Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
33. Buruk


__ADS_3

BRUK!?


Yohan jatuh dari atas tempat tidur karena begitu panik ketika tubuhnya perlahan diselimuti Qi hitam bercampur merah. Rasanya dingin juga menyakitkan. Qi gelap itu perlahan masuk kedalam tubuhnya. Rasanya sangat menyakitkan ketika semua Qi hitam itu masuk. Semua anggota tubuhnya seperti ingin putus satu persatu karena rasa sakit. Yohan mengepalkan kedua tangannya karena harus bertahan menahan sakit.


Seketika seluruh ruangan menjadi hitam bercampur merah. Dan ada semakin banyak Qi hitam mengelilingi Yohan. "Akgrh…" Dia ingin berteriak, namun semakin ia berteriak semakin terasa sakit. Ditambah lagi dihadapannya muncul sosok hitam berupa gumpalan kabut berbentuk wanita cantik.


Wanita cantik itu tersenyum licik dengan mata merah menyala, "Khi khi khi khi khi, Tuanku~ bagaimana kejutannya? Bukankah ini menakjubkan? Rasanya hebat bukan~ ki ki ki ki ki ki ki… kau harus menahan rasa sakit itu tuanku~ Setelah itu kau dapat menjadi yang terkuat. Lahaplah semua kebencian dan rasa sakit itu. Tuanku, aku akan selalu bersamamu, bahkan setelah kematianmu!?" Ujar wanita itu dengan senyum mengerikan di wajahnya.


'Si keparat itu!? Dia sengaja melakukan ini padaku? Meskipun Qi ku bertambah, tapi ada kemungkinan kalau aku akan mengalami peledakan Qi seperti dulu. Rencana yang sangat licik untuk menguasai kesadaranku.' Perlahan kesadarannya mulai meredup. Tapi rasa sakit ini tidak kunjung berhenti. Sebisa mungkin Yohan tidak ingin kehilangan kesadarannya. Karena bisa saja gumpalan kabut itu menguasai dirinya keyika tidak sadarkan diri. Pasalnya itu pernah terjadi dulu dan mengakibatkan kekuatannya disegel. Tapi sekarang segel itu telah lepas.


Entah ini halusinasi atau bukan tapi ia mulai melihat ada seseorang yang mendekat padanya dan memeluk tubuhnya. Pelukan ini terasa dingin. Tidak tahu siapa yang memeluknya, meskipun dingin tapi rasanya sejuk. "Akgh… hah… khg…" Yohan merintih kesakitan dengan siksaan rasa sakit ini. 'Siapa? Siapa yang memelukku?' Saat ia ingin melihat siapa yang memeluknya, hanya terlihat bibir pucat yang tersenyum lembut padanya.


Rasanya berat, tapi Yohan tidak kuat lagi.


...***...


...-...


...-...


Saat ini Yohan berada di dalam mimpi. Berdiri dipadang rumput yang luas dengan angin sepoi sepoi yang bertiup. Tidak biasanya ia memimpikan hal yang seperti ini. Biasanya yang ia mimpikan adalah tentang darah, penyiksaan, dan sesuatu yang mengerikan. Tapi kenapa ia memimpikan sesuatu yang indah seperti ini?


"Yohan'ge!?" Tidak lama ada yang memanggil Yohan dari belakang. Ketika membalikkan badan Yohan membelalakkan matanya. Tangannya langsung mengepal melihat wajah menjijikan orang yang dilihatnya. Dia adalah seorang wanita cantik berpakaian merah, berambut panjang sepinggang dan bermata emas. Dia adalah wanita yang cantik dimata Yohan, dulu. Tapi sekarang melihat bayangannya saja sudah menjijikan. Dia adalah Xie Xi Yun. Wanita yang dulu menjadi pernah dicintainya. Tapi pada akhirnya wanita itu mengkhianati Yohan dan memilih laki laki lain.


Xie Xi Yun berjalan mendekati Yohan dengan senyumnya, "Yohan'ge. Kenapa kau masih hidup dan malah aku yang mati? Seharusnya kau juga mati. Karena dunia ini tidak membutuhkan ancaman sepertimu!?" Ujar Xie Xi Yun sembari menempel ke tubuh Yohan dan meraba raba dada pria itu. Dia kemudian mendorong Yohan hingga jatuh ke bawah bersamanya.

__ADS_1


Bruk


Wanita di atas Yohan tersenyum menggoda. Seperti biasa, wanita itu memang selalu pandai menggoda laki laki. "Bukankah dulu kau sangat mencintaiku? Lalu kenapa kau harus membunuhku? Padahal bukan aku saja yang terlibat dalam PEMBUNUHANMU!?" Tiba tiba wanita itu berubah menjadi pucat dan penuh darah. Kulitnya biru kehijauan karena membusuk dan matanya putih semua. Dia mencekik leher Yohan sekencang mungkin. "MATILAH!? MATILAH!? MATILAH!? MATILAH DAN BERGABUNG BERSAMA KAMI HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA…" Dia tertawa senang karena bisa mencekik pria yang telah membunuhnya.


