Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
16. Hawa dingin


__ADS_3

"Pe pemenangnya adalah__"


"Tunggu sebentar!?" Tepat ketika wasit ingin kengumumkan pemenangnya ada seseorang yang menghentikannya. Orang itu muncul seketika di depan para penonton. Dia adalah seorang pria buta yang memakai hanfu putih, berambut putih dan menutup matanya dengan kain putih.


Yohan benar benar kesal karena pengumumannya tertunda. Tapi pria didepannya ini seperti seseorang yang dia kenal. Hanya mengamati sebentar dan Yohan sudah tahu siapa pria itu. 'Dia, dia adalah Zhang jiangwu!? Tunggu, jika dia benar adalah Zhang Jiangwu lalu kenapa matanya ditutup seperti itu? Pasti terjadi sesuatu setelah aku menyembunyikan diriku!?' Pikir Yohan


"Tu tuan, siapa kau?" Tanya wasit melihat Zhang Jiangwu.


"Namaku Jiangwu dan aku ingin melawan Yang Mu__ maksudku tuan muda itu!? " Ujar Jingawu.


Tentunya perkataannya itu di sambut dengan kekagetan oleh semua orang. Siapapun yang melihatnya pasti berpikir, 'Bagaimana bisa orang buta melawan orang gila?' semuanya sama sama tidak beres. Wasit itu tidak tahu harus menanggapi seperti apa. Dia hanya melihat kaisar Zuo untuk menunggu jawaban.


"Sebelum itu…" Jiangwu berjalan lurus ke depan, tepat didepannya adalah Yohan. Dia berdiri dihadapan pria itu dan membisikkan sesuatu di telinganya. "Aku tahu Yang Mulia ingat siapa aku. Jika Yang Mulia menang aku akan memberitahu semua yang kutahu tentang Zhu'er. Sebaliknya, jika aku menang Yang Mulia harus mengabulkan satu permintaanku!?" Bisik Jiangwu tepat di samping telinga Yohan.


Yohan melirik Jiangwu dengan sinis setelah mendengar nama 'Zhu'er' disebutkan. Tidak lama terlihat smirk di wajah tampan itu, "Menarik, kalau begitu… Berikan aku penampilan terbaikmu Zhang Jiangwu!?" Ujar Yohan masih setia dengan smirk miliknya.


Whush


Tiba tiba Yohan melancarkan serangan belatinya yang berwarna merah darah dan hitam disertai corak serta bentuk yang sempurna.


Namun dengan cepat juga Jiangwu menghindari serangan itu ke belakang. 'Cepat, dia benar benar cepat dan kuat!? Sangat cocok disebut sebagai pangeran iblis gila. Pantas saja orang itu sering kesulitan melawannya. Yah, asalkan aku bisa membalas dendam akan kulakukan apapun. Meskipun aku harus meminta tolong pada iblis sepertinya.' Pikir Jiangwu sembari menggertakkan giginya. Tapi karena itu ia menjadi sedikit lengah.


Duak!?


Yohan menendang Jiangwu disaat dia lengah. "Katanya ingin bertanding denganku, kenapa kau malah menunjukkan kemampuan yang lemah ini?" Ujar Yohan. Dia bosan karena Jiangwu terus terusan membuatnya menunggu.


"Tu tuan, Yang Mulia belum memutuskan keputusannya__"

__ADS_1


"Diam!? Aku yakin kaisar Zuo akan mengizinkannya. Jadi pergilah sebelum aku memukulmu!?" Ujar Yohan kasar. Wasit itu diam dan segera pergi dari sana. Dia takut mendengar kata kata Yohan dan juga ancamannya. Jadi dari pada celaka lebih baik ia menghindar.


Jiangwu segera bangun dan bersiap untuk serius. "Kurasa Tuan Muda harus bersiap untuk serius juga, karena aku akan mulai serius." Ujar Jiangwu sembari mengeluarkan pedangnya.


"Heh, kau tidak perlu mencemaskan orang lain. Dari awal aku memang selalu serius." Ujar Yohan bersiap dengan belatinya.


Dari kejauhan ada patriak sekte seribu bunga yang terus mengawasi pertarungan Yohan. 'Bagaimana aku bisa menginginkan pemuda gila itu menjadi muridku dulu? Aku pasti sudah gila. Dia memang seseorang yang sangat berbakat, tapi apa gunanya jika orang itu gila. Dia juga sepertinya berasal dari sekte iblis.' Pikir Patriak sekte seribu bunga, Luo Zhao Yin.


Di sisi lain, ada patriak sekte evil yang juga terus memperhatikan Yohan, yaitu Cao Gu Ban. 'Pemuda bermarga Zhen itu sangat berbakat dan jenius. Dan senjata yang dipegangnya itu tidak pernah kulihat sebelumnya.' Pikir Patriak sekte Evil.


