar mu ...


Tadi bukannya Bimo bersama mu ...di mana Bimo sekarang , jawab ibu nak...


Aku masih diam tanpa menghiraukan pertanyaan ibu ...


Rania...jangan diam saja , ibu bertanya dengan mu ada apa dan Bimo di mana...?


Aku masih mengatur nafas ku yang sejak tadi turun naik- turun naik tidak karuan .


nanti saja ku jelaskan Bu , aku masih lelah nafas ku sesak .


Bimo masih di rumah pak Dedi Bu ...aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya .


mudah-mudahan Bimo baik-baik saja , aku terpaksa meninggalkan Bimo demi menyelamatkan surat ini .


Rania tenanglah nak ,,,


ini memberikan segelas air putih ke pada ku , agar aku bisa sedikit lebih tenang .


Di mana arza Bu ...tiba - tiba aku teringat arza , karena pak Dedi dan Mita bisa saja berbuat nekat ke pada arza .


Arza masih di sekolah sebentar lagi dia pulang , ibu melirik ku ia semakin penasaran apa yang terjadi dengan ku .


Bu aku mohon ...hari ini ibu jemput arza ketika pulang nanti , aku takut pak Dedi dan Mita berbuat jahat ke pada arza .


Memangnya apa yang terjadi Rania , sepertinya ada masalah besar .


Bu nanti saja aku ceritakan lebih baik ibu siap-siap sebentar lagi arza pulang .


baik Rania tapi kamu janji setelah ini kami ceritakan semua sama ibu .


aku menganggukkan kepala , ia ampun Bimo...


sebaiknya aku sembunyikan dulu surat ini tapi...


aku harus sembunyikan di mana ?


kalau aku simpan di rumah sepertinya tidak aman tapi di mana ...ayo Rania mikir di mana tempat paling aman menyembunyikan surat ini .


Aku tahu ...aku menyembunyikan surat itu di dalam sebuah botol besar aku yakin tidak ada seorangpun yang bisa menemukan surat itu nanti kecuali aku .

__ADS_1


Sekarang aku menemui Bimo untuk memastikan keadaan Bimo , namun di setelah di perjalanan aku bertemu Bimo yang sudah babak belur .


Rania...kamu bukannya pulang , di sini tidak aman


Bimo menarik tangan ku untuk naik ke motor yang ia kendarai .


dengan cepat Bimo menancapkan gas motornya dan tidak lama aku dan Bimo sampai di rumah .


Bim...apa yang terjadi ...? mereka berbuat kasar terhadap mu , ini semua karena kesalahan ku Bim.


Rania...mereka menyerang ku habis-habisan dan pak Dedi menipu ku dari belakang dia memukul kepala ku dengan benda keras tapi untunglah aku bisa melarikan diri .


tapi tubuh ku terasa remuk , Rania...aku mohon bawa aku ke rumah sakit .


Bimo menahan rasa sakitnya dan meminta ku untuk membawanya ke rumah sakit .


Bim...aku bisa saja membawa mu ke rumah sakit sekarang , aku juga khawatir dengan keadaan mu


tapi...aku tidak bisa mengendarai motor mu .


jadi bagai mana Rania...? aku sudah tidak kuat .


kamu harus bertahan Bimo , aku akan meminta bantuan tetangga untuk membawa mu ke rumah sakit .


Aku berlari meminta bantuan , untunglah ada yang mau membatu ku untuk mengantar Bimo ke rumah sakit .


setelah Bimo di tangani dokter aku memberi tahu ibu bahwa aku berada di rumah sakit untuk menemani Bimo .


Aku berpesan kepada ibu untuk tidak pergi ke mana-mana dan tidak membuka pintu sebelum aku pulang , karena aku yakin pak Dedi dan Mita mempunyai rencana lain setelah kejadian ini .


Rania...sebaiknya kamu pulang saja , aku bisa sendiri di sini kasihan arza dan ibu mu di rumah .


Bimo memperhatikan kegelisahan ku memikirkan arza dan ibu , dia menyuruh ku untuk pulang ke rumah .


Bim ...aku tidak tega meninggalkan mu sendirian di rumah sakit , nanti jika kamu butuh apa-apa bagai mana.


aku jadi serba salah , mau meninggalkan Bimo meski dia dalam keadaan sadar tapi seluruh tubuhnya terasa lemah .


aku bisa sendiri Rania...pulanglah temui ibu dan arza mereka juga cemas memikirkan mu .


karena Bimo memaksa , akhirnya aku pulang ke rumah .


lebih kurang setengah jam aku tiba di rumah ,


Bu...ini aku Rania ...buka pintunya Bu .

__ADS_1


Rania...kami sudah pulang nak , syukurlah kamu baik-baik saja .


bagai mana dengan Bimo , dia masih di rumah sakit ?


ia Bu... Bimo masih di rawat , karena pukulan di kepalanya sangat keras jadi Bimo harus di rawat .


aku menceritakan semua kejadian kepada ibu .


ibu semakin cemas karena masalah keluarga kami tak kunjung usai .


Rania...besok kita harus hadir di sekolahnya arza karena ada acara apa ibu juga kurang mengerti tapi yang jelas orang tuanya arza harus datang , karena arza tidak ada ayahnya jadi ibu yang akan menggantikan untuk menghadiri acara itu .


baik Bu ...besok kita ke sekolahnya arza , aku istirahat ia Bu ...lelah sekali .


karena kelelahan aku pun tertidur pulas ,,, setelah aku sadar dan melihat ke arah jarum jam ternyata sudah pagi .


ia ampun ...aku baru menyadari ternyata waktu aku tidur rupanya aku belum mandi , tapi mengapa aku bisa tidur seperti kebo .


ini benar-benar gila ...ia sudah lebih baik aku siap-siap untu ke sekolahnya arza .


Rania...Ranai...kamu sudah siap nak , ibu memanggilku dan kelihatannya ibu sudah rapi dan siap berangkat .


sebentar Bu ...ini lagi siap-siap , kalau aku bilang aku belum mandi bisa-bisa ibu makin marah denga ku .


akhirnya dengan tergesa-gesa aku pun selesai berpakaian rapi dan siap untuk menemani arza .


Aku ibu dan juga Arza berangkat menuju ke sekolahnya arza , di sana banyak sekali aku bertemu orang tua dari teman-temanya arza .


mereka sangat ramah dan kami pun berkenalan , aku dan ibu sangat menikmati acara itu dan apada saat itu masalah yang ada di pikiran ku hilang sejenak .


setelah semuanya selesai kami bertiga pulang ke rumah , namun ketika menginjakkan kaki di depan pintu rumah ...


aku merasakan perasaan yang kurang enak , tapi apa...?


ternyata benar setelah membuka pintu terlihat seisip rumah berantakan .


Bu...ini ada apa...? Siapa yang berbuat sejahat ini !


Ibu panik dan memeluk arza sambil mengais , ya allah cobaan apa lagi yang engkau berikan ...


ibu terus menangis seakan sudah tidak sanggup menghadapi ini semua .


Aku terus berjalan menuju tempat dimana aku menyembunyikan surat wasiat itu , perasaan ku tidak enak aku takut surat itu sudah di temukan mereka .


Seingat ku aku menyimpannya di tempat ini tapi di mana botol itu aku mencarinya , serasa hendak menangis dan sudah mulai untuk menyerah .

__ADS_1


hampir satu jam aku belum juga menemukan surat yang aku sembunyikan itu .


__ADS_2