
"Baiklah, kau aku maafkan. Tapi lain kali berhati hatilah dalam bicara. Untuk masalah ini akan aku lupakan. Dan kalian ikut aku!?" Ujar Nie Ting sembari berjalan melewati mereka. Setelahnya kedua orang itu langsung bangun dari membungkuknya.
"Huuh, selamat!?" Ujar Xie Wuran lega. Tapi ketika melihat pria disampingnya ini, ia merasa hidupnya akan berakhir sebentar lagi.
Yohan berjalan mengikuti Nie Ting tanpa sepatah katapun lagi. Sebenarnya ia sangat kesal harus menundukkan kepalanya pada seseorang seperti ini. Itu karena ini mengingatkannya harus selalu menundukkan kepala pada seseorang yang ia benci.
Sebelumnya Nie Ting tidak menyangka jika Yohan akan mengikutinya dengan damai dan tanpa perlawanan. 'Aku pikir dia akan sedikit melawan. Tapi siapa sangka dia akan ikut dengan mudah. Apa karena aku tadi terlalu keras padanya? Mungkin aku harus minta maaf.' Pikir Nie Ting merasa bersalah. Ketika ia ingin menoleh ke belakang tidak sengaja ia melihat tatapan menyeramkan dari seseorang yang mengikutinya dengan tenang ini.
Tatapan itu seperti ingin membunuh seseorang. Melihat tatapannya saja membuat Nie Ting sedikit merinding. Dia seketika langsung memutar kepalanya kembali melihat jalan, 'Kenapa aku merinding? Dia bukannya hanya kesal? Mungkin aku harus mengatakannya lain kali.' Pikir Nie Ting mengurungkan niatnya.
Tidak lama mereka sampai didepan gerbang besar. Itu adalah gerbang emas yang memiliki ukiran yang indah. Istana Suci memang terkenal dengan kekayaannya yang melimpah.
Yohan melihat gerbang didepannya ini dalam dalam. Jika diingat ingat, dulu sekali ia pernah menyerang Istana Suci dan mereka bersembunyi dibalik gerbang besar ini. Karena hanya gerbang besar ini yang memiliki kekuatan untuk menolak dirinya. "Ffftt he he he he…" Mengenang masa lalu benar benar lucu. Tapi siapa sangka dirinya akan kembali lagi ke sini sebagai bagian dari mereka. Ralat, hanya pura pura.
Nie Ting dan Xie Wuran melihat Yohan kebingungan. Mereka tidak tahu apa alasan pria ini tertawa tiba tiba, "Apa ada yang lucu?" Tanya Nie Ting.
Yohan melihat Nie Ting dan memberinya senyuman ramah, "Tidak ada."
Sontak senyuman Yohan membuat keduanya terkejutt. Beberapa saat yang lalu dia masih terlihat menyeramkan, tapi sesaat kemudian dia jadi ramah kembali. Benar benar pria yang aneh.
Mereka bertiga memasuki ruangan besar dibalik gerbang besar. Kekuatan suci yang ada didalam benar benar membuat Yohan menderita dan terasa seperti tercabik cabik. Tapi untungnya api sejati miliknya meringankan rasa sakit ini.
Di ujung ruangan besar ini duduk seorang pria berwibawa yang menjadi Ketua Sekte atau Patriak, namanya Zhao Ge "Jadi namamu adalah Mo Liang? dan yang ada disebelahmu adalah… Mian Mian???" Ujar seorang lelaki yang duduk diatas kursi besar Ketua Sekte, Patriak Zhao Ge. Dia membaca selembaran peserta yang didaftarkan Yohan dan Xie Wuran. Lucunya gambar mereka benar benar jelek didalam kertas.
"B benar ketua." Jawab Xie Wuran gugup disertai senyum canggungnya.
__ADS_1
"Itu… nama yang lucu ya? Kupikir hanya perempuan yang bisa memiliki nama itu. Tapi ternyata laki laki juga bisa." Ujar Zhao Ge. Beberapa orang diruangan itu menahan tawa mereka karena nama Xie Wuran yang seperti gadis kecil.
Xie Wuran benar benar malu ditertawakan orang orang disini. Dia benar benar menyesal menerima nama itu. Sebab yang memberinya nama itu adalah Yohan. Dirinya tidak begitu tahu banyak tentang nama, jadi dia membiarkan Yohan untuk memberinya nama. Tapi malah berakhir seperti ini.
