Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
02. Kau jauh lebih baik


__ADS_3

Glek


Para bandit itu menelan ludah mereka sendiri. Mereka tak menyangka jika pria cantik yang mereka kira lemah adalah seorang master. "Sialan!? Aku tidak menyangka jika pria itu seorang kultivator kelas atas." Guman salah satu dari mereka.


"Apa sebaiknya kita laporkan saja pada kapten?" Tanya seorang anggota.


"Ya, ayo kita mundur dan laporkan pada kapten." Jawab yang ditanya. Setelah itu mereka kabur melarikan diri.


Tanpa dikejar Yohan hanya melihat kepergian mereka yang semakin menjauh. Dia sedikit tersenyum licik seperti merencanakan sesuatu. Tiba tiba ada yang menarik bajunya dari bawah. Terlihat seorang anak kecil yang tampak ketakutan saat Yohan melirik ke arahnya dengan dingin. "Tu tuan yang tampan, bi bisakah kau menolongku?" Tanya bocah itu takut takut.


Senyum Yohan pudar ketika melihat Linhua yang berbau bau merepotkan, "Tidak." Jawab Yohan singkat dan acuh.


"Ta tapi bukankah saat ini tuan yang tampan sedang menolongku?" Tanya bocah itu tepat sasaran.


Yohan diam sejenak. Dia saat ini memang sudah termasuk menolong gadis kecil itu. "Aku tidak menolongmu dan saat ini aku hanya memberi pelajaran pada mereka karena sudah kurang ajar padaku." Jelas Yohan.


Gadis kecil itu cemberut karena Yohan tidak ingin menolongnya. "La lalu kenapa membiarkan mereka kabur?" Tanya bocah itu heran.


Senyum licik tercetak diwajahnya yang tampan, "Kau pikir aku sebaik itu?" Tanya Yohan dengan senyum jahatnya. "Lagipula…" Yohan mengangkan tubuh kecil Linhua seperti mengangkat seekor anak kucing, "… Kenapa aku harus menolong seorang pencuri sepertimu?" Tanya Yohan dengan tatapan tajamnya. Dia tahu alasan mengapa orang orang itu mengejar anak kecil ini. Itu karena anak kecil ini adalah seorang pencuri yang mencuri uang mereka. Terlihat jelas dari kantung uang yang yang diikatkan di pinggangnya. Nyalinya cukup besar untuk seukuran anak kecil yang mencuri uang dari pencuri lain.


Tes


Tampak anak kecil itu berdarah di kakinya. Itu terlihat seperti luka panah. Tapi ajaibnua gadis kecil itu tidak terlihat tanda tanda kesakitan sama sekali. Ini menarik untuk Yohan ketika melihatnya. Dan yang paling membuatnya terkejut adalah luka gadis itu bisa sembuh dengan sendirinya. 'Ini mengingatkanku pada seseorang. Ditambah lagi, dia tampak seperti orang itu.' Pikir Yohan setelah meneliti lebih jauh.

__ADS_1


"A aku bukan pencuri." Terdengar suara yang bergetar dari gadis kecil itu. Sepertinya dia takut pada Yohan. Apalagi setelah melihat betapa hebatnya Yohan bertarung. Tapi anehnya dia merasa sangat mengagumi kehebatan itu.


Yohan hanya menatap dingin gadis tersebut tanpa mengatakan apapun. Dia sedikit menggoyang goyangkan tubuh gadis kecil itu dengan enteng.


Pluk


Jatuh kantong berisi uang dan berlian didalamnya. "Apa kau masih ingin mengatakan kalau kau bukan pencuri?" Tanya Yohan dengan smirk dan sedikit memiringkan kepanya menatap gadis itu.


Pipi gadis kecil itu langsung merona melihat betapa menawannya pria dihadapannya ini. Dia tidak bisa berkata apa apa lagi sekarang. Sekarang tergantung pada keberuntungan.


"Siapa namamu?" Tanya Yohan tiba tiba.


"L Linhua, tuan yang tampan." Jawab Linhua.


Gadis kecil itu sedikit bingung sekarang, 'Bukannya tadi dia bilangtidak menolongku? Apa aku alah dengar ?' Pikir Linhua bingung. Dia tampak resah gelisah dengan apa yang terjadi sekarang. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Dia melihat uang yang dia curi cukup banyak. Tentunya hanya pilihat itu yang bisa dia gunakan. "A aku akan memberikan tuan yang tampan uang uang itu semuanya. T tapi tolong lepaskan aku. K kalau bisa sisakan sedikit uangnya!?" Ujar Linhua sedikit tawar menawar dengan Yohan.


