Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
39. Tidak gila


__ADS_3

"Ini." Zhu'er memberikan tanghulu ke Yohan.


Dengan keraguan Yohan mengambil tanghulu yang diberikan Zhu'er. "Apa ini?" Yohan heran mengapa Zhu'er memberikan tanghulunya pada dirinya. Bukankah lebih baik dimakan sendiri dari pada memberikannya pada orang lain.


"Manis…" Ujar Zhu'er singkat.


Sangat sulit berbicara pada gadis ini. "Ya, aku tahu ini manis. Tapi kenapa kau memberikannya padaku? Jangan bilang kau mengambil tanghulu ini dari anak kecil?" Dugaan Yohan tepat sasaran. Zhu'er mengambil tanghulu itu dari anak kecil yang membeli banyak tanghulu.


Karena pertanyaan Yohan tepat Zhu'er mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia diam sejenak seperti memikirkan sesuatu. Lalu dengan cepat dia memegang ledua pipi pria dihadapannya, "Cocok dengan Yohan…… Yohan manis." Ujar gadis itu dengan tatapan percaya diri.


Mendengar pujian dari Zhu'er tiba tiba pipinya memerah. "Oh, i itu maka__ tunggu!? jangan mengalihkan pembicaraan. Kau mengambilnya dari anak kecil, kan?" Tanya Yohan sekali lagi. Dia tahu kalau Zhu'er berusaha mengalihkan pembicaraan.


"……… Iya." Akhirnya jawaban pasti keluar dari mulut gadis itu. Dia benar benar mengambilnya dari anak kecil.


Yohan menatapnya malas. Dia melepas kedua tangan Zhu'er dan pergi ke arah lain. Zhu'er mengikutinya dari belakang. Dia berusaha mensejajarkan jalannya dengan pria itu dan berusaha melihat wajah Yohan. "Apa kau marah?" Tanya Zhu'er.


"Tidak, aku tidak marah." Jawab Yohan singkat.


"Lalu kenapa tidak makan?" Tanya Zhu'er lagi.


Yohan berhenti sejenak lalu menghadap Zhu'er. Dia memakan tanghulu itu tepan didepannya. Kemudian dia melanjutkan kembali jalannya. Tapi Gadis itu tidak ikut berjalan bersama Yohan. Karena merasa Zhu'er tidak lagi mengikutinya Yohan berbalik ke belakang. "Hahh, Ayo!?" Ajak Yohan sembari mengulurkan tangannya pada gadis itu. Dengan cepat Zhu'er meraih tangan Yohan dan berjalan bersamanya.


...***...


"Ah, emm jadi… kapan dia datang?" Tanya Kaisar Wu Linxu yang bersiap dengan gulunganbyang dia bawa. Hari ini adalah hari penyerahan gulungan kuno yang dijanjikan. Dia menunggu kedatangan Yohan, tapi orang yang ditunggu belum kunjung datang. Sedangkan yang menemaninya saat ini hanyalah dua orang pria yang selalu bersama Yohan. Jiangwu dan Wen Hou. Mereka bertiga duduk saling melingkari meja bundar yang cukup besar.


"Sebentar lagi." Jawab mereka bersamaan. Keduanya kaget karena bisa bebarengan. Mereka saling menengok satu sama lain.


"Kenapa kau mengikutiku? Apa kau ingin akrab dengan ku?" Tanya Wen Hou dengan nada ketusnya.


"Akrab? Tolong jangan bermimpi disiang bolong. Apakah tidak sebaliknya?" Balas Jiangwu dengan dingin.


"Aku? Dengan salah satu anggota klan busuk sepertimu? Kaulah yang jangan terlalu banyak berkhayal. Paham, kan?" Ujar Wen Hou dengan penuh mengintimidasi.

__ADS_1


Suasana disini begitu canggung ditambah mereka berdua yang selalu ribut sejak tadi.


Tidak lama Yohan datang bersama Zhu'er. Seketika ribut mereka langsung berhenti ketika Yohan datang.


Wu Linxu sedikit kagum karena melihat mereka berdua langsung diam tanpa pikir panjang. 'Sepertinya mereka berdua benar benar takut pada pria gila ini. Atau patuh? Yang manapun itu aku hanya ingin ini cepat selesai.' Pikir Wu Linxu. Dia mengeluarkan gulungan kuno dari dalam pakaiannya. "Ini, sesuai janjiku. Kau tidak boleh sampai menghilangkan ini." Ujar Wu Linxu sembari menyerahkannya.


"Tentu saja!?" Ujar Yohan sembari mengambil gulungan di hadapannya.


Deg


Tiba tiba Yohan menghentikan gerakannya mengambil gulungan.


"Ada apa?" Tanya Wen Hou khawatir.


"Jantungku……" Guman Yohan hampir tak terdengar.


"A apa?" Tapi mereka bertiga masih bisa dengar karena pendengaran mereka sangat tajam.


