Crazy Villain 2

Crazy Villain 2
44. Terlalu negatif itu tidak baik


__ADS_3

Saat ini Yohan dan teman temannya dalam perjalanan menuju lereng Xinhai. Tempat itu adalah salah satu tempat paling berbahaya setelah hutan hitam. Mungkin tingkat berbahaya tempat itu tidak sebanding dengan hutan hitam, tapi disana ada banyak jebakan dan monster dimana mana. Udara disana juga tidak bersih dan beracun, jadi jika ingin memasuki lereng harus terlebih dulu memakan pil penetralisir racun.


Lereng Xinhai berada jauh melewati dua kekaisaran. Pertama kekaisaran Wu dan kedua kekaisaran Qi. Barulah sampai di tengah perbatasan setelah tujuh hari menggunakan kuda.


"Tuan~ Aku sangat lelah, apa kita tidak bisa intirahat?" Tanya Linhua sama sekali tidak ada semangat.


"Jika kau ingin istirahat maka istirahatlah sendiri. Tapi jangan harap bisa mengikutiku lagi!?" Balas Yohan degan begitu galak. Dia ingin cepat cepat sampai dan menemukan artefak Lingzhu. Lagi pula beberapa km lagi akan sampai ke pedesaan. Mereka bisa istirahat disana. Dari padaistirahat didalam hutan yang banyak binatang buas berkeliaran. Lebih baik susah dahulu baru menemukan kenyamanan.


"Hah, j jangan meninggalkan Linhua!? S sebenarnya Linhua masih kuat berjalan." Langsung saja Linhua berubah pikiran. Dia tidak tahu ini dimana. Dan mana mungkin dia istirahat sendirian dengan Yohan yang meninggalkannya. Untungnya dikelompok mereka ada banyak orang orang yang bisa diandalkan sebagai petunjuk arah. Jadi sebenarnya Yohan sangat beruntung karena tidak akan tersesat kali ini.


Beberapa waktu berlalu dan mereka sampai di pedesaan. Mereka tiba disaat hari menjelang malam. Itu watu yang tepat untuk mencari penginapan. Tapi Yohan tidak yakin jika disini ada penginapan. Pasalnya desa ini jarang penduduk. Tapi itu tidak masalah, dia bisa mencari rumah kepala desa untuk menginap satu hari disana. Saat menelusuri jan beberapa penduduk melihat mereka dengan sinis. Tatapan mereka tidak seperti tatapan biasa. Itu tatapan seperti tatapan orang mati.


"Guru, apa kau lihat mata mereka? Mata mereka seperti tidak tidur berhari hari dan wajah mereka sangat pucat. Aku yakin kita telah salah masuk desa." Bisik Wen Hao pada Yohan. Ketika Yohan menatap mereka balik dengan tatapan yang dingin, orang orang itu lari ketakutan.


"Kurasa tidak ada yang salah." Ujar Yohan dengan senyum percaya dirinya.


"Yah, kurasa mereka tahu guru adalah orang gila." Ujar Wen Hao pelan.


Linhua takut dengan tatpan mereka yang menyeramkan. Dia memilih untuk bersembunyi didalam jubah Zhu'er. Entah mengapa orang orang itu malah menatap dirinya dan bukannya Zhu'er yang memiliki paras cantik. 'A apakah karena aku terlalu imut ya jadi mereka memperhatikanku? Ya ampun sudah kuduga aku memang terlalu imut.' Pikir Linhua yang terlalu narsis.


"Ah , ketemu!? Lihat, itu penginapannya!?" Ujar Yohan bersemangat sembari menunjukkan sebuah bangunan yang tampak seperti penginapan, mungkin?


Memang disana tertulis penginapan dengan papan kayu yang sudah usang dan tua dimakan rayap. Penginapan tua yang lebih terlihat seperti rumah hantu. Bahkan cahaya disana jarang.


KLATAKK


Dan baru saja papan nama penginapan itu jatuh dari tempatnya.

__ADS_1


"A apa benar ini penginapan? Aku merasa jika aku masuk kedalam penginapan ini akan rubuh." Ujar Wen Hao tercengang melihat penginapan yang begitu kumuh dan bobrok. Entah apakah tikuspun ingin tinggal disana.


