Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
51. Masa lalu dari beribu masa lalu


__ADS_3

FLASHBACK


"**Siapa anak itu?"


"Siapa dia? Tubuhnya sangat kecil sehingga jika diinjak mungkin akan langsung mati."


"Aku dengar di tubuh sekecil ini mereka di sebut bocah."


"kalau begitu kita harus memanggilnya bocah?"


"Datang dari mana kau bocah**?"


Bocah yang masih sangat kecil itu hanya menatap kosong bayang bayang kabut hitam berbentuk manusia yang mengelilinginya. Sedangkan para kabut hitam hanya menunggu jawaban dari bocah itu yang bahkan belum bisa bicara. Akan tetapi dia mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Tubuhnya dipenuhi darah karena jatuh dari ketingian dua ribu kaki. Sebuah keajaaiban dia masih hidup sekarang.


"Apa dia tidak bisa bicara? atau dia memang bisu?"


"Kurasa dia belum bisa bicara. Mungkin butuh beberapa waktu untuk dia bisa mengerti apa yang kita bicarakan."


"**Dia datang dari atas, kurasa dia dibuang oleh para manusia itu."


"Oh benar benar, aku melihat seorang wanita cantik yang membuang bocah sebagai persembahan untuk tempat terkutuk. Ada banyak orang juga dibelakang wanita itu yang menantikan untuk menumbalkan bocah. Katanya dia adalah anak yang diramalkan atau apalah itu."


"Jadi bocah dibuang? khi khi khi khi khi khi khi ternyata nasibmu sangat malang."


"Malang!?"


"Malang sekali!?"


"Kau tidak dibutuhkan!?"


"Lebih baik mati saja."

__ADS_1


"Tidak ada gunanya hidup."


"Ayo kita makan saja tubuh kecilnya ini. Aku menginginkan mata besarnya yang berwarna merah itu."


"Aku ingin kaki kanannya."


"Berikan aku paru parunya."


"Jangan serakah, aku juga mennginginkan pipinya yang lembut ini."


"Kalau begitu aku ingin telinganya yang kenyal."


"Aku akan memakan otaknya saja."


"Berikan darahnya padaku."


"Aku ingin tangannya**."


Ratusan kegelapan mulai berkumpul mengerubungi satu bocah kecil untuk memakan tubuhnya yang kemudian akan dibagi rata. Para bayangan hitam itu adalah kegelapan kegelapan jahat yang berasl dari hati manusia dan kemudian berkumpul menjadi sebuah kegelapan yang ditinggalkan. Jurang ini awalnya digunakan untuk menyegel kegelapan kegelapan yang mengganggu manusia.


Para kegelapan menyentuh tubuh bocah itu. Mereka menjagal kedua tangan dan kakinya juga meraba tubuh kecilnya untuk diambil organnya. Tangan tangan hitam mereka mencoba mengambil kedua mata anak itu. Dan tangan yang lain memasukkannya kedalam mulut untuk mengambil lidahnya. "Aah!? Aah!?" Teriak anak itu ingin meminta tolong dengan air mata yang mulai keluar dari mata merahnya. Rasanya sangat sakit ketika salah satu tangan itu menembus perut.


"Kya ha ha ha ha ha ha aku akan mengambil hatinya!?"


Ketika kegelapan itu hampir mengambil salah satu organnya, anak itu tanpa sengaja mengaktifkan kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Dan seketika salah satu kegelapan yang ingin mengambil hatinya terserap kedalam tubuhnya yang kecil.


"**Tidak, salah satu dari kita menghilang. Apa yang terjadi?"


"Kurasa bocah ini pelakunya."


"Dia pelakunya!?"

__ADS_1


"Pembawa sial**!?"


Apa yang mereka katakan sama persis dengan apa yang dikatakan penduduk desa padanya. 'Aku bukan pembawa sial. Aku juga bukan pelakunya. Kenapa kalian begitu jahat padaku sampai ingin membunuhku?' Tangannya terangkat keatas seperti ingin meraih sesuatu. Dia ingin meraih ke atas, tepatnya keatas jurang. Ingin sekali meraih tempat tinggi itu dan keluar dari sini. Akan tetapi tangan kecil itu tidak akan pernah mungkin bisa mencapainya.


