Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
61. Menghilangkan bosan


__ADS_3

"Kakek… Luan? Siapa itu?" Tanya Xie Wuran kebingungan. Dia bingung kenapa Yohan jadi salah mengenalinya. Padahal beberapa saat yang lalu pria itu masih baik baik saja dan tidak salah mengenali orang. Tapi kenapa orang ini jadi tiba tiba bicara ngelantur seperti ini? 'Kurasa dia jadi semakin gila.' Pikir Xie Wuran menebak nebak apa yang terjadi dengan Yohan.


"Tidak mungkin!? Kau… kenapa wajah kakek Luan berubah jadi si naga jelek Xie Wuran?" Tanya Yohan semakin kebingungan. Sulit untuk tidak hilang kendali dan menjaga pikirannya tetap normal.


Xie Wuran membelalakkan matanya mendengar dirinya dibilang jelek. "Kau jadi tambah menyebalkan saat mabuk." Ujar Xie Wuran sembari menahan kekesalannya. 'Sabar, sabar saja Wuran, dia sudah jadi gila sekarang. Sudah sewajarnya orang gila sepertinya sering berhalusinasi.' Xie Wuran berusaha keras untuk menahan emosinya yang meluap luap karena dibilang naga jelek. Meskipun sekarang dia sudah menjadi naga surgawi yang jatuh, tapi tidak pernah ada yang memanggilnya jelek.


"Tuan, tuan tenanglah!? Dia memang bukan si kakek tua." Ujar kegelapan menenangkan Yohan.


"Tidak, itu tidak mungkin! Dia pasti kakek Luan yang sedang menyamar. Kakek Luan pasti datang dari akhirat untuk membantuku!? Ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" Tidak mungkin, apa yang dikatakan Yohan benar benar tidak mungkin.


"Tuan, tolong kondisikan pikiran gilamu! Apa yang barusan kau katakan benar benar tidak masuk akal."


Xie Wuran tidak percaya jika harus bekerja sama dengan orang gila sepertinya. Bahkan sekarang ini orang itu sedang bicara sendiri. Sudahlah, ia tidak ingin berlama lama dengan orang gila. Lebih baik dirinya pergi ke tempat lain dimana tidak ada orang gila. "Sepertinya kau tidak dalam kondisi baik untuk membicarakan hal penting, kita bicarakan hal ini lain kali saja." Ujar Xie Wuran sembari bangun dari duduknya.


"Tidak, kakek Luan tidak boleh pergi!?" Ujar Yohan dengan wajah yang menyeramkan.


Satu kalimat dari Yohan langsung membuat tubuh Xie Wuran membeku dan tidak bisa bergerak. Inilah yang menyebabkan dirinya kalah melawan Yohan. Karena sudah begini, dia duduk dengan terpaksa dan harus menghadapi si gila ini. "Kalau begitu cepat tanyakan apa yang ingin kau tanyakan?"


"Sebelum itu, aku ingin mengatakan rahasia yang paling penting." Ujar Yohan sembari duduk kembali.


"Apa?"


Yohan melirik kanan kiri untuk memastikan tidak ada yang menguping mereka. Setelah semuanya aman, dia mendekatkan kepalanya dan bisara dengan berbisik, "Semua orang berpikir aku adalah orang gila, Tapi sebenarnya aku hanya kurang waras!? Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" Dia kembali ke posisi semula dengan tawa yang hanya bisa dipahaminya sendiri.

__ADS_1


'Benar benar rahasia yang tidak berguna.' Terlihat sangat jelas itu yang dikatakan wajah Xie Wuran setelah mendengar rahasia 'penting' yang dikatakan Yohan. Semua orang juga tahu dia gila tapi pria itu masih tidak mengakuinya. "Oh, begitu…" Lebih parahnya lagi Xie Wuran harus bertahan dengan orang gila ini dalam bekerja sama. Terlalu membuang banyak waktu dan berbasa basi. Apa pria ini tidak bisa langsung bertanya saja?


"Bereinkarnasi berkali kali dengan sikap orang orang yang selalu sama dan hidup yang berulang, itu sangat membosankan. Memiliki perasaan yang lebih sensitif dari pada orang lain itu melelahkan dan menyakitkan. Bisa memahami orang lain tapi tidak bisa dipahami oleh orang lain itu menyebalkan.…" Ujar Yohan sembari menempelkan kepalanya diatas meja.


'Apa yang dia bicarakan?' Pikir Xie Wuran bingung.


Yohan jadi teringat kembali pada kehidupan pertamanya. Sejak kecil orang orang sudah menganggapnya sebagai monster dan pantas menjadi pengorbanan jurang xinhai setiap sepuluh tahun sekali. Tapi rahasia yang tidak orang orang itu ketahui adalah dirinya berhasil selamat dan bahkan menjadi monster yang mereka harapkan. Pada Zaman itu orang orang masih melakukan pengorbanan untuk menenangkan jurang xinhai yang mana sebagai tempat penyegelan roh jahat dan lainnya. Tapi pengorbanan itu sudah tidak ada lagi sekarang, karena sekarang sudah ada ritual pemurnian.


