
"Ayo kita keluar dari sini!" Ujar Yohan sembari melepas pelukan Zhu'er dan beralih meraih tangannya. Mereka keluar dari tempat itu menuju ketempat irang orang yang telah menunggu mereka kembali.
Disisi lain Jun melihat Yohan sudah ditemukan oleh Zhu'er. "Kurasa aku juga harus kembali." Ujar Jun sembari berbalik pergi.
Tepat setelah Jun pergi dari tempatnya berdiri, Yohan menengokkan kepalanya ke belakang dan menatap Jun dengan mata merahnya. Terlihat seringaian misterius diwajahnya yang terus melihat pria itu.
...***...
Tap
Yohan dan Zhu'er mendarat keluar dari Jurang Xinhai. Kedatangan mereka langsung disambut senang oleh orang orang yang menunggu mereka.
"Guru, apa kau baik baik saja? Aku sempat khawatir karena hanya pria tua itu yang keluar." Oceh Wenhou penuh kekhawatiran. Maksudnya adalah Jun.
"Tuan, kenapa ada yang berbeda darimu?" Tanya Linhua sembari memperhatikan Yohan dari atas sampai bawah.
Yohan sedikit kaget karena Linhua mengetahui ada yang berbeda darinya. 'Apa bocah ini mengetahui sesuatu?' Pikir Yohan yang takut rahasianya terbongkar. "Apa yang berbeda?" Tanyanya untuk memastikan.
Linhua memegangi dagunya seperti orang dewasa yang berpikir keras, "Tuan jadi,…… semakin tampan!?" Ujar Linhua dengan mata yang berbinar binar dan senyum konyolnya.
Mendengar itu membuat Yohan merasa lega. Ternyata Linhua tidak tahu apa apa dan hanya tahu pria tampan saja. "Tentu saja, tuanmu ini kan memang sangat tampan." Ujar Yohan tidak lupa dengan narsisnya.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha……" Tawa Yohan dan Linhua bebarengan. Memang sangat cocok menjadi tuan dan pelayan. Sedangkan yang lainnya jadi merasa aneh dengan dua narsis ini.
"Kalau begitu, ayo kita pergi!?" Ujar Jiangwu memecah suasana.
"Ah, kalian pergilah duluan. Aku masih ada urusan yang harus kuselesaikan disini." Ujar Yohan sembari melirik pepohonan yang ada disisi lain jurang. Entah ada urusan apa, tapi itu bukan sesuatu yang harus mereka ketahui.
"Kalau begitu__"
__ADS_1
"Tidak, aku akan menyelesaikannya sendiri. Aku akan menyusul jika urusanku sudah selesai." Ujar Yohan memotong ucapan Wenhou.
Mereka saling bertatapan. Tentunya mereka bertanya tanya ada urusan apa lagi Yohan disini. Tapi pria itu adalah pria yang masih misterius meskipun mereka sudah kenal cukup lama. "Baiklah, kami duluan!?" Ujar Jiangwu pergi mendahului dan disusul dengan yang lain.
Di tempat ini hanya Zhu'er dan Yue yang tersisa. "Zhu'er, kau pergilah bersama mereka. Sementara ini aku tidak bisa bersamamu." Ujar Yohan sembari mencium rambut putih panjang wanita itu.
Zhu'er menatap tajam pria didepannya seakan tahu apa yang Yohan rencanakan, "Kau sudah gila." Kata kata itu sungguh menusuk sayangnya benar. Tapi yang mengatakannya juga tidak bercermin bahwa dirinya juga sama gilanya.
Yohan masih memasang wajah smile nya, "Zhu'er juga sama gilanya." Balasnya tidak ingin kalah.
Wanita berwajah datar itu berpaling dan pergi. Namun tiba tiba dia berhenti dan berpaling ke Yohan, "Aku akan menunggumu." Kemudian melanjutkan langkahnya.
Saat mereka sudah agak jauh, "Apa mereka sudah pergi jauh?" Bisik Yohan masih terlihat normal.
"Sepertinya sudah quack!?" Balas Yue dengan berbisik.
Seketika pria itu langsung merubah wajahnya menjadi histeris, "Huaaa aku sangat lelah berpura pura normal setiap hari. Astaga~ orang orang normal memang sangat menakutkan~" Teriak Yohan yang sudah menahannya sejak awal. "Tapi tidak apa apa, karena sementara waktu aku bebaaass!? Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" Dia tertawa sangat puas sendirian.
