
Dari tempat para Kaisar duduk mereka memperhatikan satu panggung yang kosong penontonnya. Dan disanabterlihat ada sebuah perselisihan yang cukup serius. Entah harus dihentikan atau tidak, tapi melihat perselisihan itu sepertinya akan cukup menarik.
Yohan memegang kedua pedang yang memiliki aura hitam. Entah mengapa dia merasa jika aura hitam ini perlahan merambat ke tubuhnya. 'Apa, apa aku menyerap kekuatan pedang ini? Tapi, bagaimana bisa?' Pikir Yohan bingung. Dia tidak mengerti mengapa ini bisa terjadi. Tapi sepertinya Qi hitam pedang itu berpindah ke Yohan bahkan tanpa dilakukannya sendiri. Saat setengah dari kekuatan jahat itu terserap kedalam dirinya, Yohan melemparkannya ke Cao Gu Ban. "Kalau begitu ini!? Kurasa aku tidak terlalu gila sehingga memancing bertarung dengan Patriak sekte Evil." Ujar Yohan sembari mengangkat kedua tangannya seakan menyerah.
Cao Gu Ban memperhatikan pedang yang dilempar Yohan. Dia merasakan ada yang aneh, kekuatan jahat pedang ini tidak sehebat yang dia rasakan dulu. Jelas sekali Yohan melakukan sesuatu pada pedangnya. "Apa yangvkau lakukan pada pedang ini?" Tanya Gu Ban curiga. Tapi sebelum itu ada orang yang mengganggunya.
"Cao Gu Ban!? Ini area bertarung untuk para peserta, bukan untuk seorang master sepertimu!? Jika kau ingin menyelesaikan masalahmu, maka lakukanlah di luar area bukan disini!?" Ujar Shen Qiu melerai mereka.
"Baiklah, Yang Mulia!?" Cao Gu Ban sedikit membungkuk untuk memberi penghormatan pada Shen Qiu. Kemudian ia pergi tapi dengan tatapan mengintimidasinya terhadap Yohan.
Saat Shen Qiu ingin berbalik dan memberi peringatan pada Yohan, pria itu sudah tepat berada di belakangnya dengan senyuman jahatnya. Sontak Shen Qiu langsung kaget namun tidak begitu diperlihatkan.
"Khi khi khi khi khi khi Terima kasih, Yang - Mulia!?" Ujar Yohan sembari sedikit membungkuk dan menatap langsung Shen Qiu dengan mata merahnya.
Entah mengapa bulu kuduknya merinding ketika ditatap langsung oleh pria aneh didepannya. Apalagi pria itu tertawa menyeramkan seperti itu dengan mata merah terangnya yang menatap Shen Qiu. "S sama sama!?" Ujar Shen Qiu. Setelah itu Shen Qiu langsung pergi kembali ke tempat duduknya.
Tidak lama Yohan mendekati pembawa acara, "Hei!?" panggilnya pada orang di pinggir area.
"I iya tuan!? ada apa?" Tanya pembawa acara itu sedikit gugup karena tiba tiba dipanggil.
__ADS_1
"Aku akan melawan semua penantang di area ini, jadi keluarkan mereka semua agar ini cepat selesai." Ujar Yohan langsung pada intinya.
"A apakah tuan yakin ingin melawan mereka semua sekaligus?" Tanya pembawa acara itu sedikit khawatir.
"Ya, ada masalah? Apa kau juga ingin melawanku?" Tanya Yohan menatap pembawa acara itu sehingga membuat orang itu ketakutan.
"Ti tidak ada masalah!? Aku akan segela memanggil mereka semua!?" Ujar pembawa acara yang sangat ketakutan di pelototi oleh Yohan. Dia tidak pernah mendapatkan peserta yang semenakutkan dan seaneh itu. Sepertinya ini benar benar hari sialnya.
