Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
07. Tujuan baru


__ADS_3

Yohan berdiri dengan darah yang tak berhenti mengalir dari dadanya. Tapi ini bukanlah apa dibandingkan dengan luka yang dia terima dulu. Dia berjalan menuju kapal tempat Linhua berada. Yohan ingin tahu apakah Linhua berhasil menemukan ibunya atau tidak. Meskupun dugaannya tidak akan bertemu, tapi bisa saja dugaannya salah. Sejak awal, ia sudah menduga kalau Linhua tidak mungkin dapat kabur tanpa bantuan orang lain.


Setidaknya harus ada satu orang yang menghalangi para bajak laut itu agar Linhua bisa selamat. Tapi karena tidak mungkin mengatakan hal ini pada Linhua, Yohan membiarkan gadis itu melihat sendiri kenyataannya. Tapi siapa tahu ada keajaiban datang dan membuat ibu anak itu hidup. "Kuharap dia tidak menangis dengan kencang." Guman Yohan.


Sesampainya di kapal, disana sudah ada banyak orang yang terbebas. Terlihat jelas diwajah mereka yang tampak riang gembira karena terbebas dari para bajak laut. Dari banyaknya orang, disana tidak ada Linhua. Itu berarti dia masih ada di bawah. Yohan turun kebawah untuk mencari Linhua.


Barulah terlihat seorang gadis kecil yang sedang menangis dilantai kapal. Gadis kecil itu terlihat sangat sedih dengan pipi yang sudah sangat basah. Sepertinya Yohan tahu apa artinya, "Sampai kapan kau akan menangis? Berhentilah menangis, itu tidak akan mengubah apapun yang sudah terjadi. Bangun dan usap ingus mu!?" Ujar Yohan.


Kini tidak ada lagi tujuannya untuk hidup. Ibunya sudah meninggal, dan sekarang apa? Linhua langsung mengusap air mata dan ingusnya yang sudah banyak keluar. Tidak lama ada tangan yang mengulur padanya. Itu adalah tangan Yohan. Belum pernah ada yang mengulurkan tangan padanya. Bisa dibilang ini pertama kalinya ada yang begitu. Linhua tanpa ragu menggapai tangan besar itu.


Tujuan lamanya memang sudah tidak ada, tapi masih ada tujuan yang baru. Pria didepannya ini akan menjadi tujuan barunya. Kali ini Linhua akan benar benar menyerahkan seluruh hidupnya pada orang ini.


Setelah beberapa saat, Yohan mencari ke ruangan Tongwu untuk mencari harta yang Tongwu sembunyikan. Dicarinya kesegala tempat, tapi ruangan itu benar benar kosong melompong. "Si keparat itu, apa dia benar benar tidak memiliki harta satupun?" Ujar Yohan kesal. Tiba tiba saja Yohan merasa pusing karena lukanya yang tidak juga diobati. "Kurasa aku harus mengobati lubang ini dulu." Ujar Yohan sembari mengelus luka didadanya.


Yohan melepas pakaiannya untuk mengobati luka di dadanya. Selain luka barunya ada juga bekas luka di sekujur tubuhnya. Dia benci melihat tubuhnya sendiri karena itu mengingatkannya pada seseorang yang memberikan bekas luka itu. Yang sampai sekarang masih membekas dihatinya. Meskipun luka di fisiknya sudah sembuh, tapi luka di hatinya masih sangat dalam dan semakin berdarah.


"Tuan, ap__" Tanpa mengetuk pintu Linhua masuk dan melihat Yohan sedang membalut lukanya. Wajahnya memerah karena melihat tubuh atas Yohan yang tidak memakai baju. Tapi kemudian dia sadar ada banyak sekali bekas luka disana.


"Ada apa?" Tanya Yohan tiba tiba.


"Ah, ti tidak ada apa apa. Aku hanya sedang mencari Tuan. A apa Lin'er bisa membantu mengobati luka Tuan?" Tanya Linhua menawarkan diri.


