Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
18. Jadilah bawahanku


__ADS_3

SEKARANG


Yohan melihat Jiangwu dengan tajam, ia tidak menyangka akan bertemu Jiangwu disini. Yang Yohan tahu tentang Jiangwu hanyalah dia adalah pelayan setia dari Ming Jia Jun. Dulu penampilannya tidak seperti sekarang. Entah kenapa sekarang dia menjadi seperti itu.


Jiangwu membentuk pedang es dengan hawa dingin yang berada disekeliling tempat. Terbentuklah ribuan pedang dimana mana. Kemudian pedang pedang tersebut menyerbu menyerang Yohan.


Dengan gerakan secepat kilat Yohan menangkis semua pedang pedang itu dengan gerakannya yang luwes. Pedang pedang ini tidak ada habisnya. Satu pedang hancur dan pedang yang lain terbentuk. 'Bagaimana aku harus menghentikan pedang pedang ini? Apakah area es ini mempengaruhi terbentuknya pedang pedang ini? Kalau begitu…' Yohan melompat setinggi tingginya. Ketika turun kebawah terbentuk dari api merah sebuah burung phoenix yang meluncur kebawah melebarkan sayapnya. Penonton yang tersisa terpukau melihat keindahan phoenix itu. Namun oeindahan itu segera hancur ketika burung iti menabrakkan dirinya ketanah.


Duaaarrrr


Ledakan itu terdengar sangat keras hingga memekakkan telinga. Selain kerah itu juga menyilaukan mata. Mereka menutup mata mereka semua keyika melihat kilaunya api yang meledak. Hawa dingin ini berubah menjadi hawa panas. Saat mereka membuka mata, semua area berubah menjadi seperti neraka api. Dimana mana ada api dan ketika mereka mencari dimana keberadaan dua orang itu, salah satu dari mereka sudah kalah.


Yohan menodongkan belatinya ke leher Jiangwu.


"Baiklah, aku mengaku kalah!? Sesuai janjiku akan kuberitahu segala yang kutahu tentang Zhu'er padamu." Ujar Jiangwu sembari melempar pedangnya.


"Kata siapa aku ingin tahu tantangnya?" Tanya Yohan.


Jiangwu mengernyitkan dahinya mendengar Yohan tidak ingin mengetahui tentang wanita itu. Dia pikir Yohan akan sangat tertarik jika mengenai wanita bernama Yueyin Zhu. Tapi sepertinya kali ini ia salah. "Kenapa kau tidak ingin tahu tentang Zhu'er? Bukankah kau mencintainya?" Tanya Jiangwu penasaran mengapa Yohan tidak tertarik kali ini.


Tercetak senyum diwajahnya, "Aku lebih tahu tentang dia dari pada dirimu. Bahkan lebih dari siapapun." Ujar Yohan.


Jiangwu terdiam sejenak mendengar perkataan Yohan. Kenapa ia baru menyadarinya sekarang? Yohan selalu bersama dengan Zhu'er kemanapun. Mereka selalu berdua, bagaimana mungkin pria itu tidak tahu apapun tentang wanita itu. "Lalu kenapa kau ingin mengalahkanku?" Tanya Jiangwu. Awalnya dia pikir Yohan bertarung dengannya untuk mengetahui tentang Zhu'er. Tapi karena pria itu mengatakan tidak ingin mengetahuinya jadi pasti ada alasan lain.


"Aku ingin kau menjadi orang'ku!?" Ujar Yohan mengejutkan Jiangwu.


Sangat tidak disangka ternyata anak kecil yang dulu ia kasihani sekarang sudah menjadi pria jahat yang licik. "Bagaimana jika aku menolak?" Tanya Jiangwu sedikit menggoda pria dibelakangnya itu.


"Mau tidak mau kau harus mau!?" Yohan tidak terima jika Jiangwu menolaknya. Dia sudah susah payah mengalahkan pria ini dan dengan mudahnya Jiangwu menolak dirinya.

__ADS_1


'Sepertinya dia tetaplah seorang bocah!?' Jiangwu merasa bodoh karena pernah berpikir kalau Yohan pasti membenci dirinya. "Ppfftt!?" Dia jadi ingin tertawa.


Yohan tidak tahu mengapa Jiangwu tertawa. "Apa yang kau tertawakan? Kau pikir ini lucu?" Tanya Yohan sedikit kesal.


"Tidak tidak, ini tidak lucu sama sekali. Baiklah, sesuai kemauanmu tuanku, aku akan menjadi orang'mu!?" Ujar Jiangwu dengan senyum kecilnya.


Tampak Yohan terlihat senang mendengar Jiangwu ingin menjadi orangnya. "Benarkah?" Tanya Yohan dengan senang gembira. Tiba toba ia menyadari kalau dia seharusnya tidak menunjukkan wajah bocah seperti ini, "Em, maksudku, benarkah?" Dia segera mengganti wajah ceria itu dengan gaya coolnya.


