Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
25. Barang berharga


__ADS_3

Mereka melihat Yohan seakan akan terjadi sesuatu yang menarik.


Yohan mendengarkan semua cerita tentang dirinya. Ternyata semua orang masih belum kelupakannya. Dia tersenyum licik dihadapan mereka, "Jadi begitu, ya? Khi khi khi khi khi khi khi khi… sekarang aku mengerti." Sekarang Yohan mengerti apa maksud Jun waktu itu. Singkatnya, Jun akan menyerang mereka satu persatu untuk mengambil sesuatu yang Yohan sendiri tidak tahu apa itu. Tapi yang pasti benda itu sangat penting bagi Jun. "Ya, itu sangat masuk akal kenapa dia bilang begitu. Jika aku menghalangi jalannya merebut benda itu pasti akan sangat bagus. Bagaimana jika aku…" Yohan berguman sembari menggigit kuku jarinya sendiri membuatnya jelas seperti orang yang abnormal.


Melihat Yohan yang sibuk sendiri membuat Shen Qiu geram. "Ehem, jadi siapa nama mu?" Tanya Shen Qiu. Tapi orang yang ditanyanya masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


Tuk tuk tuk tuk


Yue mematuk kepala Yohan agar dirinya tersadar. "Quack quack quack…" Tiba tiba saja Yohan mencekik leher Yue. Lalu Yue dilempar ke asal tempat. Semuanya yang melihat itu merasa kasihan dengan Yue yang kena imbasnya. 'Dasar sialan, quack!? aku kan cuma ingin membantu!? Apa salahku?' Pikir Yue kesal. Meskipun kesal, Yue memaksakan diri untuk terbang ke arah Yohan dan kembali hinggap di bahunya.


"Namaku, ya? Kalian boleh memanggil ku apapun. Tapi yang paling sering kalian dengar adalah Y o h a n." Ujar Yohan dengan senyum diwajahnya. Sontak semua yang ada disana kaget mendengar jawaban Yohan. Tidak mereka sangka jika pemimpin dari kelompok gila ada dihadapan mereka sekarang. Mereka langsung bersiap dengan senjata mereka masing masing. "Jangan khawatir, aku bukanlah musuh kalian. Justru aku berada dipihak kalian!?" Ujar Yohan mengejutkan semuanya sekali lagi.


"Kau, berada dipihak kami?" Tanya Shen Qiu kaget dengan omongan Yohan. Dia tidak percaya jika orang yang pernah memusuhi mereka akan menjadi teman sekarang. "Apa kau sedang bercanda?"


"Tidak, kata siapa aku bercanda? Seperti kata pepatah, musuh kemarin teman hari ini. Bukankah pepatah ini cocok untuk kita?" Ujar Yohan dengan senyum cerianya dan senyuman itu membuat semua orang merinding. Orang yang biasa tersenyum jahat sekarang tersenyum ceria, ini benar benar patut di curigai. "Lagi pula, musuh kalian sama dengan musuhku. Bisa dibilang mereka orang yang sama dengan yang mengirim surat pada kalian." Jelas Yohan pada mereka. Tapi sejelas apapun penjelasannya, mereka tetap tidak per aya pada pria gila dihadapan mereka.


Terkecuali beberapa orang yang percaya dengan apa yang dikatakan Yohan. "Jika musuh kita sama kau pasti tahu siapa orang itu, iya kan?" Tanya Qi Tian Juan.


"Tentu saja aku tahu. Dia adalah Ming Jia Jun, Raja klan Guaiwu!?" Jelas Yohan.

__ADS_1


Beberapa kaisar seperti pernah mendengar klan Guaiwu, tapi masih samar. Mereka pernah mendengarnya ketika kaisar Qi yang sebelumnya membahas tentang klan Guaiwu di rapatnya sepuluh tahun lalu. Kalau tidak salah klan itu berada di kedalaman hutan hitam. "Apa maksudmu klan Guaiwu yang ada di hutan hitam?" Tanya Wu Linxu memastikan.


"Oh? Kalian tahu?" Yohan terkejut mereka mengetahui tentang klan'nya. Itu membuatya curiga kalau mereka tahu lebih banyak apa yang Yohan pikir.


"Kami pernah mendengarnya sekali dari Kaisar Qi yang sebelumnya." Ujar Wu Linxu memberitahu Yohan.