Tidak lama keluar sepuluh peserta yang tersisa untuk melawan Yohan sendirian. Terlihat sekali wajah wajah bengis mereka yang terlihat tidak suka dengan Yohan karena terlihat arogan memilih melawan mereka sendirian. "Hei, bocah!? Kau punya nyali yang cukup besar untuk melawan kami semua sekaligus. Jangan sampai menyesali keputusan bodohmu itu!? Karena sebentar lagi aku akan melumatmu menjadi sampah!? Ha ha ha ha ha ha…" Ujar seorang pria bertubih krempeng dengan mata yang besar.
"Sudah!? jangan banyak bicara dan langsung saja kita sikat habis bedebah sombong itu!?" Ujar seorang wanita berpakaian cukup seksi.
"Persiapkan dirimu, keparat!?"
"KEP*R*T!? AKAN KU BUNUH KAU!?" Teriak salah seorang dari mereka, sembari berlari menyerang Yohan. Yang kemudian diikuti oleh yang lain.
Tapi ketika mereka semua menyerang bersamaan sebuah pelindung besar berwarna biru tua disertai serpihan serpihan api biru muncul mengelilingi Yohan. Seketika mereka semua terpental dengan luka yang cukup serius. Banyak dari mereka yang terluka akibat pertahanan yang juga serangan itu. Api yang menyerang mereka bukanlah api biasa. Setidaknya itu api yang sudah berada di tingkat ranah yuzhou.
"Hmm, apa hanya segini kemampuan kalian? Benar benar membosankan!?" Ujar Yohan yang sudah mengalahkan sepuluh musuh hanya dalam sekali serang. 'Apa aku benar benar tidak boleh membunuh mereka? Sudahlah, yang penting menang.' Pikir Yohan sembari akan turun dari panggung pertandingan. Namun belum sampai di tangga turun, tiba tiba serangan dari belakang datang mengincar punggungnya. Dengan sigap Yohan menangkap orang yang akan menusuknya itu dan tanpa sengaja ia tidak bisa menahan keseimbangannya.
__ADS_1
Bruk
Mereka berdua jatuh ke lantai dengan posisi Yohan berada di bawah gadis yang akan menyerangnya itu. Tudung yang selama ini menutupi wajah Yohan tersibak dan memperlihatkan wajahnya. Gadis itu terlihat tersipu ketika melihat wajah pria yang kini sedang ditindihnya. Namun Yohan terlihat kesal karena gadis itu tudungnya jadi tersibak. "Ck, Minggir!?" Sentak Yohan kesal sembari mendotong gadis di depannya dengan kasar. Dia segera bangun dan menjauh dari gadis yang menyerangnya itu.
Linhua bingung mengapa Yohan harus menutupi dirinya seperti itu. "Yue, kenapa Tuan begitu marah saat tudungnya terbuka?" Tanya Linhua penasaran.
"Kau ini bagaimana, Quack!? Masa tidak tahu. Aturan untuk mengikuti kompetisi ini adalah harus diatas umur dua puluh tahun dan berada di atas ranah immortal. Sedangkan orang gila itu terlihat masih tujuh belasan, Bukankah kau juga membacanya saat ikut orang gila itu mendaftar, quack!?" Jelas Yue.
"Aturan konyol macam apa itu Yue? benar benar tidak masuk akal." Bentak Linhua marah. Dia benar benar tidak mengerti dengan aturan konyol yang tertulis.
"Jika kau ingin marah jangan padaku, tanyakan pada yang membuat aturan itu, quack!?" Ujar Yue tidak terima karena mendapat kemarahan Linhua tanpa sebab.
Yohan benar benar tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Gara gara gadis itu dia harus menghadapi masalah aturan seperti ini. Jalan aman memang benar benar rumit. 'Masalah ini benar benar semakin rumit, para serangga itu sudah pasti akan mengambil kesempatan dari ini.' pikir Yohan.
"Apa ini? kenapa kalian membiarkan bocah ini ikut dalam pertandingan? Bukankah seharusnya dia di disfikualifikasi?" Ujar seorang yang kalah bertarung oleh Yohan. Sepertinya ia tidak terima jika harus kalah dari bocah dan sepertinya yang lain juga sama.
...~~...
...-...
__ADS_1
...-...
...SEMOGA SUKA!?...