
Seperti apa yang diperintahkan Yohan, Lu Geyi membawa Ketua, tetua dan sebagian murid yang masih setia pada Istana Suci. Lu Geyi membuat ilusi pada mereka sehingga bisa membuat mereka menjauh. Jadi saat ini mereka sedang berlajan menjauh dari pertandingan yang sebenarnya adalah pembantaian.
Sebenarnya Lu Geyi sendiri sangat berat membiarkan sebagian besar murid murid Istana Suci dibantai begitu saja oleh iblis itu. Tapi hanya dengan menuruti kemauan Yohan dirinya bisa menyelamatkan yang tersisa. Dengan habisnya sebagian orang orang dari Istana Suci maka menandakan sektenya telah semakin melemah.
Namun Lu Geyi tidak masalah dengan itu. Asalkan sektenya tidak dimasuki orang orang busuk berkedok orang orang baik, itu sudah cukup. Karena Istana Suci yang dulu dipenuhi orang orang baik yang saling membantu satu sama lain makanya mereka bisa menjadi sekte besar. Bukannya saling menyingkirkan demi kekuatan.
"Kakek Lu, berapa lama lagi kita akan sampai? Aku tidak ingat jalan menuju lapangan besar bisa sejauh ini." Tanya Ketua Sekte, Zhao Ge.
Lu Geyi berhenti berjalan. Sepertinya ia harus mengatakannya sekarang, "Zhao Ge, sepertinya aku harus mengatakannya sekarang. Aku tidak membawa kalian ke lapangan besar. Melainkan membawa kalian menjauh dari sana." Ujarnya membuat orang orang yang ada dibelakang Lu Geyi kaget bukan kepalang.
Mereka saling pandang dan menatap punggung Kakek tua di hadapan mereka. Kemudian Kakek tua itu berbalik dan menatap mereka dengan pandangan yang sayu. Tanpa banyak bicara Lu Geyi membuat array perlindungan dari luar maupun dalam. Dan merekapun semakin kaget karena tiba tiba Lu Geyi memasang array perlindungan.
"T tetua pertama, kenapa anda memasang array?" Tanya Tetua ke-3 Nie Ting.
"Aku memasang ini untuk kebaikan kalian!? Karena kalian tidak boleh menuju pertandingan." Ujar Lu Geyi.
"Apa? Tapi kenapa kami tidak boleh kesana?"
Lu Geyi memejamkan matanya sembari memikirkan kata kata apa yang harus dia ucapkan agar mereka percaya. "Sebenarnya…"
...***...
Dari luar Xie Wuran memasang array biru keemasan. Dia tidak tahu didalam sudah terjadi apa saja karena dirinya tidak bisa melihat ke dalam. "Aku selalu berharap dia mati, tapi kali ini aku berharap dia hidup." Ujarnya semakin memperkuat array. Didalam array diluar masih terlihat, tapi tidak diluar array yang tidak bisa melihat apapun didalam.
__ADS_1
Didalam array
Kang Muron tidak percaya dengan yang dilihatnya sekarang. Gaya bertarung, cara bicara, bagaimana orang itu bertindak, semuanya sama dengan orang yang dikenalnya. 'Apa mungkin Jun gagal melakukan apa yang kusuruh? Tapi tidak mungkin. Dia akan melakukan apapun jika itu untuk kebaikan orang itu. Ditambah lagi Jun sangat kuat, jadi tidak mungkin dia sampai gagal. Kalau begitu, Aravest? Benar, hanya monster berlendir itu yang bisa melakukannya. Sialan, seharusnya aku membunuhnya dari awal. Sekarang aku yakin jika Mo Liang adalah Zhen. Tapi tak apa, sebagian kekuatannya berada padaku. Bisa dibilang aku lebih kuat darinya!?' Pikir Kang Muron diiringi senyum licik diwajahnya.
Kang Muron berdiri hingga menarik perhatian semua orang termasuk Yohan. Tentu saja Yohan hanya tersenyum melihatnya. "Kalian, aku izinkan untuk membunuh pria itu!? Siapapun yang bisa membunuhnya maka aku akan memberikan dia gelar tetua ke-9!?" Ujar Kang Muron lantang dan membuat para anggota Istana Suci gempar. Jika berhasil membunuh Yohan maka orang itu akan menjadi pengganti tetua ke-9 yang baru saja meninggal.
