
FLASHBACK
Pemuda itu memutar kepalanya untuk melihat siapa orang yang berani menghentikan serangannya. Dia adalah seorang pria rupawan berambut putih dan juga berpakaian putih. Sebut saja pria itu Jun yang ada di masa lalu dan pria yang sedang ditahannya adalah Zhen. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Zhen sengit.
"Itu yang ingin kutanyakan, apa yang kau lakukan?" Tanya Jun balik.
Zhen menarik tangannya dengan paksa dari genggaman kasar Jun. "Aku hanya ingin memberi tempat busuk ini pelajaran." Jawabnya dengan nada yang tak menyenangkan. Dia melihat Jun dari atas sampai bawah. Tampak dari penampilannya dia terlihat seperti orang baik baik. "Tapi, siapa kau?" Tanya Zhen bertanya tanya. Dia tidak pernah melihat orang didepannya ini. Ada perasaan tak menyenangkan saat berhadapan dengannya.
"Sebelum menanyakan nama orang lain, sebaiknya kau mengatakan namamu lebih dulu." Jawab Jun disertai senyum ramahnya.
Zhen hanya melihat Jun dengan datar. Dia berpikir, pria yang tersenyum ramah itu mungkin memiliki kehidupan yang jauh berbeda dengannya. "Namaku Zhen." Jawabnya tanpa basa basi.
Jun sedikit terkejut dengan pemuda tempramental didepannya. Biasanya orang yang pemarah sepertinya sangat sombong dan terlalu angkuh bahkan untuk menyebutkan namanya lebih dulu. "Kau bisa memanggilku Jun." Ujarnya yang kembali memperlihatkan senyum persahabatan.
"Aku tidak pernah melihatmu disekitar sini sebelumnya. Apa kau dari dunia luar?" Tanya Zhen. Di tempat ini, dia tumbuh. Hanya dia yang hidup di dalam jurang gelap dan kotor ini. Tapi meskipun begitu dia membenci tempat ini karena tidak sekalipun tempat ini membiarkannya keluar ke dunia luar.
"Benar, aku jatuh dari atas karena sebuah masalah. Apa kau juga jatuh dari atas?" Tanya Jun balik yang juga penasaran dengan Zhen. Dia pikir Zhen juga jatuh dari atas karena dia terlihat kesal.
Seandainya Zhen bisa menjawab 'ya' maka dia akan menjawabnya tanpa ragu. "Tidak, aku tinggal disini." Ujar Zhen.
Sejujurnya Jun sangat terkejut kalau Zhen tinggal di sini. Melihat keadaan tempat ini pantas saja membuatnya frustasi seperti tadi. "Kau tinggal disini sendirian?" Tanya Jun lebih detail sembari sekeliling tempat.
"Ya, kenapa?"
__ADS_1
"Ah, tidak apa apa. Aku hanya baru tahu jika di lereng Xinhai ada seseorang yang tinggal disini." Ujar Jun kembali melihat Zhen. Jun berkata seperti itu karena biasanya tidak ada seorang kultivator-pun yang bertahan untuk tinggal di tempat terkutuk ini. Baru sebentar berada disini sudah merasa tidak nyaman. Belum lagi, biasanya orang orang yang jatuh ke bawah jurang biasanya tidak akan bisa keluar lagi. Karena itu tempat ini juga disebut sebagai tempat terkutuk. Tapi melihat ada seseorang yang tinggal disini mrmbuat Jun menemukan harapan. "Jika kau tinggal disini, itu artinya kau tahu jalan keluarnya?" Tanya Jun antusias. Dia tidak sabar untuk segera krluar dari sini. Pasalnya ada banyak orang yang mencarinya di luar sana.
"Tidak." Jawab Zhen singkat.
Seketika harapan Jun ingin keluar hampir kandas. Tapi bukan berarti menyerah untuk mencari jalan keluar. Tidak lama terlintas dipikirannya satu ide yang juga mungkin disetujui oleh Zhen. "Aku ingin mencari jalan keluar dari tempat ini. Apa kau bisa bekerja sama denganku?" Tanya Jun. Dengan bantuan Zhen yang sudah familiar dengan tempat ini dia pasti bisa mencari jalan leluar dengan mudah.
