
Disebuah taman terlihat dua orang pria dan anak kecil sedang bermain. Anak kecil itu bernama Wu Lang Tian, anak kaisar Wu Linxu. Dan pria dewasa yang sedang bermain dengannya adalah Guan San, anak angkat kaisar Wu Linxu. Karena latihan Guan San telah selesai, Lang Tian terus mengganggunya untuk bermain. Akhirnya ia menuruti keinginan Lang Tian. "Tian'er, kita istirahat dulu. Aku sudah lelah." Ujar Guan San sembari duduk di atas tangga gazebo taman.
"Tapi aku masih ingin__ Uhuk uhuk!?" Lang Tian batuk sembari menutupi mulutnya. Dan saat ia melihat telapak tangannya yang menutupi mulut, ada bercak darah disana.
Guan San langsung cepat cepat menghampiri Lang Tian. Dia berlutut sembari mengusap darah di mulut dan tangan adiknya. "Apa kubilang? Sebaiknya kita istirahat saja." Terlihat wajah khawatir Guan San. Dia tahu betul kalau Lang Tian memiliki tubuh yang sangat lemah. Tapi melihat Lang Tian yang harus menghabiskan hidupnya hanya didalam kamar dan minum obat, itu sangat menyedihkan.
Karena Lang Tian juga ingin bermain seperti anak anak yang lain. "A aku tidak apa apa. Ini hanya darah, aku masih bisa bermain." Ujar Lang Tian sembari memperlihatkan senyum cerianya.
"Haaah, tapi aku yang 'tidak apa apa'. Kita istirahat dulu. Nanti jika tubuhmu sudah lebih baik, kita bisa lanjutkan bermainnya." Ujar Guan San sembari tersenyum ramah.
"Baiklah." Wajah Lang Tian langsung murung mendengar mereka harus istirahat.
Dari balik gazebo taman dua orang pelayan yang menjaga Lang Tian prihatin dengan keadaannya. Sungguh sangat kasihan tubuh sekecil itu harus sakit sakitan. "Dengan tubuh lemah seperti itu, Yang Mulia pasti tidak akan menjadi Kaisar."
"Benar, apa lagi mendalami ilmu bela diri. Mungkin saja yang akan menjadi Kaisar selanjutnya adalah anak angkat itu. Dia adalah seorang jenius yang sudah menjadi alkemis tingkat 9. Belum lagi dengan seni bela dirinya yang tidak rendah."
"Yah, mungkin jika ada keajaiban datang dari langit Yang Mulia Lang Tian akan terselamatkan…" Mereka tidak tahu jika yang mereka bicarakan itu terdengar semuanya oleh Guan San. Sebenarnya ia tidak suka dengan omongan mereka. Selalu yang dibicarakan adalah 'Siapa kaisar selanjutnya?' Sedangkan dirinya sendiri sama sekali tidak tertarik dengan tahta. Orang tua kandung Guan San adalah kerabat jauh Kaisar sekarang, mereka meninggal karena wabah penyakit yang sedang marak pada waktu itu. Dan untungnya Guan yang saat itu masih berusia lima tahun herhasil diselamatkan oleh Kaisar Wu Linxu. Kaisar aohirnya mengangkat Guan San sebagai anak angkat karena kasihan harus kehilang kedua orang tuanya.
GABRUK!?
Tidak lama keajaiban itu datang dari langit seorang pria berpakaian serba hitam yang sekarang tersungkur di tanah. Semua orang dibuat terkejut melihatnya. Pria itu bangun sembari mengibas ngibaskan pakaiannya yang kotor. Dia merapikan rambut panjangnya yang hitam lebat. Mata merah yang berkilau saat terkena cahaya matahari membuatnya makin menawan. Kulit putih mulus terlihat cantik terlihat. Beberapa pelayan disana merona melihat kerupawanan pria itu.
"A apakah dia malaikat yang jatuh dari langit?" Ujar salah seorang pelayan dengan pipi merona.
__ADS_1
"Lebih tepatnya orang gila yang jatuh dari langit!?" Ujar pelayan yang satunya lagi dengan pipi merona. Meskipun ia sudah tahu siapa pria itu tapi kenyataan Yohan rupawan tidaklah berubah.
"Be__ apa? Orang gila?" Tanya pelayan yang satunya lagi. Sepertinya ia sama sekali tidak mengetahui siapa pria yang dibilang malaikat itu.
Tidak lama Yohan melotot ke arah mereka berdua dengan pandangan menusuk. Sontak kedua pelayan itu langsung ketakutan dibuatnya. "Apa? Gggrrr…" Yohan menggeram pada mereka berdua layaknya singa hutan.
Seketika kata kata malaikat itu mereka lupakan dan kubur dalam dalam. Orang itu jelas sekali jauh dari kata malaikat. Sa - ngat - ja - uh.
