Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
18. Dari balik cahaya


__ADS_3

Keramaian pesta di selenggarakan dengan semeriah mungkin. Diluar mereka sedang bersenang senang setelah selesai pertandingan. Terkecuali Yohan dan beberapa orang orangnya. Dia masih berada didalam. Entah mengapa berada di dalam kerumunan membuatnya tidak nyaman. Saat ini ia sedang berhadapan dengan orang yang terus mengikutinya.


Didalam pelukannya Yohan mengelus kucing merah yang sangat dia rindukan. Untuk Yue dia mengikatnya diatas atap kamar karena Yue menimpa Yohan dengan tubuhnya yang besar.


Sejarang Yue benar benar menyesal karena menimpa Yohan. Dia menggoyang goyangkan tubuhnya di udara berusaha melepaskan diri. Tapi sayangnya tali yang diikat Yohan begitu kencang. "T tuan Yohan. yang. baik. hati. Bi bisakah anda melepas ikatan, ku?" Tanya Yue yang berubah menjadi sopan.


"Hmph kau salah!? Aku adalah orang jahat, mengerti?" Ujar Yohan sembari memalingkan wajahnya dari Yue.


"K kalau begitu, Tuan Yohan yang jahat, bisakah anda melepaskan ikatanku?" Yue mengulang permintaannya. Dia berharap bisa melepaskan diri dari ikatan ini. Kepalanya sudah mulai pusing karena diikat terbalik.


"Hmph, kau salah lagi!?" Ujar Yohan masih memalingkan wajahnya.


Cukup, ini benar benar membuat Yue kesal. "APA LAGI YANG SALAH?" Ini benar benar membuatnya naik darah. Bukankah dia sudah bilang jahat pada pria ini? lalu apa lagi yanga salah?


Yohan melihat Yue dengan wajah yang juga kesal, "Yue si otak burung, orang jahat tidak akan berbuat baik, tahu? Hmph!?" Yohan kembali memalingkan wajahnya dari Yue.


Baiklah, Yue menyerah kali ini. Dia benar benar tidak bisa berdebad dengan Yohan. 'Memang susah bicara pada orang gila.' Pikir Yue sudah menyerah.


Setelah selesai dengan Yue, Sekarang tinggal orang yang kini sedang duduk berlutut. Namanya adalah Wen Hou, naga campuran manusia. Dia adalah manusia setengah naga. Hasil dari persilangan antara naga dan manusia. Yohan tidak mengerti mengapa Wen Hou tidak langsung menemuinya saja dan malah mengawasi seperti mata mata. "Kenapa kau tidak langsung mendatangiku saja dari pada harus sembunyi sembunyi?" Tanya Yohan pada pria dihadapannya yang sedang gugup.


"Itu,… sebelum kau pergi dan tidak kembali lagi, kau memberiku pesan untuk tidak mengikutimu. Jadi…" Wen Hou takut melanjutkan perkataannya.


Yohan membelalakkan matanya mendengar alasan Wen Hou yang yang begitu simpel. Tidak ia sangka pria ini begitu polos. Saking polosnnya ia jadi ingin tertawa, "He he he he he… Astaga~ Jadi kau takut aku memarahimu karena kau mengikutiku?" Tanya Yohan.


"I iya." Jawab Wen Hou ragu ragu.

__ADS_1


"Berdirilah, aku tidak akan memarahimu hanya karena kau tidak mematuhi perintahku. Jadi kau bisa berdiri." Ujar Yohan dengan senyum kecilnya. Wen Hou langsung berganti wajah senang ketika mengetahui Yohan.tidak marah padanya.


"Bagaimana denganku, quack?" Tanya Yue berharap.


"Kau tetap disana!?" Ujar Yohan garang.


Wen Hou bangun dari duduk berlututnya dan berdiri di sisi Linhua. Dia melirik Jiangwu yang juga ada disana. Mungkin ini hanya bawaan dari rasnya, tapi melihat ada klan Guaiwu lain selain Yohan itu membuatnya kesal. Dia menatap tajam Jiangwu. 'Siapa dia? apa dia mata mata dari klan Guaiwu yang menyamar menyamar menjadi teman guru? Pikir Wen Hou.


"Aku bisa menebak apa yang kau pikirkan. Karena itu berhentilah menatapku dengan tajam begitu." Ujar Jiangwu memalingkan wajahnya ke Wen Hou.


Wen Hou makin menatapnya dengan kesal. "Huh, siapa yang menatapmu? Jangan terlalu percaya diri." Ujar Wen Hou membalasnya dengan ketus.


Berada ditengah tengah mereka membuat Linhua tidak tahu harus berbuat apa. Dia takut kena imbasnya dari kemarahan mereka. Jadi dia memilih untuk tetap diam.


"Begitu, ya? Padahal aku hanya asal menebak kau melihatku. Tapi ternyaata itu benar. Ras naga tetaplah ras naga, terlalu mudah ditebak." Ujar Jiangwu yang termasuk sindiran.


