Cinta Yang Terbuang

Cinta Yang Terbuang
RUANG RAHASIA


__ADS_3

Hari itu aku mempersiapkan makan siang untuk menyambut kedatangan ayah dan ibu ku di rumah serta merapikan tempat tidur yang akan mereka tempati nantinya .


Rasanya sudah tidak sabar menunggu kehadiran mereka .


Sekitar Jam 11:00 siang aku mendengar bel berbunyi , aku sangat Sakin sudah pasti itu ayah dan ibu ku .


ternyata benar ayah dan ibu sudah tiba di depan rumah , aku membuka pintu dan langsung memeluk mereka berdua .


" Akhirnya kita bisa bersama-sama lagi , baru beberapa hari aku sangat rindu sama ibu dan juga ayah .


" ibu juga sangat rindu Nak , oh ia Arza mana ...?


"Arza masih di sekolah Bu , sebentar lagi pulang .


Aku mengantarkan ibu ke kamar baru mereka agar bisa beristirahat .


Aku kembali mengerjakan tugas tu menyiapkan hidangan untuk suami tercinta .


" Rania aku akan menginap beberapa hari di luar kota karena ada kerjaan penting .


jika cepat selesai aku segera pulang , kalau bosan di rumah kamu bisa ajak ibu dan ayah serta Arza jalan-jalan .


Setelah berpamitan Bimo memberikan kartu kreditnya agar bisa aku gunakan .


" tidak usah aku takut tidak bisa menggunakannya dengan baik , aku masih punya tabungan sedikit dan masih bisa aku gunakan .


" Rania kamu sekarang sudah menjadi istri ku dan kamu sudah menjadi tanggung jawab ku .

__ADS_1


" ia aku tau Bim...


tapi rasanya aku berat sekali ...


" sudahlah jangan berfikir yang macem-macem gunakan saja uangnya untuk kebutuhan kamu .


" ya terima kasih Bim...


Aku sangat bersyukur saat ini memiliki suami yang sangat pengertian , namun aku juga termasuk perempuan yang tidak suka menghamburkan uang ' aku akan menggunakannya sebaik mungkin dan seperlunya saja .


Semoga saja suami ku dalam lindungannya yang maha kuasa di mana pun ia berada , aku selalu mendoakan suami ku meski aku sendiri pekerjaan apa yang ia kerjakan di luar sana .


namun saat ini aku harus terbiasa untuk percaya kepada suami ku sendiri .


Tak lama kemudian aku mendengar suara Arza .


" Arza udah pulang nak ...'


" Udah Bu , Arza menemukan ini di depan teras rumah .


Arza memberikan selembar kertas kepada ku .


Aku membuka dan membaca isi kertas tersebut namun aku tidak bisa memahami .


Yang aku ketahui itu seperti kertas pengiriman barang , tapi entah barang apa yang di maksud aku tidak bisa membaca dengan jelas karena tulisan tersebut sedikit memudar .


" itu apa Bu ...

__ADS_1


Arza mendekati aku dan ingin membaca kertas yang ada di tangan ku .


" oh bukan apa-apa , sepertinya ini punya ayah Bimo tapi ibu juga tidak tahu kegunaannya apa nanti ibu tanyakan ' sekarang kamu ganti pakaian dan langsung makan abis itu istirahat .


" ok siap Bu .


Perasaan ku tidak karuan sebelum tahu pengiriman barang apa yang ada di kertas ini , ingin sekali aku menanyakan langsung ke Bimo tapi aku takut mengganggu pekerjaannya .


namun semua ini aku diam saja , ini akan membuat ku penasaran karena aku tidak mau jika nanti aku sampai mencurigai suami ku sendiri .


Aku ingin semuanya jelas , karena berprasangka buruk bisa menyebabkan pertengkaran nantinya .


Rasa penasaran membuat ku berani untuk mencari tahu kebenarannya , aku segera mengambil beberapa kunci untuk membuka sebuah kamar yang tersembunyi di rumah megah itu .


tapi sayang sekali aku tidak menemukan kuncinya , selama aku di rumah ini Bimo sama sekali tidak pernah menceritakan isi kamar yang tersembunyi itu .


yang membuat ku heran aku tidak pernah melihat Bimo membuka kamar itu , ada di dalam nya apa ada rahasia di sana .


jika aku terus memaksakan diri aku yakin Bimo akan mengetahuinya sebab rumah ini terdapat sisi TV di setiap ruangan .


Aku mulai paham untuk menemukan caranya , aku mencari ruang CC TV agar aku bisa melihat apakah Bimo pernah memasuki kamar itu .


Aku seperti seorang detektif yang ingin menyelidiki segala hal , inilah ruginya orang tidak begitu mengerti dengan dunia teknologi canggih , aku sama sekali tidak begitu memahami komputer


dan akhirnya aku tidak bisa menemukan apa yang di sembunyikan suami ku .


sepertinya aku membutuhkan bantuan seseorang tapi siapa , aku sama sekali tidak punya kenalan apa lagi teman dekat .

__ADS_1


Begitu bodohnya aku kata pepatah seperti katak dalam tempurung .


__ADS_2