Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
14. Siapa ya???


__ADS_3

"Apa ini? kenapa kalian membiarkan bocah sepertinya mengikuti pertandingan? Seharusnya kalian mendisfikualifikasi bocah itu, bukan?" Ujar salah seorang pria yang kalah bertarung dengan Yohan.


Yohan menggertakkan giginya kesal dengan orang orang dihadapannya ini. Mereka seperti anjing hutan yang mencari untung dalam kesempatan. Benar benar menjijikan. "Jangan konyol!? Kau mengatakan itu karena kau kalah dariku, bukan? Asalkan aku sudah mencapai ranah diatas Immortal maka aturan konyol seperti umur tidak akan berpengaruh padaku." Ujar Yohan. Dia sama sekali tidak ada niatan untuk menyerah hanya karena aturan konyol yang menghalangi dirinya. "Jika kau merasa mampu melawanku, kenapa kau tidak mencoba lebih keras untuk mengalahkanku? Itu pasti akan menyenangkan melihat serangga kecil sepertimu merangkak dari ko***an!?" Ujar Yohan dengan senyum jahatnya.


Pria itu menggigit bawah bibirnya karena geram dengan sikap bocah yang ada dihadapannya. Dia benar benar tidak terima jika dirinya direndahkan oleh seorang bocah. "Mulutmu kotor juga, ya?! Kau pikir aku takut padamu hanya karena kau pernah mengalahkanku sekali? Jangan terlalu sombong!? Aku pasti akan mengalahkanmu jika Yang Mulia Kaisar Zuo mengijinkannya." Ujar pria itu sembari melirik seorang pria yang berpakaian kaisar berdiri disana.


Sedari awal Shen Qiu sudah bangun kembali dari duduknya karena masalah pertandingan yang berubah menjadi kerumitan. Yah, mau bagaimana lagi. Dia yang menulis peraturan kali ini untuk pertandingan. Jadi mau tidak mau ia harus bertanggung jawab. "Tuan Zhen, apa kau tidak membaca peraturan yang tertulis di papan pendaftaran?" Tanya Shen Qiu.


"Aku membacanya. Tapi kupikir aku tidak perlu mengikuti aturan konyol seperti itu. Karena ranahku sudah jauh tinggi dari Immortal dan aku yakin bisa memenanhkan pertandingan ini." Ujar Yohan percaya diri.


"Benarkah? Apa kau bisa membuktikan perkataanmu itu?" Tanya Shen Qiu sedikit ragu dengan pemuda di depannya.


Yohan tersenyum miring mendengar pertanyaan itu. Untuk mengalahkan semua orang yang ada di sini ia sangat percaya diri tentang itu. Yohan berjalan pelan mendekati Shen Qiu, "Yang Mulia ingin bukti? Baiklah, buat semua pemenang dari setiap area bertarung melawanku!? Aku akan akan memberikan buktinya saat itu, Yang-Mulia!?" Ujar Yohan sembari memiringkan kepalanya tepat berada di hadapan wajah Shen Qiu. Dia tersenyum licik di hadapan pria itu.


Mau berapa kalipun Shen Qiu melihat mata merah itu, selalu saja ia merasa merinding. 'Ada apa dengan bocah ini? Kenapa dia begitu sombong dengan kemenangannya yang belum pasti?' Pikir Shen Qiu tentang Yohan.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan membuat mereka semua melawanmu!? Tapi jika kau tidak berhasil membuktikan ucapanmu, kau harus membayar mahal untuk itu." Ujar Shen Qiu dengan wajah yang cukup serius. Kemudian ia berbalik melesat pergi kembali ke tempat duduknya. Setelah kembali ke tempat duduknya, Shen Qiu menghela nafas panjang. Tidak pernah sekalipun ia menghadapi pria aneh seperti pria itu.


Berbeda dengan Kaisar Qi, yang sedari tadi memperhatikan Yohan. Dia seperti mengenal pria itu. Bahkan lebih dari kenal mungkin. 'Kenapa ciri cirinya seperti seseorang yang kukenal? Apa mungkin itu memang dia? Tapi sepertinya sangat tidak mungkin. Jika memang itu dia, kenapa penampilannya seperti bocah yang sedang puber? Kurasa mereka hanya mirip.' Tianjuan menampik pemikirannya tentang Yohan. Dia masih belum yakin dengan pemikirannya itu. Lagipula seseorang yang ia kenal tidak semuda itu. Jadi, sangat tidak mungkin.


