
Didalam pasar tampak dua orang yang tidak asing dengan penampilannya. Mereka adalah Jun dan Xiao Yun. Saat ini mereka sudah sampai di pertengahan jalan menuju Lereng Lingzhu. Karena tempat mereka berada sebelumnya memang cukup dekat dengan Lereng Lingzhu. Kekaisaran Tang bersebelahan dengan tempat yang akan mereka tuju sekarang.
Tapi satu masalah yang menjadi kekhawatiran Xiak Yun zaat ini. Mereka sama sekali belum istitirahan sejak dua hari mereka berangkat. Yang Xiao Yun khawatirkan bukan dirinya, melainkan laki laki yang menjadi tuannya ini. "Yang Mulia, sebaiknya anda istirahan terlebih dahulu. Kita bisa melanjutkan perjalanan lagi nanti." Sarannya pada Jun.
"Ah, maaf. Kau pasti lelah karena kita belum istirahat sedikitpun."
"Tidak, aku baik baik saja. Yang aku khawatirkan adalah anda. Meskipun anda adalah seorang raja atau apapun itu, tapi tetap saja membutuhkan istirahat." Bujuk Xiao Yun. Awalnya dia tidak begitu peduli dengan pria ini karena dia terlihat sekali seperti orang jahat. Apalagi menghancurkan satu kekaisaran dengan dirinya sendiri dan tanpa ampun memporak porakkan dua negara besar. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa dibayangkan oleh Xiao Yun sendiri. Dia sendiri masih belum tahu apa alasannya mencegah Yohan memiliki gulungan kuno tersebut. Pria ini seperti ingin mencegah sesuatu yang buruk jika Yohan mengambil semua gulungannya.
Tapi disamping itu Jun juga terlihat khawatir dan mencemaskan Yohan. Xiao Yun benar benar tidak bisa mengerti tuannya ini.
Apa yang , dikatakan Xiao Yun benar. Dia telah menghabiskan sebagian besar Qi nya untuk menghabisi dua negara besar. Jun perlu memulihkan Qi nya kembali seperti semula. Lagipula dia tidak sampai berpikir jika Yohan sampai lebih dulu dari dirinya. Karena posisinya yang lebih jauh dari Jun saat ini. "Baiklah, kita akan istirahat lebih dulu." Ujar Jun yang pada akhirnya mengiyakan permintaan Xiao Yun.
Tampak raut senang diwajah Xiao Yun. Untungnya pria ini masih ingin mendengarkan permintaannya. Mereka berdua memasuki sebuah penginapan mewah yang bertulis 'Penginapan Ancilarry', abaikan untuk nama penginapannya. Didalam sangatlah ramai orang orang menikmati makanan mereka. Banyak juga dari kalangan bangsawan yang memasuki penginapan ini.
Xiao Yun menghampiri meja resepsiaonis untuk pemesanan kamar. Sedangkan Jun sedang menunggu di salah satu meja lantai bawah tempat orang orang menikmati makanan mereka. Rupanya di tempat makan ini banyak sekali informasi informasi yang belum ia dengar. Dari negara yang hancur sampai kucing melahirkan tiga anak. Semuanya mereka ceritakan. Karena pendengaran Jun lebih sensitif dari pada yang lain, dia bisa mendengar semua yang mereka bicarakan. Salah satunya yang sedang dia dengarkan ssaat ini adalah…
"Aku dengar penjahat gila sudah kembali, apa itu benar?"
"Kurasa itu benar. Ada desas desus mengatakan jika dia bergabung dengan lima kekaisaran. Bukankah sedikit ambigu jika seorang penjahat yang pernah meresahkan kita sekarang tiba tiba menjadi pahlawan? Apalagi dia telah menghilang sepuluh tahun belakangan ini. Itu konyol sekali."
"Tapi ada juga yang mengatakan kalau penjahat yang akhir akhir ini membuat kejahatan memiliki hubungan dengan si penjahat gila. Aku rasa mereka sudah merencanakan ini sejak awal hanya untuk membuat ketenaran."
__ADS_1
"Ucapanmu masuk akal. Mereka pikir hanya karena mereka kuat bisa melakukan apapun yang mereka inginkan? Heh, jangan ha__"
Ttssuk!?
