Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
37. Jangan mudah percaya


__ADS_3

Selesai latihan Zhu'er dan Linhua berjalan jalan dipasar. Mereka berkeliling dari kedai A sampai Z memakan banyak makanan. Terutama Zhu'er yang memiliki nafsu makan yang besar. Hampir semua kedai makanan di hampirinya. Bahkan Linhua sendiri sampai terheran heran melihat wanita disampingnya ini sangat kuat makan.


Linhua melihat lihat Zhu'er dari bawah. Kalau dilihat lihat wanita ini benar benar sangat cantik meskipun memperlihatkan ekspresi yang bosan dilihat. Meskipun kulitnya putih pucat tapi tidak bisa dipungkiri kalau dia memang cantik.


Bruk


"Akh!?" Lin Hua terjatuh karena tiba tiba ada seseorang yang menabraknya dari belakang. Ketika melihat siapa itu, ternyata orang yang menabraknya adalah seorang pria berkumis tipis dan bertubuh krempeng dengan pakaian compang camping. Di wajahnya dan beberapa tempat di pakaiannya ada bercak darah.


"Ma maafkan aku!? Aku di rampok oleh beberapa orang preman dan mereka sekarang mengejarku." Ujar orang tersebut.


"Preman? Kau dirampok oleh preman? Preman mana yang mau merampok gembel sepertimu?" Tanya Lin Hua heran. Dilihat dari manapun, penampilannya itu dekil, kumel, kotor, dan pastinya gembel. Mana ada perampok yang mau merampok gembel.


Orang itu tampak kebingungan ingin mengatakan apa. Karena apa yang dikatakan Lin Hu Itu ada benarnya. "A aku tidak berbohong!? Aku memang baru saja di rampok oleh preman. Itu karena aku menemukan barang berharga berupa koin emas di jalan. Jadi mereka mengambil koin emasku yang aku pungkut. Karena aku tidak ingin memberikannya mereka memukuliku hingga babak belur dan mengambil koin emasku." Ujar orang itu


Lin Hua menatap tajam paman yang ada di depannya. Entah dia percaya atau tidak cerita itu. "Jadi begitu!? Dimana mereka? Aku akan menghajar mereka dan merebut kembali koin emasmu!?" Ujar Lin Hua yang sepertinya percaya dengan cerita paman itu.


Tampak senyum licik di wajah pria itu, "Be benarkah? tapi kau cuma anak kecil bagaimana bisa kau menghadapi para preman itu?" Tanya orang itu ragu ragu.

__ADS_1


"Dengar ya, gembel!? Aku memiliki seseorang yang sangat hebat di sampingku." Ujar Lin Hua sembari membusungkan dada ratanya dan kedua tangan yang memegang pinggang.


Pria gembel itu tidak melihat siapa siapa disamping Linhua, "Siapa yang kau maksud?" Tanya'nya kebingungan.


"Apa kau buta? Tentu saja cici Zhu__eh? kemana dia? bukannya dia disini barusan?" Linhua panik mencari kesana kemari. Tapi wanita yang dimaksudnya itu sama sekali tidak ketemu. Apa yang terjadi? Jelas jelas Hu'er ada bersamanya barusan. 'Ini gawat. Apa aku harus menghadapi para preman itu sendirian tanpa Cici Zhu'er? Bagaimana kalau ternyata para preman itu lebih kuat dari yang kupikirkan? Todak tidak tidak aku sudah berlatih cukup keras untuk bisa menghadapi penjahat seperti mereka. Mana mungkin aku harus lari dalam keadaan seperti ini.' Sebisa mungkin Linhua meyakinkan dirinya sendiri.


Sedangkan pria didepannya sudah lelah menunggu gadis kecil didepannya ini menunggu jawaban. "Hei bocah, kau akan menolongku atau tidak?" Tanya Pria itu tidak sabar.


"Apa yang kau katakan? Tentu saja aku akan membantumu. Ayo!? Tunjukkan padaku kemana arah jalannya!?" Ujar Linhua dengan percaya diri.


