
Yohan dan Linhua dikepung oleh para bajak laut yang zudah menunggu mereka. Apa ini akhirnya? Dikepung dan binasa? Tidak mungkin. Apa kalian benar benar berpikir Yohan akan kalah oleh para bajak laut yang bahkan belum berada di ranah immortal? Yohan tidak akan kalah oleh mereka. Dia Tersenyum jahat terkepung oleh mereka. Sedangkan Linhua sendiri panik karena tiba tiba terkepung oleh bajak laut.
"Linhua!?" Panggil Yohan yang sudah ada didepan Linhua. "Kau adalah pelayanku, jadi kau harus bisa melindungi dirimu sendiri. Dan lihatlah Tuanmu yang jahat ini membunuh mereka semua!?" Ujar Yohan sembari menengok kebelakang untuk melihat Linhua. Dia sengaja melepaskan orang orang yang mengejar Linhua waktu itu. Pastinya orang orang itu akan melaporkan pada atasan mereka dan tentunya atasan mereka akan ssangat marah dan akhirnya memilih untuk menunggu Yohan datang pada mereka. Karena mereka pasti tahu jika Yohan akan mendatangi mereka untuk menolong Linhua.
Tujuan dari perangkap ini adalah untuk menunjukkan pada Linhua cara untuk membunuh dan mendapatkan harta karun yang tersimpan di brangkas para bajak laut. Karena biasanya para bajak laut itu memiliki banyak harta simpanan yang banyak hasil jual beli dan mencari harta. Dan alasan mengapa Yohan tidak langsung menerima permintaan tolong Linhua adalah karena kakek Huang dan paman San Gui pasti akan mengolok oloknya lagi.
Dengan sekejap mata Yohan menghilang tanpa jejak dan membunuh mereka semua dengan cepat. Gerakannya begitu lincah sehingga enak di lihat. Dia menyayat leher mereka satu persatu dan menang dengan mudah. Saat Yohan melihat Linhua, gadis kecil itu terlihat begitu ketakutan melihat Yohan membunuh dengan cepat. "Apa kau bisa melakukannya?" Tanya Yohan.
"A aku? m melakukan itu?" Tanya Linhua tergagap gagap.
"Ya, siapa lagi memang?"
"K kurasa aku tidak bisa!?" Ujar Linhua tidak percaya diri takut untuk membunuh orang. Dia mungkin pernah mencuri tapi tidak dengan membunuh. Membunuh itu terlalu berat untuknya.
Yohan tahu apa yang Linhua takutkan dan pikirkan sekarang. "Kau bisa, jika kau mau." Ujar Yohan yang kemudian berjalan menuju kapal besar diikuti dengan Linhua yang mengikutinya dari belakang.
Sesampainya disana terdapat banyak baj**gan yang bermuka brengsek. Mereka sepertinya sudah menyiapkan diri dengan kedatangan Yohan.
__ADS_1
Tongwu melihat Yohan dari atas sampai bawah. Terlihat senyuman meremehkan diwajahnya. "Jadi pria cantik ini yang mengalahkan kalian? Bagaimana bisa kalah dari pria yang hanya jagonya di atas ranjang? Sangat memalukan!?" Ujar Tongwu sombong. Dia masih belum percaya jika Yohan lebih hebat darinya. Ranah kultivasinya saja tidak tidak sampai ranah api. Sedangkan para anak buahnya berada di ranah bumi. Jadi sangat tidak masuk akal mereka dikalahkan oleh satu orang.
"Kenapa kau tidak mencoba tinjuku saja? Aku yakin orang tua sepertimu akan cepat mengerti." Ujar Yohan dengan dihiasi smirk miliknya.
Mendengar dirinya diremehkan oleh Yohan, Tongwu menjadi sangat marah. "Lancang sekali mulutmu!? Aku akan membungkam mulutmu yang lancang itu." Ujar Tongwu menahan amarahnya.
Mereka berdua langsung berlari satu sama lain untuk menyerang. Dalam pertarungan ini tampak dengan jelas mereka seimbang. Tapi itu hanya dilihat dari luar. Sebenarnya Tongwu sedikit kewalahan mengimbangi gerakan Yohan.yang begitu gesit dan lincah. Sedangkan Yohan.sendiri ingin sedikit mempermainkan Tongwu yang besar mulut itu. Karena iti dia menyeimbangi kecepatannya dengan pria itu.