Wen Hao yang orang dewasa saja tercengang apalagi Linhua si bocah kecil suka berkhayal, "Apa kita sungguh akan tinggal disini? B bagaimana jika disana ada hantu ganas yang menyerang saat tidur? Dan kalau dibawah tempat tidurnya ada monster bagaimana? Lalu kalau dikamar mandinya ada hantu mesum yang melihat wanita cantik mandi bagaimana?……" Dan masih banyak lagi khayalan luar biasa dari Linhua.


"Khayalanmu luar biasa liar ya? Disana tidak akan ada sesuatu yang mengerikan seperti yang kau bayangkan. Kalaupun ada kita punya Zhu'er!? Dia adalah pawangnya hantu!? Iya kan Zhu'er?" Tanya Yohan memperlihatkan wajah polos dan senyum polos penuh kepercayaan.


Mereka semua melihat Zhu'er yang sedari tadi hanya diam seribu bahasa. Saat dirinya ditatap dengan penuh harapan Zhu'er melihat mereka balik dengan tatapan datar yang serius. Lalu mengangkat tangannya menunjuk jempol. Artinya 'Percayakan padaku!?' kira kira seperti itulah arti tatapan datar plus jempol.


Prok prok prok


Yohan bertepuk tangan senang meskipun yang lain tidak mengerti dengan arti tatapan Zhu'er yang tidak ada bedanya. Dan yang lebih aneh, adalah bagaimana Yohan bisa mengerti arti dari tatapan datar yang setiap hari sama?


"Tetap saja, penginapan ini mencurigakan!? Jika tidak ada hantu bagaimana kalau disana adalah sarang perampok?" Lanjut dari protes Linhua. Masih memikirkan hantu mesum.


"Benar!? Lebih baik kita cari tempat lain saja atau tidur dihutan." Saut Wen Hao yang juga setuju dengan Linhua. Sebenarnya dia juga takut dengan hantu.


"…………" Ujar Zhu'er yang tidak tahu bicara apa. Tapi sepertinya dia berpihak pada Yohan.


"Quack quack…" Ujar Yue yang juga ikutan.


Masalah pendapat mereka sunguh memusingkan. Yohan tidak masalah tidur dimana saja walaupun ditempat berhantu. Lagi pula dengan aura kegelapan dalam dirinya makhluk kecil seperti hantu takut pada dirinya.


"Disana pasti ada hantu!? Pasti!?"


"Ayo kita cari tempat lain!?"


Tapi kemudian senyum tercetak diwajahnya. Sepertinya dia memiliki sebuah ide. "Wen Hao!? Linhua!? Apa kalian bisa kemari?" Tanya Yohan dengan smirk diwajahnya.

__ADS_1


"A apa?" Tanya keduanya sembari mendekat.


Yohan memegangi kedua pundak mereka meskipun yang satunya sangat pendek. "Aku baru saja terpikirkan sebuah ide bagus. Bagaimana jika kalian mengecek didalam apakah ada bahaya atau tidak?" Ujar Yohan masih dengan senyuman liciknya.


Sontak mereka berdua langsung memutar kepala mereka melihat kearah Yohan bersamaan. Sebelum berkata kata Yohan sudah terlebih dulu mendorong mereka dengan Qi yang ringan.


"Hwaaaa!?" Teriak keduanya bersamaan.


Brak bruk


Mereka merintih kesakitan karena dipaksa masuk kedalam tanpa keinginan mereka sendiri. "Aduuh, sakit…" Rintih Linhua.


Saat bangun mereka melihat dua wanita yang berpakaian seperti seorang pelayan penginapan yang penuh tambal. Mereka jelas jelas seperti manusia biasa yang tidak memiliki keganjilan dimanapun. Satu sedang memegang pel dan yang satu sedang berada di meja resepsionis.


"Ah, pelanggan!? Mereka pelanggan!? S selamat datang di penginapan kami!?" Sambut beberapa pelayan yang mendekat menyambut kedatangan mereka berdua.


Tidak lama Yohan dan yang lain memasuki penginapan. Para pelayan tampak.senang atas kedatangan pelanggan yang lain.


"T ternyata ini penginapan biasa." Ujar Wen Hao malu sendiri karena ikut berhalu seperti Linhua.


"Hmph, bukankah sudah kubilang kalau ini memang penginapan biasa?" Ujar Linhua langsung beralih kelompok ke Yohan.


...~~...


...-...


...-...

__ADS_1


...SEMOGA SUKA...


__ADS_2