Cintaku Dipalak Preman Pasar Sholeh 2 (Extended)

Cintaku Dipalak Preman Pasar Sholeh 2 (Extended)
CUPID-MUTI : AKHIR INDAH


__ADS_3

Sepanjang jalan Mutia merasakan hal yang tak enak hati dan curigaan, "aduhhh! Orang-orang tuh ultah bahagia, ini kok aku malah takut," imbuhnya membuat Yusuf tergelak.


"Suudzon, kalo kamu disiram aku yang bakalan jadi tameng!" jawabnya jumawa.


"Emhh, gembel!" Mutia melengkungkan bibirnya merasa geli dengan gombalan Yusuf.


Alisnya semakin berkerut tatkala motor yang dilajukan malah berbelok masuk ke dalam gerbang kompleks perumahan cukup elite.


"Tunggu--tunggu! Ini kamu ngga salah masuk kan? Ngga salah jalan kan?" tanya Muti, pasalnya tema acara ini kan selametan brojol day nya Mutia bukan mau minta sumbangan, tapi kenapa malah belok ke perumahan elite?


"Engga, udah tenang aja! Bentar lagi nyampe kok!" jawab Yusuf, tidak hanya itu keanehan yang dialami Mutia hari ini, apakah gara-gara ia ulang tahun hari ini makanya semua orang jadi terbawa bersikap aneh, kaya lagi di dunia spongebob gitu!


"A Agas baru pulang, a..." sapa satpam kompleks Muti bahkan menjelikan matanya demi melihat arah bicara satpam itu, ia tak buta...bisa melihat bahwa pemuda yang tengah memboncengnya itu Cupid, bukan Agas. Apakah matanya ini gangguan?


"Kamu ngapain ngangguk, cup? Kamu kenal? Atau itu tetangga kamu di rumah?" tanya Mutia resah, takut kekasihnya ini stress terlalu menghalu-kan jadi orang sukses terus gila.


Yusuf terkekeh geli, "kenal..."


"Siapa?" tanya Muti.


"Pak satpam," jawabnya membuat Mutia sontak memukul punggungnya dan Yusuf tergelak.


"Ya itu juga aku tau! Anak sd juga tau kalo dia satpam!" manyunnya, hingga berhentilah mereka di sebuah rumah besar.


"Ngapain berenti disini?" Muti memiringkan kepalanya.


"Udah nyampe," jawabnya, belum Yusuf membuka pagar, seorang security rumah membuka pagarnya, "den..teman-temannya udah pada di dalem sama den Rama, den Tian."


"Makasih pak, pak..maaf bisa tolong masukin motor ke rumah,"


"Siap den,"


"Nanti gabung aja ke dalem pak, kita makan-makan lah!" Yusuf membuat gerakan seperti orang menyuap pada security rumahnya.


"Beres den!" ia mengangkat jempolnya di udara.


"Yuk!" ajak Yusuf menarik tangan Mutia, yang sejak tadi alisnya mengerut tanda semakin tak mengerti, "ini ada apa sih? Kamu ngusilin aku apa gimana, jangan sampe masuk rumah orang Cup, ih! Malu tau, jangan kaya gini ah usilnya!" Mutia sudah sewot, tapi Yusuf menarik tangannya semakin kuat untuk masuk ke dalam, hingga gadis ini tertarik masuk, "engga yank! Beneran janji ini ngga bikin malu," bujuknya.


Tidak menuju pintu utama yang sebesar gerbang kerajaan kesultanan saking rumitnya ukiran jepara dan megahnya pintu rumah ini, melainkan ke halaman samping, berjalan sepanjang jalan setapak yang dihiasi rumput jepang, begitu terurus.


Yusuf membuka pintu besi yang ternyata langsung tersambung ke halaman belakang, Mutia cukup terhenyak takjub mendapati kolam renang dan halaman luas lengkap dengan kursi taman dan lapang tenis menyapa penglihatan.


Tapi belum ia selesai dengan lamunannya seraya melangkah pelan di belakang punggung Yusuf, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara heboh para makhluk MIPA 3


"Wilujeung tepang taun Cimutttt!"