'Sial!? aku sedikit kewalahan menyeimbangi kecepatannya. Tapi, meskipun kecepatan kami imbang kenapa dia terlihat sangat santai? Tu tunggu, apa ini bukan kecepatan aslinya?' Pikir Tongwu yang mulai menyadari jarak kekuatan mereka.
Yohan tersenyum licik, "Sepertinya kau mulai menyadarinya, ya?" Ujarnya tiba tiba.
"Agkh!?" Tongwu terlempar ke belakang dengan cukup jauh hingga menabrak beberapa tong kayu. Dia merintih kesakitan mendapat tendangan dari Yohan. 'Bagaimana bisa bocah sepertinya memiliki kekuatan yang begitu besar? Ini, ini tidak mungkin.' Pikir Tongwu yang masih belum menerima kenyataan. Dia masih belum terima jika Yohan memang lebih kuat dari dirinya. Kemudian ia menyadari sesuatu. Tampak senyum licik diwajahnya. Tongwu bangun sembari mengibas ngibaskan bajunya yang kotor. 'Apa yang perlu kutakutkan dari pemuda ini? Toh aku mendapatkan kekuatan ' darinya' yang hebat!? Hanya menghadapi cecunguk ini saja hanya masalah kecil dengan kekuatan yang diberikan olehnya!?' Pikir Tongwu. "Kalian!? Buat formasi!?" Teriak Tongwu pada semua anggotanya.
Sesuai yang diperintahkan, mereka membuat formasi melingkar sembari duduk dan telapak tangan yang ditempelkan. Tongwu berada ditengah mereka sebagai pemimpin formasi. Perlahan ada percikan percikan cahaya yang kengelilingi tubuh Tongwu beserta yang lainnya. Terlihat dengan pasti Tongwu menjadi semakin kuat setelah percikan itu muncul. Akan tetapi tidak dengan anggota yang lain. Mungkin ini awalnya tampak seperti formasi pada umumnya. Namun perlahan daya hidup mereka terkuras habis karena mengalir pada satu orang. Tongwu. Ini adalah pengorbanan terlarang untuk mendapatkan kekuatan. Namun sepertinya orang orang yang dikorbankan tidak mengetahui jika mereka sedang dikorbankan. Bisa dibilang, mereka mati tanpa tahu mereka sudah mati.
Mungkin tidak cukup dengan pengorbanan terlarang ini, Tongwu mendapatkan lebih banyak kekuatan entah dari mana asalnya. Wujudnya mulai berubah. Tampak seperti monster serangga dengan mulut yang robek besar dan gigi yang bertaring tajam. Tubuhnya semakin membesar dengan otot otot yang besar pula. Seluruh tubuhnya seperti dialiri Qi putih, terlihat jelas di seluruh tubuhnya yang ada banyak garis garis putih bersinar tak menentu seperti jalan. "Ha ha ha ha ha ha ha ha ha dengan kekuatan sebesar ini, aku bisa dengan mudah mengalahkan keparat sepertimu!?" Ujar Tongwu beserta senyuman kemenangannya. Dia bangun dan berjalan mendekati Yohan.
__ADS_1
Duak
Dengan kasar Tongwu menendang salah satu anak buahnya yang sudah mati karena pengorbanan.
Yohan membelalakkan matanya ketika melihat kekuatan itu. Seperti kekuatan yang dimiliki seseorang. "Dari mana ka__"
Duar
Tanpa aba aba Tongwu menyerang Yohan.dengan kekuatan barunya yang luar biasa kuat. "Ha ha ha ha ha ha ha ha ha HEBAT!? HEBAT SEKALI!? AKU TIDAK PERNAH MERASAKAN KEKUATAN SEBESAR INI!? INI SUNGGUH LUAR BIASA!? DENGAN KEKUATAN SEBESAR INI AKU BI__"
"Berisik sekali!? Hanya dengan mendapatkan kekuatan sekecil itu kau sudah senang? Dasar kuno!?" Ujar Yohan sembari mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
Tongwu kaget melihat Yohan masih baik baik saja. Tapi sedetik kemudian dia tersenyum meremehkan, "Hoo, kau masih bisa tahan rupanya. Yah, aku akui kau memang cukup tangguh!? Karena kau sudah lancang beberapa saat yang lalu, akan kuberi kau pelajaran supaya kau sadar dimana posisimu saat ini, bocah!?" Ujar Tongwu semakin sombong.
...~~...
...-...
__ADS_1
...-...
...SEMOGA SUKA!?...