Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
30. Mereka berbisik


__ADS_3

Linhua saat ini sedang bersembunyi mengamati keadaan. Semuanya sungguh sangat kacau. Mereka bertarung mati matian melawan prjurit prajurit berbadan besar dan ganas. Tapi kenapa dirinya malah bersembunyi? dan lagi, siapa orang disampingnya itu?


"Tuan kau seharusnya bertarung, kan? kenapa malah bersembunyi seperti tikus?" Bentak Linhua. Dirinya bersembunyi karena memang tidak cukup kuat untuk melawan lawan. Tapi manusia disampingnya ini lebih dari cukup untuk melawan mereka.


"Kau tidak tahu apa apa karena masih kecil. Jika kau mati hidup tidak akan diberikan dua kali." Ujar Pria itu yang tidak lain adalah Xiao Di. Sifat aslinya adalah seorang penakut. Karena saat itu ia sedang dikuasai oleh pedangnya sendiri, jadi sifatnya menjadi liar.


"Pengecut!?" Ejek Linhua.


"Si siapa yang kau bilang pengecut? Aku bukan pengecut." Ujar Xiao Di tidak terima.


"Kalau bukan kenapa kau bersembunyi? Buktikan padaku kalau kau memang bukan pengecut." Linhua berusaha memanas manasi pria di sampingnya.


Saat ini Xiao Di sama sekali tidak mau menggerakkan kakinya. Dia sama sekali tidak ada keberanian membunuh satupun musuh. "A aku… emm… a… em… itu…" Dia benar benar tidak bisa mengeluarkan kata katanya dihadapan bocah ini.


"Hmph, a-em-a-em Apa yang kau bicarakan? Bilang saja kau tidak bisa, iya kan? Saat melawan tuan kau begitu berani, tapi kenapa sekarang jadi pengecut seperti ini?" Tanya Linhua kesal. Dia lama lama merasa kesal dengan pria ini.


Xiao Di kembali tidak bisa menjawab pertanyaan Linhua. Meskipun dia telah mempelajari seni bela diri bahkan menjadi murid patriak sekte evil, tapi mentalnya tetaplah mental pengecut. Hal yang paling ditakuti nya adalah kematian. Sejauh ini ia telah banyak melihat kematian orang lain, dan bisa saja hari ini adalah gilirannya. Hal inilah yang membuatnya menjadi pengecut.


Tiba tiba ada yang menghampiri Linhua dari belakang. Dan memegang kedua pundak orang itu.


"Hwaaa!?" Teriak mereka berdua kaget secara bersamaan.


Saat keduanya berbalik ternyata orang itu adalah Jiangwu. Linhua menghela nafas lega karena ternyata itu bukan musuh. "Tenanglah, dia hanya Jiangwu!?" Ujar Linhua menenangkan Xiao Di. Padahal yang paling keras menjerit adalah gadis kecil itu. "Ada apa?" Tanya Linhua pada Jiangwu.


"Apa kau melihat Yang Mu__ maksudku Yohan?" Tanya Jiangwu.


"Maksudmu tuan?"

__ADS_1


"Ya."


"Dia sedang melawan pria rambut putih yang brengsek, sayangnya dia tampan dan seorang ****** rambut merah." Ujar Linhua sembari melihat ke arah salah satu bangunan istana.


Jiangwu mengernyitkan dahinya ketika mendengar pria rambut putih. Selain dirinya ada satu lagi pria rambut putih. Ming Jia Jun. Tapi satu hal yang membuat Jiangwu resah, 'Kenapa bocah sepertinya tahu kata ****** dan brengsek? Apa benar dia anak kecil?' Pikir Jiangwu. Dia tidak habis pikir kenapa Linhua tahu kata kata kasar seperti itu. Semoga ketika dia dewasa tidak menjadi orang dewasa yang buruk seperti tuannya.


...***...


GABRUK… BRUK,… BRUK!?


Yohan menyerang Jun hingga terpental jatuh kebawah. Dia sangat marah karena Jun menyebut seseorang yang dicintainya dengan sebutan mayat. Meskipun wanita itu memang tampak pucat bukan


berarti dia mayat. Apalagi zombie. Sangat. Tidak. Mungkin.


Semua orang seketika fokus pada mereka berdua.


Tiba tiba seseorang yang ada disana menyadari kalau pria berambut hitam dan bermata merah seperti raja iblis itu adalah Yohan. Orang itu menghampiri Yohan tanpa tahu keadaan dan situasi. "Tu tuan!? A anda pasti tuan Yohan yang hebat bukan? To tolong selamatkan aku dari mereka tuan Yohan!? Jika kau membantuku maka akan kuberikan setengah dari harta kekayaanku dan hidupku tuan!?" Ujar pria itu sembari menempelkan kedua telapak tangannya meminta tolong.


"Benarkah kau akan memberikan hidupmu?" Tanya Yohan tiba tiba.