Yohan sedikir berpikir, sekarangkan dia sudah punya pelayan. Buat apa memerban diri sendiri kalau ada pelayan? "Baiklah, kemari dan perban lukaku!?" Ujar Yohan sembari tersenyum mempesona yang bisa membuat setiap wanita sport jantung. Linhua mendekat dan mulai memperban luka Yohan. Melihat luka yang begitu dalam membuatnya penasaran, luka separah itu pasti sakit. Tapi kenapa pria itu tidak terlihat kesakitan sedikitpun? Apa memang lukanya tidak terlalu parah? Tapi dengan darah sebanyak ini pastinya luka itu cukup dalam bukan?

__ADS_1


"A apa tidak sakit?" Tanya Linhua memberanikan diri.


"Tentu saja sakit, kau pikir luka'ku bohongan?" Ujar Yohan. Dia heran, mengapa setiap kali ia terluka selalu ada yang menanyakan 'apa tidak sakit?' setiap kali ia mendapatkan luka parah. Mengapa orang orang itu sering menanyakan sesuatu yang sudah pasti?


"Ti tidak, maksudku Tuan terlihat tidak kesakitan sama sekali saat mendapatkan luka separah ini, makanya aku penasaran." Jelas Linhua. Dia tidak salah, siapapun pasti akan keheranan melihat Yohan yang tanpa ekspresi mendapatkan luka yang parah. Wajahnya tampak biasa saja meskipun kelihatan pucat dengan luka yang dalam.


Sejujurnya Yohan tidak mengerti apa maksud Linhua. Tapi alasan ia tidak berekspreksi adalah karena dulu ia sering mendapat luka yang lebih parah dari ini dan hampir sekarat, jadi mendapat luka seperti ini bukanlah apa apa. Setelah selesai dengan memperban lukanya, Yohan mengeluarkan baju lain yang ada didalam cincin penyimpanannya. Karena baju yang ia kenakan tadi sudah robek robek dan berbau anyir darah.


"Baiklah, ayo kit__"


Srak


Ketika Yohan akan berdiri di bawah kakinya lantai kayu bergeser dan memperlihatkan ruangan lain dibawah. Melihat itu membuat Yohan tersenyum senang. Dia berpikir itu pastinya adalah ruangan rahasia yang disembunyikan Tongwu untuk menyimpan harta karunnya.


Disebuah kedai tampak seorang pria buta memakai caping dan penutup mata putih sedang minum dan makan di kedai makan. Rambutnya yang putih membuatnya tampak seperti orang tua. Namun sebenarnya pria itu memiliki wajah yang seindah giok dibalik capingnya. Sembari makan, ia mendengar informasi informasi yang cukup penting di berbagai sudut kedai makan itu.


Lantai satu, sudut kedai dekat pintu.


"Hei, teman!? Apa kau tahu desas desus tentang pembunuhan kapten bajak laut terganas Tongwu oleh seorang pemuda misterius?"


"Aku tahu itu, katanya pemuda itu sangat menakutkan seperti iblis kata orang orang."


Lantai satu, meja paling tengah.

__ADS_1


"Katanya dua memiliki taring panjang dan tanduk!? benar benar seram."


"Bukan hanya itu, katanya dia sering tertawa sendiri."


Lantai dua, meja VIP orang kaya 1.


"Dasar orang orang bodoh!? Aku sendiri pernah melihat pemuda itu, dia itu adalah kenalanku!?"


"Wah benarkah? Kalau begitu tolong kenalkan dia padaku juga!?"


Lantai dua, meja VIP orang kaya 2.


"Apa sih yang mereka bicarakan? pria ini pria itu, semuanya hanya omong kosong."


Pria buta itu tidak tahu apakah ini benar informasi berharga atau tidak. Tapi yang pasti dia tahu kalau semua omongan mereka adalah S-A-M-P-A-H. Jadi tidak akan dia percayai omong kosong itu. Tapi satu kesimpulan darinya sendiri, 'Mungkin dia adalah salah satu dari orang yang kukenal, Apa mungkin dia? Tapi rasanya tidak mungkin jika itu benar dia.' Pikir pria itu. Dia tetap melanjutkan makannya. Dia bangun setelah menghabiskan semua makanannya. "Baiklah, kurasa aku akan pergi mencarinya!?" Ujar pria buta itu sebagai tujuan barunya.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA!?...

__ADS_1


__ADS_2