"K Kalau begitu lewat sini." Ujar orang itu sembari memandu jalan ke arah preman. 'Masih kecil pandai sekali berbohong!? Tinggal ikut saja apa susahnya? Pada akhirnya kau ikut denganku, dasar ****** kecil. ' Pikir pria itu dengan senyum jahatnya. Sepertinya pria itu merencanakan sesuatu.


"Apa kalian preman yang mengambil uang gembel ini?" Tanya Linhua dengan berani merujuk pada pria dekil yang menabraknya.


"Kalau iya, kenapa? Apa kau ingin menjadi pahlawan dengan menghajar kami dan mengambil uangnya kembali? Memangnya siapa kau berani menghajar kami?" Tanya balik pemimpin mereka yang terlihat paling garang dan bengis itu dengan belang di hidungnya. Mereka menatap Linhua dengan pandangan meremehkan.


Linhua tersenyum licik dengan bibir mungilnya. Senyuman jahat yang persis di ajarkan Yohan padanya. "Aku? he he he he he he he he he…" Dia tersenyum senyum sendiri ditanya identitasnya.

__ADS_1


Orang orang itu saling menatap satu sama lain. Mereka tidak mengerti mengapa Linhua tiba tiba cengar cengir sendiri. "H hei, apakah bocah itu waras? Kenapa dia malah tertawa sendiri? bukankah seharusnya dia takut?" Bisik salah seorang anak buah.


"Jangan tanya aku. Mungkin saja dia tidak normal. Yah, itu tidak penting. Karena yang terpenting adalah hartanya.'' Ujar ketua mereka dengan senyum licik diwajahnya. Yang dia incar dari Linhua adalah cincin penyimpanan gadis itu. Melihat pakaiannya yang cukup mahal gadis oecil itu pasti berasal dari keluarga bangsawan. Otomatis apa yang dibawanya juga pasti berisi uang emas yang banyak. 'Tidak peduli dia waras atau tidak yang terpenting adalah hartanya.' Pikir pria itu masih dengan senyum licik dwajahnya.


Linhua dengan percaya diri berkacak pinggang, "Asal kalian tahu tuanku adalah seseorang yang sangat hebat. Jika kalian berurusan dengannya, maka jangan harap kalian bisa menghirup udara segar besok!?" Ujar Linhua dengan bangga. Dia membusungkan dadanya seakan itu adalah sesuatu yang hebat.


Semuanya begitu kaget dengan apa yang Linhua katakan. Melihat Linhua yang begitu bangga membicarakan tuannya, bisa saja tuan bocah kecil itu adalah seseorang yang benar benar hebat. Kulit mereka mulai mengeluarkan keringat dingin. Jika itu benar benar kenyataan bisa bisa kepala mereka tidak menempel lagi pada tempatnya.


'Apakah benar dia memiliki tuan yang begitu hebat? Jika itu benar bisa gawat. Kalau begitu aku harus cepat cepat membunuhnyabdan mengambil harta bocah tengik ini. Karena cincin penyimpanannya terlihat mahal aku pikir dia pasti memiliki banyak barang berharga didalamnya. Tidak peduli seberapa hebat tuannya, jika aku bisaa menyembunyikan tubuh kecilnya ke perus binatang buas maka semua masalah selesai.' Pria hidung belang itu melirik kanan kirinya yang dipenuhi anak buahnya yang siap menyerang. Mendapat kode dari pemimpin mereka, tidak lama para preman itu kengangkat senjata mereka masing masing.


Grep!?


Tiba tiba Linhua di tahan dari belakang oleh seseorang. Saat dia melihat siapa orang yang menangkapnya, ternyata orang itu adalah pria gembel yang tadi ingin ditolongnya. "Kau!? Dasar gembel!?" Umpat Linhua marah. Dan gembel yang diumpatnya hanya tersenyum livik melihat wajah marah Linhua.


...~~...


...-...

__ADS_1


...-...


...SEMOGA SUKA...


__ADS_2