"Aku memanggil kalian berdua kesini adalah untuk menawarkan sesuatu. Sesuai dengan aturan Sekte, murid murid terbaik boleh memilih guru guru mereka diantara orang orang penting disini. Dan setelah memilih maka kalian akan dibawah bimbingan guru kalian. Siapa yang akan menjadi pilihan kalian?" Jelas Zhao Ge.
Dari awal Zhao Ge menjelaskan Yohan tidak begitu mendengarkan. Dirinya masih sibuk mencari seseorang yang ia cari dengan lirik sana dan lirik sini. Namun sangat sulit mengenali wajahnya karena sekarang energinya sedikit pudar didalam ruangan Suci ini.
"Bagaimana dengan Mo Liang sendiri?" Tanya Zhao Ge. Namun pertanyaannya diabaikan oleh Yohan. "Ehem ehem, bagaimana dengan Mo Liang sendiri?" Masih tidak ada jawaban dari Yohan. Diamnya ini benar benar membuat Patriak Zhao kesal.
"Hei! Stt!" Panggil Xie Wuran sembari menyenggol Yohan.
Segera Yohan tersadar dari pemikiran mendalamnya dan langsung pada situasi sekarang, "Tadi bilang apa?" Tanya Yohan.
Zhao Ge menghela nafas kegeramannya, "Aku bertanya, siapa yang akan kau pilih sebagai gurumu disini?" Tanya Zhao Ge ulang untuk ke tiga kalinya.
"Menjadi guruku?" Tanyanya lagi, mereka tersenyum ramah agar Yohan mau memilih salah seorang dari mereka.
"Kenapa?" Tanya Yohan bingung. Dan pertanyaan kali ini benar benar membuat mereka geram dan jengkel.
Orang orang yang ada di ruangan itu tidak habis pikir dengan pertanyaan Yohan. Bukankah dirinya masuk ke sekte untuk menjadi bagian dari Istana Suci dan mencari guru yang hebat? Tapi kenapa dia malah bertanya 'kenapa' dengan wajah polos seperti itu?
'Benar juga, aku kesinikan menyamar sebagai anggota mereka. Tentu saja mereka memperebutkan seseorang yang jenius. Tapi aku tidak mengira kalau murid terbaik bisa memilih guru mereka sendiri. Aaaggh, ini terlalu merepotkan. Kenapa juga seorang master sepertiku harus belajar dari orang tua yang bau tanah? Tapi, aku bisa memanfaatkan situasi ini.' Pikir Yohan memperlihatkan smirknya. Dia melihat Zhao Ge masih dengan senyum diwajahnya, "Patriak, aku bingung harus memilih yang mana. Jadi aku sudah memikirkan ini dengan serius. Dan hanya ini cara satu satunya yang terpikirkan." Ujar Yohan.
Zhao Ge mengernyitkan kedua alisnya, "Cara apa?" Tanyanya pada Yohan.
__ADS_1
Xie Wuran melihat Yohan intens. Dia takut kalau Yohan akan berbuat sesuatu yang gila melihat dirinya sendiri saja gila.
Yohan tersenyum licik, "Aku ingin bertarung dengan kalian semua!?"
"?!?!?!?!?!" Semua orang terkejut mendengar pernyataan Yohan yang sungguh mencengangkan.
"Apa kau sadar dengan apa yang baru saja kau katakan?" Tanya Zhao Ge kini mulai serius.
"Heh, aku pikir kau pemuda yang cukup pintar! Tapi ternyata kau hanya pemuda sombong dengan kejeniusannya di dunia tengah." Saut seorang pria kekar berwajah galak.
"Mo Liang, kau masih bisa menarik kembali kata katamu sebelum semuanya terlambat." Ujar Nie Ting.
"Sudahlah, untuk apa menasehati pemuda sombong itu? Dia tidak akan sadar dengan perbuatannya sebelum kita memberinya pelajaran dan memperlihatkannya seperti apa dunia itu." Ujar seorang pria bertubuh agak pendek.
Semua orang dibuat sangat kaget dan terkejut disertai dengan cemooh dan ratusan kritikan pada Yohan.
"Tapi aku rasa cara ini cukup menarik." Ujar seseorang dibalik kipas tangannya yang menutupi sebagian wajahnya.
Setelah mendengar suara ini, Yohan segera melihat pria yang baru saja bicara. Intuisinya mengatakan jika pria inilah yang ia cari. Berdiri seorang pria berambut biru dan bermata biru di samping ruangan. Dia tersenyum dibalik kipasnya melihat Yohan.
...~~...
...-...
...-...
__ADS_1
...SEMOGA SUKA...