
Setelah membeli jepit rambut Yohan berencana untuk pergi ke tempat yang lain. Karena masih ada banyak tempat yang belum ia kunjungi. Namun ketika dia ingin pergi ada seseorang yang mencegahnya.
"T tunggu!?" Panggil Qionglin sembari mengejar Yohan. Tidak lama pria yang dipanggilnya melihat kearahnya. " Kemana kau akan pergi setelah ini?" Tanya Qionglin.
Yohan menyipitkan matanya mendengar pertanyaan Qionglin. Memgapa gadis ini begitu ingin tahu kemana dan mau apa ia ingin pergi. "Kenapa kau ingin tahu? Apa jangan jangan kau ingin memata mataiku, ya?" Pikir yohan yang begitu curiga dengan Qionglin.
Mendengar tuduhan yang diarahkan padanya membuat Qionglin tidak terima, "Dasar tidak sopan!? Mana mungkin aku memata matai pria yang baru kutemui." Jelas Qionglin membela dirinya sendiri.
"Lalu, mau apa kau jika tahu aku ingin pergi kemana?"
"Aku hanya ingin berteman denganmu!? Apa itu tidak boleh?" Gadis ini benar benar hanya ingin akrab dengan Yohan. Tapi pria ini begitu tebal memasang dinding anti sosialnya. Jadi akan sulit untuk akrab dengan pria ini.
Yohan masih belum terbiasa dengan yang dimaksud teman. Dirinya yang anti sosial dan masa lalu yang penuh pengkhianatan membuat dirinya tidak ingin memiliki teman. Karena itu dia sangat hati hati ketika memilih teman. Tapi gadis didepannya ini ia tahu siapa. Gadis ini pernah tulus mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Yohan dimasa lalu. Jadi bisa dipastikan kalau dia orang baik. Tapi tetap saja rasanya risih jika terus diikuti seperti ini. Yohan terpikirkan satu cara agar gadis ini tidak mengikutinya terus. "Kemarilah, aku akan mem bisikkan sesuatu padamu!?" Ujar Yohan sembari mendekatkan kepalanya ke telinga Qionglin.
Qionglin sedikit tersipu dengan nafas Yohan yang begitu dekat dengannya.
Yohan mulai membisikkan sesuatu di telinga gadis itu, "Kau tahu? Sebenarnya aku adalah… orang gila!? Hi hi hi hi hi hi hi…" Siapa tahu jika mendengar pernyataan ini maka Qionglin akan langsung menjauhinya. Tapi…
"Benarkah? Aku juga memiliki teman orang gila dulu!? Tidak apa apa, aku tidak keberatan jika kau gila." Ujar Qionglin yang malah membuat Yohan kesal. Quonglin tahu jika Yohan mulai kesal dengan kelakuannya. Itu terlihat jepas dengan wajahnya yang begitu ditekuk dan memerah. Baginya itu terlihat sangat lucu.
"Aku… aku bisa mencakarmu bila marah!? Lalu kau bisa aku gigit dan setelah itu kau akan ikut gila!? Apa kau mau menjadi gila sama sepertiku, hah?" Ujar Yohan yang mulai kesal. Dia tidak percaya ada gadis yang sesabar ini. Malah dirinya yang terbawa emosi.
__ADS_1
Terlihat senyuman senang diwajah Qionglin, "Bukankah itu bagus? kita akan sama sama gila dan kenjalani hidup bersa__ maksudku hanya dengan kau menggigirku kau tidak akan membuatku menjadi gila." Ujar Qinglin hampir saja mengatakan keinginannya. 'Astaga, apa yang baru saja kukatakan. Dia pasti akan lebih ingin menjauh dariku.' Pikir Qionglin.
'Bagaimana ini? Dia benar benar ingin pergi bersamaku.' Pikir Yohan. Ketika Yohan mengalihkan pandangannya ke arah lain, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Dari kerumunan banyak orang ada seseorang yang berambut putih dengan ujung rambut yang berwarna merah masuk kedalam kerumunan orang orang. Melihat itu Yohan membelalakkan matanya melihat gadis yang baru saja mauk kedalam kerumunan. Tanpa sadar Yohan berjalan memasuki kerumunan orang untuk melihat lebih jelas siapa gadis itu.
"Ap__tunggu!? kau ingin kemana?" Tanya Qionglin yang tidak mengerti dengan pria itu. Saat melihat ekspresi Yohan barusan membuat Qionglin penasaran. Pria itu terlihat sangat kaget akan kehadiran seseorang. Ekspresinya seperti sudah merindukan sesuatu yang sangat ia nantikan. Melihat itu membuat Qionglin merada di tarik seratus langkah ke belakang oleh seseorang yang baru saja muncul. Tapi tetap saja, dia tidak ingin menyerah secepat ini. Dia mengikuti Yohan ke dalam kerumunan. Untuk melihat apa yang Yohan lihat.
