
Yohan memperhatikan pertandingan yang sedang berlangsung dihadapannya. Jika ia ikut dalam pertandingan mungkin dia bisa mendapatkan hadiah pemenang pertama dengan sangat mudah. Ditambah lagi mengalahlan para kultivator yang tingkatannya jauh dibawah dirinya adalah hal kecil. Dari pada harus mencuri yang akan meribetkan segala hal. 'Kurasa aku akan ikut saja. Jika aku tidak menang hancurkan saja hadiahnya. Agar tidak ada yang mendapatkannya!? Khi khi khi khi khi khi khi khi…' Pikir Yohan memikirkan sesuatu yang gila.
Tiba tiba diarinya merasa ada yang memperhatikan. Arahnya dari tempat para kaisar duduk menonton. Dengan sigap Yohan memutar kepalanya ke kanan untuk melihat siapa yang sedari tadi terus melihat dirinya. Tertangkap seorang bocah berusia lima belas tahun yang memakai hanfu merah terus memperhatikan dirinya. 'Tunggu, dia terlihat mirip dengan seseorang yang kukenal. Terlihat seperti baj*ng*n Yan. Apa mungkin dia anaknya? Itu masuk akal sih, si sialan itukan sering di atas ranjang.' Pikir Yohan sembari tersenyum mengerikan.
Sontak itu membuat Jin Chen yang terus memperhatikan Yohan merasa merinding melihatnya. Dia hanya melihat pria itu karena tertarik. Tapi tidak ia sangka jika pria yang dia perhatikan mengetahui dirinya sedang diperhatikan. Itu artinya kultivasi pemuda itu tidak bisa diremehkan. Jin Chen langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain agar putus kontak mata dengan pria itu. Dia merasa takut dengn mata merah yang terus menatapnya. Saat ia kembali melirik ke arah Yohan, ia sudah tak mendapatkan lagi tatapan darinya. "Huff…" Jin Chen menghela nafas lega karena Yohan tak lagi melihatnya.
"Peserta selanjutnya adalah dari sekte Evil, Xiao Di melawan Zhen!?" Panggil pembawa acara. Naik dua orang peserta yang disebutkan. Satu orang berasal dari sekte Evil, Xiao Di. Dia berperawakan tinggi dengan wajah tampan yang menyeramkan, rambut pirang panjang dengan mata coklat terang, juga sepertinya dia ahli dalam memakai dia pedang. Dan sepertinya pedang yang ia pegang saat ini adalah pedang haus darah yang cukup mematikan. Itu terlihat jelas hanya dengan melihatnya saja.
Sedangkan yang menjadi lawannya adalah pria berjubah hitam bernama Zhen, yang tidak lain adalah Yohan. Dia memutuskan untuk mendapatkan hadiah pertama dengan jalan aman. Jadi sekarang beginilah setuasinya.
Satu jam kemudian…
Pertandingan sudah dimulai sejak awal nama mereka dipanggil. Namun belum ada satupun yang memulai pertarungan. Sedangkan para penonton sudah lama menunggu pertarungan mereka.
"Woi cepatlah mulai!? Kenapa hanya berdiri seperti orang bodoh?"
"Benar!? ayo cepat mulai."
"Kami sudah lelah menunggu!?"
Banyak dari mereka yang komplen dengan lamanya mereka akan bertarung. Tentu saja mereka komplen, siapa yang mau menunggu hanya untuk menonton orang berdiri? Mereka kesini untuk melihat pertandingan. Bukan untuk melihat orang berdiri. Akhirnya satu persatu dari mereka pergi dan menonton pertandingan di panggung lain. Dan yang tersisa hanya Linhua seorang dan Yue di atas kepalanya.
__ADS_1
Yohan melihat para penonton yang sudah mulai pergi karena lamanya pertarungan dimulai. "Tuan sekte Evil, kurasa penonton sudah mulai marah. Bagaimana jika Tuan sekte Evil yang lebih dulu menyerang dan kemudian aku akan memba__"
"Kenapa aku harus mengikuti ucapanmu?" Xiao Di memelototi Yohan yang dengan seenaknya memerintah dirinya.
Senyum licik tampak dibibir Yohan mendapatkan pertanyaan yang dianggapnya bodoh, "Kenapa? Itu karena jika aku yang menyerang duluan Tuan sekte Evil akan langsung kalah." Jawab Yohan yang semakin membuat emosi Xiao Di memuncak.
