Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
54. Waktu


__ADS_3

Dalam beberapa hari Jun terus mengawasi Yohan. Melihat sikap Yohan yang berubah 180° dari sebelumnya membuat Jun tenang. Mungkin kali ini Yohan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. "Mulai sekarang aku tidak akan mengganggumu lagi." Ujarnya sembari pergi kembali ke hutan hitam.


Awalnya memang Jun berpikir inilah yang terbaik. Tapi beberapa tahun kemudian…


Didepannya terbaring jasad seorang pria penuh darah. Kulitnya yang putih begitu pucat dengan tubuh yang sudah dingin. Wajah yang tak asing di matnya. Zhen. Pria yang dulu musuhnya dan di kehidupan kali ini adalah adiknya. Sekarang terbaring tak bernyawa di tengah hutan.


Tes tes tes


Tidak lama guyuran air hujan mewakili hatinya saat ini. Dia berjalan mendekati Zhen dan duduk disampingmya. "Pffth ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha… ha…ha… Kenapa nasibmu begitu menyedihkan? Bahkan ketika kau tidak memperlihatkan kekuatan kegelapanmu pun orang orang itu masih tetap ingin membunuhmu." Ujar Jun sambil menatap jasad Zhen. Dia merasa aneh, seharusnya dia senang karena penjahat terbesar ini mati lebih awal. Tapi entah kenapa Jun merasa sedih ketika melihat jasad Zhen terkujur kaku sekarang.


Dia merasa api yang sangat panas membakar hatinya yang di selimuti kemarahan. Tatapannya begitu berapi api melihat ke arah tempat orang orang yang membunuh Zhen. "Aku akan menghidupkanmu kembali sehingga kau bisa membalaskan dendammu." Jun mengangkat tubuh Zhen yang penuh dengan luka.


Jun membaringkan tubuh Zhen diatas sebuah batu dengan lilin yang mengelilinginya. Dia juga meletakkan sebuah piringan dengan tiga putaran waktu diatas tubuh Zhen. Setelah selesai membuat lingkaran pemanggil yang mengeliling batu dengan darahnya sendiri dia juga meneteskan darah ke piringan tersebut. Itu adalah artefak linhzhu.


Srak


Gulungan panjang dilemparkannya ke atas dan keluarlah tulisan tulisan berwarna emas berkilau mengelilingi mereka. Dia melafalkan sebuah mantra yang begitu rumit dan panjang. "Darah sebagai medium,… tangan sebagai mean… daging sampai rohmu… jiwa sampai debu… Aku memanggilmu… MING JIA ZHEN!?" Diiringi dengan lafalan mantra kabut hitam pekat memasuki tubuh kosong Zhen.


"Haaa…hah? Aku… hidup lagi?" Ujar Zhen sembari melihat tangannya senndiri yang penuh darah. Dia melihat ada dua orang beserta kacung kacung mereka sedang membulinya di masa lalu dulu.


SEKARANG


Tidak bisa dipercaya kalau Jun bisa melakukan hal seperti itu. Ini jadi terasa lebih canggung. 'Cara dia menghidupkanku kembali, kenapa rasanya seperti pemanggilan roh jahat ya? Tapi, itu artinya dia telah menolongku, apa aku masih harus balas dendam?' Pikir Yohan. Sekarang dia bingung harus melakukan apa pada Jun.


...***...


DUAR DUAR DUAR

__ADS_1


"Apa dia masih berusaha masuk dengan paksa?" Tanya Xiao Yun pada tiga orang yang mengelilingi api unggun. Dia berjalan mendekati mereka dengan membawa banyak buah buahan yang dia dapat dari dalam hutan.


"Ya, wanita itu tidak akan pernah berhenti sebelum mencapai tujuannya." Balas Wenhou.


Kini Zhu'er tidak lagi berusaha menghancurkan penghalang, sekarang dia hanya mencoba membuat celah untuk masuk. Dia melentangkan tangan kanannya kedepan dengan segumpalan energi merah. Kemudian energi merah tersebut menjadi semakin besar dan kemudian menyerang sebagian kecil dari penghalang. Akhirnya usahanya tidak sia sia. Zhu'er berhasil membuat celah di penghalang yang sulit untuk di hancurkan itu.


