Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
11. Tatapan mata merah


__ADS_3

Sraaak


Yohan membuka pintu kamar penginapan yang disana sudah terdapat Linhua dan Yua. Mereka sedang asik asiknya memakan makanan pesanan yang sudah dipesan sedari awal datang. Saat Yohan bertarung dengan Luo Zhao Yin, sebenarnya Yohan sudah menyuruh Linhua masuk kedalam penginapan terlebih dahulu dan memesan makanan. Karena perjalanan yang panjang tentu saja perut sudah lapar keroncongan dan menyuruh Linhua unyuk makan lebih dulu. Yohan duduk di kursi kosong tepat didepan Linhua.


"Tadi Tuan habis kemana?" Tanya Linhua penasaran.


"Hm? Tadi aku sedang mengusir lalat yang terus mengikutiku sejak dari kapal." Ujar Yohan mengumpamakan Luo Zhao Yin dengan lalat.


"La… lat?" Tanya Linhua bingung dengan perkataan Yohan.


"Ya, lalat ini cukup menyebalkan karena selalu mengikutiku. Jadi aku ingin mengusir lalat itu dulu supaya tenang." Jelas Yohan yang semakin tidak dimengerti Linhua.


Sungguh, Linhua benar benar tidak mengerti apa yang dimaksud Yohan dengan lalat. Tapi dari pada bertanya lebih lanjut dia lebih mementingkan makan dari pada pertanyaan yang rumit. Otak kecilnya masih terlalu kecil untuk mengerti bahasa orang dewasa.


Sedangkan Yue tentu saja dia sudah sangat mengerti dengan yang dimaksud 'lalat' oleh Yohan. Dia sangat mengenal pria itu. Sebab dulu mereka sering yang namanya bersama.


...***...


ISTANA KEKAISARAN ZUO, Ruang jamu istana.


Disana sudah ada banyak tamu tamu penting yang duduk berjejer rapi satu sama lain. Kaisar Zuo, yaitu Zuo Shen Qiu duduk diatas beberapa tangga. Dia ada tuan rumah kali ini, jadi harus ada wibawa. Sedangkan dibawah Shen Qiu ada empat perwakilan dari Kekaisaran lain, seperti Kekaisaran Tang, Wu, Qi dan Yan. Mereka mewakilkan setiap orang yang dianggap 'Jago' kekaisaran masing masing.


"Terima kasih banyak untuk kalian semua sebagai perwakilan dari kekaisaran kalian masing masing. Sebagai pembukaan acara penyambutan ini mari kita minum seteguk arak sebagai pembukaan kita!?" Ujar Kaisar Zuo Shen Qiu yang sudah memegang gelas putih kecil berisi arak dengan kedua tangannya. Lalu meneguknya dengan cepat diikuti dengan yang lainnya.

__ADS_1


Disana berlangsung penyambutan untuk para perwakilan berjalan dengan lancar. Hingga akhir semuanya berjalan dengan lancar. Akhir acara semuanya pulang ke kamar mereka masing masing yang sudah disediakan oleh Kaisar Zuo Shen Qiu.


"Sangat lancar, ya?" Tanya seorang pria tua yang memakai hanfu mewah menghampiri Zuo Shen Qiu dari belakang.


Zuo Shen Qiu langsung memberi salam pada orang tersebut yang dianggapnya sebagai guru. Kemudian mereka berjalan bersama. "Aku pikir guru tidak akan datang!?" Ujar Zuo Shen Qiu bertanya tanya.


"Mana mungkin aku tidak datang mendampingimu? Lagi pula urusanku sudah selesai." Ujar pria paruh baya itu. Dia adalah Luo Zhao Yin, guru dari kaisar Zuo Shen Qiu yang juga sebagai Patriak sekte beribu satu bunga.


Shen Qiu melihat raut wajah gurunya tampak ada sedikit rasa kesal. Dia penasaran, apa yang membuat gurunya kesal seperti itu. "Apa ada yang membuat guru kesal?" Tanya Shen Qiu penasaran.


"Seperti yang diharapkan, kau selalu bisa menebak isi hatiku. Sebenarnya aku sedang berusaha menghilangkan rasa malu yang kudapat dari seorang pemuda gila. " Jelas Luo Zhao Yin pada muridnya. Dia menceritakan segalanya pada Shen Qiu. Dengan mendengarkan secara seksama. Sepertinya Shen Qiu mulai mengerti apa yang dirasakan gurunya. Tapi mendengar cerita gurunya itu membuat Shen Qiu teribgat seseorang yang juga gila. "Aku benar benar kecolongan oleh pria gila itu." Ujar Luo Zhao Yin menyesal.


Tampak Shen Qiu yang sedang berpikir siapa pria yang dimaksud.'Sepertinya aku pernah mendengar hal ini, tapi dimana?' Pikir Shen Qiu yang berusaha untuk mengingatnya. "Ah, Penjahat gila!?" Seru Shen Qiu tiba tiba.


