
Kedua orang tersebut sangat terkejut saat melihat Yohan dibawa masuk kedalam tubuh gurita besar. Mereka tidak menyangka jika gurita raksasa ini dapat melakukan hal yang tak terduga.
GLUDUK GLUDUK GLUDUK
Tepat setelah menculik Yohan gurita itu melarikan diri masuk kedalam tanah tempat persembunyiannya.
Zhu'er langsung berubah menjadi wujudnya sebagai rubah untuk mengejar gurita raksasa yang mengambil Yohan. Namun sayangnya saat dia ingin mengejarnya, tanah tempat melarikan diri langsung tertutup kembali. Dia mencoba menggali tanah tapi sepertinya usahanya sia sia.
"Percuma kau menggali!? Ikuti aku, aku tahu jalan menuju bawah tanah." Ujar Jun pada Zhu'er yang masih menggali.
"……" Zhu'er hanya menatap tajam Jun dengan mata rubahnya. Setelahnya dia berubah menjadi bentuk manusia.
Sejujurnya Jun sendiri merasa tidak nyaman berada didekat Zhu'er. Apalagi saat wanita itu menatap lurus ke dirinya. Dia merasa jika tatapan Zhu'er bisa melihat jauh didalam dirinya yang sebenarnya. Meskipun begitu ia ingin menanyakan beberapa pertanyaan yang hanya bisa dijawab wanita itu. "Berapa lama lagi kau bisa bertahan ditubuh itu?" Tanya Jun memulai pembicaraan.
"………" Pertanyaan Jun sudah seperti angin lalu bagi Zhu'er yang jarang bicara. Dia tak menghiraukannya meskipun itu adalah pertanyaan yang sensitif. Mau berapa lama ia bisa bertahan itu bukan urusan pria itu.
"Tidak mau menjawab? Baiklah, aku tebak kau hanya bertahan beberapa tahun kedepan melihat banyaknya bercak merah darah ditubuhmu. Perlahan lahan kau akan kehilangan kelima fungsi indramu, lalu tubuhmu akan membusuk dan akhirnya kau akan mati dengan menyedihkan, benarkan?" Tebak Jun pada kondisi tubuh Zhu'er saat ini.
"………" Meskipun perkataan Jun benar tapi Zhu'er masih tetap menutup rapat mulutnya. Malahan dia kesal karena pria itu terus mengoceh dari tadi. Kalau pria itu sudah tahu kenapa terus mengoceh? Zhu'er lebih suka suasana yang hening tanpa bicara seperti saat saatnya dengan Yohan.
Jun sudah tahu dari dulu alasan wanita itu terus mendekati Yohan. Tentu saja karena tubuh Yohan cocok dengan jiwa Zhu'er sehingga bisa menjadi tubuh barunya. Karena itu dulu dia mencoba menangkap dan membunuh Zhu'er adalah karena hal itu. Tapi sepertinya wanita itu tidak akan mudah mati sebelum mencapai batasnya sendiri. "Satu satu jalan melanjutkan hidupmu dengan mencari tubuh baru yang cocok denganmu. Karena itu kau mendekati Zh__"
"Cerewet." Ujar Zhu'er tiba tiba dan langsung membuat Jun terdiam. Dia sudah tidak tahan dengan ocehan ini itu dari Jun. Kalau sudah tahu kenapa tidak diam saja?
__ADS_1
Baru kali ini dia dibilang cerewet oleh orang lain. Dan orang itu adalah wanita kurang waras. Jun tidak tahu mengapa dia langsung terdiam saat Zhu'er berkata cerewet pada. Apa yang dia takutkan? Lagipula wanita itu juga akan kembali menjadi mayat beberapa tahun lagi.
...***...
Didalam tubuh gurita, Yohan terbaring tidak sadarkan diri. Disaat Yohan tidak sadarkan diri ada banyak mata yang memperhatikan dirinya. Beberapa mata mengeluarkan tangan hitam panjang dari tengah tengah bola matanya. Tangan tangan itu mengelus pipi Yohan dan bagian tubuh yang lain. Tidak lama mata mata itu mengeluarkan air mata.