Orang orang yang awalnya hanya menonton sekarang bergerak menyerang Yohan, 'Sepertinya sudah dimulai.' Pikir Yohan. Bayangannya semakin hitam dan lebih hitam dari orang lain. Tidak lama muncul rantai hitam berujung pisau tajam dari dalam bayangan. Rantai rantai itu bergerak ke segala arah menembus leher orang orang yang menyerangnya. Darah mengalir membasahi rantai seperti dibasahi air hujan. Setelah terkena rantai itu tubuh orang orang langsung mengering seperti mumi.
Yohan bisa merasakan darah mereka yang merembas masuk kerantainya. Kemudian ia melesat ke tengah tengah musuh. Mereka langsung kaget mendapati Yohan menuju mereka sendiri. Langsung saja Yohan menebas mereka dengan pedang andalannya yang bernama 'Tidak Ada' berwarna merah darah. Ditangan kirinya juga terdapat pedang lain berwarna hitam. Yohan menebas para musuhnya secara membabi buta namun anehnya selalu tepat sasaran ke titip vital.
"I itu adalah e elemen kegelapan!?"
"K kita akan mati."
Tiba tiba Yohan berhenti menyerang, dirinya menyimpan kembali kedua pedangnya. "Rasanya tidak menyenangkan jika membunuh kalian dengan alat." Ujarnya diiringi kekehan diakhir. Kuku tangannya berubah menghitam dan memanjang seperti cakar binatang.
Sedangkan orang orang itu ketakutan melihat Yohan akan membunuh mereka dengan tangannya sendiri.
Yohan merobek dan mencabik tubuh musuhnya lalu menggabungkannya menjadi satu. Dengan sifatnya yang gila saat ini ia meminum darah orang orang yang dibunuhnya. Tawanya terdengar senang karena setelah sekian lama tidak meminum darah membuat bulu kuduk merinding. Ia memiliki kebiasaan ini dari kehidupan pertamanya di Jurang Xinhai. Disana tidak ada makanan dan minuman biasa layaknya dunia tengah dan dunia atas.
Dan satu satunya hal yang bisa dimakan dan diminum disana adalah…
Manusia.
__ADS_1
Untuk bertahan hidup dirinya memakan dan meminum darah daging manusia yang dijadikan pengorbanan untuk Jurang Xinhai. Disana dirinya belajar berkultivasi dan bahkan menciptakan tehnik kultivasi dengan meminum darah kultivasinya akan meningkat lebih cepat. Tehnik ini disebut 'Iblis pemakan manusia' dan merupakan tehnik aliran hitam.
"R Raja Yama!?" Ujar ketakutan seseorang.
"D dia adalah Raja Yama!?" Lanjut yang lain. Dan karenanya orang orang langsung berseru dengan kalimat yang sama.
...***...
"Raja Yama?!?!"
Zhao Ge kaget bukan kepalang mendenggar nama itu setelah ribuan tahun lamanya. "Kalau begitu aku harus menyelamatkan mereka! Meskipun dia sudah lama tidak muncul tapi aku yakin mereka tak akan bisa mengalahkannya!?" Ujar Zhao Ge. Dia sudah mendengar jika Yohan adalah musuh yang menyerang mereka ribuan tahun lalu. Dirinya dan para tetua yang lain melakukan pembicaraan secara rahasia.
"Tidak. Pak tua ini tidak bisa membiarkanmu menghadapinya." Ujar Lu Geyi masih kekeh dengan pendiriannya.
Zhao Ge merasa jengkel denganjawaban Lu Geyi. Selama ini dirinya menghormati Lu Geyi karena bertarung mati matian melawan Iblis yang menghancurkan Intana Suci. Tapi jawaban Lu Geyi malah mengecewakannya. "Kenapa? Senior tidak mungkin takut dengannya bukan? Meskipun dia jauh lebih kuat dari kita tapi kita tidak boleh mundur dan bersembunyi darinya. Dia adalah iblis kejam yang membuat Istana Suci kita menjadi bahan tertawaan selama beberapa ratus tahun."
Lu Geyi menghela nafas pelan. 'Apa aku harus memberitahunya uuga kalau aku bekerja sama dengan iblis yang dia bicarakan? Sungguh berat harus memberitahukan ini.' Pikir Lu Geyi. Dia menatap dalam Lu Geyi dan beberapa tetua yang lain. "Aku sudah bekerja sama dengannya!?" Ujar Lu Geyi membuat keempat tetua dan ketua klan terkejut.
...~~...
...-...
...-...
__ADS_1
...SEMOGA SUKA...