'Aku… aku ingin ke atas. Tolong!? siapa saja tolong aku!?' Anak itu berteriak meminta pertolongan didalam hatinya. Mulut kecil menganga seperti ingin berteriak meminta bantuan. Tapi tak ada satupun suara yamg keluar dari mulutnya yang bersimbah darah. Dia takut dengan kegelapan yang ada disini. Mereka menakutkan dengan senyum lebar dan mata merah mereka yang melengkung seram. Keinginannya begitu kuat sampai mengaktifkan kekuatan dalam dirinya untuk menyerap semua kegelapan ini.


Tubuh tubuh abstrak mereka mulai terserap ke tubuh kecil anak itu.


"**Aahhh tidak!? Apa yang terjadi?"


"Aku tidak ingin masuk ke tubuh bocah lemah itu**." Mereka berteriak meminta tolong akan tetapi tidak berguna. Pada akhirnya ratuan kegelapan yang awalnya ingin memakan bocah itu terserap olehnya dan menjadi kekuatannya.


Sedangkan anak itu tidak peduli dengan kegelapan yang masuk ketubuhnya atau membentuk kekutan didalamnya. Yang dia inginkan hanyalah keluar dari jurang ini. 'Aku ingin keluar. Kumohon, siapapun tolong aku. Jangan meninggalkan aku ditempat yang menyeramkan seperti ini. Aku tidak ingin sendirian.' Dia masih ingin meraih langit. Pada akhirnya anak itu menjatuhkan tangannya dan kehilangan kesadaran.


Sudah beberapa hari anak itu hanya menatap ke atas jurang berharap ada seseorang yang baik hati menolongnya. Akan tetapi itu tidak pernah terjadi meskipun dia sudah menungu seharian. Satu hal yang menjadi masalah baginya, makanan dan minuman. Ditempat ini tidak ada sumber air ataupun makanan yang bisa dimakan. Dan sudah beberapa hari ini anak itu tidak makan. Dia sangat sangat lapar sekarang. Anak itu duduk bersender di dinding batu sembari mendongak keatas untuk mengawasi apakah akan ada orang yang menolongnya.


Dia memikirkan seauatu sekarang, 'Ibu telah membuangku, ayah juga. Para penduduk desa juga membenciku. Anak anak yang lain memanggilku pembawa sial. Dihari ulang tahunku ku mereka menghadiahkan kematian untukku. Apa masih ada orang yang mengingatku sekarang? Apa akan ada orang yang mau menolongku keluar dari sini? Aku kehausan dan kelaparan. Tubuhku penuh luka dan kepalaku sakit. Zhen takut jika harus tinggal sendirian disini. Tempat ini gelap dan menyeramkan.'


Anak itu sebenarnya tidak memiliki nama karena kedua orang tuanya tidak pernah memikirkan sebuah nama untuknya. Jadi dia membuat nama itu sendiri karena merasa iri dengan anak anak lain yang memiliki nama. Dia belum bisa berbicara dengan lancar karena beberapa hari yang lalu warga desa melukai tenggorokannya hingga tak bisa bicara. Apalagi setelah salah satu kegelapan yang waktu itu ingin mengambil lidahnya. Makanya dia lebih banyak diam. Setelah sekian lama menunggu dia terkantuk kantuk karena bosan.


Bruk


Tiba tiba suara sesuatu yang jatuh membangunkannya. Terlihat seorang pria dewasa yang jatuh dari atas jurang. Zhen segera berlari menuju pria itu berharap bisa menolongnya naik keatas. Wajahnya penuh dengan senyuman senang karena akhirnya ada seseorang yang menolongnya.


Akan tetapi pria itu tampak sekarat dengan nafas yang sudah diujung tenggorokan.


"Aah aaah aa!?" Zhen berusaha meminta tolong akan tetapi tubuh pria itu ternyata sudah dingin. Dia mengguncang guncang tubuhnya tapi tidak ada jawaban yang keluar. Tentu saja, siapa yang akan hidup setelah terjatuh dari atas jurang setinggi dua ribu kaki. Terkecuali itu Zhen yang memang sangat beruntung dan masih hidup sekarang.


...~~...


...-...

__ADS_1


...-...


...SEMOGA SUKA...


__ADS_2