Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
15. Kejutan!?


__ADS_3

Sekarang sudah di akhir pertandingan. Pertarungan yang mendebarkan antara seorang pemuda misterius melawan lima orang kultivator tingkat tinggi. Beberapa dari mereka sudah tahu siapa pemuda yang akan mereka lawan.


Salah satunya adalah seorang biksu yang kini sedang memperhatikan Yohan. Dia sudah pernah bertemu dengan Yohan saat berada di kedai makan. Waktu itu ia melihat Yohan sedang beradu jurus dengan patriak sekte seribu satu bunga. Tidak ia sangka akan berhadapan secepat ini. Dan sangat tak disangkanya jika pemuda itu lebih muda dari perkiraannya. 'Sancai sancai, sangat tak terduga bertemu dengannya secara langsung seperti ini. Dia benar benar jenius diumurnya yang terbilang muda.' Pikir biksu itu. Lebih tepatnya, biksu itu bernama Xuemin, berasal dari sekte Budhis lotus dan perwakilan dari kekaisaran Tang.


Untuk pria rupawan bermata sipit yang memegang kipas, namanya adalah Jia Wuxen. Perwakilan dari kekaisaran Yan, dari keluarga besar Jia. Dia sangat senang bisa cepat bertarung melawan pria yang waktu itu ia lihat. Tapi sayangnya pertarungan ini terasa tidak adil karena satu banding lima.


Dan yang terakhir adalah gadis kecil yang sebenarnya sudah tua. Mungkin tubuhnya kecil, tapi umurnya sudah menginjak hampir dua puluh lima tahun. Namanya adalah Qing Ci, perwakilan dari kekaisaran Zuo. Hal yang paling dia sukai adalah… pria tampan dan muda. Wajahnya langsung memerah ketika melihat Yohan. 'Astaga, pemuda itu tampan sekali~ Dia benar benar bibit unggul. Yang seperti ini tidak boleh disia siakan.' Pikir Qing Ci sembari senyum senyum tebar pesona di hadapan Yohan.


Yohan sendiri tidak tahu mengapa gadis kecil dihadapannya ini terus tersenyum padanya. 'Ada apa dengannya? Apa dia merencanakan sesuatu padaku? Kenapa dia menatapku dengan penuh cinta begitu? Mengerikan!?' Pikir Yohan dengan seluruh bulu kuduknya berdiri. Dia benar benar tidak suka dengan tatapan penuh 'Cinta' . Itu selalu berhasil membuatnya merinding. Intinya, sesuatu yang berhubungan dengan cinta, kasih sayang, dan sesuatu yang serupa seperti itu benar benar membuatnya merinding. Mungkin karena sejak kecil ia tidak pernah mendapatkan itu jadi rasanya terasa aneh jika seseorang tiba tiba memberikannya tatapan cinta. Sesuatu 'seperti itu' hanyalah dongeng belaka. Setidaknya itu yang ia pikirkan sebelum bertemu dengan wanita aneh yang selalu mengikutinya dulu.


Pria yang membawa acara sepertinya akan mulai bersiap untuk memulai pertandingan. Dia melihat ke kanan dan kirinya. Tidak pernah sekalipun dalam sejarah pertandingan kekaisaran terjadi hal seperti ini. Sejujurnya ini baru pertama kali. Jadi mungkin ini akan menarik dan menjadi satu satunya dalam sejarah pertandingan kekaisaran Zuo. "Pertandingan… DIMULAI!?" Teriak pembawa acara diakhir kalimat.


Setelah pembawa acara mengatakan mulai, Yohan berlutut satu kaki dengan senyum misterius diwajahnya. Diletakkannya kedua telapak tangan diatas lantai turnamen.


"Apa yang dia lakukan?" Tanya Jia Wuxen melihat Yohan berlutut.


"Sancai sancai, tuan Zhen apa kau sakit?" Tanya Xuemin.


Mereka bingung apa yang sedang dilakukan Yohan. Hingga wasit dari pertandingan menghampiri Yohan. "T tuan, apa kau tidak apa apa?" Tanya wasit itu. Dia tidak tahu apa Yohan menyerah atau tidak dengan posisi berlutut seperti itu.


"Aku peringatkan untuk kau pergi sejauh mungkin." Ujar Yohan bersikap baik pada wasit itu.


