
"Akhirnya sampai."
Mereka telah sampai di Lereng Xinhai. Setelah berhari hari melakukan perjalanan mereka akhirnya bisa sampai ke tempat tujuan. Saat ini mereka telah berada diatas jurang yang sangat dalam.
"Apa benar ini adalah tempatnya? Kita tidak salah tempat, kan?" Tanya Linhua tidak yakin.
"Itu yang tergambar dalam peta." Jawab Wen Hao yang bertugas membaca peta.
"Meskipun aku buta tapi aku bisa merasakan kalau kita berada didekat jurang. Apa benar kau bisa membaca peta?" Ujar Jiangwu mendapat pelototan dari Wen Hao. Dia menggunakan internal Qi nya untuk memeriksa keadaan tempat mereka sekarang. Maka dari ituiatahu kalau tempat mereka sekarang lebih cocok disebut tempat bunuh diri dari pada lereng.
"Aku tidak ingin mendengarnya darimu yang bahkan tidak bisa melihat jalan." Ejek Wen Hao.
Jiangwu mengeratkan pedangnya dan bersiap mengeluarkan dari sarungnya. Kata kata Wen Hao itu benar benar membuatnya jengkel.
Begitu pula dengan Wen Hao yang memegangi gagang pedang bersiap untuk menyerang. Keduanya saling memanas meskipun di sekeliling mereka dingin dan hampir gelap.
Ditengah tengah pertengkaran Zhu'er muncul ditengah tengah membuat keduanya bingung. Dia seperti melihat kearah lain melihat seseorang dengan tatapan tajam penuh permusuhan.
Wen Hao bingung kearah mana Zhu'er melihat. Ketika melihat kearah yang sama dengan Zhu'er dia membulatkan matanya karena melihat Jun dan Xiao Yun yang juga ada ditempat yang sama dengan mereka. 'Aku harus memberitahu guru!?' Saat ingin memberitahu Yohan terlihat kalau pria itu sudah mengetahuinya. Terlihat jelas dari tatapannya yang tajam saat melihat Jun.
"Kenapa kau disini?" Tanya Jun yang sebenarnya sudah tahu alasannya.
"Kemanapun aku pergi, itu bukan urusanmu!?" Balas Yohan sinis. Yohan kaget dengan kedatangan Jun ke sini. Satu hal yang terpikirkan, mungkin saja dia juga mengincar artefak Linzhu sama sepertinya. 'Sial, seharusnya aku juga memikirkan kemungkinan kalau dia akan datang ketempat ini.' Pikir Yohan sembari melihat ke arah lain.
Linhua tidak tahu situasi macam apa ini. Tapi dia terus bersembunyi dibalik Zhu'er. Suasananya menjadi berat dan serius. Dia takut akan terjadi pertarungan yang luar biasa besar.
__ADS_1
Tanpa adanya persetujuan dari Yohan Wen Hao dan Jiangwu menyerang Jun dengan pedang mereka yang awalnya akan digunakan untuk adu pedang. Saat melawan Jun gaya bermainpedang mereka sangat berbeda. Jika yang satu seperti api yang membara maka yang satu lebih mirip air yang mengalir dengan tenang.
TRANG
Ketika Jiangwu ingin menaikkan pedangnya ke atas, Wen Hao tidak sengaja menabrak pedang milik Jiangwu hingga hampir terlempar dari tangannya. Awalnya Jiangwu tidak mempedulikan hal itu, tapi semakin lama semakin pedang Wen Hou mengganggu pergerakannya. Sampai dimana mereka berdua jeda beberapa detik dari pertarungan Jiangwu melakukan tranmisibsuara dengan Wen Hao. ''Tidak bisakah kau melakukannya dengan benar?" Tanya Jiangwu melalui transmisi suara.
"Kenapa aku yang disalahkan? Pedangmu yang memperlambatku!?" Balas Wen Hao juga melalui transmisi suara. Dia juga kesal karena gerakan Jiangwu begitu membingungkan sehingga dia tidak bisa bekerja sama dengan baik. Seni pedangnya dengan seni pedang Jiangwu sangat berbeda, sehingga dia tidak bisa begitu saja menselaraskan pedang mereka.
Jiangwu mendengus kesal karena manusia setengah naga ini begitu menyebalkan. Dengan terpaksa dia melanjutkan pertarungannya.
