Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
Perasaan


__ADS_3

Selesai melangsungkan makan siang, Afnan memutuskan untuk pulang kerumahnya


"Kau yakin, tak ingin berlana disini?" ucap ibu Lasmi


"Tidak bu, kasihan istri Afnan dia sendiri dirumah" jawab Afnan bohong


"Wahh sepertinya kamu rindu sekali ya pada istrimu itu hahah" goda sang ibu "Kalau begitu hati-hati ya nak" lanjutnya sambil menepuk bahu Afnan, Afnan membalasnya dengan mencium punggung tangan bu Lasmi, dan pergi melajukan mobilnya menuju kerumah, sesampainya dirumah, ia berpapasan dengan Allan dan Kayra, yang nampaknya Allan sudah akan pulang, Afnan melanjutkan langkahnya begitu saja tanpa menoleh kearah mereka


"Sepertinya dia sedang tidak baik" ucap Allan


"Sudahlah biarkan saja" balas Kayra


"Baiklah sayang aku pulang dulu ya" pamitnya


"Hati-hati ya sayang" balasnya sambil menciumi kedua pipi Allan bergantian, dan Allan mencium kening Kayra adegan mereka layaknya suami istri, Afnan yang memeperhatikan mereka dari atas segera membuang mukanya dan melanjutkan langkahnya menuju kamar, Ia rebahkan dirinya diatas tempat tidur king sizenya sampai akhirnya ia terlelap.


Sementara itu Kayra nampak sedang membaca majalah ditepi kolam renang ditemani dengan secangkir orange juice disampingnya


Drt... drt....drt....


Handphone nya yang bergetar memeksanya harus mengehntikkan aktivitasnya, tertera nama AKIRA dilayar ponsel, dengan segera Kay menekan tombol hijau, hingga panggilan tersambung


"Hallo, ada apa!" tanyanya ketus


"Hallo kak, bagaimana kabarmu?" balas Akira lembut


"Baik" jawabnya datar


"Dan Bang Afnan?" tanya Akira


"Jika kau menelponku hanya untuk menanyakan pria bodoh itu lebih baik tak usah! kau hanya membuang waktuku saja" jawabnya kesal


"Kak cukup, kau harusnga sadar dia sekarang suamimu, bagaimana pun dia secara hukum dan secara agama kalian sah menjalin hubungan suami istri, harusnya kau menyadari itu kau ini sudah dewasa kak!" tegas Akira


"Apa hak mu mencampuri urusanku? kau hanya adikku, bersikaplah sebagai adik!" balas Kayra


"Justru karena aku adikmu, aku berbicara seperti itu sebagai adikmu kak, bukankah seorang adik berhak menasehati kakaknya bila ia melakukan kesalahan? ingat kak kesempatan hanya datang satu kali!" ucao Akira


"Sudahlah aku tak ingin berdebat denganmu!" ucapnya lalu


"Aku ha-"


Tuut..

__ADS_1


Kayra memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak


"Sial dimatikan!" gerutu Akira kesal


Nampak Kayra sangat kesal setelah mendapat telpon dari sang adik, ia membanting gelas yang berisi juice orange miliknya, sampai pecahan gelas berserakam dimana-mana, Afnan yang kebetulan sudah bangun dan tak sengaja melihat nampak acuh sambil terus melangkahkan kakinya, Kay menatap kearahnya dengan tatapan tajam, ia pun menyeret kakunya mengikuti langkah Afnan


"Berhenti!" tegasnya, Afnan pun berhenti, lalu membalikkan badannya kearah Kayra "Kau tahu ini semua salah mu! semua yang terjadi padaku karena kesalahanmu! kenapa kau jarus hadir dalam kehidupanku? kau sebelumnya sudah hadir dalam kehidupan keluargaku, dan sekarang? kau menerobos pula masuk kedalam kehidupanku begitu saja, kau berperan sebagai suamiku kenapa?" tanyanya lantang


"Kenapa? kau tanya kenapa? sekarang aku tanya padamu, kenapa kau tega berbuat seperti itu padaku?! kau bermesraan dengan pria dihadapan suamimu sendiri, setidaknya jika kau tak menganggapku sebagai suami, kumohon hormati aku sebagai kakakmu!" balas Afnan "Dan satu hal lagi? kenapa kenapa kau menerobos masuk kedalam hidupku dan ruang hatiku? kau mengisi kekosongan hatiku yang selama ini hampa? kau memenuhi ruang disana? bahkan kau dan namamu tak meninggalkan secerca celah disana, jika kau bahkan tak memberi secerca haraoan untukku bisa mendapatkan dan memiliki hatimu? kenaoa Kay?! aku ini suami sah mu, bahkan kau tak pernah melayaniku! kau lebih memilih pria lain dibandingkan aku?" lanjutnya lirih