"Ya, itu benar." Ujar Jiangwu sembari tersenyum samar.


Yohan melepaskan tangannya dari Jiangwu dan menyimpan kembali belatinya. "Baguslah jika kau mengerti." Ujar Yohan sembari pergi meninggalkan Jiangwu. Dalam hati, dia sangat senang karena orang kuat seperti Jiangwu menjadi bawahannya. Alasan Yohan menginginkan Jiangwu bukan hanya karena pria itu kuat. Tapi juga karena bau pria itu mengingatkannya pada seseorang yang pernah baik padanya dulu.


Jiangwu masih berdiri di tempatnya. Tidak pernah ia sangka akan menjadi bawahan Yohan. Dia baru ingat kalau dulu, anak itu melupakan dirinya.


FLASHBACK


"AAGGHH TOLONG!?"


"HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA………" Seorang remaja laki laki dengan kejam membantai banyak musuhnya. Dengan kejam pula ia meminum darah korbannya langsung dari leher yang sudah putus.


Semua orang yang berada dipihak yang sama dengan anak itu hanya bisa berdiam diri melihat kekejaman pemuda itu. Mereka sebenarnya ketakutan untuk mendekatinya. Namun salah satu dari mereka harus menghentikan pemuda itu karena pembantaian di wilayah ini sudah selesai.


"B bagaimana ini? kita harus memberitahu monster itu untuk segera kembali. Jika tidak kita yang akan kena imbasnya." Ujar salah satu dari mereka.


"Kalau begitu kau saja yang kesana!? Aku tidak berani!?"


"Bodoh!? jika kau tidak berani apalagi aku!?"


Mereka terus berseteru siapa yang harus maju memberitahu anak remaja laki laki itu untuk berhenti meminum darah musuh. Aku dengan kaki'ku melangkah menuju kearahnya. Semua irang melihat kearahku dengan tatapan menjijikan mereka. Tepat ketika sudah berada di belakang anak itu, aku berhenti dan berlutut satu kaki.

__ADS_1


"Ha ha ha ha ha ha ha ha… " Anak itu masih tertawa senang melihat wajah wajah mengenaskan musuhnya.


"Yang Mulia, sekarang sudah saatnya untuk pergi. Jika tidak, maka Yang Mulia Raja bisa marah!?" Ujarku memberitahunya.


"Ha ha ha__ Orang itu akan marah?" Tanya'nya padaku. Dia adalah pangeran kedua, Ming Jia Zhen. Entah sejak kapan dia berubah menjadi seperti ini. Dengan wajah polos seperti itu yang berlumuran darah, sungguh sesuatu yang cocok dengannya. Apalagi dengan rambut hitam dan mata merah itu.


"Ya, dia akan sangat marah." Jawabku singkat.


"K kalau begitu kita harus segera pergi, kan?" Ujar anak itu yang mulai terlihat seperti anak seumurannya. "Tapi, siapa kau?" Tanya'nya padaku.


Aku terkejut dia tidak mengingatku. "Aku adalah pengawal pribadi pangeran pertama." Jawabku. Dia tidak mengingatku, berarti dia tidak mengingat apa yang ku lakukan padanya saat itu?


Dia terlihat sangat senang mendengar aku adalah pengawal pribadi pangeran pertama, "Jadi kau pengawal kakak? Itu berarti kau selalu bersamanya kan? Apa saja yang dia lakukan hari ini? Apa, apa dia menanyakan kabarku?" Berbagai pertanyaan dia tanyakan tentang pangeran pertama. Sekilas dia terlihat seperti adik yang menyayangi kakaknya. Tapi sebenarnya dia hanya bocah yang terobsesi dengan kasih sayang kakaknya. Dia sudah sangat rusak dan orang orang disekitar akan terus berusaha merusaknya.


Bagaimanapun aku tidak bisa berbohong padanya, "Tidak. Pangeran pertama tidak menanyakan apapun tentang anda." Jawabku.


Dia terlihat sangat sedih mendengarnya. Wajah ceria itu berubah menjadi kesedihan. "Dia pasti sangat sibuk. Kalau kau pengawalnya apakah kau bisa mempertemukanku dengannya? Aku sangat merindukannya!?" Dia menatapku dengan wajah penuh harap.


"Aku akan mengusahakannya!?" Jawabku tanpa dilebih lebihkan.


"Syukurlah… " Anak itu tersenyum senang mendengar jawabanku. Senyumnya begitu polos dan tulus. Padahal dia adalah iblis yang membunuh ribuan musuh. Tapi kenapa dia bisa tersenyum setulus itu? Aku jadi semakin merasa bersalah padanya.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA!?...

__ADS_1


__ADS_2