'Mereka benar benar tidak memiliki kerja sama yang baik. Ini kesempatan bagus.' Pikir Jun ditengah pertarungannya. Jun mengayunkan pedangnya kearah Jiangwu diikuti cahaya putih.
Slasshh
Wen Hao yang melihat itu berusaha untuk memblokir serangan Jun, namun tidak disangkanya ternyata itu adalah serangan tipuan yang ternyata target sebenarnya adalah dirinya. Darah meneter dari dadanya yang tertebas pedang. Untungnya tebasan itu tidak terlalu dalam. Namun darah yang keluar tidak sedikit. Wen Hao memegangi lukanya yang terlihat parah.
Melihat Jiangwu yang mengalihkan perhatiannya dari pertarungan membuat celah untuk Jun menerobos melewatinya. Dia tidak mempedulikan dua orang dibelakang dan melesat ke arah Yohan.
Trang
Pedangnya dan pedang Jun beradu membuat suara berisik. Sudah dia duga jika pria ini mengincarnya dari awal. 'Sebenarnya apa yang dia sembunyikan dariku hingga sampai sejauh ini? Kenapa aku tidak boleh mengetahuinya? Semakin dia berusaha menyembunyikannya semakin aku ingin mengetahuinya. Dan juga…' Yohan mengernyitkan alisnya karena saat ini kepalanya berdenyut sakit, mungkin penyebabnya adalah dua gulungan yang ada di tangan Jun saat ini. Secara tidak langsung itu berhubungan dengannya.
Duarr
Tiba tiba saja terjadi ledakan di tempat mereka berpijak. Tidak tahu apa yang terjadi tapi seperti ada seseorang yang sengaja membuat ledakan itu. 'Sialan, siapa yang melakukan ini? Aku harus segera menghajar orang i__ T tunggu, kenapa aku tidak bisa terbang?' Matanya terbelalak kaget ketika tubuhnya terus tertarik ke bawah seakan dihisap oleh lubang hitam. Ada yang aneh dengan tempat ini. Semakin dia tertarik kedalam semakin ranah nya ditekan hingga yang terkecil.
__ADS_1
Begitu pula dengan Jun yang tidak bisa terbang dan malah tertarik ke bawah. Tapi dia tidak begitu kaget seperti Yohan. Karena dia sudah tahu apa yanng terjadi. Lereng Xinhai bukan sekedar tempat berbahaya. Disini memang monster dan sebagainya hanya mencapai level tertentu. Selain artefak Linzhu tidak ada yang spesial dari lereng Xinhai. Dan pertanyaannya adalah, apa alasan lereng ini disebut tempat yang paling berbahaya kedua setelah hutan hitam? Itu karena tempat ini…
Hidup.
Benar, seperti memiliki nyawa tempat ini hidup. Karena itu tempat ini adalah tempat yang paling berbahaya setelah hutan hitam. Dan ledakan tadi bukan karena seseorang, melainkan karena lereng Xinhai sendiri. Dan ketika sudah memauki tempat terdalam yaitu jurang, kultivasi akan ditekan menjadi yang paling rendah. 'Sudah kuduga akan seperti ini. Sepertinya tempat ini masih sensitif seperti dulu. Ngomong ngomong, apa dia masih kembenci tempat ini mekipun tidak ingat?' Pikir Jun sembari melirik kearah Yohan. Terlihat raut kesal diwajahnya dengan tangan yang memegangi kepalanya. 'Yah, mau itu ingat atau tidak sepertinya saja saja.'
...***...
FLASHBACK
Dak dak dak dak
"Sial sial sial sial sial!? Aku benar benar benci dengan tempat ini. Sudah bau, kotor, menjijikan, tidak ada mata air!? Bagaimana aku minum?" Ujar seorang pria sembari menendang nendang dinding batu jurang. Pria itu menenteng tangannya kesal. Tidak lama tempat yang dia tendang bergemuruh tidak senang. "Apa? tidak suka? kalau berani beri aku pelajaran! Dasar pengecut!?" Bentaknya pada udara kosong. Tidak lama…
Duak
"Akh…"
Batu seukuran kepalan tangan orang dewasa terlempar ke kepalanya entah dari mana, "Kau!?" Teriak pemuda itu kesal. Dia mengangkat tangannya mengumpulkan serangan penuh energi hitam. Lalu ingin melempar serangan berniat menghancurkan tempat ini. Tapi seseorang menahan tangannya.
...~~~...
...-...
...-...
__ADS_1
...SEMOGA SUKA...