Dorrr!


Dorrr!


Dorr!


Corveti yang memuntahkan krep blink-blink dilesatkan ke udara membuat Mutia terkejut bukan main.


Ia mengedarkan pandangannya menyapu area ini, kolam renang yang sudah dihias sedemikian rupa, bersama gerobak-gerobak jajanan pinggir jalan seperti saat acara Narasheila dan Rama berjejer disana, hanya saja lebih beragam atas permintaan yang punya hajat sesuai jajanan kesukaan Mutiara dan MIPA 3. Dan semua itu bernuansa ungu, warna favorit Mutia. Namun matanya menyipit pada satu meja, dimana berjejer etalase aneka permen dan coklat persis seperti di mall.


"Ya Allah!" Mutia menutup mulutnya, ada rasa sedikit haru, senang, dan tentunya bersyukur.


"Selamat ulang tahun yank..." ucap Yusuf.


"Acie--cie, gue jadi berasa makhluk paling ngenes!" imbuh Andy.


"So iyee lah cupid-cupid!" Rio menepis udara.


"Gue dari tadi cuma heran aja, ini rumah siapa?! Ini kita ngga lagi masuk rumah orang tanpa ijin kan?!" tanya Rika.


Vina mendorong kepala Rika, pasalnya ia sudah tau dari Gilang, "iya ntar lo yang di empanin buat jadi asisten rumah tangga disini, buat bayar sewa rumah!"


"Sue!" celetuk Vian tertawa bersama yang lain.


"Iya ih, balik aja yuk! Perasaan gue ngga enak ih! Ngapain juga paRam ngajakin ke rumah orang, rumah dia juga kan gede!" ujar Muti diangguki yang lain.


"Hahaha, ngga enak kenapa, mules pengen bok3r Mut?" tanya Andy.


"Ini yang punya rumah kayanya punya ternak tuyul!" ujar Fajar mengangguk-angguk. Lantas mereka tertawa termasuk Yusuf sendiri, "Gagabah teuing!" tepisnya.


"Itu, ada ayunan gitu, mana ada kolam renang, gue tebak itu kolam buat ternak yuyu!" sahut Andy, kali ini tawa mereka benar-benar meledak.


"Mana ada, ini biar rumah sejuk peak! Yu masuk, Ram...kasih sambutan buat nih orang!" Yusuf masih setia menggandeng Mutia demi masuk lebih dalam.


"Cup--cup, ngga sopan maen nyelonong rumah orang. Kalo lo stress ngga gini caranya!" omel Merry, namun tak ayal diikuti Tian--Tasya, Rama cs membuat yang lain ikut mengekor.


"Ini gue ngga ngikut tanggung jawab kalo yang punya rumah marah!" celoteh Tama.


"Kan lo ketkel, kaka pertama!"

__ADS_1


"Enak aja, ketkel cuma di sekolah, ini mah udah di luar!" tolaknya.


"Cup, udah deh ngga usah main-main, kita ngapain disini ih, balik aja yuk!" Yusuf menghentikkan langkahnya tepat di teras belakang rumah, dimana ada balon hias


...❤ SWEET 17 CIMUT ❤...


"Oke, minta perhatiannya sebentar anak-anak pungut gue!" ujar Rama berdiri di depan teman-temannya.


"Shutt--shutt si papa mau pidato!" ujar Andy.


"Oke! Guys mohon bertenang! Sebelum bagi-bagi sembako, mari kita dengan calon bakal menyampaikan sepatah dua patah kata!" teriak Bayu.


"Ha-ha-ha!"


"Gue mau ngucapin selamat ulangtahun buat Mutia, ibu bendahara, cimut'nya MiPA 3, wush u all the best mut..."


Aamiin!!!


"Panjang umur, panjang segalanya!"


Aamiin!!!


"Semua yang dicita-citakan dapat tercapai, apa yang disemogakan tersegerakan."


Aamiin ! ! !


Rama memimpin do'a untuk Mutia, membuat suasana sejenak khusyuk.


"Guys, sikattt lumpia basah!"


"Tunggu dulu!" tahan Rama.