"Lalu aku bertemu wanita gila yang selalu bilang kalau dia mencintaiku……" Lanjut Yohan masih membicarakan tentang dirinya.


Xie Wuran kaget ada wanita yang mencintai pria gila ini, "Ada yang menyukaimu?" Tanya Xie Wuran dengan wajah terkejutnya. Dia tidak tahu itu benar atau tidak. Tapi dengan wajah yang seperti itu tentu ada banyak.


"Ya, tapi itu hanya alasan untuk mengambil alih tubuhku." Jawab Yohan lemas tak bersemangat.


"Kalau begitu jauhi saja dia."


"Ya, lagi pula apa istimewanya perempuan itu? Kau bilang dia mendekatimu hanya untuk mengambil alih tubuhmu, itu berarti sebentar lagi dia akan mati. Lagi pula aku yakin kau lebih kuat darinya, kau bisa membunuhnya langsung dengan tanganmu. Dan dia, gila? Tidak ada bagusnya dari wanita gila." Jelas Xie Wuran apa adanya menurut pemikirannya sendiri. 'Meskipun kalian cocok karena sama sama gila.' Lanjutnya dalam hati.


"Aku tidak bisa membunuhnya." Balas Yohan. Kalau bisa juga Yohan sudah melakukannya dari awal. Tapi setiap kali bertemu dengan Zhu'er rasanya menyenangkan dan tidak membuat Yohan bosan seperti biasa.


Xie Wuran kaget mendengar kata kata itu bisa keluar dari mulut si jahat ini. Dulu dia sering mengirim mata mata wanita cantik untuk menggoda Yohan, tapi alhasil semua itu sia sia karena pria itu langsung membunuhnya tanpa pandang bulu meskipun sudah mulai jatuh hati. "Kalau begitu kau ingin menyerahkan tubuhmu pada wanita itu?" Tanya Xie Wuran sembari meminum arak di gelas kecil.


"Ya."

__ADS_1


"Uhuk uhuk uhuk!?" Seketika jawaban itu langsung membuatnya tersedak. Dia langsung mengusap arak yang keluar dari mulutnya, "Kau ternyata jadi lebih gila saat jatuh cinta." Tidak bisa dipercaya. Xie Wuran benar benar tidak percaya.


Sebenarnya Yohan sudah lelah hidup untuk balas dendam terus menerus. Dari awal sampai akhir selalu balas dendam, itu membosankan. Dia ingin menghilangkan kebosanannya. Karena itu di kehidupan yang sebelumnya ia memberikan jantungnya langsung ke Jun untuk mengakhiri semuanya.


Dia tahu memorinya akan kacau jika memberikan jantung iblis miliknya pada Jun. Tapi karena ingin mencoba kehidupan yang baru dan bosan dengan yang lama Yohan rela melakukan apapun. Setelahnya dia mencoba menjadi orang baik seperti Jun. Setelah merasakan bagaimana menjadi baik dan jahat, ternyata masih sama membosankan. Lalu pertemuan pertama dengan Zhu'er terjadi.


Perempuan pertama yang membuat hidupnya tidak membosankan lagi. Tapi tragisnya hidup wanita itu hanya tinggal beberapa tahun kedepan. "Lupakan tentang wanita itu. Aku akan mulai pembicaraan seriusnya. Sebelum aku mati aku akan merubahmu menjadi naga suci lagi." Ujar Yohan sembari membenarkan duduknya.


Xie Wuran membulatkan matanya dengan senyum bahagia, "Benarkah?" Tanya nya dengan nada riang.


"Kapan aku bohong?"


'sering sekali.' Jawab Xie Wuran dalam hati. "Aku percaya, jadi kapan kau akan mengubahku?" Tanya Xie Wuran dengan senyuman profesional ala penmenjilat.


Terlihat senyuman jahat diwajah Yohan, "Kau tidak akan berpikir bantuanku ini gratis, kan?" Ujar nya disertai tawa ringan.


Tentu saja tidak, naif jika Xie Wuran berpikir kalau bantuan Yohan ini adalah suka rela hanya karena dia pernah jadi baik. Xie Wurann mengernyitkan dahinya bersiap mendengar apa yang akan dikatakan pria ini. "Apa imbalannya?"


"Wajahmu tidak perlu sampai seserius itu. Aku hanya ingin kau membantuku menangkap satu pengkhianat!?"


...~~~~...


...-...

__ADS_1


...-...


...SEMOGA SUKA...


__ADS_2