"Benar, penjahat gila. Ciri ciri yang disebutkan guru sama persis dengan Penjahat gila sepuluh tahun yang lalu. Dia adalah penjahat paling jahat satu dekade lalu. Tapi tiba tiba keberadaannya menghilang. Tapi karena ini sudah satu dekade kurasa dia sudah dewasa sekarang. Sebab dulu ia masih sangat muda sekitar umur sembilan belasan." Jelas Kaisar Zuo Shen Qiu pada gurunya. Kini Luo Zhao Yin, yang memikirkan perkataan Shen Qiu. Tapi jika penjahat itu sudah dewasa, apakah yang dilihatnya saat itu bukanlah penjahat gila? Sebab penampilan pria muda itu tampak seperti masih umur tujuh belasan. Sangat tidak mungkin, kan?


'Jika saat itu dia sembilan belas tahu, seharusnya sekarang umurnya tiga puluh satu tahun. Tapi kurasa itu bukan dia, pria itu terlihat jauh lebih muda.' pikir Luo Zhao Yin.


...***...


Hari pertandingan…


Berkumpul banyak sekali penonton dan peserta yang ingin mengikuti pertandingan. Ditambah lagi ada empat kaisar lainnya yang datang. Sepertinya mereka hanya ingin melihat pertandingan dan mengeratkan persahabatan antar kekaisaran. Dibawah sana ada enam panggung yang tersedia. Sebab tahun ini ada banyak sekali kultivator yang mengikuti pertandingan. Jadi dibutuhkan banyak panggung.

__ADS_1


Hadiah pemenang pertama dari pertandingan ini adalah dua buah Pin Yin Yang , pusaka kelas Bumi, dan tanaman spirit akar bodhi. Untuk pemenang kedua dihadiahkan Gulungan jurus kelas menengah Tapak seribu tangan dan senjata kelas immortal. Sedangkan pemenang ketiga mendapatkan Besi kuning, itu adalah besi yang sangat penting untuk membuat senjata kelas atas.


"Selamat pagi para penonton yang sudah hadir!? Hari ini kita akan melihat pertandingan kultivator kultivator hebat yang akan mencerahkan mata kita semua. Langsung saja kita sambut penantang pertama, Li Yuan dari kekaisaran Tang melawan Cai Lang dari Kekaisaran Wu!?" Panggil pembawa acara disalah satu panggung. Setelahnya muncul peserta yang dipanggil.


Di atas gedung ada lima orang Kaisar yang duduk diatas kursi masing masing memperhatikan pertandingan.


"Kali inipun hanya terlihat kumpulan sampah yang bertarung!?" Ujar Kaisar Qi, Qi tian Juan sembari menyenderkan kepalanya ditangan.


"Kaisar Qi, bicaramu sama seperti ketua penjahat. Sesampah apapun mereka tetap saja mereka adalah kultivator. Meskipun mereka memang sampah." Ujar Kaisar Wu, Wu Linxu.


"Linxu, bicaramu lebih jahat daripada Tianjuan." Sahut Kaisar Tang, Tang Yifan.


"Sudah sudah, lagi pula ini hanya pertandingan persahabatan saja dan tidak lebih." Ujar Shen Qiu melerai perdebatan mereka.


Tidak seperti empat kaisar lain yang selalu berdebat hal hal yang tidak penting, Kaisar Yan yaitu Yan Jin Chen. Unurnya masih sangat muda, yaitu lima belas tahun. Karena kakeknya, Kaisar Yan yang sebelumnya telah gugur dalam perang melawan Kaisar Qi yang sebelumnya juga gugur melawan Kaisar Yan. Mereka berdua gugur bersama dalam perang, jadi tidak ada yang kalah atau menang. Sedangkan Ayahnya telah meninggah sebelum Yan Jin Chen lahir. Yan Jin Cheng adalah satu satunya cucu kaisar Yan yang pantas mendapatkan tahta. Jadilah sekarang posisi Kaisar menjadi miliknya.


Percakapan orang dewasa ini sama sekali tidak bisa dimengertinya. Jadi dia lebih memilih diam. Tapi sedari awal ia tertarik melihat pada satu orang, yaitu seorang pria berjubah hitam dengan burung hitam di bahunya. Entah mengapa ia sangat tertarik dengan pria itu. Tapi sedetik kemudian pria itu tiba tiba memutar kepala dan melihat dirinya yang sedang memperhatikan pria itu. Jin Chen sempat kaget karena pria itu tiba tiba melihat dirinya. Dan tampak senyum misterius dibawah tudung hitamnya itu. Samar sama terlihat mata merah di balik tudungnya. Sempat ada rasa merinding di sekujur tubuh Jin Chen. Jika bukan karena disamping ada beberapa kaisar hebat, mungkin ia akan lari dari tatapan pria itu.


...~~...


...-...


...-...

__ADS_1


...SEMOGA SUKA!?...


__ADS_2