Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
Takdir


__ADS_3

"Bagaimana apa kau lulus?" tanya Afnan antusias setelah melihat adik iparnya itu pulang dari sekolah


"Tentu!" serunya "Aku menjadi siswi terbaik disekolah" lanjutnya dengan wajah gembiranya


"Baguslah, jadi kapan kau akan berangkat ke Swiis?" tanya Kayra datar


"Malam ini" jawabnya


"Kau yakin?" tanya Afnan


"Sudahlah, kau tak perlu menghambat kepergianya! lagian bagus juga dia tidak disini tidak akan menambah bebanku" ujar Kayra


"Apa yang kau katakan!" seruku


"Sudahlah aku tak mau berdebat, aku akan pergi dan pulang malam" pamitnya


"Apa kau tak punya kebiasaan lain selain pergi tidak jelas kemana dan oulang larut? kau ini sudah bersuami Kay!" tegas Afnan


"Suami? siapa yang kau sebut suami? dirimu? hahaha, aku saja tak pernah menganggapmu sebagai suamiku, bahkan tak ingin! jika bukan karena permintaan ayah aku tak sudi menikahimu, anak yang tak jelas datang darimana" balas Kayra ketus


"Kak! seenggaknya hargai bang Afnan dong!" tegas Akira "Bagaimana pun juga dia suami sah kakak!" lanjutnya


"Kalau kamu mau ambil aja!" ujarnya datar


"Kakak itu dia suami kakak! kakak gak bisa seenaknya seperti itu pada bang Afnan!" ujarnya lagi


"Siapa suruh dia mau nikahin aku pas Ayah minta dia nikahin aku? lagian kan aku udah bilang aku masih punya pacar, dan pacarku jauh lebih baih dari pria ini!" ujar Kayra sambil menunjuk kearah Afnan


"Aku melarangmu pergi!" tegas Afnan


"Memangnya kenapa? Apa hakmu?! kau jangan lupa disini kau bukan siapa-siapa!" ujar Kayra


"Aku suami sahmu!" balasnya tegas


"Suami palsu! kenapa kau tidak menceraikan ku saja? lagi pula aku tak ingin terus-terusan hidup bersamamu dan menghabiskan umurku dengan mu!" tegasnya


"Aku tidak akan pernah menceraikanmu! sampai kapanpun tidak akan pernah! kau adalah istriku! kau tanggung jawabku, dan sudah sepatutnya bagimu untuk menurutiku! disini aku kepala keluarga!" balas Ardan


"Aku tak pernah bermimpi dalam hiduoku bahwa aku akan menjadi istri dari pria sepertimu, seharusnya kau sadar diri, seharusnya dulu saat kau menginjak dewasa kau pergi tinggalkan keluargaku, apa kau tidak malu terus-terusan hidup menumpang dengan keluargaku?!"


"Kak kay! apa yang kau katakan!" seru Akira


"Kau memang benar, tapi apa yang bisa aku lakukan, kau sekarang adalah takdir kehidupanku, tuhan telah mentakdirkan kita bersama, itu sudah menjadi kodrat kita, aku tidak malu, kini aku tidak menumpang, disini aku sebagai menantu sekaligus suami, jadi entah kau terima atau tidak itulah kenyataannya" balasnya lembut


"Takdir? takdir apa yang kau bicarakan? takdirmu yang menyedihkan ya hahaha, takdir yang sangat tak adil padamu? menyedihkan sekali hidupmu, kau dibuang orang tua kandungmu sendiri" ledek Kayra, hati Ardan sedikit terirus mendengar penghinaan yang dilontarkan wanita yang kini telah menjadi istrinya itu

__ADS_1


"Tidak, takdir berlaku adil padaku, hidupku juga tidak semenyedihkan yang kau fikir, orang tua ku memang membuatku, tapi rumah ini, orang tuaku memberi kehidupan baru bagiku, walau mereka bukan orang tua kandungku,,bagiku mereka lebih dari segalanya, asalkan kau tahu aku sangat beruntung dibuang orang tuaku, karena apa? karena akhirnya aku punya keluarga yang sesungguhnya" balas Afnan dengan senyum tegarnya, Kayra terdiam membisu mendengar penuturan Afnan tadi, ia tak menyangka pria itu akan berkata seperti itu "Kenapa? apa kau kalah telak?" ujarnya


