Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
50. Jangan berlebihan


__ADS_3

Masih didalam jurang yang gelap, kotor, bau, dan mengerikan mereka berdua berjalan berdampingan sebagai partner. Yohan yang memalingkan wajahnya kearah lain dan Jun yang terus melihat kedepan. Yah, sepertinya akan sulit bagi mereka untuk meniadi parner yang baik. Disepanjang jalan mereka hanya diam dan hanya suara langkah kaki mereka yang bicara.


Memangnya apa yang harus mereka bicarakan selain keheningan? Hubungan mereka tidaklah baik sehingga harus berbincang bincang akur layaknya orang munafik yang bergumel dalam hati. Atau pikiran orang naif yang berpikir akan damai seketika jika terjebak bersama.


Sebenarnya Yohan ingin mengatakan sesuatu pada jun, tapi sayangnya kata kata itu sangat sulit untuk keluar dari mulutnya. Yah, pria tidak tahu malu seperti dirinyapun juga mempunyai kebimbangan. 'Aku ingin menanyakan apa yang dia sembunyikan dariku dan kenapa dia mencoba membunuhku? Apa karena aku sering membunuh anggota klan dulu? Tapi aku rasa tidak mungkin hanya karena itu.' Pikir Yohan yang berpikir sangat keras.


'Rasanya sangat canggung berjalan beriringan dengannya yang sekarang adalah musuhku. Kalau saja kami tidak memiliki kekuatan yang bertentangan seperti ini, kurasa kami tidak akan menjadi musuh. Tidak, mungkin saja aku yang salah dari awal. Seharusnya aku lebih memperhatikannya lagi. Karena itu aku akan mendapatkan artefak lingzhu bagaimanapun caranya untuk memperbaiki semuanya.' Pikir Jun. Dia ingin memperbaiki semuanya dari awal untuk mencegah Yohan menjadi penjahat yang lebih buruk.


Yohan memperhatikan Jun yang juga sibuk dengan pikirannya. Ada sedikit perasaan haru dihatinya berjalan bersama Jun. Mereka terlihat seperti sudah berdamai sekarang meskipun kenyataannya belum. Yohan tersenyum samar berjalan bersama seperti ini. Namun momem itu harus pupus ketika dadanya terasa sakit. Kakinya berhenti melangkah, Yohan memegangi dadanya yang seperti akan terbakar. Dia bingung kenapa akhir akhir ini sering sekali merasakan sakit dijantungnya.


"Kenapa kau berhenti?" Tanya Jun yang juga berhenti membalikkan badannya untuk melihat Yohan.


Yohan mendongakkan kepalanya melihat kearah Jun. Melihatnya dengan mata semerah darah. Dia menyipitkan kedua matanya melihat Jun yang juga memperhatikan dirinya. Kemudian senyum manis tercetak diwajahnya, "Tidak ada apa apa." Balas Yohan dengan senyum ceria dan nada yang riang.


Jun membelalakkan matanya ketika Yohan menjadi orang yang begitu berbeda dengan yang pernah dia lihat. Jika dipikir pikir lagi setiap kali bertemu sikapnya memang selalu berubah ubah. Ada kalanya terlihat sangat membenci Jun, terlihat polos, canggung, dan yang sekang. 'Mungkin julukan pangeran gila itu bukan sekedar julukan.' Jun menatap aneh Yohan yang sekarang masih tersenyum ramah padanya. "Kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan." Dia tidak ingin mengambil pusing lagi. Setelah itu Jun berbalik dan melanjutkan langkahnya.


Tidak lama setelah Jun berbalik, senyum ramah itu berumah menjadi seringai licik di bibir seksi Yohan. Kemudian melanjutkan lagi langkahnya.


Dalam perjalanan bereka berdua bertemu dengan makhluk yang setengah monster dan setengah siluman. Wujudnya seperti harimau akan tetapi tubuhhnya terbentuk dari partikel partikel kegelapan berwarna hitam dengan garis garis oren retak di sekujur tubuhnya. Monster itu juga bisa disebut sebagai hewan kegelapan yang hanya bisa hidup didalam jurang Xinhai ini. Mereka berevolusi dengan memakan makhluk lain yang lebih lemah dari mereka atau memakan sesamanya sendiri. Kedatangan harimau siluman biasanya bergerombol untuk mengepung musuh.


Mereka berdua langsung waspada melihat gerombolan harimau siluman didepan mereka. Level mereka kira kira berada diatas level 10 keatas. "Biar aku yang mrngurusnya." Ujar Jun sembari maju kedepan. Dia mengeluarkan pedang putih dari cincin penyimpanan dan berlari ke arah gerombolan harimau harimau itu. Dia membantai sebagian besar dari mereka. Jika ranahnya tidak ditekan oleh tempat ini mungkin saja dia bisa mengalahkan gerombolan harimau siluman itu dengan sekali tebas. Namun karena tekanan kekuatan, dia harus menebas mereka satu persatu.