"Cukup!? Apa yang kalian ributkan? Apakah kalian mulai jadi gila? Seharusnya kalian mencontoh diriku yang cinta damai dan yang paling waras diantara kalian!?" Ujar Yohan dengan bangga.


'Tidak, kau lah yang satu satunya paling gila disini.' Pikir mereka berempat bersamaan.


Yohan berjalan menuju jendela dan melihat keramaian diluar, "Jika kalian ingin ribut, maka tunggulah sebentar lagi. Karena sebentar lagi pesta ini akan menjadi pesta yang dipenuhi darah." Ujar Yohan dengan senyuman manisnya.


...***...


"Sancai sancai , ramai sekali. Apa benar perayaan ini akan terjadi sesuatu?" Tanya Xuemin bertanya tanya. Dia masih memikirkan apa yang dikatakan Yohan kalau perayaan malam ini akan terjadi penyerangan. Meskipun sulit dipercaya tapi kata kata Yohan tidak bisa diremehkan.

__ADS_1


Jia Wuxen melebarkan kipasnya. Dia juga memikirkan kata kata Yohan tadi siang. Tapi dengan begitu banyak orang kuat disini mana mungkin penyerangan itu bisa terjadi. "Meskipun penyerangan itu benar terjadi, tapi dengan adanya orang orang kuat disini aku yakin semuanya baik baik saja." Ujar Jia Wuxen. Beberapa orang mengiyakan dan beberapa lagi yang tidak begitu yakin.


"Tapi apa yang dikatakan Yohan tidak bisa dianggap remeh. Meskipun dia gila tapi sebenarnya dia adalah orang yang pernah menjadi pemimpin kelompok penjahat paling ditakuti." Ujar Lou Xie.


"Lou Xin ada benarnya!? Bisa saja omongan sayang__ maksudku Yohan'ge ada benarnya. Lebih baik kita bersiap untuk sesuatu yang bisa saja terjadi." Ujar Qing Ci membela Yohan. Mereka terus memikirkan perkataan Yohan. Karena itu mereka akan bersiap siap apabila terjadi penyerangan.


Dari kejauhan tepat atas atap salah satu bangunan istana, duduk seorang pria berambut putih dengan jubah putih dikenakannya. Dia hanya melihat betama senangnya orang orang dibawah. Mereka kelihatan sangat bahagia. Akan sangat disayangkan jika mereka dibantai habis. "Seandainya raja kalian tidak mengabaikan peringatanku, kalian pasti akan kubiarkan hidup. Jadi ini bukan salahku jika kalian mati hari ini." Ujar pria itu dengan senyum manisnya.


"Apa kita akan menyerang sekarang, Yang Mulia?" Tanya seorang perempuan berambut merah yang mengenakan jubah hitam.


"Tunggu sebentar lagi. Akan kuberikan waktu sebentar lagi untuk mereka sebelum mati." Ujar pria bernama Ming Jia Jun.


...***...


Dalam kegelapan malam yang diterangi lampu, Qionglin dan Xinxin berjalan menuju kamar seseorang. Wajah Qionglin terlihat begitu ceria, sedangkan wajah Xinxin terluhat sebaliknya. Dia kesal penjahat gila itu kembali lagi. "Kak, apa kau tidak kapok setelah dipermainkan oleh peia gila itu? Maksudku, dia bahkan tidak melihatmu sebagai wanita. Dia hanya ingin memanfaatkan kebaikanmu padanya. Asal kakak tahu saja, dia adalah musuh para wanita!?" Ujar Xinxin kesal. Ia masih ingat kelakuan brengsek Yohan dimasa lalu. Dan itu benar benar membuatnya kesal.


Qionglin tahu maksud Xinxin. Dulu, saat Yohan masih berada di kekaisaran Qi dia sering sekali memanfaatkan Qionglin sebagai perisai hidup. Tapi karena Qionglin mencintai pria itu dia tidak peduli sebrengsek apapun kelakuannya. Cinta membutakan segalanya, dan itu yang saat ini dirasakan Qionglin. "Jika kau mengenalnya lebih dalam, kurasa dia tidak seburuk yang kau pikirkan Xin'er." Ujar Qionglin. Alasan mengapa Qionglin bisa jatuh cinta pada Yohan karena, dia tidak merasakan kejahatan sedikitpun pada pria itu. Biasanya setiap orang yang mendekatinya ataupun mengenalnya, Qionglin merasakan sesuatu yang buruk dari mereka. Tapi ia tidak merasakannya pada Yohan. Meskipun semua orang memanggilnya penjahat paling jahat lima kekaisaran.


Mereka berhenti didepan kamar Yohan. Tapi Xinxin berdiri jauh dari kamar Yohan. Dia tidak ingin melihat wajah pria itu lagi.


Ketika Qionglin ingin mengetuk pintu kamar itu, dia melihat dari balik pintu yang tembus cahaya sosok seorang pria yang berada dibawah seorang wanita. 'Siapa wanita itu?'


...~~...


...-...

__ADS_1


...-...


...SEMOGA SUKA...


__ADS_2