
Setelah pertandingan kekaisaran selesai, biasanya akan diadakan festival setelahnya. Festival yang sangat meriah saat ini sedang berlaku di ibu kota.
"Waah, ramai sekali!?" Ujar Yohan melihat sekelilingnya dengan senyum senang. Dimana mana selalu menyilaukan. Penuh dengan cahaya. Cahaya? Senyum lebar Yohan langsung luntur ketika teringat kalau ada cahaya ada dimana mana. Ini jadi mengingatkannya pada seseorang yang menyebalkan. Mood nya jadi kembali buruk.
"Kenapa kau tiba tiba murung begitu? Bukankah kau selalu suka dengan tempat seperti ini, quack?" Tanya Yue yang berada di bahu sebelah kiri Yohan. "Oh, aku tahu!? Kau pasti teringat bajingan itu karena ada banyak cahaya, kan?" Ujar Yue.
"Diamlah otak burung!? Siapa juga yang teringat dengan si sialan itu? Aku hanya berpikir kalau disini berisik sekali." Ujar Yohan. Dia nampaknya tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. "Yah, lupakan saja. Ayo kita jelajahi semua jajanan ini!?" Seru Yohan kembali dengan senyuman cerianya.
Di lain tempat…
Terlihat dua orang wanita cantik yang sedang memilih milih aksesoris rambut. Mereka adalah dua orang wanita seindah giok dari kekaisaran Qi. Qionglin dan Xinxin. Keduanya sedang asyik memilih jepit rambut mana yang cocok untuk mereka. Maklum, wanita sangat suka dengan benda benda yang berkilau dan cantik.
"Lihatlah kak, apa yang ini cocok denganku? Atau yang ini?" Ujar Xinxin sembari menunjukkan dua buah jepit rambut bunga peony merah dan kupu kupu biru yang cantik. Keduanya kelihatan sangat indah apalagi yang memakai seorang wanita cantik. Itu akan terlihat jauh lebih indah.
Qionglin tampak memikirkan apa yang cocok dengan Xinxin, "Hmm, kurasa kupu kupu biru kauh lebih coklcok dengamu!? Apalagi pakaian yang kau kenakan berwarna biru. Itu akan terlihat serasi." Ujar Qionglin menyampaikan pendapatnya.
"Begitu, ya? tapi bunga peony juga cantik. Kalau begitu aku akan membeli keduanya." Ujar Xinxin. Pada akhirnya dia memilih kedua jepit rambut itu. Qionglin sudah tahu akan begini jadinya. Tapi meskipun begitu dia harus tetap menyampaikan pendapatkan. Karena temannya ini akan terus memaksanya jika tidak diberikan. "Waah, di sana ada penjual tahu busuk. Aku pergi kesana dulu, ya?" Ujar Xinxin pergi ke penjual tahu busuk. Karena Qionglin tidak suka dengan tahu busuk dia masih memilih aksesoris.
Dia juga harus segera memilih mana yang harus dia beli. Tidak lama ia melihat jepit rambut berbentuk kupu kupu hitam dengan beberapa permata merah di sayapnya. Itu terlihat sangat cantik dan elegan. Dia mengambil jepit rambut itu. Melihat itu membuatnya teringat dengan seseorang yang mirip dengan jepit rambut itu. Dia teringat dengan seseorang yang terlihat begitu elegan dan tampan, tapi sayangnya dia hilang akal. Jadi keeleganan pria itu hilang seketika. Mengingat itu membuat Qionglin jadi ingin tertawa.
__ADS_1
"Berapa yang ini?" Tanya seseorang di samping Qionglin.
Saat dirinya melihat pria itu ternyata dia adalah pria yang mengalahkannya dengan sekali serang. 'Kalau tidak salah, namanya Zhen bukan? Aku tidak menyangka kalau dia membeli jepit rambut juga. Untuk siapa dia beli? Apa untuk kekasihnya? Tapi, entah kenapa dia mirip dengan seseorang.' Pikir Qionglin. Dia melihat Yohan membeli jepit rambut berbentuk naga merah dengan bola emas di mulutnya. 'Waah, ternyata seleranya adalah selera orang tua. Mana ada gadis yang mau diberikan naga.' Qionglin sedikit tersenyum.
"Nak, kau begitu tampan. Tapi kenapa kau begitu tidak memahami hati seorang gadis? mana ada gadis yang mau diberikan jepit rambut naga bencana seperti ini?" Tanya nenek penjual aksesoris.