Yohan berusaha mengejar gadis yang baru saka ia lihat didalam kerumunan. Gadis itu berjalan sangat cepat hingga membuat Yohan hampir kehilangan jejaknya. Namun tidak lama ujung dari kerumunan akan berakhir. Dan jaraknya dengan gadis itu semakin menipis. Saat Yohan akan meraih tangan gadis itu…
Tapi ketika dia keluar dari kerumunan tidak ada siapapun. "Tidak… tidak… aku yakin melihatnya kearah sini." Yohan melihat kekanan dan kirinya. Namun tidak ada siapapun disana.
"Meong!?" Terdengar suara yang familiar di telinganya.
Saat melihat ke bawah ternyata itu adalah seekor kucing kecil yang kedinginan. Kucing itu berbulu merah dengan mata yang berwarna merah pula. Kucing itu melihat Yohan dengan kedua mata mungilnya. Begitu pula dengan Yohan yang menatap kucing itu dengan kwdua mata merahnya. Seketika wajahnya memerah melihat kucing itu. Dia melihat kekanan dan kirinya memastikan tidak ada orang.
Qionglin melihat Yohan memeluk seekor kucing. 'J jadi yang dia kejar adalah kucing? Aku, kalah dengan seekor kucing?' Pikir Qionglin tidak percaya. Dia melihat Kucing yang dipeluk Yohan. Kucing itu terlihat sangat lucu dengan kedua mata merah mungilnya. Namun yang membuatnya heran adalah kucing itu melihat dirinya dengan sangat menusuk. Seakan kucing itu memiliki dendam padanya. Tatapannya seperti seorang gadis yang cemburu kekasihnya digoda wanita lain. 'Hm? Ada apa dengan kucing itu? kenapa dia melihat seakan ingin membunuhku begitu?' Pikir Qionglin.
"Kenapa?" Tanya Yohan yang melihat Qionglin begitu syok melihat dieinya.
"T tidak, bukan apa apa. Itu, kucing yang lucu ya?" Ujar Qionglin.
"Tentu saja." ujar Yohan dengan percaya diri.
__ADS_1
...***...
Dua orang yang memakai jubah hitam dan putih sedang berkeliling festival. Mereka menikmati Festival sama seperti yang lainnya. "Ramai sekali, ya? Semuanya bercahaya." Ujar pria berjubah putih. Matanya berbinar binar melihat begitu banyak cahaya disana sini.
"Yang Mulia, bukankah anda kesini bukan untuk bersenang senang?" Tanya wanita berambut merah yang berjubah hitam dibelakangnya.
"Astaga~ kau itu ya, selalu serius disegala hal. Sekali kali kita juga harus bersenang senang bukan? Apa lagi aku merasakan kehadiran adikku tersayang disini. Bukankah kau juga ingin bertemu dengannya?" Ujar pria itu.
Wanita yang berada dibelakang pria itu hanya terdiam sejenak. "Tolong jangan mengalihkan topik. Kalaupun aku ingin bertemu dengannya, pertemuan kami tidak akan menjadi romantis." Ujar wanita itu.
Pria itu hanya tersenyum tipis mendengar ucapan wanita dibelakangnya. "Kau benar, mungkin pertemuan yang kuinginkan tidak akan seindah yang kupikirkan." Ujar pria itu. Dia tampak sedih hanyabdengan membayangkannya saja. "Yah, lagipula… "
Bruk
Ada seseorang yang menabrak pria itu sebelum selesai bicara. Ketika melihat siapa orang yang menabraknya dia melihat seorang pria yang sedang terduduk memeluk seekor kucing. "Apa kau tidak apa apa?" Tanya pria itu sembari mengulurkan tangannya. Ketika pria yang menabraknya itu memperlihatkan wajahnya, terlihat sosok yang selama ini ia rindukan. Mereka hanya saling menatap.
Yohan melihat orang yang selama ia benci. Dengan cepat Yohan ingin segera menjauh dari pria didepannya. Namun ketika dirinya bangkit keramaian disekitarnya berubah menjadi ruangan putih. Bisa dibilang Yohan terjebak didimensi putih, dimensi pria di depannya. Dia tahu betul siapa pria itu. Dia adalah Ming Jia Jun, kakaknya.
...~~...
...-...
__ADS_1
...-...
...SEMOGA SUKA!?...