Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
19. Gila lagi


__ADS_3

"Apa yang ini cocok?" Tanya Yohan pada Linhua yang sedang memakan manisan.


"Emm ya ya, yang ini juga cocok!? Apapun yang dipakai tuan pasti cocok!?" Ujar Linhua dengan senyum lebarnya.


Saat ini Yohan sedang mencoba semua baju yang disediakan istana untuknya. Setelah memenangkan pertandingan, dia diundang ke pesta selesainya pertandingan yang diadakan Kaisar Zuo. Karena itu hari ini Yohan sedang memilih baju yang cocok untuk dia kenakan. Tapi seharian tidak kemana mana membuatnya ingin merasakan udara segar. "Aku akan pergi sebentar!?" Ujar Yohan sembari pergi dengan hanfu mewah berwarna biru tua yang saat ini ia kenakan.


"Hah, kemana? aku ingin ikut!?" Seru Linhua sembari mengejar Yohan.


"Kau tidak boleh ikut!? Hari ini kau kutugaskan untuk mengajak Jiangwu jalan jalan!?" Ujar Yohan. Dia ingin pergi ke suatu tempat yang mana anak kecil tidak boleh masuk.


"Apa? Tapi…"


"Aku akan pulang tepat waktu!?" Setelah itu Yohan pergi melalui jebdela kamar.


"…… kau buta arah!?" Lanjut Linhua. Karena Yohan sudah pergi jauh dia tidak bisa menyusulnya.


Tidak lama Jiangwu berdiri disamping Linhua, "Dia buta arah?" Tanya'nya pada Linhua.


"I iya, dia tidak tahu arah jalan pulang dan sering tersesat." Jawab Linhua sedikit gugup. Dia belum terbiasa dengan kehadiran Jiangwu.


"Keluarlah!? Bukankah tugasmu adalah menjaga bocah itu?" Ujar Jiangwu pada sosok yang lain yang sedang bersembunyi.


Seketika keluar burung hitam bermata emas dengan ekor yang cantik seperti phoenix. Burung itu hinggap dijendela. "Quack, bukankah kau adalah kaki tangan c*c*nguk itu? Buat apa kau disini? Apa kau ingin memata matai orang gi__ Quack!? quack!?" Yue berhenti bicara ketika Jiangwu mencekik lehernya. "A apa yang kau lakukan quack!?" Tanya Yue sedikit ketakutan.


Jiangwu benar benar tidak mengerti, mengapa Yohan membiarkan burung tidak berguna sepertinya berada di sisinya. Meskipun tidak semua hal dari Yue tidak berguna, tapi tetap saja. "Aku bukanlah mata mata, kau paham? Sekarang ikuti tuanku untuk memandu jalannya!?"Ujar Jiangwu sembari mengeluarkan aura menyeramkan.


"Ba baiklah, aku akan menyusulnya quack!?" Ujar Yue menyerah dengan pertanyaannya.


Setelah itu Jiangwu melepaskan genggamannya dan membiarkan Yue terbang menyusul Yohan.

__ADS_1


Sedangkan untuk orang yang dikhawatirkan…


Didalan suatu ruangan tercium bau harum semerbak mewangian memenuhi ruangan tersebut. Sudah pasti ruangan itu adalah salah satu ruangan rumah bordil. Dan didalamnya ada banyak sekali wanita yang mengelilingi satu pria tampan yang terlihat seperti tuan muda.


Disana ada empat wanita cantik. Dua wanita cantik berada di belakang dan dua lainnya berada di kedua sisi pria itu. Siapapun akan terpikat dengan kerupawanan pria itu. Berambut hitam lebat panjang dengan kedua mata semerah batu rubi, beserta kulit putih bersih. Dia adalah Yohan. Karena itu dia tidak mengajak Linhua bersamanya. Karena Linhua akan menghalangi jalannya saja untuk bertemu wanita cantik.


"Tuan Yohan, kau tampak sangat muda. Apa rahasianya hingga awet muda seperti ini?" Tanya seorang wanita yang sedang memijat bahu Yohan.


"Rahasia? Tentu saja karena aku adalah pria tampan. Memangnya apa lagi?" Yjar Yohan.


"Astaga~ tuan benar benar pelit!?" Ujar wanita lain.


Yohan sama sekali tidak bisa mengatakan kalau dia sebenarnya tidak sama seperti mereka. "Kalian sungguh menyebalkan, lebih baik aku pergi saja!?" Ujar Yohan mengalihkan pembicaraan agar mereka tidak menanyakan sesuatu yang rumit.