"Pemuda itu sangat menarik!? Di tambah lagi dengan kejeniusannya yang sudah melewati ranah Immortal dengan umur yang masih muda. Aku rasa masa depannya akan cerah, benarkan Kaisar Zuo?" Ujar Linxu sembari melirik pria yang kini sudah duduk di sampingnya.


"Menurutmu begitu?" Tanya balik Shen Qiu.


Wu Linsu sama sekali tidak enherti mengapa Shen Qiu meragukan sesuatu yang sudah pasti. "Apa ada yang salah?"


"Oh!? Itu seperti 'dia' iya, kan?" Ujar Wu Linxu tiba tiba merujuk pada seseorang di masa lalu yang ia tahu tapi belum pernah ia lihat. "Orang itu benar benar membuat kita kewalahan saat itu. Aku tidak berani membuat masalah dengan orang itu apapun yang terjadi. Bisa celaka jika membuat masalah dengannya." Jelas Wu Linxu di iyakan oleh yang lainnya. Pada saat itu mereka juga merasakan kewalahan menghadapi orang yang mereka maksud. Meskipun bukan mereka yang membuat masalah dengan orang itu, tapi mereka juga kena imbas sedikit karena berhubungan dengan kekaisaran Qi dan Yan yang saat itu menjadi musuh orang yang mereka maksud.


Berbeda dengan Tianjuan yang tidak mengiyakan dan hanya memperhatikan Yohan. Sedangkan Jin Chen tidak tahu apa yang sedang mereka bertiga bicarakan. Tapi ia tahu garis besar pembicaraan mereka. Karena ini menyangkut kekaisarannya pasti itu tentang penyebab perang besar antara kaisar Qi dan Yan sepuluh tahun yang lalu. Karena saat itu ia masih kecil jadi pengetahuannya tentang masa lalu masih sangat kecil. Tapi ia lebih tertarik melihat Yohan yang kini sedang bertarung melawan lima musuh sekaligus. Sangat tidak disangkanya jika pria menyeramkan yang menatapnya dengan seram itu sangatlah kuat. Di tambah lagi dengan umur yang tidak berbeda jauh darinya. Itu semakin membuatnya tidak ingin dekat dengan pria itu. Karena mungkin pria itu banyak membawa masalah untuknya.


Kembali ke pertarungan…

__ADS_1


Lawan Yohan saat ini ada lima orang yaitu satu biksu, seorang pria dengan mata sipit dan sering mengipas dirinya dengan kipas, wanita cantik yang berdada besar, gadis kecil berponi dengan rambut yang diikat dua, dan seorang pria dewasa yang tampan memakai hanfu biru dengan pedang di pinggang kirinya. Dua orang dari mereka Yohan mengenalnya. Dan begitu pula dengan dua orang itu yang mungkin mengenal Yohan namun masih ragu apakah Yohan adalah orang yang mereka kenal atau tidak.


Misalnya wanita cantik berdada besar seorang perwakilan dari kekaisaran Qi, namanya adalah Qionglin. Wajahnya secantik dan semulus giok dan rambut coklat serta mata berwarna hijau. Pemuda didepannya ini sangatlah mirip dengan pria yang dulu pernah mendapatkan hatinya. Namun sayang seribu dayang hati pria itu sudah menjadi milik orang lain sehingga pria yang ia kenal itu menutup hatinya pada wanita lain selain wanita yang dicintainya. Qionglin menggigit bibir bawahnya karena pemuda itu sangat mirip dengan pria itu. 'Aku rasa dia bukan orang itu. Namanya saja beda, lagipula mana mungkin dia jadi seperti bocah yang sedang puber?' Pikir Qionglin sembari menggeleng gelengkan kepalanya.


Untuk yang kedua, dia adalah pria yang memakai hanfu biru dengan pedang di pinggang kirinya. Dia adalah perwakilan dari kekaisaran Wu, Guan San. Dia menatap tajam Yohan dengan sangat mengintimidasi. Guan San menggertakkan giginya, 'Akhirnya kau kembali setelah sepuluh tahun lamanya? Apa saja yang kau lakukan selama ini? Setelah pertarungan ini selesai aku ingin bertanya padamu, apa wanita itu bersamamu? Atau… dia telah mati? Aku ingin tahu segalanya dan aku tidak ingin mrnjadi orang bodoh yang hanya bisa menunggu tanpa kepastian apapun.' Pikir Guan san.


Sepertinya mereka bertiga memiliki suatu hubungan satu sama lain di masa lalu.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA!?...

__ADS_1


__ADS_2