Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
56. Memberikan apapun


__ADS_3

Cukup lama Zhu'er menunggu Yohan menggigit lehernya, akan tetapi tidak juga digigit. Karena itu Zhu'er menjauhkan tubuh Yohan dari tubuhnya memastikan kenapa pria itu tidak meminum darahnya. "Tidak gigit?" Tanya Zhu'er.


"Aku tidak mengerti maksudmu. Sudahlah, lebih baik kau mengobati lukaku sa__" Sebelum menyelesaikan omongannya tiba tiba saja Zhu'er mengecup bibir Yohan dan memasukkan darahnya melalui lidahnya yang sengaja dia lukai. Entah ada angin apa tapi wanita ini ternyata sangat agresif dan lebih agresif dari pria. Darah Zhu'er yang mulai diterima tubuh Yohan mulai memanas dan menghilangkan obat pelumpuh yang ada ditubuhnya. Bahkan luka yang ada di dadanya dengan cepat pulih karena darah Zhu'er.


Darah yang dirasakan lidah Yohan begitu manis. Itu menyalakan sisi gilanya terhadap meminum darah. Matanya seketika berubah menjadi mata hewan buas yang menyala merah.


Brug


Pria itu dengan cepat mengubah posisi mereka dengan Zhu'er yang bersender ke dinding dan Yohan yang menerkamnya. Mata pria itu berubah menjadi sorot mata yang menyeramkan dan kejam. Terdapat juga kegilaan didalamnya. "Lagi… aku ingin darahmu lagi!" Ujar Yohan dengan tatapan laparnya.


Zhu'er menatap tajam pria didepannya. Dia tahu kalau pria didepannya ini sedang menjadi gila karena darah. Bagaimanapun inilah resikonya, Yohan akan sangat gila jika sudah merasakan darah. Zhu'er memperlihatkan lehernya pada Yohan. Dalam sekejap mata pria itu langsung menjadi ganas dengan ekspresi senang diwajahnya, dengan cepat Yohan menggigit leher Zhu'er. Sedangkan Zhu'er memegangi belakang kepala Yohan dengan lembut.


Bukannya kesakitan, Zhu'er malah terlihat senang dengan senyum mengerikan diwajahnya. Tidak tahu apa yang dipikirkan wanita itu, tapi wajahnya terlihat memerah karena terlalu senang.


Setelah beberapa lama Yohan tidak lagi menggigit Zhu'er. Dia sadar sepenuhnya dengan apa yang sedang dilakukannya. Namun dia tidak bisa mengendalikan dirinya jika sudah meminum darah. Entah sejak kapan kebiasaan ini muncul, tapi setiap kali merasakan darah dia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak merasakannya lebih banyak. Meminum darah orang lain membuat lukanya sembuh dalam sekejap.


Yohan menarik dirinya sendiri dan melihat wajah Zhu'er yang masih memerah dengan senyum aneh diwajahnya. 'Tunggu, kenapa dia terlihat kesenangan? ' Pikir Yohan kebingungan. Dia melihat luka yang disebabkannya cukup besar di leher Zhu'er. Tentu saja Yohan ingin bertanggung jawab. "K kau, minum juga darahku!?" Ujar Yohan sembari melihat ke arah lain sambil menyodorkan tangannya pada Zhu'er. Wajahnya memerah karena merasa malu pada dirinya sendiri. Yohan tidak tahu bagaimana bersikap romantis karena biasanya dia selalu bersikap sadis. Terasa sentuhan dingin ditangannya.

__ADS_1


Saat melihat Zhu'er, wanita itu memegangi tangan Yohan dengan wajah yang tersenyum lembut padanya. Seketika senyuman itu menyentuh hatinya. Siapa sangka kalau ternyata Zhu'er adalah wanita yang lebih romantis. "Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha … ha ha… kau, ternyata bisa menggoda juga ya?" Yohan merasa menjadi orang bodoh beberapa saat yang lalu. Bisa bisanya dia tertipu oleh Jun, bisa bisanya juga dia tersipu oleh wanita gila bin aneh ini. Sekarang dia baru sadar kalau wanita ini sedang mencoba menggodanya. "Kita lihat siapa yang lebih menggoda?!" Ujar Yohan tepat didepan wajah Zhu'er, seperti tidak ingin kalah romantis dengan wanita gila didepannya. Dia tiba tiba mendekat ke leher wanita itu dan menjilat luka di lehernya.


Entah kenapa saat ini wajah Zhu'er memerah bukan karena menang atau karena merasa senang. Ekspresinya tetap datar namun dengan pipi yang merona. Zhu'er sendiri tidak tahu perasaan apa ini.


Beberapa saat kemudian……


Yohan telah selesai dengan penyembuhan instannya. Dia juga sudah mengganti bajunya dengan yang baru. Sebab bajunya sudah robek berlumur darah. Saat ini Yohan. sedang memikirkan bagaimana cara membuka kembali terowongan ini dengan kekuatannya yang tidak lebih dari ranah api. "Aku benar benar sial." Gerutnya pada diri sendiri.