Perlahan Yohan membuka matanya setelah lama tidak sadarkan diri. Hal pertama kali yang ia lihat adalah ratusan mata sedang melihat dirinya beserta tangan tangan hitam yang mengelus wajah, rambut dan tubuhnya. 'Dasar monster cabul!?' Pikir Yohan agak merinding dipegangi seperti ini. Saat ini Yohan sedang berada didalam tubuh gurita raksasa yang menculik dirinya. Untungnya tempat ia terbaring bukan mata, tapi daging kehitaman yang lembek. Namun diatas dan dinding tubuh gurita adalah ratusan mata ungu. 'Gurita ini lagi lagi terus melihatku. Apa aku terlalu tampan bagi monster jelek ini?' Pikir Yohan yang masih sempat sempatnya narsis.
'Tapi, kenapa gurita cabul ini menangis?' Pikir Yohan yang setelah melihat mata mata yang melihat berkaca kaca. Dia merasa gurita ini agak aneh. Kenapa hanya dirinya yang ditangkap dan diperhatikan seperti ini.
Tidak lama tangan tangan itu kembali ketempat mereka masing masing. Yohan bangun dan mencoba mencerna semua yang terjadi. Terakhir yang diingingatnya adalah suara asing yang tiba tiba ada dikepalanya. Lalu dirinya ditangkap dan beginilah situasinya sekarang.
Tiba tiba muncul mata besar yang menangkapnya beberapa saat yang lalu dibawah tepat Yohan berdiri saat ini. Pupil segaris mata itu mengeluarkan makhluk hitam berwujud manusia tanpa anggota tubuh yang lengkap. Hanya kepala, tubuh, tangan, dua mata bulat putih dan mulut yang lebar saat tersenyum. Yohan langsung waspada melihat makhluk hitam tersebut.
"Bawahan? Kau?"
"Benar, apa tuan tidak ingat padaku?" Tanya sosok hitam. Tapi Yohan hanya melihatnya bingung. "Bagitu, sudah kuduga. Seharusnya aku tidak membiarkan tuan keluar ke dunia luar bersama pria cahaya itu."
"Berhentilah mengoceh, siapa kau sebenarnya?" Tanya Yohan langsung pada intinya.
"Aku awalnya hanya monster kecil rendahan yang hidup dibawah tanah. Kemudian tuan memberiku kekuatan sehingga bisa sekuat ini." Jelas sosok hitam.
Yohan terkejut mendengar penjelasan sosok hitam lembek tanpa tulang didepannya. "Kekuatan? Aku memberimu kekuatan?" Tanya Yohan masih terkejut. Dia tidak bisa memberi makhluk lain kekuatan, tapi kenapa sosok hitam didepannya mengaku diberi kekuatan oleh Yohan.
__ADS_1
"Benar, tuan juga yang menyuruhku menjaga artefak lingzhu. Tapi sayangnya pria cahaya itu berhasil menghancurkan barang tuan. Aravest melakukan kesalahan dan pantas mendapat hukuman." Ujar sosok hitam memanggil dirinya Aravest.
Terlalu banyak informasi yang didapat sehingga tidak tahu harus menyusun dari yang mana. Yohan melirik sosok hitam bernama Aravest, "Namamu Aravest bukan? Apa kau tahu bagaimana cara menghancurkan segel ingatan?" Tanya Yohan sembari tersenyum licik.
Aravest tersenyum lebar hingga hampir memenuhi sebagian wajahnya. "Tentu, tuanku."
...***...
Dibawah tanah terlihat luas dan lembab. Zhu'er dan Jun sudah sampai disarang gurita besar yang membawa Yohan. Monster itu besar seharusnya bisa dengan mudah ditemukan.
"Kemana kau akan pergi?" Tanya Jun melihat Zhu'er pergi berlari seenaknya didalam sarang bahaya. Namun wanita itu tetap pergi menjauh tanpa mempedulikan pertanyaan Jun. "Dasar aneh."
Tepat setelah tiba ditempat ini Zhu'er sudah bisa mencium bau Yohan meskipun bercampur dengan bau busuk yang lain. Tapi ia yakin jika bau yang ia cium adalah bau Yohan. Dia berlari semakin dekat dengan tujuannya. Langkahnya berhenti ketika dari belakang berdiri seorang pria yang mirip dengan Yohan. Zhu'er melanjutkan larinya semakin cepat dan ketika dirinya hampir mendekati Yohan, pria itu berbalik dan Zhu'er memeluknya.
"Z Zhu'er, kau memelukku terlalu kencang." Ujar Yohan merasa sesak dipeluk Zhu'er yang memeluknya seakan dirinya akan menghilang lagi. Tapi wanita itu masih memeluknya dengan erat. Karena sudah begini, Yohan mengangkat tangannya dan membalas pelukan itu meskipun sesak.
...~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...
__ADS_1