Tidak lama kemudian keluar beberapa orang dari dalam tanah. Orang orang yang telah dibunuh Yohan. Mereka keluar dari dalam tanah ingin balas dendam pada pria itu. Mereka bermunculan seperti mayat hidup dan memakan daging Yohan.


Sedangkan untuk pria itu, ia sama sekali tidak ada reaksi apapun. Sudah ia duga, mana mungkin dirinya bisa bermimpi indah.


Jleb


Tiba tiba sebuah tangan hitam menembus jantungnya dari bawah tanah. Tangan itu memegang jantung Yohan yang memiliki lingkaran penyegel. Entah mengapa rasanya sangat sakit, terasa seperti jantungnya benar benar diambil. "AAGRHH!?" Teriak Yohan kesakitan. Di sisi kanan kepalanya muncul kepala hitam tak berwajah namun memiliki mulut. Dia mengatakan…


"Segel, terbuka!?" Bisik kegelapan disamping Yohan sembari tersenyum senang.


Seperti ada yang pecah, pemandangan diterkam mayat hidup itupun pecah. Dan memperlihatkan pemandangan penuh mayat dan darah dimana mana. Langit yang gelap semakin menambah kengerian disana. Diantara para mayat ada seorang pria berpakaian serba hitam duduk diatas gunung mayat. Anehnya pria itu sangat mirip dengan Yohan, bedanya dia terlihat dewasa.


Yohan menatap pria itu. Begitu juga dengan pria yang ditatap Yohan. Dia melihat balik Yohan dengan mata merahnya. Tatapannya begitu mirip dengan Yohan, dingin dan kejam. Tidak lama terukir seringai diwajahnya.


...-...


...-...


Tiba tiba Yohan membuka matanya. Dia sudah terbangun dari mimpi buruk yang tidak jelas. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Zhu'er tepat di atasnya yang hanya berjarak tiga jari. Jika itu adalah Yohan yang dulu mungkin ia akan marah atau merasa jijik. Tapi Yohan yang sekarang berbeda, wajahnya memerah karena wajah Zhu'er sangat dekat dengannya. "A apa yang kau lakukan?" Tanya Yohan.


"Kau… buruk." Jawab Zhu'er singkat.

__ADS_1


"Hah?" Yohan sama sekali tidak mengerti maksudnya apa. Tapi yang pasti bukan dalam arti yang sebenarnya. Walaupun ia memang buruk.


Zhu'er mengangkat kepalanya agar Yohan bisa duduk. Setelah pria itu duduk dia menatap Zhu'er yang duduk berlutut. 'Jadi dia yang datang tadi malam?' Pikir Yohan.


Saat Yohan melihat wanita itu, dia sudah mengangkat tangan kanannya menyapa. Dengan wajah datar dia mengatakan, "Hallo!?" Sapa Zhu'er.


Rasanya sudah sangat lama Yohan tidak mendapatkan sapaan yang khas seperti ini. Dia tersenyum miring dengan memiringkan kepalanya, "Ya, hallo!?" Sapanya dengan suara seksi saat bangun pagi.


Grep


Tiba tiba saja Zhu'er memegangi kedua pipi Yohan dan mendekatkannya kewajahnya. Entah mengapa gadis itu terlihat sangat kaget, "Kau…… menyapaku?" Tanya Zhu'er dengan pipi yang memerah. Dia begitu senang ketika Yohan membalas sapaannya setelah belasan tahun lamanya.


Menyadari situasi apa ini Yohan segera melepas tangan Zhu'er darinya, "Iya, kenapa?" Tanya Yohan sembari mengalihkan pandangannya.


"Zhu'er sangat senang." Ujar Zhu'er sembari tersenyum lembut pada Yohan. Ternyata, selain berwajah datar wanita itu bisa juga berekspresi lembut begitu. Pria manapun yang melihat ekspresi Zhu'er sekarang, pria itu pasti akan langsung jatuh hati.


Melihat itu membuat tubuh Yohan memanas. Entah kenapa jantungnya berdetak begitu kencang tidak seperti biasanya. Padahal dia tidak merasakan bertarung dengan seseorang. Tapi kenapa jantungnya berdebar. 'Bahaya, inilah yang paling aku tidak suka. Cinta selalu membuat hati seseorang berdebar kencang seperti akan mati. Sayangnya aku tidak bisa membuang perasaan ini.' Pikir Yohan. Dia tidak suka dengan perasaan ini. Karena perasaan inilah yang membuatnya terbunuh dikehidupan sebelumnya.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...

__ADS_1


__ADS_2