"Ck, sudahlah bungkus saja benda itu. Lagi pula apapun yang aku berikan dia pasti mau. Karena aku tampan!? ha ha ha ha ha ha…" Ujar Yohan dengan percaya diri.
"Astaga, anak muda jaman sekarang. Ini!? berikan pada gadis mu yang apapun mau itu!?" Ujar nenek sembari memberikan kotak jepit rambut yang dibeli Yohan.
Ketika Yohan ingin pergi, dia belihat jepit rambut cantik yang sedang dipegang oleh wanita cantik disampingnya. Dia ingin jepit rambut itu karena terlihat sangat cantik. Tapi itu mungkin sudah menjadi milik wanita yang memegang jepit rambut itu.
"Apa kau menginginkan ini?" Tanya Qionglin pada Yohan.
Qionglin tersenyum kecil mendengar Yohan memujinya. Dia merasa seperti dipuji oleh seseorang yang dikenalnya. "Namamu Zhen bukan? Apa itu untuk kekasihmu?" Tanya Qionglin pada Yohan.
"Bukan, aku membelinya untuk gadis kecil yang cerewet." Yohan membeli itu untuk Linhua. Sekali kali ia ingin memberikan sebuah hadiah untuk Linhua pakai di pesta nanti.
"Oh, benarkah? Itu akan sangat berat jika untuk gadis kecil. Aku sarankah kau memilih yang lebih ringan untuk dia pakai. Biar aku pilihkan!?" Qionglin mencoba mencari jepit rambut yang cocok dengan anak kecil. Tidak lama setelah mencari dia menemukan satu yang cocok. Itu adalah jepit rambut berbentuk kucing merah yang memegang bola. Biasanya anak anak menyukai ini. "Ini akan cocok dengan adik kecilmu!?" Qionglin memberikan jepit rambut itu pada Yohan.
__ADS_1
Yohan mengambil jepit rambut yang diberikan Qionglin padanya. Dia membandingkan jepit rambut yang ia pilih dengan jepit rambut yang Qionglin pilih. Jepit rambut yang Qionglin pilih memang jauh lebih cocok dengan Linhua. "Lalu, bagaimana dengan jepit rambut ini?" Tanya Yohan. Dia sudah terlanjur membelinya.
"Itu untukmu saja. Kau bisa memberikan itu untuk kekasihmu suatu hari nanti. Kalau dia mau." Ujar nenek penjual aksesoris.
Jadilah Yohan menyimpan jepit rambut yang sebelumnya. Yohan melihat Qionglin yang masih memegangi jepit rambutnya. "Aku akan membayar jepit rambut itu untukmu!?" Ujar Yohan. Itu sebagai ucapan terima kasih untuk bantuan Qionglin.
"E eh? tidak usah. Aku akan membayar ini sendiri." Ujar Qionglin. Dia tahu maksud Yohan ingin berterima kasih padanya. Tapi ia membantu Yohan dengan hati yang ikhlas. Karena itu dia merasa tidak perlu dibayarkan.
Sayangnya Yohan sama sekali tidak terima jika bantuannya ditolak begitu saja. "Ini, untuk membayar jepit rambut itu!?" Dia memberikan beberapa koin perak untuk jepit rambut Qionglin. Nenek penjual aksesoris merasa tidak enak dengan gadis didepannya.
"Sudah kubilang kau tidak perlu membayarnya." Ujar Qionglin. Tapi pemuda didepannya ini sama sekali tidak mendengarkan perkataannya. Sikapnya persis seperti anak kecil. "Huuh, kalau begitu, bisakah kau memakaikan jepit rambut ini padaku?" Ujar Qionglin. Tidak ada gunanya berdebat dengan anak kecil. Karena itu dia memutuskan untuk mengalah pada Yohan.
Melihat Qionglin yang sudah menyerah padanya membuat Yohan merasa menang melawan Qionglin. Dia mengambil jepit rambut yang diberikan Qionglin padanya. Lalu memakaikan wanita itu jepit rambut yang dia belikan untuknya. Dia tersenyum senang, jepit rambutnya terlihat cocok dengan wanita ini. "Ternyata aku pandai juga memilihkan aksesoris wanita." Ujar Yohan memuji dirinya sendiri. Kenyataannya yang memilih jepit rambut itu adalah Qionglin.
"Iya iya…" Ujar Qionglin yang hanya bisa mengiyakan sembari tersenyum senang. Dia tidak ingin merusak senyum pria didepannya ini.
...~~~...
...-...
__ADS_1
...-...
...SEMOGA SUKA!?...