"Sudah cukup! aku tak ingin lagi berdebat dengan mu! aku bertahan denganmu hanya karena wasiat dari ayah, jika bukan karena itu mungkin sekarang aku akan mengusirmu, setelah aku menikah kau lihat saja aku akan mengusirmu dari rumah ini!" ujar Kayra penuh keyakinan, lalu pergi keluar meninggalkan Afnan juga Akira disana


"Bang Afnan sabar ya" lirih Akira


"Sudahlah Kira lupakan, aku sudah terbiasa dengannya, apa kau yakin kau akan pergi malam ini ke Swiss?" ujar Afnan


"Iya kak, aku akan segera melanjutkan study ku" jawabnya


"Tapi bukannya tahun ajaran baru masih belum dibuka? kenapa kamu tidak tinggal disini saja dulu, omongan kakak mu tadi jangan terlalu dimasukkan kehati, kau pasti jauh lebih tahu dirinya kan" balas Ardan


"Bagaimana aku mengatakan, aku hanya ingin menjauh darimu, jika aku terus menerus disini, hatiku hanya akan tersiksa menyaksikan pernikahan kalian, meski pernikahan ini tak layak disebut sebagai pernikahan, tapi tetap saja kau memiliki ikatan suci dengan kakakku" batin Akira sambil memandangi Afnan sendu, Afnan heran dengan sikap diam adiknya, ia melambaikan tangannya didepan adiknya untuk menyadarkannya


"Akira? hai Kira!" serunya


"Ah?" ujar Akira tersentak dari lamunannya


"Kau tak apa kan?" tanyanya khawatir


"Tidak, euh bang aku harus segera bersiap untuk penerbangan ky malam ini" ujarnya


"Baiklah, aku akan menyiapkan jet pribadi untukmu" sahut Afnan, Akira pun mengangguk mengiyakan, lalu melangkahkan kakinya keatas untuk pergi kekamarnya


***


"Apa ini benar" tanya Allan pada Kayra yang kini sudah berada di Bar


"Memang apa yang salah?" balas Kayra


"Kau sekarang sudah menjadi istri orang sayang" lirihnya


"Hey sayang, tak masalah, kita saling mencintai bukan? ini bukan kesalahan kita, namun salah takdir yang mendesakku untuk menikahi pria si***n itu" ujar Kayra


"Aku mencintaimu" bisik Allan lalu mencium kepala Kayra


"Akupun sangat mencintaimu, kau mau kan kita terus menjalanu hubungan ini?" balas Kayra


"Tentu!" sahut Allan pasti sambil memeluk erat tubuh Kayra "Sayang apakah dia sudah pernah menyentuhmu?" tanya Allan penasaran, Kayra mendonggakkan kepalanya


"Bagaimana dia bisa menyentuhku tanoa ijin dariku? kamar kami saja terpisah, bagaimana dia bisa menyentuhku, aku tak akan membiarkan pria manapun menyentuhku kecuali kau" jawab Kayra sambil membelai lembut pipi Allan


"Benarkah?" Kayra mengangguk mengiyakan, Allan pun kembali mendekap tubuh Kayra dengan sangat erat sambil menciumi puncak kepala kekasihnya itu


"Gadis bodoh" gumam Allan dengan senyum liciknya, namun terdengar samar-samar ditelinga Kayra

__ADS_1


"Kenapa? siapa yang bodoh?" tanya Kayra penasaran sambil melepas pelukannya


"Ah? tidak sayang tidak ada, kau salah mendengar" elaknya


"Ah iyakah? mungkin saja iya, sudahlah lupakan" ujarnya sambil kembali memeluk kekasih yang begitu amat ia cintai itu


"Sayang, apa boleh malam ini aku menginap diapartemen mu?" pinta Kayra


"Kau tak ingin pulang sayang?" tanya Allan


"Tidak, aku malas melihat si pria bodoh itu" balasnya ketus


"Yasudah baiklah mari" ajak Allan sambil menggandeng tangan Kayra meninggalkan Bar itu.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Aku kasihan bangett deh sama bang Afnannya, udah gak dianggep jadi suami, diselingkuhin lagi(


Kalo kalian gimana? Komennyaa dibawaah pendapat kalian tentang novel aku inii, aku harao banyak komen positifnya sih, dan banyak yang menyukai karya aku ini, baca juga karya aku yang lain


"Broken Child"


"The magical of love"


" Ternyata kekasihku ayah tiriku"


Novel yang ke tiga itu bentuknya chat story, mungkin kurang seru dan menarik sih, aku juga udah lama gak iris itu novel, jadi acam-acakan gitu alurnya maafyaa😣


Happy Reading😚❤

__ADS_1


__ADS_2