
Saat ini Yohan sedang tiduran di atas rak buku perpustakaan. Sedangkan Zhu'er sedang mengajari Linhua berlatih. Jiangwu dan Wen hou pergi entah kemana.
Setelah malam itu, Yohan merasa aneh dengan tubuhnya. Rasanya seperti ada orang lain selain dirinya. Memang tidak ada suara yang aneh aneh terkecuali suara kegelapan yang berbisik. Tapi tetap saja terasa ada yang aneh. Selain ada ada yang aneh juga seperti ada yang hilang atau hancur, namun lebih anehnya ada yang kembali juga. Yohan berusaha mencari tahu apa itu. Sayangnya sekeras apapun ia mencari tetap saja tidak ketemu.
Sudah beberapa minggu ini ia terus memikirkannya, sudah beberapa minggu ini juga ia berada di kekaisaran Wu. Ya, dia berada di kekaisaran Wu saat ini. Dia berangkat setelah lima kaisar membuat keputusan.
Para kaisar telah memutuskan dengan berat hati untuk memberikan gulungan mereka pada Yohan. Karena inilah cara satu satunya gulungan mereka bisa aman. Sekarang yang ada di tangan Yohan ada dua. Pertama dari kaisar Qi Tian Juan atau Jiefan, dan yang kedua dari kaisar Wu Linxu.
Tentunya itu tidak cuma cuma, sebagai gantinya Yohan memberikan mereka plakat berwarna hitam. Plakat itu bisa terhubung langsung dengannya. Sehingga jika terjadi apa apa pada mereka atau Jun menyerang disaat Yohan tidak ada mereka bisa menghubungi Yohan dengan plakat itu. Ini memang terkesan seperti Yohan sebagai penjaga mereka, tapi sebenarnya didalam plakat Yohan sudah menaruh kekuatannya untuk memata matai siapa yang berani berkhianat. Jika terdeteksi ada pengkhianat diantara mereka maka plakat itu akan meledak dan menghancurkan seisi istana.
Bisa dibilang, mereka memegang bom waktu di tangan mereka.
Yohan menggaruk garuk kepalanya dengan kesal, "Masa bodoh dengan semua itu, lebih baik aku membaca lanjutan novel kesukaanku." Dia mengambil buku yang dia simpan didalam bajunya. Buku yang dia baca berjudul 'Crazy Villain'. Meskipun dia kejam dan gila, tapi siapa sangka kalau Yohan suka membaca novel.
...***...
__ADS_1
Di dalam suatu Goa terlihat seorang pria berjubah putih dan berambut putih sedang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membuka segel gulungan kuno di atas batu. Segel yang terpasang sangat berlapis lapis apalagi segel itu adalah segel kuno yang sudah jarang di gunakan.
Setelah lima ratus segel terbuka akhirnya gulungan itu berhasil dibuka. Ketika pria berambut putih itu ingin menyentuhnya, tangannya terhenti diudara kosong. "Jangan menyentuhnya langsung, tanganmu bisa kotor jika menyentuh energi gelap dari bocah itu. Mau bagaianapun itu adalah benda terlarang. Karena segelnya sudah terbuka lebih baik kau menyegelnya dengan kekuatanmu saja. Itu jauh lebih baik dari pada harus menyentuh benda kotor itu." Seperti yang dikatakan sosok cahaya di belakangnya, Jun menyegel gulungan itu dengan kekuatannya. Untuk membukanya kembali itu gampang karena segel itu adalah buatannya.
'Aku harus menjaganya baik baik, karena ini adalah jantung nya tidak peduli seberapa kotor ini.' Pikir Jun sembari mengambil gulungan yang ada diatas batu. Dia menatap lekat lekat gulungan itu. Setiap kali dia melihat gulungan itu rasanya sekarang yang ia pegang adalah nantuk penuh darah seseorang.