Tiba tiba angin dingin berhembus dan memperlihatkan sosok monster rubah merah bermata merah. Rubah itu adalah Zhu'er yang mana bisa berubah menjadi monster rubah berukuran besar. Rubah merah berlari dan mengibakan ekornya yang berbulu panjang dan cantik ke bebatuan besar yang menutupi jalan terowongan. Seketika bebatuan itu terlempar kemana mana. Perlahan mupai tetlihat jalan menuju terowongan. Setelahnya Zhu'er langsung kembali ke wujudnya seperti semula. Dia berlari kearah Yohan dengan mata yang berbinar binar seakan meminta pujian. "Ehm, kerja bagus." Ujar Yohan sembari mengusap kepala Zhu'er.


Yohan lupa jika Zhu'er bisa berubah wujud menjadi monster rubah merah, ratu para rubah. Bagaimana dia bisa berubah menjadi monster? Tentunya itu karena Zhu'er hidup dengan teknik terlarang yang membuatnya tetap hidup. Akan tetapi, teknik terlarang tetaplah teknik terlarang. Pastinya akan ada kekurangan didalam teknik itu. Yohan berjalan memasuki terowongan. Tapi tiba tiba dia berhenti dan melihat ke belakang. Dia mengulurkan tangannya pada seseorang yang biasanya bergandengan tangan dengannya.


Dalam gelapnya terowongan, Yohan meneranginya dengan api di tangan kirinya. Mereka tidak bicara tanpa satu katapun yang keluar. Tapi tiba tiba terdengar suara Yohan yang menanyakan sesuatu yang membuat Zhu'er kaget. "Apa kau mencintaiku?" Pertanyaan itu muncul tanpa diduga dari mulut pria yang biasanya tidak peduli pada kata kata cinta dari Zhu'er.


"Ya, aku mencintaimu." Jawab Zhu'er yang ssudah bisa ditebak.


Tapi Yohan masih tetap dalam pertanyaan yang sebelumnya, "Jawab aku dengan jujur, apa benar kau mencintaiku?" Pertanyaan itu masih sama dan belum berubah. Seakan tahu arti dari kata 'cinta' yang dimaksud Zhu'er. Dan yang pastinya maksud dari kata itu bukan arti yang kalian tahu.

__ADS_1


Langkah kaki Zhu'er berhenti melangkah saat mengetahui Yohan sudah tahu tujuannya. Kalau sudah begini lebih baik dirinya mengatakan hal yang sebenarnya, "Aku ingin tubuhmu!?" Ujar Zhu'er masih dengan wajah datarnya.


Yohan tersenyum mendengar tujuan asli dari Zhu'er yang biasanya menggunakan alasan 'Karena aku kencintaimu' setiap harinya. Dia sudah menduklga kalau bukan itu alasan sebenarnya wanita itu. Bagaimana mungkin seseorang yangvmengatakan cinta kepada orang lain namun masih dalam ekspresi yang biasa saja tan tanpa perasaan. Tapi meskipun tahu kebenarannya adalah Zhu'er menginginkan tubuhnya, Yohan sama sekali tidak peduli. Dia berbalik dan menatap dalam wanita itu. "Kau menginginkan tubuhku? Kenapa? Apa alasannya?" Tanya Yohan dengan senyum dlsamar diwajahnya.


"Tubuh ini sudah akan membusuk dan hancur. Aku memerlukan tubuh yang lebih kuat untuk hidup. Tapi selama apapun aku mencari, tidak ada tubuh yang cocok denganku. Setelah aku bertemu denganmu, aku menukan tubuhmu sangat cocok dengan jiwaku. Jadi, aku menginginkan tubuhmu!?" Jelas Zhu'er yang kali ini tidak menyingkat kata katanya.


Setelah jawaban itu diberikan hanya ada keheningan disana. Yohan hanya menatap dalam dalam Zhu'er. Tubuhnya memang tidak akan bertahan lama dan dia perlu mencari tubuh baru. Teknik terlarang tetaplah teknik terlarang, meskipun bisa menghidupkan kembali wanita itu tetapi tetaplah tidak sempurna. "Baiklah, kau bisa mengambil tubuhku." Ujar Yohan sembari tersenyum manis pada Zhu'er yang kini tengah terkejut.


"Kenapa?" Zhu'er tidak mengerti, kenpa Yohan secara suka rela ingin memberikan tubuhnya padanya.


Api ditangan Yohan padam dan dirinya berjalan mendekat ke arah Zhu'er lalu memeluknya. Dia juga membisikkan sesuatu ke telinga Zhu'er dengan kata kata yang selalu didengarnya menjadi kata katanya sendiri……


"Karena aku mencintaimu!?"


...~~~...


...-...

__ADS_1


...-...


...SEMOGA SUKA...


__ADS_2