Tawaran Jun ini tidak begitu buruk malahan sangat bagus. Sudah sedari dulu Zhen menginginkan kebebasan dari tempat terkutuk ini. Sekarang ada orang yang menawarkan mencari jalan keluar bersama, mana mungkin ditolak. "Baik, ayo bekerja sama mencari jalan keluar. Sebagai gantinya kau harus membawaku keluar dari tempat busuk ini." Ujar Zhen.
Jun tersenyum senang mendengar jawaban Zhen yang tidak mengecewakan. Dia mengangkat tangan kanannya untuk berjabad tangan, namun nampaknya Zhen tidak mengerti apa maksud Jun melampirkan tangan didepannya.
Karena itu Zhen hanya diam dan mengamati apa yang dilakukan Jun. Dia tidak pernah menjabad tangan seseorang sebelumnya. Karena setiap orang yang dia temui pasti sudah mati atau sekarat karena jatuh dari atas. 'Orang luar benar benar aneh.' Pikir Zhen.
Jun tersenyum canggung karena tangannya tak dibalas. "Emm…Kau,… harus menjabad kembali tangaku." Ujar Jun dengan sangat canggung. Akhirnya dengan masih ada keraguan Zhen menjabad kembali tangan Jun. Mereka akhirnya membuat persetujuan mencari jalan keluar bersama.
Yohan perlahan membuka matanya setelah memimpikan hal yang tak asing. Tapi sayangnya dia tidak bisa ingat kapan itu terjadi, hanya saja sepertinya kejadian itu sudah terjadi beribu ribu tahun yang lalu. Tubuhnya terasa hancur setelah jatuh dari ketinggian tanpa dasar ini. Untung tubuhnya kuat, jika tidak mungkin sudah hancur saat dia terjatuh. Dia bangun sembari melihat sekeliling. Yohan merasa familiar dengan tempat ini. Familiar dengan perasaan menyebalkannya.
"Kau sudah bangun?" Tanya seseorang dari sisi kanan. Terlihat Jun yang sedang duduk menyender di dinding batu.
Yohan mendengus kesal, kenapa dia harus jatuh dengan pria menyebalkan bernama Jun ini. Kenapa tidak jatuh saja bersama Zhu'er? Atau kenapa harus dia yang terjatuh dan bukan orang lain? Benar benar menyebalkan. Selain menyebalkan jatuh bersama Jun, dia juga merasa kesal dengan tempat ini. Entah kenapa dia merasa jengkel jika sudah berada di kedalaman jurang.
Jun bangun dari duduknya dan sembari mengkibas kibaskan pakaiannya. Dia berjalan ke arah Yohan, "Apa kau hanya ingin duduk disitu?" Ujar Jun sembari mengulurkan tangannya pada Yohan.
Yohan hanya melihat uluran tangan itu yang kemudian melihat ke Jun. Sudah lama sejak Jun mengulurkan tangan ke arahnya. Dia meraih tangan Jun, "Aku tidak akan mengatakan terima kasih." Ujar Yohan.
__ADS_1
"Terserah kau saja." Jun berjalan melewati Yohan untuk mencari keberadaan artefak Lingzhu. Seingatnya artefak itu berada didalam jurang di suatu tempat yang disebut lereng xinhai. Bisa dibilang jurang ini hanyalah pintu untuk menuju lereng yang sebenarnya.
Melihat Jun yang berjalan dengan santai di tempat ini, sepertinya dia tahu betul seluk beluk tempat ini. Yohan sendiri berjalan ke arah yang berbeda dengan Jun. Dia tidak ingin bergantung pada pria itu. Karena jika dia mengikutinya maka akan memperlihatkan kalau dirinya masih menginginkan perdamaian dengan Jun.
Whosshh
Kabut hitam menutupi pandangan Yohan untuk berjalan. Seperti menghalanginya untuk keluar. "Apa apaan kabut ini? Kenapa menghalangi terus? Dan juga, kenapa aku merasa sedang diawasi?" Ujar Yohan sembari melihat sekeliling. Sejak dia berada didalam jurang, dia merasa ada mata di setiap sudut. Karena sibuk melihat sekeliling Yohan tidak memperhatikan apa yang ada dibawahnya.
Tiba tiba muncul batu besar di bawah kaki Yohan hingga membuatnya tersandung…
Gabrukk
"Aduuh… APA SIH MASALAHMU DENGANKU?" Teriak Yohan kesal. Dia tidak tahu apa masalahnya tapi dia selalu sial sejak berada disini.
...~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...
Maaf kalau membosankan 😌
__ADS_1