Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
64. Di terima


__ADS_3

Lawannya adalah seorang wanita bercadar merah memiliki dua pedang kembar pada kanan kiri pinggang. Yohan bisa merasakan kultivasi yang cukup tinggi dari wanita bercadar merah.


"Aku tidak akan berbaik hati pada pria penggoda sepertimu." Ujarnya sembari mengeluarkan kedua pedangnya.


"Pria penggoda? Astaga~ kau melukai harga diriku gadis!?" Ujar Yohan pada wanita bercadar merah. Dirinya tidak mengerti kenapa para wanita di dunia atas selalu mengira dirinya adalah pria penggoda.


Setelah pertarungan dimulai, wanita bercadar merah melesat secepat kilat dan langsung menyerang Yohan dengan pedangnya. Tentunya Yohan mempertahankan dirinya dengan tameng api emas. Dia menghempaskan serangan wanita bercadar hingga membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang.


Wanita itu tampak terkejut dengan api Yohan, 'Itu bukannya api emas milik ras naga legendaris? Bagaimana bisa pria penggoda itu memiliki api yang begitu murni? Apa jangan jangan dia, tidak tidak itu tidak mungkin. Pria penggoda sepertinya adalah ras naga. Ras naga adalah ras yang terhormat, bukan pria penggoda sepertinya.' Pikir wanita itu tanpa memperhatikan kalau Yohan sudah ada dibelakangnya.


"Selamat tinggal!?" Bisik Yohan tepat ditelinga wanita bercadar.


Duk


Dia memukul belakang leher wanita itu hingga pingsan. Dengan begitu dirinya adalah pemenangnya. Siapa suruh bengong di tengah pertandingan. Saat Yohan akan meninggalkan pertandingan, sebuah tangan memegang kakinya mencegah dirinya pergi. Dia melihat ke bawah, ternyata itu adalah tangan wanita bercadar.


"Aku… belum… kalah!?" Ujarnya masih pusing setelah dipukul Yohan.


Yohan tertawa kecil melihat wanita bercadar dibawahnya ini berjuang. Jadi dia berjongkok untuk melihat perjuangannya lebih dekat. Dia tahu kalau wanita ini hanya berpura pura kuat.


"Kau… pria… penggoda…"


"Tidurlah!?" Yohan menyentil dahi wanita itu yang kemudian pingsan. Setelahnya ia bangun dengan pengumuman kemenangannya. Tapi sebelum itu dirinya menengok ke belakang tepat seseorang mengawasinya. Bibirnya membentuk smirk yang khas darinya. Tangannya terangkat yang kemudian jarinya bergerak bersamaan seakan mengisyaratkan untuk orang itu datang padanya.


Orang yang mengawasi membulatkan matanya tidak percaya kalau pemuda itu berani meremehkannya. Tapi ini juga cukup menarik baginya setelah sekian lama tidak mendapat tantangan seperti ini. Terbukti dari bibirnya yang menyeringai.

__ADS_1


Setelah itu maju Xie Wuran yang sedang menyamar sebagai pria paruh baya yang berkumis tebal. Karena dirinya sudah dibersihkan dari kekuatan Yohan, matanya sudah kembali seperti semula yang mana putih matanya tidak lagi hitam dan matanya yang berwarna biru jernih. Meskipun masih terasa ada sedikit kekuatan dari Yohan namun tidak sebanyak sebelumnya.


...***...


Setelah pertandingan usai akhirnya mereka terpilih masuk ke dalam Istana Suci dan mejadi bagian dari itu. Tersisa hanya lima orang termasuk Yohan dan Xie Wuran.


Istana Suci adalah sekte dari aliran putih. Seniman beladiri dari aliran hitam tidak akan diterima disini. Tapi mereka akan diterima di tempat lain. Dan tempat itu adalah tampat para aliran hitam hidup. Tempat itu disebut Sekte Demonic.


Dan saat ini lima orang yang terpilih sedang diajak berkeliling bersama salah satu tetua di Istana Suci. "Ini adalah perpustakaan, kalian bisa mempelajari jurus atau tekhnik apapun disini. Tapi ingat hanya sesuai dengan tingkatan kalian bisa mengambilnya." Jelas seorang pria kekar berkulit sawo mateng, berambut pendek pirang, potongan cepak, bermata biru dan memiliki kumis dan janggut yang tipis.