Semua orang heran melihat kenapa Yohan bisa menjadi seperti itu. Tapi satu hal yang ada di pikiran mereka. Gila.


'Sepertinya penyakitnya sudah mulai kambuh. Aku harus cepat membawanya pergi.' Pikir Jiangwu cepat mengerti keadaan. Dia bangun sembari menarik Yohan dari kursinya. Dia menempatkan Yohan dibelakangnya. Pria itu sekarang sibuk berpeukan dengan Glgulungan kuno. "Kurasa Yang Mu__ Tuanku sedang tidak enak badan. Jadi kami pamit undur diri."


"Kenapa terburu buru sekali? Aku tahu dia gi__ maksudku sakit. Jadi…"


Selagi Jiangwu berbicara dengan Wu Linxu, Yohan memiringkan kepalanya melihat Wu Linxu lekat lekat. Saat melihat wajah Wu Linxu dia teringat seseorang dimasa lalu. Seorang manusia dari kerajaan manusia yang sangat menginginkan jantungnya untuk alasan perdamaian.


"Sudah kubilang, kami akan per__" Jiangwu tidak menyelesaikan kalimatnya karena kehilangan Yohan.


"Apa kau yang sudah mengambil jantungku?" Tanya Yohan yang sudah berada diatas meja berhadapan muka dengan Wu Linxu. Sontak semua orang kaget melihat kecepatan Yohan lebih cepat dari biasanya.


Wu Linxu mengernyitkan keningnya tidak mengerti. Kenapa juga ia menginginkan jantung orang gila ini. "Apa maksud__"


"Sssstt!? Aku tahu kau yang mengambilnya. Jadi kau mati saja!?" Ujar Yohan sembari membentuk tembakan dengan tangannya disamping kepala Wu Linxu.

__ADS_1


Ingin melarikan diri namun tubuhnya tidak bisa bergerak. Mata pemuda didepannya membuat dirinya tidak bisa bergerak. 'Dia, dia benar benar orang gila yang brengsek!?' Pikir Wu Linxu dalam kepanikannya.


Ketika Yohan ingin menembak kepala Wu Linxu…


"Apa kau takut? Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha… Kau benar benar panik!? ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha…" Yohan tertawa senang karena berhasil membuat seorang kaisar panik. Dia memang melihat Wu Linxu sebagai seseorang yang dia kenal. Tapi ini sudah ribuan tahun berlalu. Pastinya orang itu sudah meninggal. Orang orang melihatnya dengan aneh. Yohan melihat mereka balik dengan tatapan tajam, "Bleee!?" Seperti anak kecil ia menjulurkan lidah meledek mereka. Lalu tertawa lagi.


Sudahlah, orang orang yang melihat sudah tidak ingin melihatnya lagi. Jika mereka meladeni orang gila sepertinya yang ada mereka sama seperti Yohan. Sama sama gila.


Dua orang dibelakang Yohan menahan malu mereka melihat tingkahnya. "Untuk yang satu ini, ayo kompak!?" Ajak Wen Hou.


"Ya, tapi hanya untuk kali ini." Jelas Jiangwu. Meskipun dengan berat hati ia harus bekerja sama dengan Wen Hou. Untuk hal ini keduanya menjadi kompak dan menggeret Yohan turun dari meja. "Kami minta maaf karena kelakuan Yang Mu__ tuan kami. Mohon maklumi karena sakitnya sedang kambuh sekarang." Ujar Jiangwu.


Mendengar itu Yohan keheranan. "Sakit? Aku sama sekali tidak sakit. Aku begitu sehat, kuat dan tampan. Aku hanya senang karena menemukan jantungku!?" Ujar Yohan membela diri.


"Tidak tidak, Yang Mu__ Tuanku benar benar sedang sakit sekarang. Ayo kita minum obat dulu." Ujar Jiangwu tanpa memberi celah. Mereka memaksa Yohan pergi dari ruangan.


"Tidak ada yang salah denganku!? Kenapa kalian menganggapku gila?" Teriak Yohan kesal.


Mereka benar benar pergi dengan buru buru. Terkecuali Zhu'er yang masih ada disana. Dia berdiri sambil melihat arah kepergian.Yohan dan dua orang bersamanya.


"No nona, apa kau tidak pergi?" Tanya Wu Linxu gugup karena gadis itu hanya diam saja.


Tapi tiba tiba tangannya mengepal dengan senang, "Calom suamiku memang hebat." Ujar Zhu'er dengan wajah datar yang merona. Tanpa mempedulikan pertanyaan Wu Linxu Zhu'er pergi begitu saja ambil berlari mengejar Yohan.


"Ha… ha ha ha ha… bisa bisa aku juga ikut gila bersama mereka." Ujar Wu Linxu sembari memegangi kepalanya.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...

__ADS_1


__ADS_2