Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
36. Hampir sama


__ADS_3

FLASHBACK


Waktu berjalan begitu cepat. Aku dan Zhen tumbuh besar bersama. Dia tumbuh menjadi pria yang baik. Sebelum aku mengetahui kenyataannya.


Wajahnya yang selalu ceria melihatku benar benar membutakan mataku. Aku mulai mengetahui kejanggalan sikapnya dari caranya berbicara, tersenyum dan melihatku. Tentunya perubahannya ini tidak terjadi oleh dirinya sendiri saja, tapi juga orang orang disekitar. Terutama ibuku yang tidak menyukainya.


Seperti biasa aku dan Zhen berada di gazebo dekat danau. Dia memainkan kecapi dengan suara yang begitu indah dan jernih. "Satu lagu selesai, aku akan__" Sebelum dia menyelesaikan ucapannya aku memotongnya bicara.


"Zhen, aku dengar ayah mengirim mu ke hutan utara untuk membasmi gerombolan monster yang akan menyerang. Karena hubungan kita dengan para monster itu sedang tidak baik jadi banyak terjadi perang diantara kita. Apa kau yakin akan pergi sendirian?" Tanyaku pada Zhen. Karena tidak ada yang mau mendekat padanya tidak ada satupun yang mau mengikutinya.


Dia tersenyum mendengar ucapanku, "Kakak tenang saja, aku akan baik baik saja." Dia tersenyum ramah padaku sembari mengambil gelas kecil berisi teh, "Aku pasti akan membasmi para serangga itu, karena berani membuat kakak khawatir." Meskipun tidak begitu terdengar jelas, tapi aku yakin dia berkata seperti itu. Perlahan dia mulai berubah menyamai sosoknya yang sebenarnya.


Tidak lama setelah itu Zhen pergi ke hutan utara. Disana aku mendengar kalau dirinya sangat sadis dan kejam membunuh para monster. Selain para monster juga ada manusia manusia yang bergabung bersama mereka. Dari info yang kudapat Zhen meminum darah mereka dengan senang sambil tertawa gila. Ada banyak saksi yang melihat jadi aku tidak bisa untuk tidak percaya. Tingkahnya sama persis seperti dulu. Meminum darah lawan sebagai kemenangan.


Makin lama, hubungan kami makin buruk. Hingga tiba hari dimana aku harus membunuhnya.


Jleb


Aku menusuk jantungnya dengan pedangku sendiri. Darah Zhen mengalir menutupi putihnya pedangku.


"Ukh uhuk uhuk!?" Zhen batuk darah didepanku. Dia menatapku dengan tatapannya yang dulu. Mata merah yang bergaris lurus dengan hitam dibwwah matanya. "Kenapa, kau… melakukan ini?" Tanya'nya tidak percaya.


Maaf, aku terpaksa melakukannya. "Kau telah berubah menjadi iblis, bagaimana mungkin aku tidak membunuhmu!?" Seandainya aku bisa mengatakan yang sebenarnya padamu, maka akan aku katakan.


Zhen memegang kedua pundakku denngan tangannya yang penuh darah. "Ha ha ha… ha ha ha… ha ha… kau lebih percaya kata kata mereka dari pada aku? Baiklah. Tapi ingat ini, Aku akan kembali, itu sudah pasti. Akan kubuat kau menyesali keputusanmu yang membunuhku!?" Ujar Zhen tepat didepan wajahku. Meskipun belum mendapatkan ingatannya kembali tapi dia sudah hampir sama persis seperti dirinya yang dulu. Bahkan cara mati mereka sama, bersandar pada tubuhku. Kurasa dia sudah ditakdirkan menjadi seperti itu.


Setelah itu aku menarik kembali pedangku dan menaruh Zhen ke bawah. Tanpa pikir panjang aku langsung pergi tanpa melihat ke belakang. Aku berharap di reinkarnasi selanjutnya kau menjadi orang baik. Karena dari belakang aku tahu dia melihatku dengan mata kosongnya.


SEKARANG

__ADS_1


"Itu sudah menjadi masa lalu, aa yang harus diingat lagi? Mungkin sekarang dia sudah mulai tahu siapa dirinya." Ujar Jun sembari tertawa miris. 'Tapi, aku benar benar suka dengan senyum cerianya padaku.'


...***...


"Telingaku tiba tiba berdengung, apa ada seseorang yang memikirkanku?" Tanya Yohan panik sendiri. Dia menyimpan bukunya kembali dan menumpuk tangannya sebagai bantal. Rasanya sangat aneh memikirkan Jun yang menyerang manusia. Itu tidak seperti dirinya. 'Kira kira apa alasannya?' Pikir Yohan.


"Whooaaa, apa kau benar benar tuan penjahat yang tampan? Liu Yohan!?" Tanya cempreng seorang anak kecil di bawah rak buku.