"Ada yang mau ngomong," lanjutnya, "sok cup,"


Semua mata kini langsung menatap ke arah bungsunya MIPA 3.


"Oke, thanks papa. You are the best...makasih juga buat timses MIPA 3, om bong, om Wan, om Bolang, om Bay, sama mama Nara dan Manda..kalian the best lah pokonya mah!" ucap Yusuf menatap temannya itu satu persatu diangguki mereka


"Guys, ada yang mau gue akuin...kalo sebenernya selama ini gue..."


"Superman?"


"Ironman?"


"Tukang kebon?"


Memang tak pernah ada yang serius disini, "saravv njirr. Pa-ma sebenernya dede tuh apa sih pa? Kok kaya anak tiri yang terbuang?"


"Udah lah Ram, gue ngga bisa serius lagi kalo abis ini haha---" Yusuf malah tertawa dan menghentikkan pengakuannya namun asisten rumah tangga masuk bergabung dan menghampiri Yusuf.


"Maaf den Agas, bapak ada telfon...katanya nelfon aden ngga diangkat-angkat,"


Demi apa? Mereka terkejut dengan ucapan seorang wanita paruh baya itu termasuk Mutia.


"Oh iya bi, papa masih di telfon?"


"Nggeh den," ia mengangguk, "permisi.."


"Ram, sorry bentar. Gue terima telfon papa dulu ke dalem," pamitnya meminta tolong pada Rama, sejenak suasana riuh jadi senyap menyisakan suara Yusuf saja, mereka syok...bahkan tak bisa berkata-kata.


"Yank, aku terima telfon papa dulu..lanjut aja dulu guys, serbu aja tuh tukang seblak, sok atuh ciwi-ciwi...tenang aja yang punya rumah lagi keluar kota, yang ada cuma anaknya!" ia menunjuk dirinya sendiri lalu pergi masuk ke dalam.


Plok---plok !


Andy menepuk pipinya sendiri tak percaya, "ini gue mimpi apa gimana, si cupid itu..."


"OMG, jadi..." Mery masih melotot dan melongo, begitupun Mutiara, ia benar-benar terkejut, di hari ulangtahunnya ini Yusuf sukses membuatnya jantungan.


"Ini nyata ngga sih?" gumamnya bertanya.


Tasya tertawa, "ngga percaya kan lo semua?" tunjuknya ke arah wajah masing-masing temannya, "sama! Gue juga awalnya ngga percaya! Tapi gue udah tau kalo cupid anak horang kaya! Ini rumahnya dia!"


Nara terkekeh, "kaget lo semua, tanggung jawab lo cup, ini anak MIPA 3 mendadak jadi beo sawan!"


Sementara Rama cs sudah menyerbu jajanan yang berjejer, "sayang buru mau ngga, nih masih panas!" Rama menunjukkan semangkuk baso cuanki.


Lama mereka melongo, masih mencoba mencerna keadaan, dan kenyataan hingga saat Yusuf kembali.


"Cupiddddd!!!!" Mereka menyerbu bungsunya MIPA 3 itu.


"Awww njirrr ih!"


"Lo tega boongin kita njirr ih! Taunya orang kaya,"


"Selama ini gue cuma becanda cup, serius....kalo gitu gue mau jadi abdi dalem lo aja, bawain tas lo boleh lah!" rayu Andy dan Fajar, Rio bahkan sudah memijit-mijit pundak Yusuf.

__ADS_1


"Diem njiir ih!" sejak tadi tatapannya tak berpaling dari Mutia yang masih mematung, ia lantas mendekat menghampiri, "lo semua ngga pengen nyerbu tukang baso tahu tuh! Mumpung gratis!" tunjuk Yusuf, semata-mata demi membebaskannya dari teman-temannya itu.


"Mau dong, serbu!"


Ia berjalan membawa sebuah kotak berpita, "happy birthday, yank..maaf aku baru bilang kenyataannya," ia mengulurkan kotak itu. Mutia masih menatap nanar pada pemuda di depannya tanpa berkata-kata, melainkan matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Yusuf Auriga Bagaspati, di rumah aku biasa dipanggil Agas...bukan bermaksud menipu, aku hanya ngga suka memakai embel-embel anak orang kaya..."


