Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
09. Pria gila


__ADS_3

Seorang pria berparas rupawan tengah bersandar di tepi kapal untuk melihat indahnya laut biru yang berkilau bagaikan permata. Siapapun akan terkagum kagum dengan keindahan laut yang seindah dan secantik itu. Tapi sayangnya pria bernama Yohan itu sama sekali tidak ana rasa kagum melihat laut. Dia melihat laut untuk mengingat kembali penderitaan yang disebabkan laut pada dirinya. Ralat, tepatnya seseorang yang membuat dirinya harus tercebur kedalamnya laut hingga membuatnya hampir mati. Itu sungguh kenangan yang tidak akan pernah dia lupakan.


"Indah, ya?!" Ujar seorang wanita berparas cantik dengan rambut merah dan bermata biru laut. Sungguh membuat wanita itu seperti putri dalam dongeng. Entah kenapa wanita itu menghampiri Yodan dan mengajaknya bicara.


Yohan melihat kanan kirinya untuk melihat apakah ada orang lain selain dirinya. Tapi sepertinya disana hanya ada dirinya dan wanitu di sana. 'Apa wanita ini bicara denganku? ' Tanya Yohan dalam hatinya. Dia hanya menatap wanita itu diam tanpa membalas perkataannya.Dia tidak tahu harus berkata apa pada orang asing disampingnya.


Wanita itu semakin mendekat pada Yohan. Dia tersenyum dengan senyuman terbaiknya serta, memperlihatkan dadanya yang besar. "Tuan yang rupawan, apa kau… menyukai laut?" Tanya wanita itu semakin mendekat pada Yohan.


"Tidak, aku tidak terlalu suka." Jawab Yohan datar.


Terlihat wajah keterkejutan diwajah cantik wanita berambut merah itu, "Oh, benarkah? Padahal aku menyukai laut!?" Ujar wanita itu sedikit kecewa.


'Terus? Aku juga harus suka, begitu? ' Pikir Yohan. Dia tidak begitu mempedulikan wanita disampingnya. Dia hanya kembali menatap laut dengan dingin. Tapi wanita disamping Yohan terus diam diam melirik dirinya. Dengan pipi yang sedikit merona dia ingin terus mengajak pria itu bicara tanpa tahu 'kebenarannya' dari pria itu.


"Namaku Meng Ranran, siapa… nama Tuan?" Tanya Meng Ranran yang sangat penasaran dengan pria disampingnya.


Yohan menatap wanita disamping dengan dingin. Sejujurnya dia sangat terganggu dengan Ranran yang selalu mengajaknya bicara. Sedangkan saat ini ia sedang dalam mood buruk untuk bicara. Tiba tiba Yohan mendapatkan ide cemerlang agar wanitapengganggu itu tidak mengganggunya lagi. Dia tersenyum ramah pada wanita itu yang membuat Ranran langsung terpanah panah asmara. "Nona Meng, jika kau ingin tahu namaku maka aku punya sesuatu yang ingin aku katakan!?" Ujar Yohan telah menjalankan idenya.


"Baiklah, aku akan mendengarkannya." Jawab Ranran langsung tanpa ragu.


Dengan begitu senyum licik yang terlihat manis di mata Ranran sungguh mempesona.


"Saat melihat nona Meng, aku teringat sebuah cerita dari benua asing. Wajah cantik nona dengan rambut merah dan mata biru yang indah sangat mirip dengan putri dalam cerita itu. Tapi bedanya putri dalam cerita itu bisa berubah menjadi setengah ikan. Jadi, aku sangat bertanya tanya… apakah nona,… juga bisa berubah menjadi setengah ikan?" Tanya Yohan tepat diwajah Ranran yang membuat jarak antara mereka semakin sempit.

__ADS_1


Kini Ranran mulai mendapati firasat buruk dlpada pria didepannya ini. Tapi mata merah itu membiausnya hingga tidak bisa bergerak. "Te tentu saja aku tidak bisa berubah menjadi setengah ikan, Tuan. Itu sangat mustahil." Jawab Ranran sedikit takut. Bahkan untuk menelan ludahnya saja menjadi sangat sulit.