Mendengar itu membuat Yohan bernostalgia dengan kaisar Qi sebelumnya, "Si sialan itu, dia pintar juga." Guman Yohan membuat orang orang yang disekelilingnya bingung. " Yah, itu tidak penting. Yang penting sekarang dia mengincar sesuatu dari kalian. Dan dia akan datang hari ini untuk mengambil 'barang' yang dia inginkan. Jadi, apa yang kalian sembunyikan?" Tanya Yohan lebih jelasnya.


Arah pembicaraan ini semakin rumit. Sedikit banya mereka mulai mengerti dengan situasi mereka saat ini. Shen Qiu ingin mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya untuk diperlihatkan kepada Yohan. Tapi Tang Yifan mencegahnya untuk mengeluarkan barang itu. "Kenapa kau bisa tahu kalau Ming Jia Jun atau siapapun itu akan menyerang kemari dan merebut barang yang ada pada kami? Menurutku kau jauh lebih mencurigakan." Ujar Tang Yifan.


Yohan bangun dari duduknya dengan hati dongkol, "Huh, kenapa, apa, bagaimana, dan siapa, pertanyaan pertanyaan kalian benar benar memuakkan. Jika kalian tidak percaya padaku, maka kalian bisa membuktikannya sendiri nanti malam. Terserah jika kalain masih tidak percaya padaku, tapi yang pasti musuhku sama dengan kalian. Jun sangat kuat bahkan dengan menyatukan seluruh kekuatan semua orang yang ada disini, kecuali aku. Yah, menyenangkan juga sih melihat manusia manusia sombong seperti kalian berusaha melawan. Sampai jumpa!?" Ujar Yohan sembari berbalik angkat kaki dari perjamuan.


Brak!?


Tang Yifan mengepal erat tangannya sembari memukul meja hingga hancur, "Bajingan itu!? Barani sekali dia meremehkan kita!?" Ujar Tang Yifan sembari menahan amarahnya.


"To tolong sabarlah kaisar Tang, lagi pula dia adalah teman kita sekarang." Ujar Shen Qiu menenangkan Tang Yifan


Tang Yifan melihat Shen Qiu tidak percaya, "Kau percaya dengan kata kata bajingan itu? Dia adalah orang yang telah membunuh orang orang kita dengan kejam sepuluh tahun lalu. Dan dengan santainya dia mengatakan 'Musuh kemarin, teman hari ini' benar benar tidak dapat dipercaya." Ujar Tang Yifan sembari menirukan suara Yohan.

__ADS_1


Yang lainnya hanya bisa tertawa ringan melihat Tang Yifan kesal dengan Yohan. Sebelumnya mereka tidak pernah melihat Tang Yifan sekesal ini. Tapi dengan mudah Yohan membuat kaisar Tang merasa dongkol.


"Ya, aku tahu perasaanmu. Tapi kurasa kita memang memerlukan bantuannya nanti." Ujar Shen Qiu yang mendapati tatapan dari Tang Yifan.


"Apa maksudmu? Apa kau berpihak padanya?" Tanya Tang Yifan.


"Tidak, bukan itu maksudku. Aku mengatakan ini karena para tanaman memberitahuku kalau musuh kita memiliki kekuatan yang mengerikan. Dia lebih kuat dari semua yang ada disini. Jadi kurasa apa yang dikatakan Yohan ada benarnya. Kita harus bekerja sama untuk mengalahkannya." Jelas Shen Qiu pada semua orang.


Tang Yifan mengerti dengan yang dimaksud Shen Qiu, tapi tetap saja mengingat kembali kata kata sombong Yohan membuatnya kembali merasa kesal.


Qionglin tidak begitu memperhatikan pembicaraan mereka. Karena saat ini ia sedang memikirkan Yohan sekarang. Dia memegang jepit rambut yang ada dirambutnya, 'Jadi yang membelikan dan memakaikan jepit rambut ini adalah kau? Aku tidak mengira akan bertemu lagi denganmu. Aku pasti akan menyimpan jepit rambut ini baik baik bahkan dengan mempertaruhkan nyawaku sendiri.' Pikir Qionglin sembari tersenyum kecil mengingat malam festival'nya bersama Yohan.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA!?...

__ADS_1


__ADS_2