Lambat namun pasti, Mutia menangis, "sebenernya aku pacaran sama siapa sih?" ia angkat bicara.


"Aku maunya cupid, aku mau cupidnya aku...." lanjutnya.


"Yang sederhana, yang ngga pernah melibatkan kekayaan, yang cuma pemuda tengil, yang konyol..." tambah Muti. Yusuf tersenyum, "dan kamu sudah mendapatkan dia, ambil semuanya yank...ambilll....kamu udah bikin Cupid klepek-klepek, dan Agas bertekuk lutut," Yusuf meraih kepala Muti dan mendekapnya ke dalam pelukan.


"Sayang kamu," bisik Yusuf, Mutia membalas pelukan Yusuf dan semakin mengerat.


Sementara di ujung sana, "gue ngerasa lagi nonton ftv pangeran kodok sambil nyemil cilor.. " ujar Andy.


"Ha-ha-ha, saravvv! Pangeran kodok, si cupid disamain sama pangeran kodok."


"PaRam, itu mereka peluk-pelukan belum muhrim meren!" tunjuk Dian.


"Biarin lah, khusus untuk hari ini mah...dapet bonus!" jawabnya enteng disikut Nara.


"Gelo dasar, ustadz ngga bener!" tawa Vina.


Dari arah luar masuklah sepasang remaja lain, tatapan mereka justru pada sepasang tangan yang saling menggenggam.


"Weheyyy om Fal, udah fix ini teh publikasi?!" tanya Rio.


"Belum, orang hubungan mereka mah ngga jelas, se engga jelas gender si Bolang," jawab Vian langsung dilempar tusuk sate bekas cilor oleh Gilang.


"Hahaha!"


"Dea,"


"Hay Ra..." sapa Dea.


"Wah, ada yang mau jadian lagi nih," goda Bayu menaik turunkan alisnya.


Rifal mendengus seolah tersenyum miring, lalu menatap Dea, "gimana neng Dea? Tetep ditolak?"


"Apa sih," elaknya terlihat jelas menghindar.


"Ra, yang ulang taunnya mana?" tanya nya mengalihkan pembicaraan.


"Tuh, lagi mewek..diusilin anak kadal..." tunjuk Nara ke arah Mutia dan Yusuf.


"Teuh kan, gitu kalo diajakin ngobrol tentang hubungan mah.."


"Digantung bro? Kecekek atuh!" kekeh Fajar.


Mereka tertawa diantara suka cita ulang tahun Mutiara.


"Cupiddd!" teriak si mungil Tasya menggemparkan area kolam renang, ia menjeda kunyahannya.


"Kata om aku mana data diri kamu, foto, kirimin! Nanti kalo datang ke Koramil sini, ketemu sama Mayor Ibrahim katanya, biar bisa dicepetin lah antriannya ngga dipersulit buat tes!" teriaknya menggelegar.


Muti langsung menoleh terkejut, sepertinya hari ini begitu banyak kejutan.


"KAMU DAFTAR AKMIL?!!!" tanya nya berseru.


"May be..." Yusuf nyengir lebar.


"Cupid ih! Ntar kita LDR!!" ia memukul-mukul dada Yusuf.


.


.


.


Masa muda itu untuk dinikmati, bukan untuk diratapi...disyukuri, pernah dilahirkan diantara manusia-manusia istimewa.


Dan waktu demi waktu mereka lewati dengan semua sukacita dan gelora asmara masa remaja, hingga sampai masanya tiba menyambut masa depan....


...The End...


Hay-hay guys the end sudah sequel yang aku sebut apa ya, spill kah atau cuplikan beberapa novel pendek dari beberapa punggawa MIPA 3, ya seperti itulah. Sebenernya novel ini melenceng dari tujuan awalku ya, karena ada satu dan lain hal yang terjadi menggegerkan jagat entun oleh oknum-oknum, membuat akhirnya novel ini kubelokan sungguh diluar rencana, sekali lagi minta maaf buat pembaca setia aa Rama🙏


Akhir kata see you di lain karyaku sayang, wassalam.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2