Yohan bangun untuk melihat siapa anak kecil tersebut. Ternyata dia adalah seorang anak laki laki beserta dengan pelayannya. Anak kecil itu kelihatan berbinar binar melihat Yohan menatapnya dengan tajam.


"Siapa kau?" Tanya Yohan sedikit ketus.


"Ehem ehem, aku adalah anak dari kaisar wu, Wu Lang Tian." Ujar Anak itu sembari membusungkan dadanya dengan senyum bangga diwajahnya.


'Hoo~ Jadi si kaisar punya anak? ' Pikir Yohan. Kalau diperhatikan lagi wajah anak itu dengan Kaisar Wu hampir mirip. Tidak diragukan lagi, dia memang adalah anaknya. "Bagaimana kau tahu siapa aku?" Tanya Yohan pada Langtian.


"Itu karena Ayah memiliki catatan tebal tentangmu!? Dan tanpa sengaja aku membacanya!?" Jawab Lang Tian dengan sangat polos. Dia tidak tahu jika apa yang dia katakan nantinya akan membuatnya menangis.


"Iya, Ayah menulis semua hal keren tentangmu!? Tuan penjahat, apa aku nantinya bisa jadi sekuat dirimu suatu hari nanti? Mereka bilang, tubuhku terlalu lemah hingga terus sakit sakitan. Tapi, aku sangat ingin menjadi sekuat tuan penjahat." Tanya Lang Tian dengan takut takut sembari mengungkap fakta tentang dirinya. Sejak kecil Lang Tian selalu sakit sakitan sehingga para ahli seni bela diri memprediksi jika dia tidak mungkin menjadi seorang ahli seni bela diri. Tapi untuk menjadi seorang alkemis itu mungkin saja.


Yohan turun dari atas rak ke bawah Lang Tian. Dilihat dari tampilan luarnya saja sudah terlihat jelas jika tubuh bocah itu sangat lemah. "Apa kau ingin tahu jawaban yang kuberikan?" Tanya Yohan sedikit membungkuk mendekati Lang Tian.


"Ya!?" Jawab Ling Tian tanpa ragu.


"Kalau begitu, bawakan catatan yang kau maksud padaku sekarang!? Maka aku akan segera menjawabnya." Ujar Yohan sembari tersenyum ramah.


"Be benarkah? Kalau begitu aku akan segera mengambilnya!?" Ujar Lang Tian sembari berlari menuju ruangan Ayahnya untuk mengambil catatan.


"Yang mulia, jangan lari lari!? nanti anda bisa jatuh!?" Ujar pelayan Lang Tian sembari berlari mengejar tuannya.

__ADS_1


Melihat kepergian Lang Tian, senyum Yohan luntur seketika. "Bocah!?" Ujarnya kembali ketus.


Beberapa saat kemudian…


"Tuan penjahat!? Tuan penjahat!? Aku membawa catatannya!?" Ujar Lang Tian sembari berlari.


Bruk


Anak laki laki itu terjatuh saat menghampiri Yohan ketika berlari. Setelah di bantu berdiri oleh pelayannya dia kembali berlari lagi menuju Yohan. Tidak peduli berapa kali dia jatuh, sepertinya dia ingin membuat Yohan senang dengan kerjanya. Setelah memberikan catatan itu pada Yohan dia berharap mendapatkan pujian atas kerja kerasnya. Itu tampak jelas di matanya yang sudah berbinar binar.


"Berikan kedua tanganmu!?" Ujar Yohan.


Lang Tian menadahkan kedua tangannya seperti meminta sesuatu…


BLARRR


Seketika Yohan membakar habis buku ditangannya dengan api yang keluar dari tangan dan hanya menyisakan abu hitam. Dia menaruh abu buku tersebut diatas tangan Lang Tian. "Jawabannya adalah, kau tidak akan pernah menjadi sekuat diriku bahkan jika kau berlatih ratusan tahun sekalipun!? Dan sekarang, menangislah yang keras agar semua orang di kekaisaran Wu ini tahu kalau pangeran mereka itu anak yang cengeng!?" Ujar Yohan yang begitu kejam dan sarkas. Dia berjalan melewati Lang Tian yang sudah memasang wajah sedih seperti anak kecil.


"Hiks hiks Huaaaa Huaaaa!?" Akhirnya Lang Tian menangis oleh satu pria gila.


"Y Yang Mulia, tolong jangan menangis!? Jangan menangis ya? P pria brengsek itu memang jahat!? dia bahkan sengaja membuat Yang Mulia menangis." Ujar pelayan wanita tersebut dengan panik. Dia mencoba menenangkan tuan kecilnya itu. Tapi tangis Lang Tian semakin menjadi jadi.


Dia sangat mengagumi Yohan, tapi sayangnya yang dia kagumi itu adalah penjahat gila yang tidak suka anak kecil.


...~~...


...-...


...-...

__ADS_1


...SEMOGA SUKA...


__ADS_2