Yohan melihat ke langit sembari menggigit ujung jari telunjuknya. Tatapannya yang tajam serasa ingin membunuh orang yang ada jauh diatas langit. Tidak lama orang yang ada diatas langit pergi kabur dari tempatnya melayang. "Menyebalkan." Guman Yohan masih melihat arah perginya orang itu.
"Jangan membuat ekspresi seperti itu!? Kau membuat Tian'er takut." Seru seseorang.
Saat dilihat siapa itu, dia adalah Guan San yang telah membuat wajah serius menatap Yohan. Selain Guan San, ia juga melihat anak kecil waktu itu. Lang Tian menatap Yohan dengan ragu ragu. Sepertinya dia masih canggung dengan pria itu setelah dibuat menangis. Yohan berjalan ke arah gazebo dengan senyum jahat diwajahnya. "Kau anak kecil yang waktu itu, bukan?" Tanya Yohan sembari mendekatkan tubuhnya pada Lang Tian.
Rasanya sangat sulit menelan ludah dihadapan pria gila ini. "Be benar." Lang Tian begitu gugup sekarang.
Yohan mengamati anak kecil didepannya ini baik baik. Jika diperhatikan kondisinya sangat mengenaskan. Saat itulah muncul sebuah ide. Wajahnya tersenyum senang mendapatkan ide bagus. Yohan mendekatkan lagi kepalanya ke samping kepala Lang Tian dan membisikkan sesuatu ditelinganya, "Aku bisa menyembuhkanmu!?" Bisik Yohan yang pastinya membuat Lang Tian membelalakkan matanya. "Tapi dengan syarat, kau harus__" Sebelum diselesaikannya kalimat itu, Guan San menarik kerah belakang baju Yohan hingga mundur ke belakang beberapa langkah.
"Penyakit Tian'er adalah bawaan sejak lahir, dan penyakit yang sudah ada sejak lahir jauh lebih sulit untuk ditangani." Ujar Guan San tegas. Dia mengatakan itu bukan berarti tidak melakukan apapun. Guan San sudah mencoba segalanya untuk menyembuhkan Lang Tian. Tapi hasilnya tetap nihil.
Yohan melirik Lang Tian dengan mata merah yang bersinar, "Kau pikir begitu?" Tanya Yohan sembari menyeringai.
Guan San mengernyitkan tengah alisnya tidak mengerti dengan perkataan Yohan. Dia tahu kalau Yohan juga bisa keterampilan medis. Tapi menilik dari kegilaannya yang ia bayangkan adalah seorang dokter gila. "Intinya aku tidak ingin membuat Tian'er terlibat dengan orang gila sepertimu!?"
__ADS_1
"Gila? Aku? Ha ha ha… ha ha ha ha ha ha ha ha ha… aku tahu sebenarnya kau itu gila dan malah menuduhku gila kan?" Tiba tiba Yoban menjadi liar kembali. Sebenarnya ia hanya tidak bisa menerima kenyatan yang pahit kalau dirinya gila. Dia melihat ke orang orang yang juga melihatnya dengan tatapan penuh kegilaan, "Apa lihat lihat?" Tanya'nya dengan wajah pecicilan.
Tidak lama datang seseorang yang menutup matanya dengan kain putih dan berambut putih. Jiangwu datang menghampiri Yohan. "Ternyata kau disini. Aku mencarimu kemana mana." Ujar Jiangwu khawatir. Selama beberapa hari ini Jiangwu dan Wen Hou tidak ada bersama Yohan. Mereka ditugaskan untuk mengambil gulungan kuno di kekaisaran Tang. Setelah kembali dan memberikan gulungan itu pada Yohan, dia kembali menjadi gila seperti ini.
"Jiangwu, apa kau berpikir aku gila?" Tanya Yohan.
Jiangwu terdiam sejenak mendengar pertanyaan yang jawabannya sudah pasti. Tapi untuk membuat pria didepannya ini senang ia harus menjawab, "……Tidak." Jawabnya dengan berat.
Terlihat wajah senang Yohan mendengar jawaban Jiangwu. "Benarkan, aku tidak gila!? Wa ha ha ha ha ha ha ha ha…" Yohan tertawa senang sekarang.
Guan San dan Lang Tian menatap malas pria didepannya, "Tian'er, ayo kita pergi dari sini. Tidak ada alasan untuk kita meladeni orang gila." Ajak Guan San sembari menggandeng tangan Lang Tian untuk pergi dari sana. Mereka pergi meninggalkan Yohan dan Jiangwu.
Sekali saja, Lang Tian memutar kepalanya ke belakang melihat Yohan yang juga pergi dari taman. Tapi siapa sangka kalau pria itu juga melihat ke arahnya. Yohan tersenyum miring dengan mata selicik rubah menatapnya.
'Apa benar dia bisa menyembuhkanku?' Pikir Wu Lang Tian.
...~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...
__ADS_1