Dari belakang ada harimau siluman yang ingin menerkam Jun dari belakang. Yohan yang melihat itu refleks langsung berlari dan meneriakinya untuk menghindar, "AWAS!?" Peringatnya.

__ADS_1


Setelah mendapat peringatan dari Yohan, Jun langsung menengok kebelakang dan menghindar.


Slassh


Tepat setelah itu Yohan menebas harimau siluman dengan belatinya. Dia melihat Jun yang menatapnya, "Aku akan bertarung dibelakangmu." Ujar Yohan meyakinkan. Jadilah mereka berdua bertarung bersama.


Beberapa saat kemudian akhirnya pertarungan selesai dan pastinya pemenangnya adalah mereka berdua. Ini adalah pertarungan pertama mereka bertarung bersama. Yohan melihat Jun dengan senyum ceria diwajahnya, begitu pula dengan Jun yang melihat Yohan dengan senyum diwajahnya. Untuk sesaat mereka melupakan permusuhan mereka. Tapi tentu saja tidak lama setelah itu keduanya langsung sadar jika mereka adalah musuh saat ini meskipun sekarang sedang bekerja sama. Senyum mereka langsung hilang dan saling memalingkan wajah satu sama lain. "Ehm, ayo kita lanjutkan perjalanan." Ajak Jun sembari melangkahkan kakinya diikuti dengan Yohan dibelakangnya.


Didalam jurang ini tidak tahu apakah sudah siang atau malam. Karena didalam jurang tidak pernah terkena sinar matahari dan keadaan didalamnya selalu gelap gulita. Namun entah bagaimana meskipun gelap gulita akan tetapi penerangan didalam jurang masih terlihat jelas sehingga masih bisa melihat satu sama lain. Sudah lama mereka berjalan akan tetapi jalan yang mereka tapaki seperti tidak pernah ada ujung.


"Sialan, kapan kita akan sampai? Apa kau benar bebar tahu jalannya?" Tanya Yohan kesal.


"Tentu saja aku tahu." Jawab Jun. Dia mengetahuinya dari Yohan sendiri dari masa lalu. Tapi entah kenapa sekarang malah berubah.


"Apa? istirahat? tidak bisa. Aku yakin kita akan sampai sebentar lagi. Kau harus menunjukkan jalannya!? Aku yakin kau bisa menemukan lereng itu!?" Ujar Jun tetap ingin melanjutkan perjalanan mereka. Tapi semakin dia berusaha ingin mencari artefak lingzhu semakin membuat Yohan penasaran. Jun berusaha terlalu keras untuk menemukan artefak itu.


Yohan kembali menegakkan tubuhnya tidak lagi bersender, "Kenapa kau ingin sekali mendapatkan artefak itu? Apa yang kau sembunyikan dariku?" Tanya Yohan yang selalu ingin dia tanyakan.


Sepertinya kali ini Jun terlalu berlebihan sehingga menimbulkan kecurigaan dari Yohan.


Melihat Jun yang terdiam dengan pertanyaannya membuat Yohan semakin yakin jika pria itu menyembunyikan sesuatu yang tidak boleh diketahuinya. "Baiklah, jika kau tidak ingin__"


Deg

__ADS_1


Tiba tiba saja seluruh tubuhnya lemas dan dadanya terasa sakit. Yohan terduduk ke bawah dengan lemas. 'Apa? Ada apa ini? Kenapa tiba tiba tubuhku tidak bisa bergerak? Apa yang terjadi denganku?' Tubuhnya terasa terbakar sekarang. Tubuh terasa seperti terbakar, jantung yang seperti tersayat bongkahan es dan kepalanya yang seperti dihantam batu besar, rasa sakit yang dulu pernah dia rasakan sewaktu kecil kembali lagi.


"Apa kau baik baik saja? Hei, jawab aku!?" Jun terus bertanya pada Yohan, akan tetapi apapun yang dikatakan hanya terdengar samar samar ditelinga Yohan. Perlahan semua indranya menurun drastis dari biasanya. Tiba tiba saja dinding batu di sebelah mereka terbuka lebar memperlihatkan sebuah Goa. Jun melihat udara kosong, tepatnya yang dia lihat adalah tempat ini sendiri. "Terima kasih." Ujarnya tidak lupa berterima kasih. Dia menuntun Yohan untuk memasuki Goa yang sudah diterangi cahaya ungu yang cerah. "Bertahanlah! Aku akan segera menolongmu."


'Apa yang dia katakan? Kenapa aku tidak bisa mendengarnya?'


"Dia mengatakan kalau kau sudah tidak berguna. Jadi sepertinya dia akan membuangmu."


'Diam! Aku tidak ingin mendengar ucapan bodohmu!?'


"Tega sekali. Padahal aku hanya mengatakan kebenaran padamu. Jika tuan sudah tidak berguna lagi dia pasti akan membuangmu setelahnya. Seperti wanita itu yang telah membuangmu ke tempat paling terkutuk di dunia."


'Apa maksudmu?'


"Kau akan mengetahuinya sendiri."


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...

__ADS_1


__ADS_2