Yohan menatap dingin pria misterius itu. Kemudian senyum jahat terlintas diwajahnya, "Kalau aku jadi gila sekarang, memang kenapa? Kau juga akan tetap kalah olehku. Tunggu, bukan hanya aku yang jadi rusak bukan? Bukankah, kau juga sudah rusak? Naga suci yang tersesat!" Ejek Yohan masih dengan wajah jahatnya.
Mendengar ejekan Yohan langsung membuat pria berjubah hitam itu naik pitam. Terlihat dari balik tudungnya sepasang mata naga berwarna biru bercampur merah. Pria itu menggertakkan giginya mendengar kata 'naga suci yang tersesat' padanya.
Whusss
DUAR
Sebuah serangan kecil melesat hampir mengenai kepala Yohan jika saja itu disengaja. "Menurutmu, karena siapa aku jadi seperti ini?" Tanya pria itu sembari memberi pelototan pada pria gila didepannya. Dia masih menahan amarahnya pada Yohan. Dulu jika mendapat ejekan dia yidak akan mudah marah, akan tetapi setelah tersesat dia akan mudah marah bahkan oleh hal hal kecil. Dan itu semua karena pria jahat juga gila di depannya.
"Hmm mm karena kau sendiri?" Balas Yohan berpura pura bodoh. Dia semakin ingin memprofokasi pria berjubah hitam. Sangat menyenangkan membuatnya marah.
__ADS_1
Pria itu mengangkat tangannya sembari mengeluarkan aura biru yang tercemar. "Sepertinya ingatanmu belum pulih sepenuhnya, maka akan kubantu kau mengingat semuanya." Ujar Pria itu sembari menatap dingin Yohan yang saat ini sedang tersenyum meremehkan.
Yue tidak bisa membayangkan jika kedua orang ini bertarung. Maka pasti akan menyebabkan bencana besar, "Cepat hentikan dia, aku rasa dia tidak bercanda quack!?" Bisik Yue sembari mematuk matuk kepala Yohan.
"Memangnya kenapa? Lagipula aku juga yang akan menang." Bisik Yohan dengan senyumnya yang kekanak kanakan.
Yue tidak habis pikir dengan pria ini, kenapa dia selalu ingin mencari ribut disana sini? Tidak heran kenapa dia selalu membuat musuh dimanapun ia berada. 'Dia benar benar kekanak kanakan.' Pikir Yue tidak habis pikir. "Bukankah kau ingin membujuknya untuk bekerja sama denganmu? Jika kau membuatnya marah padamu, aku tidak yakin dia akan bekerja sama." Bujuk Yue.
Perkataan Yue ada benarnya. Yohan memang ingin mengajak pria misterius itu bekerja sama dengannya. Tapi mau dia bersedia atau tidak, "Kalau begitu aku tinggal memaksanya bekerja sama denganku, kan? Itu mudah sekali!?" Ujar Yohan dengan sangat percaya diri
'Dia, sudah tidak tertolong.' Pikir Yue syok mendengarnya.
Pria misterius itu masih menatap dingin Yohan yang sibuk berdebad dengan burungnya. "Heh, sepertinya kau memang sangat pandai membuat orang lain marah. Kau mengabaikanku dan malah berbicara dengan peliharaanmu?" Ujar pria itu marah.
"Peliharaan? Beraninya dia mengataiku peliharaan orang gila sepertimu!? Habisi dia!? Hajar saja, tidak, buat dia menderitaaa!?" Teriak Yue kesal dengan kata 'peliharaan' yamg ditujukan padanya.
"Hm? Bukannya tadi kau menyuruhku berdamai dengannya?"
"Aku? Kapan aku mengatakan itu?" Teriak Yue masih kesal. Karena terlalu marah dia jadi pikun.
"Dasar kau burung yang tidak berprinsip!? Tapi baiklah, ayo kita mulai pertarungannya!?" Ujar Yohan sembari tersenyum licik dengan mata yang sudah berubah menjadi mata raja iblis.
Whuss
Angin dingin berhembus dan membuka tudung pria misterius. Terlihatlah semasang mata biru bergaris bercampur merah dengan putih mata berganti hitam. Dia adalah naga suci yang tersesat oleh seorang penguasa kegelapan, Xie Wuran.
...~~...
...-...
__ADS_1
...-...
...SEMOGA SUKA...