Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
52. "Rahasiaku!?"


__ADS_3

SEKARANG


Saat membuka mata Yohan, dirinya sudah berada di dalam goa. Yohan bangun dari posisi tidurnya. 'Aneh, kenapa tiba tiba tubuhku jadi begitu lemah begini? Dan mimpi aneh apa itu? Kenapa dimimpi itu aku terlihat begitu menyedihkan? Ditambah lagi didalam mimpi aku bisu. Padahal suaraku begitu seksi dan menggoda tapi kenapa berubah jadi bisu?Sudah kuduga, aku tidak suka tempat ini!?' Pikir Yohan sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling goa dengan tatapan kesal.


"Kau sudah bangun?" Tanya seseorang yang tak lain adalah Jun.


Matanya melirik ke arah Jun yang kini tengah melihatnya tanpa dapat diartikan. Yohan duduk bersila menghadap Jun, "Dimana ini?" Tanya Yohan balik.


"Tentu saja kita masih berada di dasar jurang. Goa tempat kita berada sekarang adalah bagian dari jurang." Jelas pria itu tanpa basa basi dengan Yohan yang hanya meng 'oh' kan saja. Memang tidak mungkin mereka bisa keluar dengan begitu cepat. Setidaknya mereka membutuhkan waktu untuk keluar dari tempat menjijikan itu.


Selagi masih ada tempat bagus untuk beristirahat Yohan tidak segan segan untuk mengistirahatkan kakinya. Meskipun dirinya tetbiasa dengan perjalanan jauh namun tempat ini berbeda. Seberapa lamapun dirinya berjalan dia tidak akan pernah sampai ke ujung jalan. Karena tempat ini tidak akan membiarkannya sampai ke tempat tujuan.


Walaupun begitu dia saat ini sedang memikirkan bagaimana solusi untuk sampai ke lereng. 'Sekarang aku sudah tahu kalau tempat ini bukanlah tempat biasa. Bisa dibilang tempat ini hidup. Meski itu tidak masuk akal menurutku, tapi melihat bagaimana tempat menjijikan ini memperlakukanku sepertinya hal tidak masuk akal itu nyata. Masalahnya, bagaimana caraku keluar dari sini? Dan… disini terasa sangat familiar.' Saat pertama jatuh ke dalam sini Yohan belum menyadarinya, namun sekarang dia baru sadar jika tempat ini tampak tidak asing dibenaknya.


Disaat yang bersamaan Jun juga sedang memikirkan sesuatu. Memikirkan tentang segel yang ditanamnya ke jantung Yohan. Dia merasakan jika segelnya sudah akan hancur sedikit lagi. 'Hanya tinggal sekali lagi dia mengingat sesuatu maka semuanya akan hancur. Kalau saja kekuatanku tidak ditekan mungkin aku bisa memperbaiki sedikit segelnya. Tapi sebelumnya aku sangat yakin jika segel yang aku buat sangatlah kuat bahkan aku juga membuat ulang segelnya saat memutar waktu. Namun kenapa bisa tiba tiba rusak?' Jun berusaha berpikir keras mencari jawabannya. Disaat seperti itu elemennya ikut membantu dirinya memecahkan masalahnya.


"Tentu saja itu karena tekadnya sendiri."


'Tekad?'


"Benar, tekad. Apa kau lupa apa yang dikatakan pria jahat itu sebelum memberikan jantungnya?"

__ADS_1


Perkataan elemennya itu membuat Jun tersadar kalau kehidupan Yohan yang sebelumnya adalah seorang pria kejam yang tidak akan pernah menyerah demi mencapai tujuannya. Dan retaknya segel pasti ada hubungannya dengan tekad pria itu untuk memenuhi ucapannya sebelum bereinkarnasi kembali.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Yohan sembari menatap tajam Jun yang sedari tadi terus memberikan tatapan mengintimidasi padanya.


"Tidak, bukan apa apa. Hanya saja kau kelihatan sangat lelah. Sebaiknya kau beristirahat! Aku yang akan berjaga." Ujar Jun sembari melempar senyum mencurigakan.


"Tidak. Aku baik baik saja."


"Hm, baiklah."


Yohan masih belum bisa mempercayai Jun sepenuhnya. Meskipun dia tidak merasakan niat apapun tapi tetap saja sulit untuk percaya. Apalagi orang itu adalah orang yang membunuh teman temannya.