"Apa? k kenapa?" Tanya wasit itu semakin bingung.

__ADS_1


Yohan melihat wasit itu dengan kedua matanya yang semakin merah. "Jika kau tidak menuruti apa kataku kau akan terluka, mengerti? Hush hush…" Bisik Yohan sembari mengibas ngibaskan tangannya mengusir wasit.


Melihat tingkah aneh Yohan membuat wasit itu bingung, "Ba baiklah tuan!?" Dia segera berlari sejauh mungkin dari arena bertarung. Sesuai dengan apa yang dikatakan Yohan padanya.


Lima peserta yang lain bingung dengan apa yang terjadi dengan si wasit. Tapi tidak lama mereka mendengar tawa aneh dari seseorang.


"Khi khi khi khi khi khi khi khi Sebentar lagi… Jika aku menyingkirkan serangga serangga ini dengan cepat maka hadiah pertama akan menjadi milikku Ha ha ha ha ha ha ha ha ha… " Lama kelamaan itu menjadi tawa jahat.


Mereka masing dibuat bingung oleh Yoban. Tapi kemudian mereka mengerti maksud dari 'menyingkirkan serangga' seperti yang dikatakan pria gila itu. Tiba tiba lantai turnamen ada gambar akar yang menjalar ke seluruh tempat. Akar akar itu berasal dari pria gila yang yang sedari awal terus memegangi lantai.


"Kau!? Apa yang kau lakukan?" Teriak Guan San pada Yohan.


Yohan tersenyum miring melihat Guan San berbicara padanya. "Apa yang kulakukan? Tentu saja, menghabisi kalian semua!? Ha ha ha ha ha ha ha ha ha… " Jawab Yohan.


"S sancai sancai, jika kau meledakkan kami semua kau juga akan meledak bukan?" Ujar Xuemin menahan amarahnya. Kalau dia bukan biksu, sudah pasti dia sudah melepaskan melepaskan amarahnya dari awal. Sayangnya dia adalah biksu yang harus melepaskan segala emosi duniawi nya.


"Asalkan aku memenangkan pertandingan meledakpun todak masalah!?" Ukar Yohan dengan senyum jahatnya.


"A apa?" Mereka kaget mendengar perkataan orang gila itu.


"K kau… dasar… " Guan San menahan emosinya… "ORANG GILAAA!?" Sontak mereka berlima berteriak bersamaan.


DUARRRR

__ADS_1


Itu menjadi pertandingan tersadis yang pernah ada.


Untungnya mereka semua adalah para ahli bela diri. Mereka mempersenjatai diri mereka dengan kuat. Sehingga ledakan itu tidak sampai mengancam nyawa mereka. Tapi itu hanya membuat mereka terluka parah dan tidak bisa mengikuti pertandingan lagi. Dan satu satunya yang selamat hanya Yohan seorang meskipun wajahnya cemang cemong karena ledakan. Tapi tidak separah lima orang itu.


Semua penonton yang melihat pertandingan tidak bisa berkata apa apa melihat pertandingan yang singkat namun heboh. Para Kaisar juga terbengong bengong melihatnya. Tidak mereka sangka kalau akan semeriah ini.


Dunia terasa menjadi sunyi setelah ledakan itu. Tidak ada satupun kata yang muncul. Mereka sepertinya benar benar dikejutkan.


Tak terkecuali satu orang yang membuat kehebohan itu. "Bagaimana? Apa aku menang?" Tanya Yohan pada sang wasit. Dengan wajah yang penuh kegembiraan. Mungkin dia adalah orang paling bahagia di dunia.


Tapi wasit pertandingan masih terbengong bengong melihat pertandingan yang luar biasa ramai. 'Untung saja aku segera pergi dari sana!? Jika tidak jawaku bisa melayang!?' Pikir wasit itu sangat bersyukur didalam hatinya. "Terima kasih!?" Ujar wasit itu pada Yohan.


"Apa?" Tanya Yohan heran.


"Tidak, sungguh, aku sangat berterima kasih!?" Ujar wasit itu sekali lagi. Dan masih terbengong bengong.


"Jadi,… apa aku menang?" Tanya Yohan sekali lagi. Namun tidak ada yang yang menjawab pertanyaannya.


...~~...


...-...


...-...

__ADS_1


...SEMOGA SUKA!?...


__ADS_2