"Be benar!? akan kuberikan hidupku pada anda dan menjadi pengikut, paling setia!?" Ujar pria itu dengan senyum girangnya. Dia adalah salah satu murid dari aliran hitam yang sangat menggilai Yohan. Penjahat dari aliran hitam, kebanggaan aliran hitam.


Yohan tersenyum licik mendengar bualan itu. Pada akhirnya mereka tidak akan benar benar memberikan nyawa mereka demi dirinya. "Kalau begitu berikan nyawamu sekarang!?" Ujar Yohan sembari mengulurkan tangannya seperti meminta sesuatu.


"A apa?" Tanya pria itu bingung.


"Aku bilang, berikan nyawamu padaku!? Bukankah kau barusan bilang akan 'memberikan' hidupmu padaku?" Ujar Yohan dengan senyum jahat.

__ADS_1


"T tapi__ !? AGRHH!?" Tiba tiba saja bayangan pria itu membentuk duri dan menusuk pria yang baru saja membual.


Seketika darahnya menciprat ke wajah Yohan. Ada dua hal yang . membuat Yohan menjadi liar menggila. Pertama arak dan kedua adalah… darah. "Ha ha… ha ha ha ha ha ha ha__ " Tiba tiba Yohan mengayunkan pedangnya ke belakang.


Trang!?


Tepat disana ada Jun yang menyerangnya dengan pedang. Untungnya Yohan dapat menangkis serangan Jun dengan cepat. "Sungguh kejam!? Kau membunuh seseorang yang jelas jelas akan menjadi pengikut setiamu?" Ujar Jun.


"Aku tidak membutuhkan seseorang yang hanya bisa menjilatku." Ujar Yohan sembari mendorong serangan Jun.


Jun mundur beberapa langkah ke belakang dengan senyum samarnya. 'mKurasa dia sudah benar benar berubah. Tidak seperti dulu.' Pikir Jun. "Mendengarmu mengatakan itu, kau sungguh sudah sangat berubah. Tidak lagi dimanfaatkan seperti dulu." Ujar Jun.


Yohan merasa janggal dengan perkataan Jun. 'Tidak seperti dulu, katanya? Kenapa seolah seolah dia tahu kehidupan pertamaku?' Pikir Yohan heran. Yohan sebenarnya memiliki dua kehidupan masa lalu. Masa lalu pertama adalah ketika kecil ia sering mendapat siksaan dari klan Guaiwu, karena itu dirinya kabur dari klan Guaiwu menuju dunia manusia.


Dan masa lalu kedua, didunia manusia dia kehilangan ingatannya karena suatu alasan. Karena itu dia menjadi orang baik, tapi kelewat baik. Sehingga ada banyak orang orang yang menjilat padanya. Ketika orang orang itu merasa terancam karena kekuatan Yohan yang kian hari makin membesar mereka membunuhnya dengan kejam.


Di kehidupan sekarang dia bereinkarnasi kembali dan perlahan ingatannya pulih. Kerltika itulah dia membentuk kelompok yang isinya orang orang gila untuk membalaskan dendam pada para manusia yang telah kejam membunuhnya di kehidupan sebelumnya. Setelah pembalasan dendam itu selesai orang orang menyebutnya 'Penjahat gila' karena dirinya memang gila. Bahkan sebelum bereinkarnasi kembali.


Karena itu Yohan sangat heran mengapa Jun bisa mengetahui kehidupannya yang sebelumnya. Ini jadi sedikit mencurigakan.


Jun tidak sengaja mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya ia katakan. Ketika dirinya sedang gelisah ada kabut kabut putih yang membentuk suatu tubuh wanita. Kabut kabut ini mirip dengan kegelapan Yohan. Namun sayangnya sedikit berbeda. "Jun'er!? Kau tidak usah khawatir. Anak nakal itu tidak akan tahu, aku bisa jamin. Ibu pasti akan menghukum dia dengan hukuman yang berat. Beraninya dia membuat Jun'er ku khawatir. Tidak akan aku maafkan anak nakal sepertinya." Ujar sosok wanita berbentuk kabut sembari memeluk Jun dari belakang. Itu adalah sosok dari ibunya yang sudah meninggal.


Sedangkan Yohan sendiri di belakangnya ada sesosok wanita yang hampir mirip dengan punya Jun. "Yohan'ku, dia hanyalah kakak jahat yang hanya bisa menyakitimu!? Kau tahu? dia sebenarnya ingin membuatmu bingung lalu membunuhmu dengan kejam. Jangan sampai tertipu lagi dengan akal bulusnya yang licik. Kau hanya perlu mengikuti kata kata ku. Yohan'ku, kau adalah anak yang baik. Karena kau adalah anak baik, B U N U H D I A!? Agar kau menjadi anak yang lebih baik." Ujar Kegelapan sembari merangkul Yohan dan menutup matanya dari belakang menggunakan wujud seseorang yang mirip dengan ibunya.


...~~~~~...


...-...

__ADS_1


...-...


...SEMOGA SUKA...


__ADS_2