Duarr


Terjadi pertarungan yang hebat. Mereka berdua bertarung secepat kilat tanpa bisa diikuti dengan penglihatan biasa. Banyak dari penonton yang tidak menyangka kalau pertarungan ini akan menjadi pertangan yang luar biasa. Meskipun yang bertarung adalah orang orang yang meragukan tapi ketika mereka bertarung semuanya menjadi berbeda.


"Ini… ini bukan lagi pertandingan antar kekaisaran. Melainkan pertandingan anatara dua orang master." Ujar Kaisar Zuo. Dia sudah mengira kalau Yohan bukanlah peserta biasa. Melainkan seseorang yang sudah berada dilevel lain. Dia merasakannya hanya dengan melihat mata pria itu. Mata yang penuh dengan kekuatan dan kebencian.


Yohan tak menyangka jika Jiangwu sudah berkembang sejauh ini. Terakhir ia melawannya dia tidak sekuat ini. Tapi ini masih jauh dari dirinya.


Blarrr


Setiap gerakan Yohan mengeluarkan api yang membara. Hampir saja Jiangwu terkena serangan Yohan. 'Api ini adalah api sejati dari ras naga. Api yang sungguh sangat murni dan suci. Bagaimana bisa bergabung dengannya yang memiliki elemen kegelapan? Orang itu memang penuh teka teki.' Pikir Jiangwu. Dia tahu sedikit banyak tentang api dari ras naga. Api dari ras naga adalah api terkuat di kultivasi. Tidak hanya kuat, api ini juga bisa menjadi pengobatan paling mujarab. Apalagi jika digunakan oleh alkemis yang membuat pil, akan sangat berguna karena pembuatan'nya memerlukan api yang kuat. Tapi jika digunakan oleh kultivator, api naga akan menjadi api terganas dan bisa membakar segalanya.


Jiangwu tidak pernah ingin menggunakan kekuatan elemennya. Dia sengaja tidak menggunakannya karena akan teringat seseorang. Gurunya, seseorang itu adalah gurunya. Dia berjanji tidak akan menggunakan elemennya sebelum gurunya kembali. Tapi sekarang gurunya sudah meninggal, jadi janji itu tlsudah tidak ada gunanya lagi. Namun sepertinya janji itu masih mengikat dirinya sehingga secara tidak sadar ia tidak pernah menggunakan elemen'nya. "Kurasa saatnya untuk menggunakan elemenku." Ujar Jiangwu. Dia menancapkan pedangnya ketanah dengan menyalurkan Qi dingin miliknya.


"Seni pertama pagoda es, area es."


Tepat setelah Jiangwu berkata begitu, hawa dingin mulai terasa.

__ADS_1


Kretak kretak


Seketika seluruh tempat berubah menjadi es beku. Disertai dengan hawa dingin dan serpihan salju dari langit. Seluruh tempat itu menjadi es. Tempat itu seperti disulap menjadi pegunungan himalaya. Hawa dingin mulai menembus tulang tulang mereka.


"Jadi ini adalah elemenmu? Memang sangat cocok dengan dirimu yang dingin. Mari kita lihat, elemen siapa yang lebih kuat!?" Ujar Yohan sembari tersenyum jahat.


Para penonton yang tidak tahu apapun menjadi kena imbasnya.


"D dingin sekali!? ti tidak bisakah kita menghentikan pertarungan mereka?" Tanya salah satu dari mereka.


"Ini sangat dingin, aku tidak kuat lagi. Lebih baik aku pergi dari sini dari pada harus mati konyol." Ujar yang lain. Mereka memilih pergi dari pada harus tersiksa di sana. Yang tersisa hanyalah kultivator hebat. Tapi meskipun mereka kuat, hawa dingin ini sepertinya juga berefek pada mereka.


"Pria buta itu benar benar seorang master. Dengan kekuatan sehebat ini dia bisa membangun sebuah sekte besar." Ujar Luo Zhao Yin, patriak sekte seribu bunga.


"Tidak hanya pria buta itu, pemuda gila yang melawannya juga sangat kuat. Dia tidak terlihat kedinginan sedikitpun." Ujar Cao Gu Ban, patriak sekte evil.


Luo Zhao Yin melihat Cao Gu Ban yang sudah ada disampingnya. "Aku pikir kau adalah orang yang pendendam ketua sekte evil, tapi sepertinya kali ini agak berbeda." Ujar Luo Zhao Yin.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya." Balas Cao Gu Ban dingin.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA!?...

__ADS_1


__ADS_2