"Mustahil? Nona tidak akan tahu sebelum mencobanya, bukan? kenapa sudah mengatakan kalau itu mustahil?" Tanya Yohan dengan wajah yang sedikit menyeramkan. Tapi kemudian dia kembali dengan tegap. "Bagaimana jika…" Saat Yohan sedang berpikir, Ranran mulai perlahan menjauh dari pria gila itu. Tapi tiba tiba tangannya ditahan oleh Yohan dan menarik tangan Ranran hingga membuatnya berada dalam angkatan pria itu. Ya, Yohan mengangkat Ranran ala bridal s**tyle. "Yah, kurasa kita akan tahu setelah mencobanya, kan?" Yohan tersenyum tanpa rasa bersalah.


"A apa yang akan kau lakukan?" Tanya Ranran takut.


Tanpa mempedulika ocehan Ranran, Yohan semakin memposisikan wanita itu ke atas air laut. Dengan wajah tanpa dosa ia terlihat sangat senang.


"TIDAK!? TIDAAAK!? TOLONG AKU!? ADA ORANG GILA YANG MAU MEMBUANGKU KE LAUT!?" Teriak Ranran meminta minta bantuan. Beberapa orang menghampirinya untuk membantu gadis itu dari orang gila bernama Yohan. Naasnya, nasib gadis itu harus berakhir disini.


"KYAAAA!?" Teriak Meng Ranran kencang.


BYUUURRRR


"CEPAT AMBILKAN TALI!?" ujar Ujar orang yang akan menolong.


"BERTAHANLAH!?" Seru yang lain.


Sedangkan pria yang melemparnya dengan santai bersandar di atas kapal, "BAGAIMANA NONA MENG? APA KAU SUDAH BERUBAH MENJADI SETENGAH IKAN? HA HA HA HA HA HA HA HA HA…" Yohan tertawa senang melihat wanita yang dilemparnya kedinginan. Sedangkan Ranran sangat menyesal mendekati pria tampan yang awalnya dikira waras. Dia tidak akan berani lagi mendekati pria itu. Berbeda dengan Yohan, dia sangat puas dengan hasil ide briliannya. Sekarang, tidak akan ada lagi yang mengganggunya.


Dari atas dek kapal seorang pria tua dengan rambut dan jenggot yang panjang memperhatika Yohan yang dengan senangnya tertawa diatas penderitaan wanita cantik. "Hmm, anak muda yang menarik!?" Ujar pria tua itu dengan senyum misteriusnya.


...***...

__ADS_1


BEBERAPA HARI SETELAH PERJALANAN LAUT SELESAI


"WAAAHH, Apa ini benar benar Kekaisaran Zuo? Hebaaat!?" Teriak Linhua senang. Ditangannya dia memegang tali yang diatasnya mengikat kaki Yue si burung. Mereka telah sampai di pelabuhan Kekaisaran Zuo. Disana ada banyak sekali orang orang yang berlalu lalang.


Tepat di hari ini Kekaisaran Zuo menjadi tuan rumah dari turnamen lima Kekaisaran besar. Meskipun namanya turnamen tapi sebenarnya ini hanyalah pertandingan persahabatan untuk mengeratkan hubungan antar Kekaisaran.


Mereka bertiga termasuk Yue berjalan jalan untuk berkeliling di ibu kota kekaisaran sekaligus mencari penginapan. Tapi, dari kejauhan ada seseorang yang mengikuti mereka sejak dari kapal penumpang. Dia adalah pria tua dengan rambut dan jenggot yang panjang serta memakai hanfu putih dan caping. Lebih jelasnya dia mengikuti Yohan. Sejak kejadian melempar wanita cantik ke laut, dia merasa tertarik dengan Yohan. Meskipun ia tak merasakan apapun dari pria itu, tapi entah kenapa dia sangat tertarik dengannya.


Lama ia mengikuti mereka, tapi tidak ada sesuatu yang spesial terkecuali mereka berbelanja ini dan itu. 'Aku sangat yakin anak muda itu memiliki bakat yang luar biasa. Aku harus membuatnya menjadi muridku!?' Pikir pria tua itu.


Bruk!?


"Ah, maafkan aku tuan!?" Ujar orang yang menabrak pria tua itu.


"Tidak apa apa!?" Balas pria tua. Setelah orang yang menabraknya pergi, dia kembali mengawasi mereka bertiga. Tapi baru sebentar ia mengalihkan pandangan, pemuda itu sudah tidak ada. "Kemana dia? Aku yakin melihatnya masih berbelanja di toko manisan itu!?" Ujar pria tua itu panik kehilangan jejak Yohan.


"Apa kau mencariku?" Tanya seseorang yang tak asing dan tak lain adalah, Yohan.


...~~...


...-...


...-...

__ADS_1


...SEMOGA SUKA!?...


__ADS_2