Mulai terlihat urat urat marah di leher Xiao Di. Sejujurnya dia sangat tidak suka jika diremehkan seperti ini. "Aku akan membuat keparat sepertimu diam!?" Tidak lama ia mengatakan itu dalam sekejap sudah menghilang dan menyerang Yohan tanpa bisa diikuti mata.
TRANG
Xiao Di menyerang Yohan dengan kedua pedang jahatnya. Tapi dengan santai Yohan menahan serangan Xiao di dengan pedang panjangnya. Kemudian menangkis serangan itu balik sehingga membuat Xiao Di mundur beberapa langkah. 'Dia cukup kuat, aku tidak bisa meremehkannya.' Pikir Xiao Di masih memelototi pria bertudung hitam di depannya.
Tampak senyum lebar ala penjahat di wajah Yohan. Dia terlihat sangat senang karena lawannya sedikit kuat. "Kenapa kau kembali diam? Kemarilah!? Aku berjanji aku akan melawanmu dengan sungguh sungguh." Ujar Yohan membujuk Xiao Di.
Yohan terus melihat pedang Xiao Di yang mengeluarkan aura mematikan. Pedang itu terlalu kuat untuk pemiliknya. Ditambah lagi pedang itu memiliki aura jahat yang sangat kental sehingga bisa membuat pemiliknya sendiri menjadi budak dari pedang tersebut. Jadi, bisa dikatakam saat ini Xiao Di sedang dikendalikan oleh pedang yang ada di tangannya. Cara untuk mendapatkan kesadarannya kembali hanya satu. Melepastlkan pedang itu dari tangan Xiao Di.
DlSaat sedang adu permainan pedang Yohan tiba tiba menghilang dan membuat Xiao Di bingung kemana hilangnya Yohan.
Duak
Tiba tiba ada yang memukul tengkuknya dengan keras sehingga membuat kesadarannya kacau. Dengan cepat Yohan melempar pedang yang ada digenggaman Xiao Di dengan pedangnya.
__ADS_1
Kedua pedang itu menancap di atas lantai panggung dengan aura hitam yang menyelimutinya. Bersamaan dengan itu kesadaran Xiao Di mulai hilang.
"Pemenangnya adalah Zhen!?" Teriak pembawa acara.
Prok prok prok prok prok
Linhua bertepuk tangan sendiri tanpa ada yang mengikuti. Siapa yang akan mengikuti sedangkan para penonton yang lain menghilang ke area turnamen lain. "Hebat!? Tuan memang hebat!?" Teriak Linhua senang meskipun hanya sendiri.
Entah Yohan harus merasa senang atau tidak. Tapi mau bagaimana lagi, yang menontonkan hanya Linhua seorang. Lagipula ini juga salahnya karena terlalu lama membuat menunggu. 'Haaahh, dari dulu hingga sekarang tidak ada yang berubah.' Pikir Yohan yang kembali mengingat masa dulu saat ia ikut turnamen lain. Namun saat itu situasinya berbeda. Saat itu ada seorang wanita yang mengatakan kalau dirinya 'mencintai' Yohan. Wanuta itu selalu mendukung dan selalu berada disisi Yohan kamanapun Yohan pergi. Tapi sekarang orang itu entah masih hidup atau sudah mati. "Yah, kuharap dia masih hidup." Guman Yohan sembari tersenyum kecil.
Yohan berjalan menuju pedang milik Xiao Di. Kemudian ia mencoba untuk mengambilnya untuk meneliti lebih jauh tentang pedang itu. Sebab ia merasakan ada Qi yang sangat familiar baginya.
Whush
Tiba tiba ada yang menyerangnya untuk tidak mengambil senjata itu. Sontak Yohan mengindar dengan cepat. Tapi sebelum itu ia sudah mengambil kedua pedang tersebut. Seseorang yang menyerangnya itu sepertinya memiliki hubungan yang cukup erat dengan Xiao Di.
Terlihat seorang pria tua dengan rambut panjang yang penuh uban. Dan ia memakai Hanfu hitam yang bercorak naga iblis. "Jauhkan tangan panjangmu dari pedang muridku, bocah tengik!?" Ujar ketua sekte Evil, Cao Gu Ban.
...~~...
...-...
__ADS_1
...-...
...SEMOGA SUKA!?...