"E eeh, tuan jangan pergi!? Kami bersalah, jadi tuan jangan pergi ya?!" Ujar mereka hampir bersamaan. "Tapi, aku penasaran." Ujar wanita yang ada disisi kanan. "Bagaimana bisa orang tua tuan melahirkan orang setampan tuan?" Ujar wanita itu dengan senyum menggodanya. Dia awalnya berencana untuk bercanda dengan Yohan.


"Benar!? Orang tua tuan pasti sangat cantik dan tampan seperti tuan."


"Apa tuan memiliki kakak? Kalau punya dia pasti sangat mirip dengan tuan yang tampan ini."


"Dia juga pasti sangat baik pada tuan!?"


Tapi Yohan sama sekali tidak senang dengan candaan itu. Wajah Yohan berubah menjadi dingin setelah mendengar perkataan wanita wanita itu. "Pergi." Ujar Yohan dingin.


"A apa? Ta tapi tuan__"


"Apa kalian tuli? aku bilang pergi!?" Sekali lagi Yohan mengatakannya dengan mata merahnya yang semakin merah.


Seketika wanita wanita itu merasa merinding melihat mata pria itu. "B baiklah, kami akan pergi." Mereka segera pergi dari kamar itu dan meninggalkan Yohan sendirian.

__ADS_1


Setelah mereka pergi semuanya menjadi hening. "Ck, menyebalkan!? Aku kesini karena ingin memperbaiki mood ku, tapi ******* jal*ng itu malah memperburuknya. Apa apaan mereka? Membicarakan orang orang itu seenaknya didepanku." Yohan benar benar kesal dengan wanita wanita itu yang membicarakan orang orang yang masih membekas di hatinya. Tapi kemudian ia melihat arak yang ada dimeja. Sudah lama sekali dia tidak meminum arak. Tapi kalau minum, dia bisa menjadi sedikit liar. Tapi siapa peduli? Toh disini tidak ada siapa siapa.


Dia menuangkan segelas arak dan meminumnya. Setelah meminum arak rasanya semua kepeningan mengilang. Dan setelah meminum arak juga perasaannya jadi tidak terkendali. "Hiks… hiks… hu hu hu hu… Mereka… mereka begitu jahat padaku!? Padahal… Padahalkan aku…, hiks… sama sekali… tidak jahat… hiks… pada mereka.…" Dia menangis tersedu sedu mengingat kelakuan kejam ketiga orang itu. Kemudian diteguknya lagi arak. Dia mengeluarkan semua air mata yang tidak bisa dia keluarkan saat masih kecil.


"Ck ck ck, baru ditinggal sebentar dan kau sudah menjadi gila." Seekor burung hinggap diatas meja tepat didepan Yohan.


Yohan memiringkan kepala melihat Yue. Begitupun Yue yang memiringkan kepalanya melihat Yohan. "Hmm? buat apa kau disini?" Tanya Yohan.


"Buat apa lagi? tentu saja untuk menemani jalanmu nanti. Kau itu kan buta arah." Ujar Yue.


Mendengar itu Yohan sama sekali tidk terima, "Kata siapa aku buta arah? Aku bisa pulang ke rumah ku sendiri, hmph!?" Dia menyilangkan kedua tangannya dan memalingkan wajahnya tidak terima dengan ucapan Yue. Meskipun itu benar Yohan sama sekali tidak ingin mengakuinya.


Setelah meminum arak sikapnya akan selalu berubah ubah seperti ini. "Dasar otak burung!? Kau pasti hanya ingin bermaku, kaaan? Khi khi khi khi khi khi, mengaku saja!? Aku tahu sebenarnya kau tidak bisa hidup tanpa diriku ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" Yohan tertawa sambil berguling guling di lantai.


Yue menahan kekesalannya pada pria sinting didepannya. 'Tenanglah Yue, dia hanya pria gila yang menyebalkan. Anggap saja ocehan bodohnya adalah angin lalu.' Pikir Yue menahan amarahnya. Berapa kalipun Yohan mengejeknya dia selalu menyebalkan.


"Oh? Siapa ini? Aku tidak menyangka kalau tuan pemenang suka tempat seperti ini." Ujar seorang pria berpakaian mewah sama seperti Yohan. Dia adalah Jia Wuxen. Bersama dengan temannya yang waktu itu.


Yohan bangun dari posisinya. Dia memiringkan kepalanya melihat Jia Wuxen. "Kau… siapa?" Tanya Yohan sembari menunjuk Jia Wuxen. Dia sama sekali tidak ingat dengan pria didepannya.


Tak


Jia Wuxen menutup kipasnya dengan geram. Baru kali ini ada orang yang tidak ingat dirinya.


...~~...


...-...


...-...

__ADS_1


...SEMOGA SUKA!?...


__ADS_2