Yohan sedikit melebarkan matanya, "Kau ingin memberiku uang hasil curian? Aku tidak membutuhkan uang itu. Yang aku inginkan adalah… hidupmu!?" Ujar Yohan kembali dengan senyum jahatnya.


...***...


Gadis kecil itu tidak menyangka jika pemuda yang dia pintai tolong sejahat ini. Kalau dia sejahat itu Linhua tidak akan meminta bantuannya. Linhua segera mengikuti Yohan meskipun takut. Siapa yang tidak takut pada seseorang yang baru saja menunjukan kejam. Siapapun pasti takut dengannya. Namun keberanian gadis kecil itu patut untuk dipuji.


Bayaran yang diminta oleh Yohan adalah menjadikan Linhua sebagai bawahannya. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata gadis kecil itu memiliki hubungan dengan seseorang yang dikenalnya. Gadis kecil itu dijual sebagai budak bersama dengan ibunya. Karena ada beberapa peristiwa kapal budak yang dinaikinya diserang oleh bajak laut. Dari kecempatan itulah gadis kecil itu bisa kabur. Namun ibunya tidak bisa kabur karena berasa dalam penjara kapal. Jadi gadis kecil itu kabur sendirian dengan memungut uang yang jatuh diatas dek kapal.

__ADS_1


Setelah itu dia dipanah karena terlihat akan melarikan diri. Namun itu hanya menggores kakinya saja. Sedangkan Linhua sendiri melarikan diri mencari bantuan dengan kaki pincang dan terjadilah kejar kejaran oleh beberapa orang jahat.


"T tuan, kita mau kemana?" Tanya Linhua bingung. Mereka sudah berjalan cukup jauh dari tempat asalnya dan anehnya mereka belum kuga sampai. Sebesar besarnya hutan pasti ada ujungnya. Tapi kenapa mereka belum juga sampai walaupun sudah berjalan berjam jam lamanya?


Tampak kebingungan Yohan menjawabnya. Dia sedikit berbisik pada kegelapan yang selalu menemaninya, "Hei, kenapa kita belum sampai juga?" Bisik Yohan.


"Tuan, aku adalah milikmu. Tanyalah apapun dan aku akan memberitahumu segalanya. Tidak ada yang tidak aku tahu, jadi__"


"Jadi kau tahu apa tidak?" Tanya Yohan tidak sabar.


"Ah, itu… aku tidak tahu. Pemikiranku sama dengan tuan dan karena tuan buta arah jadi aku juga buta arah."


"Ck, dasar tidak berguna." Gerutu Yohan. Dia berhenti melangkah tiba tiba.


Bruk


Tanpa sengaja Linhua menabrak Yohan dari belakang karena berhenti mendadak. Yohan membalikkan tubuh nya ke hadapan Linhua sembari tersenyum, "Sepertinya aku tersesat!?" Ujarnya begitu santai tanpa memikirkan orang lain yang mendengarnya. "Tapi tenang saja, sebentar lagi akan ada yang mencariku!?" Ujar Yohan dengan tampang yang sama sekali tidak bisa dipercaya.


Tampak wajah gadis kecil itu begitu syok mendengarnya. Bagaimana tidak? mereka sudah berjalan berjam jam lamanya tapi tiba tiba orang yang diikutinya mengatakan, 'Sepertinya aku tersesat' dengan sangat mudah. 'Apa selain tampan dan kuat tidak ada lagi yang spesial darinya? Bagaimana bisa aku mau menjadi pelayannya dengan mudah?' Melihat senyum pria didepannya rasa marah Linhua menjadi hangus. 'Ah, aku ingat!? Itu karena aku terpikat oleh rupanya.' Pikir Linhua tampak menyesali keputusannya. Tapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur.


Mereka melanjutkan perjalanan tanpa tahu arah tujuan. Linhua terus memperhatikan tuannya itu. 'Selain tampan dan kuat tidak ada lagi yang spesial darinya. Dia jahat, buta arah, plin plan, orang aneh, dan sepertinya dia juga gila. Tapi, entah kenapa aku merasa dia jauh lebih baik dari pada orang orang yang pernah kutemui.' Pikir Linhua. Dalam pertama kalinya Linhua merasakan ada yang peduli padanya. Seseorang yang akan dia serahkan hidupnya pada orang itu. Dia belum tahu apa alasannya mengikuti Yohan dan kenapa dia menginginkannya? Saat Yohan meminta Linhua mengabdikan hidupnya pada'nya, seperti ada dorongan seseorang yang mengikat dirinya untuk mengatakan 'iya' pada pria itu. Entah itu apa namun yang pasti, itu adalah sesuatu yang dia rindukan.


...~~~...

__ADS_1


...SEMOGA SUKA!?...


__ADS_2