Yohan semakin was was saat Jun menanyakan hal itu, "Kenapa kau ingin tahu? Ah, aku tahu!? Kau pasti ingin tahu sejak kapan aku mulai jadi lemah benar, kan? Dengan begitu kau dapat dengan mudah membunuhku lagi dan lagi. Huh, jangan harap dasar rubah licik!?" Yohan menunjuk nunjuk Jun sembari memperlihatkan wajah disertai senyum liciknya. Akan tetapi pria itu malah mrlihat Yohan heran. Semua kata kata terlihat pada ekspreainya melihat Yohan. Jun melihat Yohan dengan mulut yang menganga dan mata yang terbelalak, seperti akan berkata 'Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?' Itu tergambar jelas di wajahnya.


"Teganya kau mengatakan itu padaku!?" Ujar Jun tidak terima. Dia menanyakan hal itu murni karena khawatir. Tapi pria gila itu malah menuduhnya mencari kesempatan dalam kesulitannya.


Mendengar Jun mengatakan sesuatu seperti seseirang yang tak berdosa membuat Yohan tambah geram, "Itu yang ingin kukatakan!? Teganya kau membunuhku berkali kali!? Dan tidak hanya itu, kau juga membunuh teman temanku!?"


Skakmat. Sekarang Jun tidak bisa berkata apa apa lagi. Oke, dia memang mengakui kalau dirinya yang telah membunuh teman teman Yohan. Akan tetapi dia melakukannya tanpa sadar. Tubuhnya waktu itu sedang dikendalikan oleh kekuatannya sendiri sehingga tak bisa memegang kendali atas dirinya. 'Bagaimana aku menjelaskannya? Apa aku harus mengatakan ' Yang membunuh teman temanmu sebenarnya bukan aku, tapi kekuatanku!' Hanya orang bodoh yang akan percaya. Dan soal aku membunuh dirinya, itu memang aku. Bagaimana mungkin aku tidak membunuhnya saat dia sudah menggila akan membunuh semua orang? Ditambah lagi waktu itu dia dikuasai oleh kekuatannya.' Pikir Jun panjang lebar.


Jun menghela nafas panjang. Dia sepertinya lelah harus disalah pahami terus menerus oleh Yohan dan juga yang 'lainnya'. "Baiklah… aku akan menceritakan rahasiaku padamu!?" Jun menegakkan tubuhnya mempersiapkan diri untuk menceritakan kebenaran tentang dirinya.

__ADS_1


"Tidak per__"


"Kau perlu tahu! Atau apa kau tidak ingin mengetahui apa alasannya kau kembali mengulang waktu?" Jun menatap Yohan dengan begitu serius.


Yohan membulatkan matanya ketika Jun mengatakan 'Mengulang waktu' pada dirinya. Dia melirik ke arah Jun dengan mata tajamnya. "Apa maksudmu?" Tanya Yohan penuh intimidasi.


Smirk mulai terlihat diwajah Jun saat ini, "Maksudku adalah,… apa kau tidak penasaran dengan bagaimana kau bisa kembali ke masa lalu? Dan membalaskan dendammu pada manusia manusia itu?" Tanya Jun kini dengan wajah licik.


Sekarang Yohan penasaran dengan itu. Tidak mungkin dirinya kembali ke masa lalu tanpa sebab yang jelas. Pasti ada penyebabnya dan Jun ada kaitannya drngan dirinya yang kembali ke masa lalu. Mengetahui Jun tahu dirinya mengulang waktu saja sudah kaget apalagi kalau Jun ada kaitannya dengan 'reinkarnasi' ini. Dengan segala cara Yohan harus mengetahui kebenarannya. "Apa rahasiamu?" Tanya Yohan.


Jun tersenyum samar pada Yohan yang ingin mengetahui kebenarannya, "Aku, sebenarnya bisa berbicara dengan elemenku sendiri." Ujar Jun dengan wajah seriusnya. Dia sudah menerka nerka kalau Yohan pasti tidak akan percaya atau kaget.


Yohan membelalakan matanya kaget mendengar Jun juga bisa berbicara dengan elemennya sendiri. Itu rahasia yang mengejutkan. Tapi kemudian ekspresinya kembali seperti biasa.


...~~~~~...


...-...


...-...


...SEMIGA SUKA...

__ADS_1


__ADS_2