Diam diam Jun melemparkan jarum kecil ke leher dua orang yang sedang membuat gosip. Mereka terjatuh dan mengeluarkan busa dari mulut mereka. Benar sekali, jarum yang dilempar Jun adalah jarum beracun. Itu adalah hukuman yang pantas mereka dapatkan karena telah bergosip dan menyebarkan sesuatu yang tidak tidak tentang dirinya dan Yohan.
Mereka seenaknya menyimpulkan sesuatu yang tidak berguna dan menyebarkannya secara ilegal. Padalah apa yang ia lakukan bukanlah rekayasa dan tidak dibuat buat. Dan yang paling membuatnya kesal adalah mereka membicarakan Yohan yang dulunya pernah mereka sanjung dan manfaatkan. 'Setelah manis ampas dibuang, mereka benar benar membuangmu setelah memanfaatkanmu cukup lama Zhen. Bahkan setelah membunuhmu pun mereka membuang mayatmu untuk menjadi santapan monster.' Pikir Jun yang mengacu pada masa lalu.
...***...
Setengah hari berlalu dalam perjalanan Yohan dan empat orang yang lain serta Yue yang enak enakan bertengger dipundak Yohan. Tanpa harus lelah berjalan dia enak enakan bertengger disana. Saat ini mereka telah sampai di gurun Ganzao diqu atau tempat yang dulunya pernah terjadi perang besar besaran antara negara Yan dan Qi.
Mereka memakai tudung mereka untuk menutupi kepala yang kepanasan, tak terkecuali si gadis kecil bernama Linhua. Dia bersembunyi didalam jubah Zhu'er. Karena meskipun ditempat panas, tubuh Zhu'er tetap dingin seperti kulkas. Karena itu Linhua terus berlindung didalam jubahnya.
"Heh, apa? Kau iri? Bilang saja kau ingin bersembunyi dibalik kak Zhu'er juga." Sindir Linhua yang tidak kalah pedas.
"Kau…" Wen Hou yang tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena Yohan melihatnya dengan tatapan yang menusuk. Entah apa yang terjadi hingga mendapatkan tatapan yang menusuk ini.
Yohan menatap Wen Hou tajam karena dia berpiir kalau Wen Hou juga ingin berdekatan dengan Zhu'er agar tidak kepanasan. Sebelum itu terjadi ia harus bertindak lebih dulu. Yohan tiba tiba berhenti sehingga membuat yang lain juga berhenti. Dia menarik tangan Zhu'er hingga membuat Linhua kepanasan karena kulkasnya direbut.
Karena tiba tiba tidak ditarik oleh Yohan dan membuat jaraknya dengan pria itu menyempit membuat pipi Zhu'er sedikit merona. Tak disangkanya Yohan memiliki keberanian seperti ini. Meskipun wajahnya tampak kesal sekarang, "Linhua, kau jangan berlindung pada Zhu'er lagi, Wen Hou kau jangan menatap lama lama pada Zhu'er, Yue kau berat jadi pergi dari pundakku. Dan Jiangwu……" Yohan menatap Jiangwu lama.
__ADS_1
Apa yang bisa dia lakukan? Matanya buta sehingga tidak bisa melihat apapun apalagi Zhu'er. Orangnya juga kaku dan membosankan sehingga pasti tidak akan macam macam dengan Zhu'er. "Tidak ada." Kemudian dia melanjutkan lagi perjalanannya. Tapi mereka bertiga dan Yue hanya bisa melonggo dan berpikir……
'*Apa dia…'
'Tuan sedang…'
'Apa guru…'
'Yang Mulia…'
'CEMBURU*???' Pikir mereka bersamaan.
Ini sungguh sangat aneh jika membayangkan bagaimana pria jahat itu sedang cemburu. Tidak ada bayangan bagaimana dia akan melakukan hal yang kekanak kanakan seperti itu. Karena biasanya Yoban y tidak akan pandang bulu mau itu perempuan, anak kecil, laki laki, tua dan muda semuanya dia bunuh hanya untuk kesenangannya semata.
"Apa yang kalian pikirkan? Cepat jalan!" Teriak Yohan dari kejauhan.
"Ah, i iya iya…" Akhirnya mereka menyusul Yohan yang sudah cukup jauh.
...~~...
...-...
__ADS_1
...-...
...SEMOGA SUKA...