Sekilas dia teringat ingatan masa lalu. 'Seorang pria dengan seringai senangnya memberikan jantunya sendiri pada seseorang. Dengan suara yang berat dia mengatakan, "Bukankah kau menginginkan ini? Ambillah dan jadikan apapun sesukamu. Tapi ingat hal ini baik baik……" Pria itu mendekat dan berbisik pada seseorang didepanya, "……Aku akan kembali, itu sudah pasti. Meskipun aku melupakan segalanya tentang diriku sendiri, aku pasti akan berusaha mengingatnya kembali meskipun harus kehilangan kewarasanku dan menjadi gila!? Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha… ha… ha… ha…" Pria itu mati dengan bersender di tubuh orang didepannya.'
Ingatan masa lalu itu terjadi beribu ribu tahun yang lalu. Kenapa? Karena Jun adalah orang yang bereinkarnasi dari kehidupan yang sebelum dan sebelumnya. Dia adalah seseorang yang telah hidup lebih lama dari perkiraan. Seorang dengan elemen cahaya dan kegelapan adalah seseorang yang sangat spesial. Mereka adalah penguasa dari kedua elemen, bisa dibilang mereka adalah cahaya dan kegelapan itu sendiri. Jadi ketika keduanya meninggal, maka keduanya akan bereinkarnasi kembali seratus tahun mendatang. Inilah yang terjadi pada mereka berdua.
Karena ada sebuah tragedi besar beribu ribu tahun lalu, reinkarnasi kegelapan menjadi terhambat dan baru bisa terjadi beberapa ribu tahun kemudian. Dan selama itu juga dunia baik baik saja. Tapi karena kegelapan itu sudah bereinkarnasi kembali, maka semuanya akan berbeda dari sekarang.
FLASHBACK
Saat itu hari yang sangat cerah, ketika aku bertemu dengannya.
__ADS_1
Dari kejauhan aku melihat paman Jiangwu sedang panik berbicara dengan seseorang. Karena penasaran aku mendekatinya. Sesampainya disana aku melihat dia. Kegelapan. Meskipun dia berlari menjauh dariku dalam wujud anak kecil tapi aku tahu, dia adalah kegelapan yang memberikan jantungnya sendiri padaku. Meskipun sudab tahu aku harus berpura pura tidak tahu. Dia pasti terlahir dari salah satu pelayan disini. "Paman, siapa dia?" Tanyaku pada pria disampingku ini.
"…… Dia adalah adik yang mulia!?"
"!?" Aku terkejut. Sangat terkejut. Biasanya kami selalu bereinkarnasi dirahim yang berbeda karena tidak mungkin bisa bersatu. Ini pasti ada kesalahan. Pasti. "Jadi begitu, aku senang ternyata aku memiliki adik." Tidak, aku sama sekali tidak senang. Bagaimana mungkin aku senang memiliki adik yang kejam dan jahat seperti dia? Itu terlalu menjijikan.
Setelah hari itu aku mencari tahu segala tentang dirinya. Dia memang adikku, tapi kami beda ibu. Orang yang mengandung kami adalah kakak beradik kebar. Ibunya sudah meninggal karena alasan tertentu. Jadi pantas saja orang orang mengira kalau dia adik kandung ku. Karena ini adalah rahasia jadi mau tidak mau aku harus merahasiakannya.
Untuk sekarang, ayo pura pura baik dengannya. Rencana awalku adalah membunuhnya sebelum dia mengingat semuanya. Ya, ini yang terbaik. Saat aku berjalan menuju ke kamarnya, tanpa sengaja aku bertemu dengannya di dekat kolam. Pandangannya begitu kosong melihat ke arah kolam. Apa dia sudah mengingat sesuatu? Atau hanya bengong semata? Tiba tiba dia kaget sendiri dan berlari tanpa ada yang mengejar. Dia…… sangat aneh. Apa mungkin dia sudah mulai gila? Atau dia memang sering seperti itu? Hari itu aku tidak jadi bertemu dengannya.
Dan dihari ketiga, aku berhasil bertemu dengannya. Dan aku mulai menyadari kalau dia…… ternyata sangat polos.
...~~~~~...
...-...
__ADS_1
...-...
...SEMOGA SUKA...