"Kenapa? dimana letak kesalahanku? aku tak pernah memaksamu untuk menikahiku? bahkan aku tak pernah memintamu untuk mencintaiku bukan? kau tahu sendiri bukan aku tak pernah ingin ini terjadi, dan aku tak pernah mau menganggapmu sebagai suamiku!" balas Kayra tegas


"Terserah apa katamu, tapi yang jelas dimata hukum dan negara kita sah sebagai suami istri, lagi pula apa kau tak malu? kau sudah menjadi istri orang tapi masih berkeliaran mesra bersama pria lain?" ucap Afnan


"Aku tak peduli tentang mereka, mereka tak tahu yang sebebarnya terjadi, aku menjalano pernikahan ini karena terpaksa, dan aku tak pernah merasa bahagia dengan pernikahan ini!" tegasnya "Satu hal yang perlu kamu ingat sekali lagi, Aku tak pernah bahkan TAK AKAN PERNAH menganggapmu sebagai suamiku, sekalipun itu didepan kolega bisnis, bagiku kau tak lebih dari sekedar PARASIT dikeluargaku selama ini, jadi aku harao kau tak berharap lebih" lanjutnya, lalu berlalu meninggalkan Afnan yang masih mematung


"Inikah kehidupan pernikahan? jika terus begini bagaimana bisa aku bertahan? " lirih Afnan.


***


Hari sudah gelap waktu sudah menujukkan pukul 22.03, Afnan kini tengah duduk di balkon kamarnya dengan menikmati secangkir coklat panas ditangannya, tak lama telponnya tiba-tiba berdering, tanpa melihat siap yang menelpon ia langsung menekan tombol hijau sehingga panggilanpun tersambung


"Hallo" ucap Afnan datar


"Ah ya? Akira aku baik, bagaimana kabarmu?" ucap Afnan


"Aku baik bang" jawabnya


"Ada apa kau malam begini nelpon" tanyanya heran


"Ah maaf aku lupa, disini masih sekotar jam lima soalnya" balas Akira


"Wawa masih terang ya, kau tidak ada masalah bukan?" ucap Afnan memastikan


"Sebenarnya maaf bang, Kira cuman mau tanya bagaimana hubungan abang sama ka Kay?" balas Akira lirih


"Oh, Aku dan Kay baik kok, kau tak usah khawatir" jawab Afnan


"Kau yakin?" ucap Akira


"Maksudmu?"


"Ah tidak kak, yasudah jika begitu aku matikan dulu ya telponnya aku akan pergi ke Mall untuk membeli keperluan dapur" ucapnya berbohong, Akira pun memutuskan sambungan telponnya tanpa menunggu persetujuan dari Afnan

__ADS_1


"Kau berbohong padaku kak, aku tahu kak Kay, dia tak akan mungkin semudah itu menerimamu sebagai suamimu, andai dulu ayah menikahkannya denganku saja, pasti tidak akan pernah aku sia-siakan pria sepertinya" lirih Akira


"Aku mencintaimu, tapi apa dayaku? takdir telah mengatur semuanya kau takkan pernah bisa aku miliki, aku harap kau bahagia bersamanya, aku harap tuhan senantiasa membermu kekuatan lebih untuk menghadapinya, dan untuk kak Kay, aku harap tuhan segera membalikkan hati kak Kay agar ia dapat melihat cinta dan ketulusan dari Afnan" lanjutnya, Akira menyeka air matanya yang mulai mengalir, ia nampak segera bersiap untuk pergi, dengan tas slemoang kecil dan pakaian casual yang sederhana, menambah aura kecantikkannya, ia berjalan menuju pintu utama dan


Klek...


"Ah? kau?"


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BAGAImana dengan ceritanya? aku harao kalian suka ya😢


Aku gak bosen buat ngingetin kalian kalo udah seleesai baca buat ngasih jempol like, votenya juga, plissss😢


Aku harap kalian jadi pembaca setia novel aku, dan suka dengan karya-karya aku:)

__ADS_1


Happy Reading😚❤


__ADS_2