Berlanjut ke tempat lain, "Kemudian ini adalah kamar kalian.…" Jelas tetua tersebut. Namanya adalah Tetua Nie Ting. Dia sempat melirik Yohan yang sempat jadi pusat perhatiannya. "Baiklah, kalian bisa beristirahat!"


"Dan, kau!? Siapa namamu?" Tanya Nie Ting pada Yohan.


"Tidak, maksudku kau bukan dia." Ujar Nie Ting sedikit canggung. 'Bagaimana bisa ada orang seperti ini?' Pikir Nie Ting.


"Oh… namaku Mo Liang!?" Jawab Yohan menggunakan nama samaran.


"Bisakah kau ikut denganku sebentar?" Tanya Nie Ting.


Matanya membulat ketika Nie Ting mengajaknya. "A apa yang ingin kau lakukan? Jangan bilang kau ingin mengambil arakku!?" Teriak Yohan histeris. Dia memeluk araknya erat erat sembari menyembunyikannya.


"A arak?" Tanya Nie Ting kebingungan. Dia tidak tahu apa yang dimaksud Yohan mengenai arak.


Sedangkan Xie Wuran merasa situasi ini sedikit ambigu. Seketika dirinya ingat kalau Yohan masih mengaitkan kejadian ini dengan kejadian kemarin malam. "Eeh, tetua, mohon jangan salah paham. Dia masih sedikit terguncang karena kemarin malam araknya diminum orang lain. Jadi sekarang dia masih syok setelah kejadian itu." Jelasnya pada Nie Ting. 'Sebenar itu arakku, kenapa dia yang jadi bermasalah?' Pikir Xie Wuran tidak habis pikir.

__ADS_1


Mendengar hal itu Nie Ting hanya meng 'oh' kan saja. 'Tunggu, hanya karena seseorang mengambil araknya dia sampai seperti ini? Itu tidak masuk akal untuk manusia dengan otak normal. Kecuali dia… abnormal???? Tidak tidak tidak, masa iya seorang jenius sepertinya abnormal? Mungkin aku salah perkiraan.' Pikir Nie Ting berusaha berpikir positif. "Mo Liang, aku tidak akan mengambil arakmu."


Mendengar hal itu Yohan langsung menurunkan tangannya namun masih menyembunyikan araknya ke belakang, "Lalu kenapa kau memanggilku?" Tanya Yohan.


"Tapi sebelum itu, sebaiknya kau menyimpan arakmu. Karena disini ada peraturan dilarang meminum arak. Dan, kau sebaiknya menjaga kesopananmu anak muda!?" Ujar Nie Ting sembari mengeluarkan tekanannya. Tekanan ini ia tujukan pada Yohan, tapi sepertinya Yohan baik baik saja dan malah orang lain yang mendapat tekanan tersebut.


'Gawat!? Nie Ting, kau sebaiknya jangan memprovokasi orang gila ini. Salah salah kau bisa dibunuh olehnya. Oh astaga~ Kau tidak tahu dengan siapa kau bicara sebenarnya Nie Ting .' Pikir Xie Wuran panik. Dia melihat kedua orang ini yang saling adu tatap.


Yohan tersenyum meremehkan karena hanya ini tekanan yang dikeluarkan. Dia pikir akan sehebat, "Hanya ini? Tekanan dari tetua sekte besar hanya ini?" Tanya Yohan dengan senyum jahat diwajahnya.


"Apa maksudmu hanya ini?" Tanya Nie Ting terprovokasi. Dia semakin memperbanyak tekanannya hingga membuat semua orang di kediaman ini tertekan dengan auranya.


Xie Wuran menggigit jari jarinya semakin panik. Situasinya semakin panas dan Yohan malah terlihat senang Nie Ting terprovokasi. Dengan sangat nekad dirinya membuat Yohan membungkuk sembilan puluh derajat dengan dirinya sendiri. Mereka sama sama membungkuk dan tekanan pun sedikit berkurang. Tapi tatapan membunuh dari pria disamping yang sekarang jadi masalah. "K kami minta maaf. Y_ Mo Liang sudah kurang sopan!? Mohon maafkan dia!?" Ujar Xie Wuran.


"Apa yang kau lakukan, sialan?!" Bisik Yohan dengan kegeramannya.


"Ssstt, jika kau kurang sopan lagi pada para tetua disini rencana kita bisa gagal. Apa kau lupa?" Bisik Xie Wuran mengingatkan. "Sekarang kau harus menahan dirimu!?" Bisiknya lagi.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...

__ADS_1


__ADS_2