Senyum seram terlihat diwajahnya yang selalu datar setiap hari. Tanpa membuang waktu lagi Zhu'er melompat kedalam jurang.


Xiao Yun langsung berdiri ketika melihat Zhu'er berhasil membuat celah. Seketika dia langsung melesat ke tempat Zhu'er secepatnya untuk memasuki jurang juga. 'Ini kesempatanku!?' Pikir Xiao Yun.


"Lihat itu! Kak Zhu'er berhasil membuat celah!?" Ujar Linhua sembari menunjuk tempat celah yang dibuat Zhu'er. "Apa kita juga akan ikut masuk?" Tanya Linhua pada yang lainnya.


"Tentu saja ik__"


"Tidak." Ujar Jiangwu memotong ucapan Wenhou.


"Apa kau tidak percaya padanya?" Tanya Jiangwu serius dengan pertanyaannya. Untuk waktu yang lama Wenhou menatap tajam Jiangwu. Begitu pula dengan Jiangwu yang mendongakkan kepalanya ke asal suara yang dia yakini adalah Wenhou. Sedangkan Linhua dan Yue hanya bisa melihat keduanya saling berdebad dingin.


Bruk


Dengan kesal Wenhou duduk kembali dengan tangan yang disilangkan didepan dada dan wajah yang ditekuk kesal.


Alasan mengapa Jiangwu tidak mengijinkan mereka turun ke dasar jurang adalah karena mereka tidak akan sanggup bertahan kurang dari satu hari disana. Sedangkan untuk Yohan dan Jun sendiri karena atribut mereka yang spesial keduanya dapat bertahan hidup disana. Khusus untuk Zhu'er dia sejak awal memang sudah dekat dengan kematian, jadi tidak ada alasan untuk khawatir dengannya.


"Jadi apakah kita jadi turun ke bawah?" Tanya Linhua berbisik pada Yue yang ada di pundak kanannya.


"Sepertinya tidak quack." Jawab Yue mengikuti Linhua berbisik.

__ADS_1


Saat Xiao Yun akan memasuki celah yang dibuat Zhu'er, seketika celah itu kembali menutup rapat. Tubuhnya terpental karena tertolak kekuatan penghalang. "Ah, sial!?" Umpatnya kesal.


Perlahan kekuatan Zhu'er ditekan menjadi yang terendah ketika memasuki jurang. Didalam jurang begitu gelap gulita hingga hampir seperti ruang hampa. Untungnya Zhu'er memiliki penglihatan malam, mata naga. Jadi dalam keadan tergelap sekalipun dia bisa melihatnya dengan jelas.


Tap


Hampir tak ada suara Zhu'er menginjakkan kakinya ke tanah. Seperti dalam bayangannya tempat ini gelap, seram, suram, bau, kotor dan penuh aura jahat. Zhu'er mengedarkan pandangannya ke segala tempat untuk mencari keberadaan Yohan. Dia tidak bisa mencium baunya karena bau tempat ini menyamarkannya, dia juga tidak bisa melihat jejak Yohan karena dihapus oleh tempat ini. Satu satunya cara menemukan Yohan adalah dengan menggunakan, insting.


Tanpa membuang waktu lagi Zhu'er langsung berjalan ke arah kanan. Yang mana itu adalah arah yang tepat untuk menyusul Yohan.


...***...


Tiba tiba Yohan berbalik badan ke belakang sembari meihat kearah gelapnya jalan yang ia lalui bersama Jun. Dari arah situ ia merasakan kehadiran seseorang yang biasanya mengatakan 'hallo' padanya setiap pagi. 'Apa ini hanya perasaanku saja atau memang wanita itu datang?' Pikir Yohan bingung. Dia merasa kalau Zhu'er menyusulnya sampai ke tempat mengerikan ini. Meskipun itu tidak pasti, namun dia yakin jika orang itu adalah Zhu'er.


"Kenapa tiba tiba berhenti?" Tanya Jun penasaran.


"Bukan apa apa." Ujar Yohan.


Kemudian mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka yang masih belum sampai di tempat tujuan.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...

__ADS_1


__ADS_2